BREAKING NEWS
#

Sabtu, 20 Februari 2021

Pasca Pemulihan, BPBD Banjarbaru Gandeng SKPD

BANJARBARU- Masa tanggap darurat penanganan bencana banjir di Banjarbaru, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, tidak diperpanjang, Rabu (17/02/2021) lalu.

Sebelumnya, Walikota Banjarbaru telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari yaitu mulai tanggal 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

"Terkait dengan bencana banjir di Kota Banjarbaru, memang beda dengan banjir di kabupaten/kota lainnya, karena Banjarbaru sendiri termasuk dataran tinggi dari pada daerah lain," ucap Kepala BPBD Kota Banjarbaru, Zaini saat dibincangi jurnalispost beberapa waktu lalu.

Dikatakan Zaini, bahwa pada saat terjadi banjir yang disebabkan hujan dengan intensitas cukup tinggi selama tiga hari beturut-turut dari tanggal 11 sampai 14 januari lalu, mengakibatkan beberapa kecamatan di Banjarbaru terdampak, diataranya Kecamatan Lianganggang, Kecamatan Cempaka dan Landasan Ulin.

"Ini luar biasa banjirnya, karena terlihat dari putusnya arus Jalan Nasional dengan ketinggian air dan sampai sekarang beberapa perumahan juga masih tergenang air, diantaranya rumah penduduk yang ada di Landansan Ulin Selatan, Cempaka dan Landasan Ulin Timur," ujarnya.

Sedangkan jumlah rumah yang terdampak banjir sebanyak 2144 rumah, dengan kriteria sedang, berat dan ringan.

Zaini menuturkan, terkait dengan bantuan BPBD juga harus diverifikasi melalui SK Walikota Banjarbaru.

"Saat ini kami Penanggulangan Bencana Kota Banjarbaru dari kontruksi penanggulangan Banjir masih mendata perumahan yang terdampak," ujarnya.

Kemudian, tambah Zaini, yang sangat krusial bahwa Banjir Banjarbaru tidak saja melayani dampak bencana, tapi juga melayani pengungsi yang ada dari kabupaten/kota tetangga.

"Baik Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Batola dan Kabupaten Banjar yang sangat luar biasa dengan jumlah kurang lebih 10.000 pengungsi," tutur zaini.

Zaini menuturkan, bahwa dalam penanganan bencana di Banjarbaru ini tidak saja terkhusus bagi warga Banjarbaru sendiri, namun juga bagi penggungsi yanh harus dilayani.

"Sampai saat ini jumlah pengungsi yang masih bertahan 213 yang tersebar dibeberapa titik termasuk di landasan ulin dan dibeberapa kelurahan," ungkapnya.

Dirinya mengatakan, bahwa melayani pengungsi ini menjadi pemikiran dan terdorong didalam hati rasa kemanusiaan.

"Alhamdulilah BPBD sendiri terbantu dengan adanya donatur seperti pihak ke tiga, swasta dan pemerintah Kota Banjarbaru sendiri dalam rangka penanggulangan bencana baik berupa pemberian sembako dan lainnya," katanya.

"Bagi pengungsi juga diberikan bantuan seperti sembako serta mengantar pemulangan pengungsi ke tempat asal mereka, seperti di Kabupaten Barito Kuala kita dengan armada milik kita yang bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Instansi terkait," tambahnya.

Zaini menerangkan, bahwa saat ini banjir mulai berangsur berakhir, Kota Banjarbaru sendiri statusnya sekarang menjadi status kepemulihan darurat selama 3 bulan.

"Selama pemulihan darurat 3 bulan, kami bekerjasama dengan beberapa instansi terkait, seperti KP3 dan Perkim. Hal itu guna untuk membantu dampak pasca pemulihan bencana banjir baik kerusakan insfratruktur dan lainnya," pungkasnya. (yet/rus/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes