BREAKING NEWS
https://picasion.com/

Sabtu, 04 Desember 2021

KONI Batola Gelar Rapat Akhir Tahun, Bahas LPJ, Kejurprov, hingga Porprov


MARABAHAN- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Barito Kuala (Batola) menggelar Rapat Akhir Tahun (RAT) bersama unsur pimpinan dan para Ketua Bidang KONI dengan para Ketua Pengkab/Cabor, Jumat (03/12/2021) sore. 

Rapat di Rumah Makan BBC Marabahan yang juga diikuti Pembina KONI Saleh dan pihak Disporbudpar diwakili Kabid Olahraga Titien dan Kabid Budaya Sabirin ini berisi sejumlah agenda di antaranya terkait pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahap I dan II, laporan cabor-cabor yang sudah mengikuti Kejurprov tahun 2021, persiapan mengikuti Porprov XI tahun 2022 di Kandangan (HSS), hingga kartu tanda anggota (KTA) atlit. 

Rapat yang dipimpin Ketua KONI Batola, Drs Dahlan MIP, ini juga disampaikan berbagai kebijakan KONI tahun 2021 dan evaluasi kegiatan tahun 2020 yang telah dilakukan seperti melaksanakan anggaran dana hibah untuk pembinaan cabor-cabor dan Sekretariat KONI, melaksanakan workshop, melaksanakan monev terhadap semua cabor, termasuk keberadaan data pelatih, atlit, jadwal, dan tempat latihan. 

Rapat yang dipandu Wakil Ketua KONI Akhmad Wahyuni S.Sos MIP ini juga bahas berbagai masalah di antaranya menyangkut pembinaan, data salur dana tahap I dan II, tali asih PON, Bidang Binpres, masalah E-Billing Pajak (BPK), dan lainnya. 

"Hari ini kita mengadakan rapat yang intinya untuk mengevaluasi program kerja 2021 baik menyangkut anggaran, legalitas cabor, termasuk persiapan menuju Porprov 2022 mendatang,” kata Dahlan saat diminta tanggapannya usai rapat. 

Menyangkut LPJ, lelaki yang pernah menjabat Kepala Dinas PMD Batola ini mengutarakan, dari evaluasi terhadap 40 cabor (terdiri 38 cabor dan 2 fungsional) terdapat 4 cabor yang memang tidak mengajukan permintaan tahap I dan 3 cabor belum menyampaikan SPJ.

Untuk berikutnya, lanjutnya, sebagaimana kesepakatan, seluruh cabor agar menyampaikan LPJ sekaligus pengajuan tahap 3, Senin (06/12/2021). Jika tidak maka ada konsekuensi ditundanya pemberian anggaran berikutnya. 

Menanggapi ketentuan cabor yang akan diikutkan di Porprov, pria yang juga pernah menjabat Kepala BPBD Batola, ini mengutarakan salah satu kebijakan KONI Batola paling tidak mendapatkan 50 plus 1 yaitu ada mendapatkan emas, perak, perunggu, dan harapan. 

"Ini yang menjadi kebijakan kita memberangkatkan cabor ke Porprov tahun depan. Jadi paling tidak ada juara 4 lah,” katanya. 

Menyinggung target, menurut Dahlan, sebagaimana ia sampaikan pada rapat terbatas di KONI Kalsel beberapa waktu lalu, Batola paling tidak meraih 5 besar. 
Keyakinan itu, sebutnya, atas keyakinan dari laporan Binpres KONI dari cabor-cabor yang telah melaksanakan kejurprov yang membawa hasil maksimal termasuk prestasi yang diraih sejumlah atlit yang dikirim ke PON di Papua beberapa waktu lalu.

Dahlan menerangkan, cabor yang diunggulkan pada Porprov nantinya masih tidak beralih dari dayung kendati harus pula disadari apakah seluruh cabang dipertandingkan nantinya termasuk tenis meja, anggar, dan lainnya yang berdasarkan hasil monitoring terus melakukan persiapan maksimal. 

Di kesempatan rapat ini juga terlahir komitmen bersama antara KONI dan Pemkab dalam hal ini Disporbudpar disaksikan Ketua DPRD Saleh sebagai Pembina KONI untuk melaksanakan peningkatan sarana prasarana dalam menunjang peningkatan prestasi. (prkpmd/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes