BREAKING NEWS
#

Selasa, 20 Juli 2021

Ditengah Pandemi COVID-19, Sinergitas TNI-Dispersip Dalam Mencerdaskan Anak Bajuin

KALSEL- Desa Tanjung merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut. Desa ini merupakan desa yang tertinggal atau terisolasi diantara desa-desa lain yang ada di Kabupaten Tanah Laut.

Selain itu, desa tersebut juga jauh dari pusat keramaian, merupakan daerah yang terpencil dengan kondisi geografis yang bervariasi, ditambah lagi akses jalan yang belum ada sehingga kampung lamban untuk berkembang.  

Adapun jarak desa dari Ibukota Provinsi Kalsel, Kota Banjarmasin sekitar 90 Km, yang menempuh jarak sekitar kurang lebih 3 jam.

Desa Tanjung mempunyai luas wilayah 196,30 Km², dengan jumlah penduduk 4,092 jiwa terdiri dari laki-laki 2,114 jiwa, dan perempuan 1,978 jiwa, dengan penduduk mayoritas suku Jawa berjumlah 2.196 jiwa, dan suku Banjar 1.965 jiwa. Dengan mata pencaharian masyarakat mayoritas sebagai petani, dan latar belakang pendidikan SD 20 persen, SMA 30 persen, dan PT 10 persen.

Secara Geografi luas wilayah desa Tanjung terbagi dalam 6 dusun dan 25 RT dengan batas wilayah sebelah utara Desa Tebing Siring, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kiram, sebelah timur rangkaian Gunung Meratus, dan untuk sebelah barat berbatasan dengan Desa Bajuin.

Guna membuka keterisolasian desa tersebut, pada pelaksanaan TMMD ke 111 yang dilaksanakan Kodim 1009/Tanah Laut, Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut menjadi sasarannya. Kegiatan tersebut berlangsung sejak 15 Juni sampai dengan 14 Juli 2021 lalu.

Adapun sasaran TMMD ke 111 yang dilaksanakan Kodim 1009/Tanah Laut, adalah sasaran fisik dan non fisik. 

Menyangkut sasaran fisik berupa pembuatan jalan sepanjang 7.200 meter dengan lebar 6 meter sebagai jalan pendekat yang menghubungkan dua kabupaten yaitu, Kabupaten Tanah Laut dengan Kabupaten Banjar.

Jalan semula yang merupakan jalan setapak dan akan dibuka menjadi jalan yang dapat dilalui kendaraan roda 4. Selain itu, juga ada sasaran tambahan berupa bedah rumah tidak layak huni, rehab mushola, dan rehab TK Al-quran.

Sedangkan sasaran non fisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan pertanian, penyuluhan  perikanan, penyuluhan kehutanan, sosialisasi penanggulangan bencana alam, Posyandu, Posbindu, dan Stunting.

Selanjutnya sosialisasi penyuluhan narkoba, perpustakaan keliling, penyuluhan KB kesehatan, dan sosialisasi rekrutmen TNI, serta kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis, donor darah, pelayanan KB, sunatan masal, dan bazar.

TMMD ke 111 tersebut dilaksanakan di masa Pandemi COVID-19 yang hingga saat ini belum adanya tanda-tanda berakhir, bahkan di pulau Jawa, Bali dan beberapa wilayah lain telah menerapkan PPKM Darurat. Dalam TMMD 111 tersebut, juga dilaksanakan sosialisasi tentang pencegahan penyebaran COVID-19, dan pembagian masker kepada masyarakat. 

Akibat Pandemi COVID-19 tersebut, menimbulkan berbagai dampak dimasyarakat, seperti ekonomi, dan proses belajar tatap muka atau PTM siswa kampung Bajuin, ditambah lagi tidak tersedianya jaringan internet, sehingga proses belajar secara daring sulit untuk dilaksanakan.

Anak kampung Bajuin masih banyak yang putus sekolah dasar ataupun tidak meneruskan kejenjang yang lebih tinggi. Hal tersebut dikarenakan rumah mereka menuju tempat sekolah yang jauh. Padahal anak-anak kampung Bajuin tergolong anak yang rajin dan cerdas.

Hal tersebut dibuktikan adanya kegiatan TMMD dengan sinergitas antara TNI dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, yang melakukan belajar melalui mobil perpustakaan keliling. Dan ditempat tersebut, mereka sangat antusias dalam mengikuti program belajar.

Hal itu merupakan kali kedua dalam pelaksanaan TMMD. Dimana, TNl secara langsung bersinergi dan bekerjasama dengan Dispersip Kalsel, yang turut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa dari anak kampung yang terisolir ditengah-tengah pandemi COVID-19. 

Sekolah saat ini masih melaksanakan kegiatan secara daring, akan tetapi dengan kondisi tersebut, anak-anak tidak dapat mengikuti proses belajar secara daring yang diakibatkan sulitnya jaringan internet. Dengan kehadiran Satgas TMMD itu, sekaligus memberikan edukasi kepada anak-anak agar tetap belajar hingga jenjang yang lebih tinggi.

Mobil Perpustakaan keliling milik Dispersip Kalsel secara langsung didatangkan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel yang berada di Banjarmasin. 

Mobil tersebut beroperasi hingga sampai dengan selesai kegiatan TMMD. Dalam proses belajar tersebut, Babinsa dan Dispersip bersama-sama mengajar para anak-anak mulai dari pekerjaan rumah dan tugas yang diberikan oleh pihak sekolah.

Sebelumnya, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah mengatakan, berdasarkan Undang-undang No 34 tahun 2004, bahwa TNI mempunyai tugas pokok yakni menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

"Serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara," ucapnya.

Menurutnya, dalam tugas pokok tersebut terbagi menjadi dua yaitu, tugas militer untuk perang, dan tugas militer selain perang.

"Pada pelaksanaan TMMD masuk dalam tugas militer selain perang di poin ke sembilan yakni membantu tugas pemerintah di daerah, yang dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara," ujarnya.

Danrem menjelaskan, adanya program TMMD itu, tercipta akselerasi kecepatan pembangunan daerah. Selain itu, juga membuka daerah-daerah yang terisolir. 

"Oleh karena itu, akan terciptanya kesejahteraan rakyat, dan tidak kalah pentingnya dengan dilaksanakan TMMD ini diharapkan tidak ada lagi anak yang putus sekolah," jelasnya.

Kadis Persip Kalsel, Dra Hj. Nurliani Dardie mengatakan, selain mendukung program TMMD, keterlibatan Dispersip sebagai misi memicu peningkatan Literasi atau kemampuan membaca dan menulis, baik di daerah pesisir maupun daerah pedalaman hingga tercapai tujuan Kalimantan Selatan (Kalsel) cerdas.

"Alhamdulillah, kami senang bekerjasama dengan Satgas TMMD ke-111 Kodim 1009/Tanah Laut kali ini, yang mana melihat antusias masyarakat dengan hadirnya mobil perpustakaan keliling yang kami bawa beserta buku-buku bacaan diserbu anak-anak, yang berarti keberadaan kami diterima baik masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Paur Penrem 101/Antasari, Letda Caj l Gusti Komang Santikayana, S.Sos.H., M.I.Kom. menyampaikan, bahwa dengan adanya Kelas Lapangan yang melibatkan pengajar dari TNl dan Dispersip. Hal ini merupakan kegiatan yang sangat positif ditengah-tengah Pandemi COVID-19, yang mengharuskan anak-anak belajar dirumah melalui Daring.

"Kelas Lapangan ini sangat membantu karena di siapkan buku-buku pelajaran sehari-hari, sekaligus untuk menciptakan minat baca bagi anak-anak, dan juga memberikan edukasi tentang penerapan Protokol Kesehatan," ucapnya.

Ia juga mengatakan, anak-anak sangat senang dengan adanya perpustakaan ini, karena mana selama pandemi ini mereka belajar dirumah. 

"Dengan Kelas Lapangan ini mereka bisa kembali belajar bersama teman-temannya, dengan buku-buku yang telah disediakan, inilah yang menjadi nilai tambah dan pembeda dari pelaksanaan TMMD yang lain," katanya.

Rahmat, salah satu anak Bajuin yang turut serta dalam belajar di Kelas Lapangan merasa senang karena ada Kelas Lapangan. Karena kata dia, selama pandemi ini tidak bisa pergi kesekolah. 

"Dengan adanya mobil perpustakaan keliling ini, kami bisa belajar kembali bersama teman-teman sekolah, bapak Babinsa dan pengajar dari Dispersip," ungkapnya. (qi/li/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes