BREAKING NEWS

Rabu, 10 Februari 2021

WBP Rutan Kelas IIB Barabai Mendapat Pelatihan Fardhu Kifayah Pengurusan Jenazah

BARABAI- Dalam rangka melaksanakan program kegiatan pembinaan kerohanian, Rutan Kelas IIB Barabai bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten HST dan Pondok Pesantren Subulussalam menggelar Pelatihan Fardhu Kifayah Pengurusan Jenazah, Rabu, (10/02). Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 orang peserta Warga Binaan Pemasyarakatan dan para pegawai.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Rutan Barabai, Gusti Iskandarsyah. 

Dalam sambutannya, dirinya menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan ini dilakukan untuk memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman kepada para Warga Binaan Pemasyarakatan dalam rangka persiapan proses reintegrasi ke masyarakat.

"Semoga melalui pelatihan fardhu kifayah ini para WBP kelak ketika kembali ke masyarakat memiliki bekal ilmu pengurusan jenazah sehingga dapat bermanfaat minimal dikampungnya," ungkap Karutan.
Kegiatan Pelatihan ini dilaksanakan di Masjid At Taubah Rutan Kelas IIB Barabai dengan instruktur Pimpinan Pondok Subulussalam, Guru Ahmad Junaidi Mukti dan Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama Kabupaten HST, Guru Syahran. 

Sebelumnya Warga Binaan telah diberikan materi terlebih dahulu oleh instruktur mengenai tata cara memandikan jenazah, mengkafani, mensholatkan serta proses penguburan jenazah, kemudian hari ini dilaksanakan praktek langsung dengan peraga sukarelawan dari WBP yang dilaksanakan dengan penuh perhatian dan khidmat oleh para peserta.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Tengah, H. Saipudin saat dihubungi via WhatsApp memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak Rutan kelas IIB Barabai yang telah bekerjasama dengan Kementerian Agama untuk memberikan pelatihan pemulasaran jenazah kepada warga binaan rumah tahanan. 
Menurut Saipudin, kegiatan pelatihan tersebut sangat positif dan bermanfaat bagi warga binaan, karena setidaknya mereka mempunyai bekal untuk ikut serta dalam bermasyarakat, khususnya dalam penyelenggaran fardu kifayah dari mulai memandikan mayat sampai selesai di makamkan.

"Apabila ada anggota masyarakatnya yang meninggal nantinya," ujarnya.

Saipudin berharap, kerjasama tersebut terus berlanjut tidak hanya sampai pada pelatihan pemulasaran jenazah ini, tapi pada materi-materi yang lain terkait sosial keberagamaan lainnya. (hms/hen/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes