TAMIANG LAYANG- Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Barito Timur membagikan masker dan vitamin kepada masyarakat sebagai upaya mengantisipasi dampak kesehatan akibat memburuknya kualitas udara yang dipicu kabut asap, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Nansarunai, Tamiang Layang. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur, dr. Jimmi W.S. Hutagalung, Plt. Kabid P2P Mayerni, Ketua IBI Barito Timur, Marethalina, Koordinator Lapangan Hj Novie Darmayanti, serta belasan bidan.
Ketua IBI Kabupaten Barito Timur, Marethalina, mengatakan pembagian masker dan vitamin merupakan bentuk kepedulian sekaligus langkah pencegahan terhadap risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
"Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat, khususnya dalam mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan,” kata Marethalina.
Menurutnya, RTH Taman Nansarunai dipilih karena menjadi salah satu kawasan yang ramai dilalui dan digunakan masyarakat untuk beraktivitas di luar ruangan. Lokasi tersebut juga berada di sekitar sejumlah sekolah, yakni SMA Negeri 1 Tamiang Layang, SMP Negeri 1 Tamiang Layang, SDN 1 Tamiang Layang, dan SMK Tamiang Layang.
Selain menjadi tempat masyarakat beraktivitas, kawasan tersebut juga menjadi titik pemberhentian dan antar-jemput pelajar serta berdekatan dengan sejumlah perkantoran. Kondisi itu membuat pembagian masker dinilai lebih efektif dan tepat sasaran, khususnya bagi warga yang melintas, pelajar, maupun orang tua yang menjemput anak.
Dalam kegiatan tersebut, IBI Kabupaten Barito Timur menyiapkan 100 masker N95, 1.000 masker medis, 1.000 kaos vitamin, serta 200 lembar leaflet berisi edukasi mengenai bahaya paparan asap. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur turut mendukung kegiatan dengan menyediakan 500 masker kain.
Marethalina mengatakan kelompok yang menjadi perhatian utama adalah masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia.
Paparan asap dapat menimbulkan risiko kesehatan yang berbeda pada setiap kelompok. Pada ibu hamil, misalnya, paparan asap berpotensi mengganggu pasokan oksigen kepada janin dan meningkatkan risiko kelahiran prematur maupun berat badan lahir rendah.
Sementara pada anak-anak, saluran pernapasan yang masih berkembang membuat mereka lebih rentan mengalami gangguan pernapasan, seperti ISPA dan batuk, serta dapat memicu kekambuhan asma. Pada lanjut usia, paparan asap dapat memperburuk penurunan fungsi paru-paru, memicu sesak napas, dan memperberat penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan paru-paru.
Karena itu, Marethalina mengimbau masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih serta mengonsumsi buah dan sayur guna membantu menjaga kondisi tubuh. Warga juga diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan yang serius.
Bagi masyarakat yang harus tetap beraktivitas di luar rumah, IBI mengingatkan agar menggunakan masker dengan benar, membatasi waktu berada di ruang terbuka, serta menutup ventilasi rumah yang memungkinkan asap masuk ke dalam ruangan.
IBI Kabupaten Barito Timur juga berencana memantau perkembangan kondisi udara dan menyiapkan langkah lanjutan apabila diperlukan. Langkah tersebut dapat berupa pembagian masker kembali maupun penyediaan layanan kesehatan dan konseling bagi kelompok rentan melalui jejaring bidan praktik mandiri.
Marethalina berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi udara masih terdampak kabut asap dan tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul. (zi/jp).


























