BREAKING NEWS

Pemprov Kalsel

Wakil Rakyat

Pemkab Batola

Kamis, 03 September 2026

Pelarian Terhenti di Perkebunan, Terduga Maling Toko Mutiara Diciduk Resmob Seruyan

KUALA PEMBUANG- Berusaha menghindari kejaran polisi dengan bersembunyi di area perkebunan, seorang pria berinisial R yang diduga terlibat dalam kasus pencurian di Toko Mutiara, Jalan Ais Nasution, Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, akhirnya diamankan Unit Resmob Polres Seruyan.

R ditangkap pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di area perkebunan PT Tapian Nadenggan Pondok 2 Divisi 5, Desa Derangga, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan. Penangkapan dilakukan Tim Resmob Polres Seruyan yang dipimpin Aipda Irwandi tanpa perlawanan.

Kasus tersebut diketahui setelah pemilik Toko Mutiara membuka toko pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, korban mendapati kondisi toko dalam keadaan berantakan dan pintu belakang terbuka.

Setelah melakukan pemeriksaan, korban menemukan laci penyimpanan uang kembalian dalam kondisi terbuka. Selain itu, sebanyak 80 slop rokok berbagai merek, di antaranya Sampoerna Mild, Surya 12, dan Esse, diketahui hilang.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Peristiwa itu kemudian dilaporkan korban ke Polsek Seruyan Hilir.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob Polres Seruyan melakukan identifikasi dan penyelidikan untuk mengungkap serta mengetahui keberadaan terduga pelaku.

Pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, petugas memperoleh informasi bahwa R berada di sekitar area perkebunan PT Tapian Nadenggan Pondok 2 Divisi 5, Desa Derangga, Kecamatan Hanau.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan keberadaan terduga pelaku di sekitar lokasi.

Setelah mendapatkan kepastian bahwa R berada di dalam area perkebunan, Tim Resmob yang dipimpin Aipda Irwandi bergerak menuju lokasi.

Sekitar pukul 14.00 WIB, petugas berhasil mengamankan R tanpa perlawanan. Terduga pelaku kemudian dibawa ke Polres Seruyan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Seruyan, AKBP Beddy Suwendi mengapresiasi langkah cepat personel dalam mengungkap kasus tersebut.

"Kami akan terus melakukan penyelidikan dan penegakan hukum terhadap setiap tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polres Seruyan. Keberadaan pelaku yang berusaha bersembunyi tidak akan menghentikan upaya kepolisian untuk mengungkap perkara dan membawa yang bersangkutan menjalani proses hukum," tegasnya, Kamis (3/9/2026). 

Kapolres juga mengimbau masyarakat, khususnya pemilik usaha, untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sistem keamanan di lingkungan tempat usaha.

Masyarakat yang mengetahui atau menjadi korban tindak pidana diimbau segera melapor kepada pihak kepolisian atau menghubungi Call Center 110 Polres Seruyan. (gan/jp). 

Patroli Dini Hari di Tabalong, Polisi Amankan 13 Motor Diduga untuk Balap Liar

TANJUNG- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tabalong mengintensifkan patroli malam hingga dini hari untuk mencegah aksi balap liar dan menjaga keamanan serta ketertiban lalu lintas di sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Tabalong.

Patroli yang dipimpin Kasat Lantas Polres Tabalong, AKP Oki Hermawan tersebut dilaksanakan pada Rabu (2/9/2026) malam hingga Kamis (3/9/2026) dini hari.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran patroli di antaranya Jalan Nan Sarunai, Desa Tanta Hulu, Kecamatan Tanta; Jalan Stadion, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak; serta Jalan Ir. P.H.M. Noor, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak.

Dalam patroli tersebut, personel Satlantas melakukan pemantauan secara mobile terhadap aktivitas masyarakat dan pengguna jalan, khususnya di lokasi yang dinilai rawan dijadikan tempat balap liar.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., mengatakan patroli tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk mencegah balap liar yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

"Patroli ini merupakan upaya preventif untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas sekaligus mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat akibat aktivitas balap liar,” jelasnya.

Hasilnya, petugas mengamankan 13 unit sepeda motor di Jalan Nan Sarunai yang diduga akan digunakan untuk melakukan aksi balap liar.

Selain itu, petugas mendapati para pengendara tersebut belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Mereka juga diketahui masih berstatus sebagai pelajar tingkat SLTP dan SLTA.

Kasat Lantas Polres Tabalong mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara dan generasi muda, agar tidak terlibat dalam aksi balap liar maupun aktivitas berkendara yang dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Kepolisian juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama yang masih berstatus pelajar.

"Pengawasan orang tua sangat penting, terlebih apabila anak masih berada di luar rumah hingga larut malam atau dini hari. Selain berisiko terhadap keselamatan, kondisi tersebut juga dapat mengganggu konsentrasi dan aktivitas belajar keesokan harinya,” imbau Kasat Lantas.

Satlantas Polres Tabalong akan terus melakukan patroli secara rutin di sejumlah lokasi yang dianggap rawan sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. (fah/jp). 

Warga Ampah dan Sekitarnya Gelar Salat Istisqa, Mohon Hujan di Tengah Kemarau dan Ancaman Karhutla

TAMIANG LAYANG- Warga Ampah dan sekitarnya, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, menggelar Salat Istisqa di halaman Masjid Besar Sabilal Mujahidin, Ampah, Kamis (3/9/2026) pagi. 

Salat untuk memohon turunnya hujan tersebut digelar di tengah kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, menyusutnya sumber air, serta meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pelaksanaan Salat Istisqa berlangsung khidmat dan diikuti masyarakat bersama sejumlah unsur pemerintahan, aparat keamanan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Hadir di antaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Timur, H Aspahani, pengurus MUI Kecamatan Dusun Tengah, Camat Dusun Tengah, Kapolsek Dusun Tengah, Danramil Dusun Tengah, Kepala KUA Dusun Tengah, dan tokoh masyarakat setempat.

Salat Istisqa dipimpin Ustaz Humaidi Mukhtar sebagai imam sekaligus khatib.

Dalam pengantarnya, Ketua MUI Kabupaten Barito Timur, H Aspahani mengajak jemaah menjadikan kondisi kemarau panjang sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar dan taubat, serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Menurutnya, kemarau panjang yang berdampak pada kekeringan dan menyusutnya sumber air tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berimbas terhadap kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut berkaitan dengan ancaman karhutla, gagal panen, cuaca panas, hingga munculnya kabut asap.

"Mari kita merenung, berintrospeksi, beristighfar, dan bertaubat kepada Allah SWT atas segala kesalahan kita, khususnya sikap tidak bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan. Istighfar dan taubat menjadi salah satu wasilah keberkahan turunnya hujan dari langit," ujar H Aspahani.

Ia menegaskan, permohonan hujan melalui Salat Istisqa juga perlu diiringi dengan upaya nyata menjaga lingkungan. Ia mengajak masyarakat menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon tanpa melakukan reboisasi, serta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara liar.

Selain itu, H Aspahani mendorong masyarakat memperbanyak penanaman pohon. Ia mengingatkan bahwa menanam pohon tidak hanya berperan menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga memiliki nilai ibadah sebagai sedekah bagi makhluk hidup.

Dalam kesempatan itu, H Aspahani juga mengajak umat meningkatkan ketaatan dengan istiqamah menjalankan syariat, menghidupkan sunnah Nabi, meramaikan salat fardu berjamaah, serta memperbanyak doa dan tafakur, terutama pada malam hari.

Rangkaian Salat Istisqa kemudian ditutup dengan doa bersama. Jemaah memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan, menyuburkan tanah, mengisi kembali mata air dan sumur yang mulai mengering, serta membantu meredakan ancaman kebakaran lahan tanpa menimbulkan bencana.

Pelaksanaan Salat Istisqa di Ampah dan sekitarnya menjadi ikhtiar keagamaan masyarakat di tengah kondisi kemarau. Selain memohon turunnya hujan, kegiatan tersebut menjadi pengingat agar persoalan kekeringan dan ancaman karhutla dihadapi bersama melalui peningkatan ketakwaan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

Masyarakat berharap hujan segera turun sehingga ketersediaan air kembali pulih dan aktivitas pertanian, ekonomi, serta kehidupan sehari-hari warga di wilayah Barito Timur dapat berjalan lebih baik. (zi/jp).

Kapolsek Dusun Tengah Pimpin Pengamanan Salat Istisqa di Ampah

TAMIANG LAYANG- Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, memimpin langsung pengamanan pelaksanaan Salat Istisqa di Halaman Masjid Besar Sabilal Mujahidin, Ampah, Kabupaten Barito Timur, Kamis (3/9/2026) pagi.

Pengamanan dilakukan untuk memastikan rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengikuti Salat Istisqa.

Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso melalui Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, mengatakan kehadiran personel kepolisian merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

"Pengamanan ini kami laksanakan untuk menjamin kegiatan Salat Istisqa dapat berjalan dengan aman dan khusyuk, sehingga para jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan tenang,” kata IPTU Stefanus.

Selain melakukan pengamanan, personel Polsek Dusun Tengah yang beragama Islam turut mengikuti pelaksanaan Salat Istisqa bersama masyarakat.

Menurut IPTU Stefanus, keterlibatan personel dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kebersamaan sekaligus ikhtiar bersama masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau dan kabut asap yang masih terjadi di wilayah Barito Timur.

"Personel kami tidak hanya melaksanakan pengamanan. Anggota yang beragama Islam juga turut mengikuti Salat Istisqa bersama masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap doa dan ikhtiar yang dilakukan bersama melalui Salat Istisqa tersebut segera mendapat pertolongan Allah SWT dengan turunnya hujan. Dengan demikian, kondisi kabut asap serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Timur dapat segera berakhir.

"Semoga melalui Salat Istisqa ini, Allah SWT segera menurunkan hujan sehingga kabut asap dan ancaman kebakaran hutan dan lahan dapat segera berakhir,” pungkasnya. (zi/jp). 

Rabu, 02 September 2026

Bupati Barito Utara Tinjau RSUD, Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Optimal

MUARA TEWEH- Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, bersama Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, dan Sekretaris Daerah Muhlis, melakukan kunjungan kerja ke RSUD Barito Utara untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan optimal, Rabu (2/9/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, Bupati bersama rombongan meninjau secara langsung kondisi dan sejumlah fasilitas pelayanan yang tersedia di RSUD Barito Utara. Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Bupati juga berdialog dengan jajaran manajemen dan tenaga kesehatan rumah sakit untuk memperoleh informasi mengenai pelaksanaan pelayanan, kondisi fasilitas, serta berbagai kebutuhan yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

Menurut Bupati H Shalahuddin, pelayanan kesehatan merupakan salah satu sektor penting yang harus terus ditingkatkan. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang mudah, cepat, profesional, dan berkualitas.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam mengevaluasi dan mendorong peningkatan mutu pelayanan RSUD Barito Utara. Berbagai masukan dan kondisi di lapangan akan menjadi bahan pertimbangan dalam upaya memperkuat pelayanan kesehatan.

"Dengan pelayanan yang semakin baik, kita wujudkan layanan kesehatan yang cepat, profesional, dan berpihak kepada masyarakat Barito Utara,” kata Bupati H Shalahuddin. (emca/jp). 

Pimpin Apel di PDAM, Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin dan Peningkatan Layanan

MUARA TEWEH- Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, memimpin apel pagi di lingkungan PDAM Barito Utara, Rabu (2/9/2026). 

Bupati yang turut didampingi Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan dan Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara, Muhlis sebagai bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan dan kualitas pelayanan publik.

Dalam arahannya, Bupati H Shalahuddin, menegaskan bahwa disiplin dan tanggung jawab merupakan landasan penting dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Setiap jajaran PDAM diminta bekerja secara profesional, optimal, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan air bersih agar masyarakat Barito Utara dapat memperoleh layanan yang cepat, baik, dan berkesinambungan. Menurutnya, pelayanan publik harus terus dievaluasi dan ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Usai memimpin apel, Bupati bersama Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah meninjau langsung sejumlah progres pembangunan di lingkungan PDAM Barito Utara. Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.

Bupati berharap pembangunan dan penguatan sarana pendukung PDAM dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan air bersih di wilayah Barito Utara.

Bupati juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kerja nyata dan pelayanan publik yang berkualitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan Barito Utara yang semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (emca/jp). 

Bupati Barito Timur Panen Perdana Ikan Nila BUMDes Unru Nyingkai Desa Danau

TAMIANG LAYANG- Bupati Barito Timur, M. Yamin memanen ikan nila hasil budidaya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Unru Nyingkai, Desa Danau, Kecamatan Awang, Rabu (2/9/2026).

Panen perdana yang berlangsung di lokasi budidaya ikan di Jalan Kenangan RT. 01, Desa Danau, menjadi tonggak awal pengembangan usaha produktif BUMDes sekaligus upaya memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat desa.

Bupati M. Yamin mengapresiasi pengembangan budidaya ikan nila yang dilakukan BUMDes Unru Nyingkai. Ia menilai usaha tersebut dapat menjadi contoh bagi BUMDes lain di Kabupaten Barito Timur untuk mengembangkan potensi ekonomi sesuai karakteristik dan sumber daya yang dimiliki masing-masing desa.

"Keberhasilan BUMDes Unru Nyingkai ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi BUMDes lainnya untuk terus mengembangkan usaha yang produktif sesuai dengan potensi yang dimiliki desa,” ujar M. Yamin.

Ia juga mendorong agar setiap usaha yang dikelola BUMDes dilakukan secara profesional, serius, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur, Abianhin, mengapresiasi inisiatif BUMDes Unru Nyingkai mengembangkan usaha budidaya ikan nila.

"Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh BUMDes Unru Nyingkai Desa Danau melalui usaha budidaya ikan nila ini,” kata Abianhin.

Menurut dia, Dinas Perikanan dan Peternakan berkomitmen memberikan pembinaan kepada masyarakat yang ingin mengembangkan usaha secara mandiri. Pembinaan dilakukan tidak hanya pada sektor perikanan, tetapi juga peternakan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan ketahanan pangan sekaligus pengembangan potensi ekonomi masyarakat di tingkat desa.

"Kami dari Dinas Perikanan dan Peternakan selalu siap dan terus berupaya melakukan pembinaan bagi seluruh masyarakat yang berminat mengembangkan usaha secara mandiri, tidak hanya di bidang perikanan, tetapi juga peternakan,” jelasnya.

Abianhin menilai pengembangan budidaya ikan oleh BUMDes merupakan langkah positif karena memanfaatkan potensi lokal sekaligus membuka peluang usaha dan meningkatkan produktivitas masyarakat desa.

Panen perdana tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Kepala DPMDSos Kabupaten Barito Timur, Camat Awang, jajaran Pemerintah Desa Danau, serta pengurus BUMDes Unru Nyingkai.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal pengembangan budidaya ikan nila secara lebih luas dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi masyarakat di Desa Danau. (zi/jp). 

Jembatan Saka Arang Kembali Dibuka, Aktivitas Warga Mantuil Kembali Lancar

BANJARMASIN- Warga Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, menyambut dibukanya kembali Jembatan Saka Arang di Jalan Mantuil Raya RT 3 dengan syukuran, Rabu (2/9/2026) malam.

Jembatan yang sebelumnya ambruk dan sempat mengganggu mobilitas warga itu kini kembali dapat dilalui. Kembalinya akses tersebut disambut antusias masyarakat karena jembatan menjadi salah satu jalur penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas warga dan anak sekolah.

Syukuran digelar di sekitar lokasi jembatan mulai pukul 18.30 WITA. Kegiatan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjarmasin, pejabat Pemerintah Kota Banjarmasin, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat.

Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Dandim 1007/Banjarmasin, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kasatpolair Polresta Banjarmasin, anggota DPRD Kota Banjarmasin, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, serta sejumlah pejabat Pemko Banjarmasin.

Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Christugus Lirens, mengatakan kembali berfungsinya Jembatan Saka Arang merupakan hasil kerja sama dan sinergi berbagai pihak, termasuk dukungan masyarakat.

"Alhamdulillah, malam ini kita bisa berkumpul dalam suasana syukur. Dengan terbukanya kembali Jembatan Saka Arang, aktivitas warga, perekonomian, dan mobilitas anak sekolah tidak lagi terhambat,” ujarnya.

Ia mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat serta langkah Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas PUPR dalam menangani perbaikan jembatan tersebut.

"Kami dari Polri siap bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar jembatan agar dapat dimanfaatkan dengan baik dan awet,” kata Kompol Christugus Lirens.

Syukuran kemudian diisi dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, dan ramah tamah. Warga tampak antusias menikmati kembali akses jembatan yang sebelumnya terganggu. Sejumlah warga juga mengabadikan momen dengan berswafoto di atas Jembatan Saka Arang.

Bagi masyarakat Mantuil, kembali berfungsinya Jembatan Saka Arang tidak hanya memulihkan akses transportasi, tetapi juga diharapkan dapat mendukung kembali kelancaran aktivitas dan perekonomian warga. (fah/jp). 

Musim Kemarau, Bupati Seruyan Imbau Warga Waspadai Potensi Kebakaran

KUALA PEMBUANG+ Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Kondisi lingkungan yang kering dan disertai angin dapat memperbesar risiko kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan.

Imbauan tersebut disampaikan Ahmad Selanorwanda di sela penyaluran bantuan air bersih di Desa Pematang Panjang dan Desa Bangun Harja Unit 2 Transmigrasi, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Rabu (2/9/2026).

Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama yang berpotensi memicu api di sekitar rumah dan lingkungan tempat tinggal.

"Masyarakat harus berhati-hati, terutama di lingkungan rumah masing-masing. Kondisi yang kering dan angin di musim kemarau ini bisa mengakibatkan kebakaran. Tentu ini sesuatu yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Menurutnya, pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat diminta turut menjaga lahan, hutan, serta lingkungan sekitar agar tetap aman selama musim kemarau.

Kewaspadaan diperlukan karena kebakaran tidak hanya dapat mengancam permukiman dan fasilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi merusak lahan serta ekosistem.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir unsur Forkopimda, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, Bahrun Abbas, Kepala Dinas PU Nurhadian, sejumlah kepala OPD, Kabid Cipta Karya Yudi Hakim, Kepala PDAM, Plt. Camat Seruyan Hilir Timur, Mirawati, Kepala Desa Pematang Panjang, Syarif Hidayatullah, Kepala Desa Bangun Harja Unit 2, Mistanadi, serta tamu undangan lainnya. (gan/jp). 

Bawa Kue Kejutan, Kapolresta Banjarmasin Ucapkan HUT ke-81 Kejaksaan

BANJARMASIN- Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin, memberikan kejutan kepada jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin dalam rangka memperingati Hari Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, Rabu (2/9/2026).

Kejutan tersebut dilakukan dengan membawa kue dan menyampaikan ucapan selamat secara langsung kepada jajaran Kejari Banjarmasin. Kapolresta bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polresta Banjarmasin dan para Kapolsek jajaran tiba di Kantor Kejari Banjarmasin sekitar pukul 14.10 Wita.

Kedatangan rombongan Polresta Banjarmasin disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banjarmasin beserta jajaran Pejabat Utama Kejari Banjarmasin.

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Riza Muttaqin, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan kepada institusi Adhyaksa, sekaligus memperkuat sinergitas antara kepolisian dan kejaksaan dalam pelaksanaan penegakan hukum di Kota Banjarmasin.

"Ini bentuk penghormatan kami atas sinergitas dan soliditas yang telah dibangun bersama jajaran Kejari Banjarmasin dalam mewujudkan serta menjaga penegakan hukum di kota ini,” ujar Riza.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempererat koordinasi dan soliditas antara Polresta Banjarmasin dan Kejari Banjarmasin dalam mendukung terciptanya penegakan hukum yang profesional serta kondusif di Kota Banjarmasin. (fah/jp). 

Desa se-Bartim Mulai Gelar Musrenbangdes RKP Desa 2027

TAMIANG LAYANG- Pemerintah desa se-Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah, mulai menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun Anggaran 2027.

Pelaksanaan Musrenbangdes tersebut dilakukan sesuai jadwal yang telah disepakati antara pemerintah desa dan pemerintah kecamatan masing-masing. Kegiatan ini juga mengacu pada surat edaran Pemerintah Kabupaten Barito Timur terkait penyelenggaraan Musrenbangdes RKP Desa.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (DPMDSos) Barito Timur, Osa Awatanu melalui Kepala Bidang IPDKP DPMDSos, Peri Rusiani, mengatakan seluruh desa saat ini mulai melaksanakan Musrenbangdes sesuai jadwal yang telah dikoordinasikan dengan pihak kecamatan.

"Desa-desa se-Kabupaten Bartim melaksanakan Musrenbangdes sesuai jadwal yang telah disepakati antara desa bersama kecamatan masing-masing," ujar Peri Rusiani kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Rabu (2/9/2026).

Menurut Peri, penyusunan RKP Desa mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa. Dalam Pasal 29 ayat (3) disebutkan bahwa penyusunan RKP Desa untuk tahun berikutnya dimulai oleh pemerintah desa pada bulan Juni tahun berjalan.

"Selain itu, pelaksanaannya juga berpedoman pada Permendesa PDTT Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa," katanya.

Peri menjelaskan, pelaksanaan Musrenbangdes juga diperkuat dengan surat Pemerintah Kabupaten Barito Timur Nomor 412.1/185/DPMDSos.II/VIII/2026 tertanggal 28 Agustus 2026. Surat tersebut ditandatangani Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur Misnohartaku.

Dalam surat itu, para camat diminta mengoordinasikan pelaksanaan Musrenbang RKP Desa di wilayah kerja masing-masing.

Pemerintah Kabupaten Barito Timur menetapkan batas akhir penetapan RKP Desa Tahun 2027 melalui Peraturan Desa (Perdes) paling lambat 30 September 2026.

Peri menegaskan, dokumen RKP Desa yang telah ditetapkan selanjutnya menjadi dasar dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPB Desa) Tahun Anggaran 2027.

"Hasil penetapan dokumen RKP Desa tersebut nantinya akan dijadikan sebagai dasar utama dalam penyusunan RAPB Desa Tahun Anggaran 2027," pungkasnya. (zi/jp). 

Kemarau Panjang, Camat Dusun Tengah Salurkan 1.200 Liter Air Bersih untuk Warga

TAMIANG LAYANG- Kemarau panjang mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur. Sekitar 70 persen sumur warga di Desa Saing dan Desa Rodok dilaporkan mengering.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Dusun Tengah turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak. Sebanyak 1.200 liter air bersih disuplai ke Desa Saing, Rabu (2/9/2026), untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga warga.

Camat Dusun Tengah, Prismayandi mengatakan, kekeringan mulai dirasakan masyarakat seiring menurunnya debit air pada sumur-sumur warga.

"Akibat kemarau, sumber-sumber air di wilayah Kecamatan Dusun Tengah mulai kering. Di Desa Saing, hari ini kita menyuplai sekitar 1.200 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Prismayandi.

Ia menyebut, bahwa kondisi serupa juga terjadi di Desa Rodok. Pemerintah Kecamatan Dusun Tengah menjadwalkan penyaluran air bersih ke desa tersebut pada Kamis (3/9/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima pihak kecamatan, hampir 70 persen sumur masyarakat di Desa Saing dan Desa Rodok telah mengering. Kondisi itu membuat warga mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebagian warga bahkan terpaksa membeli air. Untuk memperoleh sekitar 1.200 liter air, warga harus mengeluarkan biaya antara Rp120 ribu hingga Rp180 ribu.

Menurut Prismayandi, bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mengurangi pengeluaran warga selama sumber air masih terbatas.

"Suplai ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama mengurangi pengeluaran untuk membeli air,” ujarnya.

Prismayandi menegaskan, distribusi air bersih merupakan langkah sementara pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kemarau berlangsung.

"Suplai ini sifatnya sementara, sambil menunggu musim kemarau berlalu dan sumber-sumber air kembali tersedia. Yang paling penting saat ini bagaimana kebutuhan air bersih masyarakat untuk rumah tangga tetap terpenuhi,” katanya.

Pemerintah Kecamatan Dusun Tengah, lanjutnya, akan terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Barito Timur untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan.

"Ini merupakan upaya kita membantu masyarakat menyikapi kemarau panjang dan mulai keringnya sumber-sumber air bersih. Air yang disuplai diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat,” pungkasnya. (zi/jp). 

Besok Pagi, Warga Ampah dan Sekitar Gelar Salat Istisqa, Ikhtiar Hadapi Kemarau

TAMIANG LAYANG- Masyarakat Ampah dan sekitarnya akan menggelar salat istisqa pada Kamis (3/9/2026) pagi sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kemarau yang telah berlangsung hampir tiga bulan.

Salat istisqa dipusatkan di Masjid Sabilal Mujahidin Ampah dan dijadwalkan mulai pukul 06.30 WIB. Kegiatan tersebut akan diikuti jemaah dari wilayah Ampah dan sekitarnya dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), sekolah, serta instansi pemerintah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Timur, Drs. H Aspahani, M.Pd., mengatakan salat istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun.

"Ini merupakan ikhtiar kita untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan. Besok pelaksanaannya untuk wilayah Ampah dan sekitarnya,” ujar H Aspahani saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (2/9/2026) malam.

Menurut H Aspahani, kemarau panjang mulai memberikan dampak terhadap aktivitas dan kondisi masyarakat. Situasi tersebut diperparah dengan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu munculnya asap di sejumlah wilayah Kabupaten Barito Timur.

Kabut asap akibat karhutla, kata dia, juga menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Karena itu, masyarakat diajak melakukan ikhtiar lahiriah sekaligus memanjatkan doa bersama melalui pelaksanaan salat istisqa.

Untuk pelaksanaan di Ampah dan sekitarnya, MUI mengundang jemaah dari sekitar 70 masjid dan musala. Selain itu, MUI Kabupaten Barito Timur juga menyiapkan pelaksanaan salat istisqa di dua titik.

Sementara untuk wilayah Tamiang Layang, lokasi pelaksanaan masih dikoordinasikan dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Salah satu lokasi yang diarahkan Bupati Barito Timur adalah halaman depan Kantor Bupati.

Aspahani berharap masyarakat dapat mengikuti salat istisqa secara luas. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama memohon turunnya hujan serta berharap kemarau dan dampak asap akibat karhutla segera berakhir.

"Kami mengimbau seluruh MUI kecamatan untuk melaksanakan salat istisqa sebagai ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau ini,” pungkasnya. (zi/jp). 

Kemarau Melanda, Bupati Seruyan Salurkan Bantuan Air Bersih ke Dua Desa Rawan Krisis

KUALA PEMBUANG- Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di dua desa yang terdampak kemarau, yakni Desa Pematang Panjang dan Desa Bangun Harja Unit 2 Transmigrasi, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Rabu (2/9/2026).

Penyaluran tersebut dilakukan sebagai respons Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan terhadap menurunnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Di Desa Pematang Panjang, kondisi diperparah oleh mulai masuknya air asin ke sejumlah sumber air warga akibat wilayah permukiman berada di kawasan hilir Sungai Seruyan.

"Program ini terus akan kita lanjutkan. Ini merupakan jawaban atas keinginan masyarakat. Pemerintah hadir untuk membagikan air bersih di tengah kondisi kemarau saat ini,” kata Bupati Ahmad Selanorwanda saat penyaluran bantuan.

Menurut Wanda, kemarau mulai memengaruhi ketersediaan sumber air di sejumlah desa. Karena itu, Pemkab Seruyan akan memperluas distribusi bantuan berdasarkan pendataan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Ia meminta camat dan kepala desa aktif menginventarisasi wilayah yang mengalami krisis air agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

"Camat dan kepala desa harus menginventarisasi betul wilayah-wilayah yang memang memerlukan air bersih. Di musim kemarau ini, sarana air yang selama ini tidak bermasalah mungkin mengalami gangguan sehingga perlu suplai atau bantuan air,” ujarnya.

Wanda menegaskan, Pemkab Seruyan siap memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat secara bertahap. Namun, penanganan krisis air membutuhkan dukungan berbagai pihak agar cakupan distribusi dapat diperluas.

Ia mengajak organisasi kemasyarakatan, lembaga, dan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Seruyan turut berkolaborasi dalam penyediaan air bersih. Koordinasi dapat dilakukan bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Palang Merah Indonesia (PMI), Bank Kalteng, maupun pihak perusahaan.

"Saya mengimbau kepada seluruh perusahaan dan organisasi untuk berkoordinasi dengan PDAM dan PU, sehingga bersama-sama dapat membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Untuk setiap titik distribusi, pasokan air diperkirakan mencapai 5.000 liter. Volume tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

"Ke depan kita akan lebih terkoordinasi. Setiap titik mungkin sekitar 5.000 liter, kemudian beberapa area lainnya akan terus kita lanjutkan. Data juga akan kita inventarisasi agar bantuan dapat diberikan di tempat-tempat yang benar-benar membutuhkan,” jelas Wanda.

Selain krisis air bersih, Wanda mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Kondisi lingkungan yang kering disertai angin dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran.

"Masyarakat harus berhati-hati, terutama di lingkungan rumah masing-masing. Kondisi yang kering dan angin di musim kemarau ini bisa mengakibatkan kebakaran. Tentu ini sesuatu yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lahan, hutan, dan lingkungan sekitar guna mencegah kebakaran yang dapat mengancam permukiman maupun ekosistem.

Penyaluran bantuan air bersih tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, Bahrun Abbas, Kepala Dinas PU Seruyan, Nurhadian, sejumlah kepala OPD, Kabid Cipta Karya Yudi Hakim, Kepala PDAM, Plt. Camat Seruyan Hilir Timur Mirawati, Kepala Desa Pematang Panjang Syarif Hidayatullah, Kepala Desa Bangun Harja Unit 2 Mistanadi, serta tamu undangan lainnya.

Pemkab Seruyan memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan dan diperluas berdasarkan hasil pendataan. Langkah ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang terdampak krisis air selama musim kemarau. (gan/jp). 

Harlah ke-81 Kejaksaan RI, Kajari Barito Timur Tekankan Integritas dan Kepercayaan Publik

TAMIANG LAYANG- Kejaksaan Negeri Barito Timur menggelar upacara peringatan Hari Lahir ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2026 di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Barito Timur, Rabu (2/9/2026).

Peringatan tahun ini mengusung tema “Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil, dan Humanis". Tema tersebut menjadi penegasan komitmen Kejaksaan untuk menjalankan penegakan hukum yang berorientasi pada keadilan, kepastian hukum, kemanfaatan, serta kepentingan masyarakat.

Upacara dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Barito Timur, Abdul Halim, dan diikuti para kepala seksi, Kasubbag Pembinaan, para Kasubsi, jaksa, pegawai, serta seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Barito Timur.

Dalam amanatnya, Kajari Abdul Halim, mengatakan peringatan Hari Lahir Kejaksaan tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi perjalanan dan pengabdian institusi dalam menjalankan tugas sebagai salah satu pilar penegakan hukum di Indonesia.

"Di tengah berbagai ujian yang sedang kita hadapi, kita diingatkan bahwa insan Adhyaksa harus senantiasa siap hadir, siap bekerja, dan siap mengabdi kapan pun negara dan masyarakat membutuhkan,” ujarnya.

Abdul Halim juga menekankan pentingnya menghayati dan mengamalkan tujuh Perintah Harian Jaksa Agung sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan pengabdian.

Menurutnya, tujuh Perintah Harian Jaksa Agung tidak sekadar menjadi instruksi, tetapi harus menjadi pedoman moral dan profesional yang tercermin dalam sikap, keputusan, serta tindakan setiap insan Adhyaksa.

Ia meminta seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Barito Timur terus menjaga integritas dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Penegakan hukum, kata dia, harus dilakukan secara adil, humanis, transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui pelaksanaan tugas yang transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Peringatan Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat soliditas dan semangat pengabdian seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Barito Timur. Setiap insan Adhyaksa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penegakan hukum sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.

Abdul Halim menegaskan, Kejaksaan harus terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui momentum tersebut, Kejaksaan Negeri Barito Timur menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan penegakan hukum yang tegas, adil, humanis, serta menjunjung tinggi kepastian hukum. (zi/jp). 

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kapolres Bartim Hadiri Syukuran Harlah ke-81 Kejaksaan RI

TAMIANG LAYANG- Sinergi antara Polri dan Kejaksaan di Kabupaten Barito Timur terus diperkuat. Kapolres Barito Timur AKBP Eddy Santoso, S.I.K., M.H., bersama sejumlah pejabat utama Polres Barito Timur menghadiri syukuran Hari Lahir ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Barito Timur, Rabu (2/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi KabagLog, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, dan Plh. Kasat Lantas. Rombongan disambut Kepala Kejaksaan Negeri Barito Timur, Abdul Halim, S.H., M.H., bersama jajaran.

Kehadiran jajaran Polres Barito Timur dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk ucapan selamat, tetapi juga menjadi momentum mempererat koordinasi dan hubungan kelembagaan antara kepolisian dan kejaksaan dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum di wilayah Barito Timur.

Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso, menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar Kejaksaan Negeri Barito Timur yang memperingati Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI.

"Atas nama keluarga besar Polres Barito Timur, kami mengucapkan selamat Hari Lahir ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia. Semoga Kejaksaan semakin profesional, berintegritas dan terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ujar AKBP Eddy Santoso.

Menurut Eddy, hubungan yang harmonis antara Polri dan Kejaksaan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

Ia berharap koordinasi dan komunikasi antarkedua institusi terus diperkuat, terutama dalam menangani berbagai persoalan hukum sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Barito Timur.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Barito Timur, Abdul Halim, menyambut baik kehadiran Kapolres beserta jajaran. Ia berharap silaturahmi tersebut semakin memperkuat sinergi kedua institusi dalam menjalankan tugas penegakan hukum dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Syukuran berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama antara Polri dan Kejaksaan untuk membangun penegakan hukum yang profesional, berintegritas, serta memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi masyarakat Barito Timur. (zi/jp). 

Bupati Seruyan Evaluasi Kinerja OPD, Dorong Percepatan Pembangunan dan Optimalisasi Pelayanan Publik

KUALA PEMBUANG- Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda memimpin langsung Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan bersama seluruh organisasi perangkat daerah di Kabupaten Seruyan. 

Evaluasi tersebut digelar di Aula Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Seruyan, Rabu (2/9/2026), sebagai langkah strategis untuk mempercepat pencapaian target pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Seruyan, H Supian, Plh Sekretaris Daerah, para staf ahli, asisten, seluruh kepala dan sekretaris organisasi perangkat daerah (OPD), serta para camat se-Kabupaten Seruyan.

Dalam arahannya, Bupati Ahmad Selanorwanda, menegaskan bahwa setelah pemerintahan berjalan sekitar 1,5 tahun, seluruh jajaran birokrasi harus memiliki persepsi dan komitmen yang sama dalam menjalankan program pemerintahan.

Menurutnya, penyamaan persepsi diperlukan agar pelaksanaan program dan kegiatan perangkat daerah tetap berada dalam koridor visi dan misi pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Semua kita harus memiliki kemampuan yang memadai sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku. Kemampuan tersebut penting untuk mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan," kata Ahmad Selanorwanda.

Ia juga mengingatkan jajaran perangkat daerah agar tidak menjadikan keterbatasan fiskal sebagai alasan untuk menurunkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sebaliknya, kondisi fiskal daerah harus mendorong seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Melalui rapat evaluasi tersebut, berbagai kendala teknis dalam penyelenggaraan pemerintahan diinventarisasi untuk kemudian dicarikan solusi secara bersama-sama.

"Berbagai isu dibahas bersama guna mencari solusi, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan akselerasi pembangunan tetap dapat dicapai," tegasnya.

Ahmad Selanorwanda berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi pijakan bagi seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kinerja, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap program pembangunan dilaksanakan secara responsif dan akuntabel.

Ia menekankan agar seluruh jajaran pemerintah daerah senantiasa berpedoman pada regulasi dan ketentuan hukum yang berlaku dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Dengan evaluasi secara berkala, pemerintah daerah diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan lebih dini, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, dan memastikan program pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Seruyan. (gan/jp). 

Dampak Kabut Asap Karhutla, Kemenag Barito Timur Terapkan PJJ untuk Seluruh Madrasah 1 hingga 5 September

TAMIANG LAYANG- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barito Timur memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan keagamaan di wilayah tersebut pada 1–5 September 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan siswa.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Barito Timur, H Khairani, S.H.I., M.H., mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3 Tahun 2026, Surat Edaran Gubernur Kalimantan Tengah, Surat Edaran Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah, serta surat Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur mengenai pelaksanaan PJJ di daerah terdampak kabut asap.

Instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh kepala Raudhatul Athfal (RA), madrasah, dan pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Barito Timur.

"PJJ dilaksanakan secara daring dengan metode yang sederhana, efektif, dan bermakna dengan memanfaatkan aplikasi pembelajaran yang sudah tersedia,” ujar H Khairani kepada wartawan ini, Rabu (2/9/2026). 

Meski kegiatan belajar siswa dilakukan dari rumah, Kemenag Barito Timur meminta guru dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas serta mengendalikan proses pembelajaran dari RA atau madrasah masing-masing.

Dalam pelaksanaan PJJ, Kemenag Barito Timur menekankan sejumlah hal. Antara lain Pendampingan orang tua. Orang tua atau wali murid diminta mendampingi anak selama mengikuti PJJ, memastikan anak tetap berada di rumah, dan menghindari aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan.

Penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Siswa tetap diarahkan menjalankan kebiasaan positif selama belajar dari rumah, seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal.
Pelaporan dan evaluasi. Kepala RA dan madrasah diwajibkan melaporkan pelaksanaan PJJ kepada Kantor Kemenag Barito Timur melalui pengawas pembina masing-masing.

H Khairani mengatakan, kebijakan pembelajaran setelah 5 September 2026 akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi kualitas udara di Kabupaten Barito Timur.

"Pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk hari-hari berikutnya kami serahkan kepada masing-masing lembaga, menyesuaikan dengan kondisi kualitas udara berdasarkan hasil evaluasi dan koordinasi bersama instansi terkait,” katanya.

Kemenag Barito Timur juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap dengan menerapkan langkah pencegahan, antara lain menggunakan masker saat berada di luar rumah, mencuci tangan secara rutin, serta memperbanyak konsumsi air putih.

Kebijakan PJJ tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan proses pendidikan sekaligus meminimalkan risiko gangguan kesehatan bagi peserta didik selama kondisi kabut asap masih terjadi. (zi/jp). 

TP PKK Barito Utara Gelar Temu Kader, Perkuat Implementasi 10 Program Pokok

MUARA TEWEH- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Barito Utara menggelar Temu Kader PKK Tingkat Kabupaten Barito Utara di Rumah Jabatan Bupati Barito Utara, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bergerak Bersama PKK, Mewujudkan Keluarga Sejahtera Menuju Barito Utara yang Maju dan Berkelanjutan”, tersebut diikuti kader PKK dari sembilan kecamatan se-Kabupaten Barito Utara. Kegiatan juga dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah dan undangan terkait.

Ketua TP PKK Kabupaten Barito Utara, Ny. Hj Maya Savitri Shalahuddin, mengatakan temu kader menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman dan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK hingga tingkat keluarga dan desa.

"Gerakan PKK adalah mitra pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan bergerak bersama melalui 10 Program Pokok PKK, kita optimistis dapat mewujudkan Barito Utara yang maju dan berkelanjutan,” ujar Hj Maya.

Sepuluh Program Pokok PKK yang menjadi acuan gerakan tersebut meliputi Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Gotong Royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga, Pendidikan dan Keterampilan, Kesehatan, Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, Kelestarian Lingkungan Hidup, serta Perencanaan Sehat.

Menurut Hj Maya, penguatan program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kontribusi kader PKK dalam mendukung pembangunan, khususnya dalam mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, produktif, dan sejahtera.

Selain temu kader, kegiatan juga dirangkaikan dengan sejumlah agenda pendukung. Di antaranya penyerahan secara simbolis bantuan bibit cabai dari Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah, kunjungan ke lokasi program Aku Hatinya PKK, pembagian masker kepada masyarakat, serta demonstrasi pencegahan kebakaran.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kabupaten Barito Utara mendorong penguatan sinergi dan gotong royong antara kader PKK, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga di seluruh wilayah Kabupaten Barito Utara. (emca/jp). 

Dinkes Barito Timur Siapkan Ruang Oksigen di 11 Puskesmas Antisipasi Dampak Kabut Asap

TAMIANG LAYANG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Timur menyiapkan layanan ruang oksigen bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap. Layanan tersebut tersedia di 11 Puskesmas dan Kantor Dinkes Barito Timur.

Kepala Dinkes Barito Timur, dr. Jimmi W.S. Hutagalung, mengimbau masyarakat yang mengalami keluhan atau gangguan pernapasan untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Jangan menunda penanganan medis agar kondisi tidak semakin memburuk,” tegas Jimmi kepada wartawan inj melalui pesan WhatsApp, Rabu (2/9/2026).

Adapun layanan ruang oksigen tersebut tersedia di Kantor Dinkes Barito Timur dan 11 Puskesmas, yakni Puskesmas Bambulung, Ampah, Unsum, Tampa, Dayu, Telang Siong, Tamiang Layang, Edison Jaar, Pasar Panas, Bentot, dan Hayaping.

Jimmi mengatakan, paparan kabut asap dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Dampaknya antara lain batuk, pilek, sesak napas, kekambuhan asma, bronkitis, hingga pneumonia.

Selain gangguan pernapasan, paparan asap juga dapat menyebabkan mata perih, berair, merah, dan gatal. Pada kulit, paparan asap berpotensi memicu kekeringan, gatal-gatal, serta iritasi.

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, Jimmi mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan. Di antaranya menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, mengurangi kegiatan di luar ruangan, serta menghindari olahraga di area terbuka ketika kondisi kabut asap memburuk.

Masyarakat juga diminta menutup rapat pintu dan jendela untuk mencegah asap masuk ke dalam rumah, memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi, serta menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun.

Selain itu, masyarakat dianjurkan memantau kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) secara berkala sebagai bahan pertimbangan dalam beraktivitas di luar rumah.

Warga yang mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, demam tinggi, atau iritasi mata berat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, Jimmi mengajak seluruh pihak bersama-sama mencegah dan menghentikan praktik pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, pencegahan karhutla penting untuk menjaga kualitas udara sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat. (zi/jp). 

Bupati Seruyan : Media Pilar Penting dalam Transformasi Birokrasi

KUALA PEMBUANG- Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi birokrasi, terutama dalam membangun pemerintahan yang terbuka, transparan, responsif, dan dipercaya masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Selanorwanda di sela kegiatan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan yang diikuti perangkat daerah di Aula Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Seruyan, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, transformasi birokrasi tidak hanya menyangkut perubahan sistem, penyederhanaan prosedur, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Transformasi tersebut juga harus diikuti perubahan pola komunikasi pemerintah kepada masyarakat.

"Transformasi birokrasi bukan hanya bagaimana pemerintah bekerja, tetapi juga bagaimana pemerintah menyampaikan apa yang dikerjakan kepada masyarakat. Media menjadi salah satu pilar penting untuk membangun komunikasi tersebut,” ujar Ahmad Selanorwanda.

Ia menilai, pemerintah modern tidak cukup hanya dituntut bekerja secara baik dan efektif. Pemerintah juga harus mampu memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, mudah dipahami, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, komunikasi publik, kata dia, harus ditempatkan sebagai bagian integral dari proses pemerintahan, bukan sekadar aktivitas publikasi.

"Komunikasi publik harus menjadi bagian dari proses pemerintahan, bukan hanya sekadar kegiatan publikasi,” tegasnya.

Ahmad Selanorwanda berharap sinergi antara pemerintah dan media terus diperkuat. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan konstruktif akan membantu masyarakat memahami berbagai program, kebijakan, serta capaian pemerintah daerah.

Dengan demikian, media tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel. (gan/jp).

Bupati HSS Tegaskan Dukungan untuk Relawan Karhutla, Salurkan 5.500 Liter BBM dan Santunan

KANDANGAN- Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mendukung operasional relawan di lapangan. Dukungan tersebut ditandai dengan penyerahan 5.500 liter bahan bakar minyak (BBM) kepada Kerukunan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) HSS serta santunan asuransi kematian kepada keluarga tiga anggota relawan BPK.

Penyerahan dilakukan Bupati HSS, H Syafrudin Noor, saat memimpin Apel Pengarahan Antisipasi Penanganan Bencana Karhutla di Halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSS, Jalan Musyawarah, Kandangan, Rabu (2/9/2026).

Apel tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Ketua Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI Kolonel Infanteri Bambang Susilo, S.Pd., Kapolres HSS, Dandim 1003 HSS, Danyonif TP 829/BA, Kepala BPBD HSS, Kepala Dinas Sosial, Kepala Satpol PP dan Damkar HSS, Ketua PMI, Koordinator Manggala Agni, perwakilan Tagana HSS, Kerukunan BPK HSS, serta para relawan penanggulangan bencana.

Selain bantuan BBM, Pemkab HSS juga menyerahkan santunan asuransi kematian sebesar Rp10 juta kepada masing-masing keluarga dari tiga anggota relawan BPK HSS yang meninggal dunia.

Bupati HSS, H Syafrudin Noor, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla, terutama para relawan yang berada di garis depan.

"Saya menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak, khususnya para relawan yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah, siang dan malam, mendarmabaktikan tenaga dan pikirannya dalam mengendalikan serta memadamkan karhutla di Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” ujar H Syafrudin Noor.

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas sektor dan tidak dapat dibebankan kepada satu instansi saja. Koordinasi dan komunikasi yang efektif dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal.

"Keberhasilan penanganan bencana ini adalah buah dari kerja sama semua pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten HSS, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, BPK, tim Tagana, pihak swasta, hingga seluruh stakeholder terkait. Oleh karenanya, mengingat banyaknya tim yang terlibat, komunikasi dan koordinasi yang presisi sangat diperlukan,” katanya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi ketentuan hukum terkait pencegahan karhutla. Sosialisasi mengenai larangan dan sanksi terhadap pembakaran hutan dan lahan, menurutnya, terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan.

"Kita sudah memasifkan sosialisasi aturan hukum yang berlaku, termasuk sanksi tegas bagi pihak-pihak yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Langkah preventif dan penegakan aturan ini penting demi menjaga keselamatan dan kenyamanan warga HSS secara keseluruhan,” tegasnya.

Usai apel, H Syafrudin Noor mengatakan, Pemkab HSS juga merespons dampak kemarau lainnya, khususnya ancaman kekurangan air bersih. Pemerintah daerah, kata dia, terus mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah desa dan wilayah yang mengalami kekeringan.

Pemkab HSS berharap konsolidasi dan dukungan terhadap seluruh unsur penanganan bencana dapat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla sekaligus mengurangi dampak kekeringan di wilayah tersebut. (ari/jp). 

Polsek Banjarmasin Selatan Salurkan 150 Masker untuk Dukung Salat Istisqa

BANJARMASIN- Polsek Banjarmasin Selatan menyerahkan 150 lembar masker kepada panitia pelaksana Salat Istisqa sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran dan kenyamanan masyarakat yang akan mengikuti kegiatan keagamaan tersebut.

Penyerahan bantuan masker dilakukan pada Rabu (2/9/2026) dan diterima oleh panitia pelaksana Salat Istisqa yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) di halaman Masjid Jami Sungai Jingah, Kota Banjarmasin.

Salat Istisqa tersebut digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Nahdlatul Ulama (NU) Kota Banjarmasin sebagai ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan serta keberkahan bagi masyarakat dan lingkungan.

Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Christugus Lirens, mengatakan bantuan masker tersebut merupakan wujud kepedulian dan dukungan Polri terhadap kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat secara luas.

"Bantuan ini diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan dan kenyamanan masyarakat selama mengikuti kegiatan Salat Istisqa,” ujarnya.

Selain mendukung aspek kesehatan, bantuan tersebut juga diharapkan turut menunjang pelaksanaan kegiatan agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Polsek Banjarmasin Selatan menyatakan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan dan dukungan terhadap berbagai kegiatan kemasyarakatan maupun keagamaan di wilayah hukumnya. (fah/jp). 

Bupati M. Yamin : Penanganan Karhutla di Barito Timur Harus Cepat dan Terpadu

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring kondisi kemarau dan meningkatnya potensi kebakaran di sejumlah wilayah.

Bupati Barito Timur, M. Yamin menegaskan, penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, aktivitas warga, hingga perekonomian.

Hal itu disampaikan M. Yamin usai mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Kabupaten Barito Timur yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (2/9/2026).

Menurut M. Yamin, karhutla berpotensi menimbulkan dampak luas, terutama jika penanganannya terlambat. Karena itu, pencegahan dan deteksi dini harus diperkuat, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua unsur harus bergerak bersama, karena karhutla ini dampaknya bukan hanya kepada pemerintah, tetapi kepada seluruh masyarakat,” ujar M. Yamin.

Ia meminta seluruh jajaran terkait memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadam, memantau kondisi lapangan, serta memastikan ketersediaan sumber air sebagai bagian dari upaya menghadapi potensi kebakaran.

Pemerintah kecamatan dan desa juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah masing-masing. Setiap indikasi kebakaran harus segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti sebelum api meluas.

"Jangan sampai menunggu api sudah besar baru kita bergerak. Deteksi dini dan laporan cepat sangat penting supaya kebakaran bisa segera ditangani,” tegasnya.

M. Yamin juga meminta perusahaan yang beroperasi di wilayah Barito Timur berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla sesuai kewenangan dan tanggung jawab masing-masing. Kesiapan sarana, prasarana, serta personel pemadam di lingkungan perusahaan dinilai penting untuk mendukung respons cepat di lapangan.

Dalam rakor tersebut, M. Yamin menekankan bahwa karhutla merupakan persoalan bersama yang tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga kesehatan, keselamatan, perekonomian, dan keamanan masyarakat.

Karena itu, hasil rapat koordinasi diharapkan segera diterjemahkan menjadi langkah konkret. Beberapa hal yang perlu diperkuat antara lain pemetaan wilayah rawan kebakaran, pendataan personel dan peralatan, pemetaan sumber air, patroli terpadu, serta sistem pelaporan dan respons cepat.

"Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat kita terlindungi dan dampak karhutla bisa kita minimalisir,” pungkasnya.

Rakor Penanganan Karhutla Kabupaten Barito Timur melibatkan unsur pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, BPBD, BMKG, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, relawan, serta unsur lain yang terlibat dalam penanggulangan karhutla di wilayah Kabupaten Barito Timur. (zi/jp). 

Peduli Kapatean, Kapolsek Dusun Timur Hadir Rumah Duka Warga Matabu, Tegaskan Kepedulian Polri kepada Masyarakat

TAMIANG LAYANG- Kapolsek Dusun Timur IPDA Sulkhan Sururi bersama personel Polsek Dusun Timur menyambangi rumah duka warga yang meninggal dunia di RT. 07, Desa Matabu, Kecamatan Dusun Timur, Rabu (2/9/2026).

Kehadiran Kapolsek bersama personel tersebut merupakan bagian dari kegiatan Peduli Kepatean yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan empati Polri terhadap masyarakat yang tengah mengalami musibah.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek Dusun Timur bersama Bhabinkamtibmas Desa Matabu, BRIPTU M. Uzair Mahendra, menyampaikan ucapan turut berduka cita dan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kehadiran langsung Kapolsek di rumah duka juga menjadi sarana untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga serta mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dengan masyarakat.

Selain menyampaikan belasungkawa, Bhabinkamtibmas turut mengajak masyarakat yang hadir untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta mempertahankan kebersamaan di lingkungan Desa Matabu.

Kapolsek Dusun Timur, IPDA Sulkhan Sururi, mengatakan kehadiran personel Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.

"Kehadiran kami merupakan bentuk kepedulian dan empati Polri kepada masyarakat. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini," ujar Kapolsek.

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk terus dilakukan guna membangun komunikasi yang baik dan mempererat kedekatan antara kepolisian dengan masyarakat.

Kegiatan Peduli Kepatean tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar. Keluarga serta masyarakat yang hadir menyambut baik kehadiran Kapolsek dan personel Polsek Dusun Timur.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Dusun Timur menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam menjaga situasi kamtibmas maupun memberikan dukungan sosial ketika warga membutuhkan. (zi/jp). 

Dinas Perikanan dan Peternakan Bartim Dorong Pelaku Usaha Aktif Berkoordinasi

TAMIANG LAYANG- Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur mendorong pelaku usaha di sektor perikanan dan peternakan aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah, terutama ketika menghadapi kendala dalam menjalankan usaha.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur, Abianhin, mengatakan koordinasi diperlukan agar pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan teknis, mulai dari budidaya, pencegahan penyakit hingga penanganan persoalan yang muncul di lapangan.

"Apabila ingin dilakukan pendampingan oleh dinas, baik terkait budidaya, pencegahan penyakit dan lain sebagainya, supaya dapat melapor ke dinas,” kata Abianhin melalui telepon via WhatsApp, Rabu (2/9/2026).

Ia menegaskan, pelaporan dan pendataan usaha masyarakat bukan berarti menjadi dasar otomatis untuk memperoleh bantuan dari pemerintah.

Menurut Abianhin, pendataan dilakukan untuk memudahkan dinas dalam memberikan pelayanan dan pendampingan kepada pelaku usaha yang membutuhkan.

"Hal tersebut semata-mata untuk memudahkan dinas apabila nanti para pelaku usaha meminta pendampingan terkait usaha yang dilakukan,” katanya.

Ia mencontohkan, apabila terjadi serangan penyakit pada ikan maupun ternak, pelaku usaha yang telah berkoordinasi dengan dinas akan lebih mudah mendapatkan penanganan dan pendampingan dari petugas di lapangan.

Abianhin menilai keberhasilan masyarakat dalam mengembangkan usaha perikanan dan peternakan turut berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan di daerah.

"Jika masyarakat sukses, maka itu merupakan mendukung kebutuhan perikanan dan peternakan di daerah. Dengan harapan dapat swasembada,” ujarnya.

Selain mendorong penguatan usaha masyarakat, Abianhin mengingatkan warga untuk menjaga kelestarian sumber daya perikanan, khususnya selama musim kemarau.

Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan penangkapan ikan secara ilegal menggunakan racun, setrum, maupun cara lain yang berpotensi merusak ekosistem perairan.

"Hal ini berdampak bagi perkembangbiakan ikan. Oleh karena itu, jangan lakukan penangkapan ikan secara ilegal,” tegasnya. (zi/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes