MUARA TEWEH- Kabupaten Barito Utara kembali mencatatkan prestasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah Kabupaten Barito Utara berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk ke-11 kalinya atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025.
Capaian tersebut disampaikan Bupati Barito Utara, H Shalahuddin dalam Rapat Paripurna III Masa Sidang III Tahun 2026 DPRD Kabupaten Barito Utara dengan agenda penyampaian Jawaban Bupati terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin (20/7/2026).
Rapat paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Barito Utara itu dihadiri Wakil Bupati Felix Soenadi Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), kepala perangkat daerah, serta undangan terkait lainnya.
Dalam jawabannya, Bupati H Shalahuddin menyampaikan apresiasi terhadap pandangan, masukan, dan saran dari seluruh fraksi DPRD. Menurutnya, masukan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kebijakan pembangunan dan penyempurnaan pengelolaan APBD ke depan.
"Kami ucapkan terima kasih atas apresiasi, saran, masukan, serta dukungannya," kata H Shalahuddin.
Menanggapi dorongan DPRD agar pemerintah daerah lebih fokus menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bupati menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui strategi yang tepat sasaran.
Ia mengatakan, peningkatan pendapatan daerah akan diarahkan untuk mendukung program-program prioritas yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur di kecamatan dan desa, serta peningkatan kualitas layanan dasar bidang kesehatan dan pendidikan.
"Kami menyambut baik saran dimaksud dan pada saat pembahasan nanti kami siap bersinergi," ujarnya.
Bupati H Shalahuddin menegaskan, arah kebijakan APBD Tahun Anggaran 2025 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong pembangunan yang berkualitas dan berkeadilan dengan memperkuat kemandirian fiskal, meningkatkan PAD, memperkuat ketahanan pangan, serta menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terjangkau dan distribusi yang merata.
Selain itu, Bupati juga berkomitmen mempercepat penyelesaian revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) agar selaras dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat saat ini.
"Harapannya, pembangunan dapat semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat kemandirian daerah, serta memastikan pelayanan publik berjalan lebih optimal," jelas Bupati.
Terkait raihan WTP ke-11, Bupati H Shalahuddin menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang semakin transparan dan akuntabel.
"Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan predikat tertinggi yang diberikan oleh BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah. Capaian WTP yang kita raih untuk ke-11 kalinya, termasuk Tahun Anggaran 2025, menunjukkan semakin baiknya kinerja pengelolaan dan pelaporan keuangan daerah," tegasnya.
Dengan capaian tersebut, Bupati juha menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan memastikan setiap kebijakan anggaran memberikan dampak nyata bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat. (emca/jp).






































