BREAKING NEWS
https://picasion.com/

Minggu, 26 Desember 2021

Polres Barito Timur Akan Terapkan Aplikasi Pedulilindungi

TAMIANG LAYANG- Polres Barito Timur akan mewajibkan pengunjung untuk mengakses layanan menggunakan aplikasi pedulilindungi untuk mencegah penyebaran COVID-19 di kantor kepolisian setempat.

Kapolres Barito Timur, AKBP Afandi Eka Putra S.I.K mengatakan, adanya scan barcode aplikasi tersebut nantinya diharapkan tamu atau pengunjung yang datang melakukan scan terlebih dahulu apakah sudah vaksin atau belum. 

"Nanti dalam penerapan aplikasi itu, ada tiga warna lampu, yaitu merah, kuning dan hijau, dan saat ini kita masih menyusun SOP nya," ujar Afandi di Tamiang Layang, Minggu (26/12/2021).

Afandi menjelaskan, dari tiga warna lampu itu, apabila nanti pada saat scan warnanya hijau berarti tidak terinfeksi COVID dan sudah di vaksin. Sedangkan kalau kuning pernah datang ke lokasi yang statusnya merah.

"Sementara jika merah berarti belum vaksin, dan kita arahkan untuk vaksin dulu," terang Afandi.

Afandi mengatakan, penerapan aplikasi Pedulilindungi juga salah satu upaya menyadarkan masyarakat pentingnya mengikuti vaksinasi COVID-19, untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Saat ini capaian vaksinasi secara umum di Barito Timur sudah lebih 75 persen dari jumlah sasaran.

"Kita akan kejar terus vaksinasi, dengan harapan semua masyarakat di Barito Timur 100 persen tervaksin," ujarnya.

Afandi menambahkan, untuk upaya menyukseskan masyarakat 100 persen tervaksin, pihaknya juga menggandeng kemenag setempat melalui ulama dan tokoh agama untuk memberi edukasi kepada masyarakat terkait vaksinasi COVID-19.

"Hal ini dikarenakan masih ada sebagian masyarakat yang tidak mau divaksin dengan berbagai alasan," ungkap Afandi.

Afandi menuturkan, hal ini sudah berjalan, baik kepada kelompok jemaat, pengajian, dan pesantren. Selain itu, juga menyasar masyarakat secara umum.

"Dengan sosialisasi diharapkan ke depan tidak ada lagi masyarakat enggan untuk divaksin," harapnya.

Afandi juga mengatakan, bagi masyarakat yang tidak mempunyai kemampuan atau alat untuk pergi bervaksin, pihaknya siap untuk datang.

"Kami sudah sampaikan kepada masyarakat, Kades dan RT, sepanjang mau berkumpul untuk divaksin, dimana saja dan kapan saja waktunya, kami siap untuk datang maksimal 50 orang yang ingin divaksin," tukasnya. (zi/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes