BREAKING NEWS
#

Senin, 23 November 2020

Festival South Borneo Tourism, Bangkitkan lagi wisata banua selama pandemi.

BANJARMASIN - Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel menggelar South Borneo Tourism Festival tahun 2020, festival wisata yang diikuti perwakilan 13 kabupaten/kota se Kalsel itu digelar di ball room mercure hotel banjarmasin, Minggu (22/11/2020) kemarin.

Dalam sambutannya, Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan yang diwakili Asisten II Ekobang Syaiful Ashari, mengatakan sektor pariwisata menjadi alternatif percepatan pemulihan perekonomian, promosi dan pemasaran perlu kita tingkatkan, termasuk menyelenggarakan festival pariwisata," kata Syaiful.

Adapun lomba yang dilaksanakan Dispar Kalsel, yakni lomba Sasirangan fashion show, videography, dan healthy drink. Hadiah yang diperebutkan hingga puluhan juta.

Terkait kegiatan Festival kali ini, Syaiful Azhari, menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai upaya Pemprov Kalsel dalam meningkatkan pariwisata. 

Ia berharap melalui kegiatan acara South Borneo Tourism Festival Tahun 2020 ini dapat mengundang daya tarik wisata dan menghidupkan kembali kepariwisataan di Kalsel.

"Pertama-tama kami tegaskan, kami Pemprov mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakn Dinas Pariwisata terkait dengan festival ini, mudah mudahan dengan kegiatan ini, kegiatan pariwisata yang saat ini di musim pandemi mulai lesu, mudah mudahan di tahun 2021 ini akan lebih bisa berjaya lagi," tuturnya.

Menurutnya, di sektor pariwisata terdapat banyak kegiatan-kegiatan yang mengakses perekonomian, sehingga apabila pariwisata bergerak maka sektor-sektor lainnya pun akan turut bergerak.

"Di sektor pariwisata ini tentu banyak kegiatan-kegiatan yg memang mengakses perekonomian kita. Terutama di sektor UMKM, Pariwisata dan sebagainya itu akan bergerak, dengan bergeraknya pariwisata maka akan bergerak disektor-sektor lainya," ungkapnya.

Ia menghimbau, meskipun pariwisata telah di buka, masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan.

"Artinya pariwisata tetap jalan, ekonomi tetap jalan, tapi protokol kesehatan tetap harus diterapkan," katanya.

Dijelaskan dia, akibat dari pandemi covid-19 yang meluluh lantahkan perekonomian, yang mana dampaknya sangat di rasakan oleh para pelaku wisata, sehingga Dinas Pariwisata berupaya membangkitkan kembali kepariwisataan.

"Dampaknya sangat luas sekali, banyak tempat-tempat wisata yang tutup, sehingga pelaku-pelaku wisata juga ikut merasakan, maupun itu para pedagang para pengelola, para parkir, sehingga berdampak sekali, maka dari itu kami dari Dinas Pariwisata mencoba menggeliatkan kembali pada sektor pariwisata ini," tutur M Syarifuddin.

Dengan dibukanya kembali destinasi wisata, lanjutnya, maka geliat dari pada masyarakat, maupun UMKM atau dan lain sebagainya mulai tumbuh kembali.

"Kami tetap menghendaki agar wisata mulai untuk kita bangkitkan kembali dan alhmdulillah objek wisata mulai dikunjungi masyarakat," imbuhnya. (tim/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes