BREAKING NEWS
https://picasion.com/

Rabu, 13 Juli 2022

Sejalan Dengan Revolusi Hijau Paman Birin, Pemprov Kalsel Dukung Penuh FoLU Net Sink 2030

BANJARBARU- Kebijakan Indonesia FOLU Net Sink 2030 (IFNET 2030) merupakan bentuk keseriusan pemerintah Indonesia untuk mengatasi krisis iklim, khususnya dalam mencapai net zero emissions pada 2060.

Dalam rangka mensosialisasikan secara luas Rencana Operasional IFNET 2030, KLHK bersama Forum Pimpinan Lembaga Perguruan Tinggi Kehutanan Indonesia (FOReTIKA) menggelar Sosialisasi IFNET 2030 Regional Kalimantan di Kota Banjarbaru, Kamis (7/7).

Pelaksanaan Sosialisasi IFNET 2030 Regional Kalimantan dilaksanakan di Auditorium ULM dengan total peserta yang hadir offline kurang lebih sebanyak 150 orang dan hadir secara online sebanyak kurang lebih 1000 orang.

Kegiatan sosialisasi dihadiri Staf Ahli Menteri Bidang Industri dan Perdagangan Internasional, Sekretaris Daerah Regional Kalimantan, Sesditjen PKTL KLHK, Segenap Kepala SKPD Regional Kalimantan, Kepala UPT Lingkup KLHK, Akademisi (FORETIKA), Mitra KLHK, LSM terkait dan Media.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Sosialisasi IFNET 2030 Regional Kalimantan, dalam hal ini Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Fathimatuzzahra, dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor Universitas Lambung Mangkurat Sutarto Hadi, kemudian Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan selaku Ketua Harian I Tim Kerja IFNET 2030 Ruandha Agung Sugardiman, dan yang terakhir sambutan sekaligus pembukaan oleh Gubernur Kalsel yang diwakili Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar.

Saat sambutan, Ruandha menyatakan sektor kehutanan termasuk di pulau Kalimantan yang jadi salah satu paru-paru dunia akan terus didorong guna penurunan emisi gas rumah kaca agar tingkat serapan sama atau lebih tinggi dari tingkat emisi.

"Ada 12 provinsi jadi sasaran termasuk di wilayah Kalimantan dalam pengelolaan hutan lestari menuju suksesnya penurunan emisi gas rumah kaca pada tahun 2030 sebesar 29 persen dengan upaya nasional, sampai sebesar 41 persen dengan dukungan internasional," katanya.

Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, menegaskan pemerintah provinsi mendukung sepenuhnya Indonesia's FOLU Net Sink 2030 sebagaimana digaungkan Kementerian LHK bahwa sektor kehutanan memiliki porsi terbesar yaitu 60 persen dalam target penurunan emisi gas rumah kaca.

"Sekarang tinggal kita sinergikan dengan program daerah. Sehingga apa yang menjadi kewenangan pemprov bisa dikebut agar hasilnya maksimal, Kalau kami terus komitmen melakukan pengurangan laju deforestasi dan degradasi hutan, rehabilitasi lahan termasuk pengelolaan lahan gambut dan mangrove serta peningkatan peran konservasi keanekaragaman hayati," ujarnya

Sosialiasi Rencana Operasional Indonesia's FOLU Net Sink 2030 tingkat Regional dimaksudkan untuk menyampaikan kebijakan, strategi, dan rencana untuk implementasi rencana aksi mitigasi yang mengacu pada target penurunan emisi gas rumah kaca sampai dengan tahun 2030 kepada seluruh masyarakat Indonesia secara langsung maupun melalui stakeholder.

Sedangkan sosialiasi ini bertujuan untuk operasionalisasi Rencana Operasional Indonesia's FOLU Net Sink 2030 di tingkat tapak serta sharing knowledge kepada stakeholder terkait.

Sebelum kegiatan sosialisasi, Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ruandha Agung Sugardiman beserta undangan lainnya melakukan penanaman bibit pohon di area lahan sekitar Auditorium ULM di Banjarbaru dengan jenis Ulin, Meranti, Mahoni, Pulai, dan Eucalyptus sebanyak 500 batang.

Kadishut Kalsel menjelaskan penanaman yang dilakukan merupakan rangkaian dari penanaman-penanaman yang telah dilakukan sebelumnya baik yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan, KPH atau pun oleh UPT lingkup KLHK di Provinsi Kalimantan Selatan sebagai bentuk dukungan dalam upaya peningkatan tutupan lahan.

"Hal ini merupakan bagian pelaksanaan Program Gubernur Kalsel yang tertuang dalam Perda Prov Kalsel nomor tujuh tahun dua ribu delapan belas tentang Gerakan Revolusi Hijau,” jelas Fathimatuzzahra. (dsht/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes