BREAKING NEWS

Pemprov Kalsel

Wakil Rakyat

Pemkab Batola

Minggu, 13 September 2026

Musibah KM Virgo 08, Gubernur Kalsel Fokuskan Dukungan pada Pencarian dan Keselamatan Korban

BANJARMASIN- Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin menyampaikan duka cita atas musibah yang menimpa KM Virgo 08 dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Ia memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung penuh operasi pencarian, pertolongan, dan penyelamatan yang dilakukan Basarnas bersama unsur terkait.

Musibah tersebut terjadi di perairan Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Kapal dilaporkan mengalami kondisi darurat setelah menghadapi cuaca buruk dan kemudian kehilangan komunikasi.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan seluruh masyarakat Banua, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” ujar H Muhidin, Minggu (13/9/2026).

Gubernur juga mendoakan penumpang dan awak kapal yang masih dalam pencarian agar segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Menurut H Muhidin, pencarian dan penyelamatan korban menjadi prioritas utama seluruh pihak. Ia telah meminta jajaran Pemprov Kalsel memberikan dukungan penuh terhadap operasi SAR yang dipimpin Basarnas bersama TNI, Polri, KSOP, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya.

"Saat ini, prioritas kita adalah pencarian, pertolongan, dan penyelamatan seluruh korban. Saya telah meminta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk memberikan dukungan penuh kepada operasi SAR bersama seluruh unsur yang terlibat,” katanya.

Selain mendukung operasi SAR, H Muhidin meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Selatan, terutama rumah sakit rujukan di Banjarmasin dan sekitarnya, meningkatkan kesiapsiagaan untuk menerima korban yang berhasil dievakuasi.

Kesiapan tersebut mencakup tenaga medis, Instalasi Gawat Darurat (IGD), tempat tidur, ambulans, obat-obatan, ketersediaan darah, hingga sistem rujukan.

H Muhidin menegaskan, korban yang membutuhkan pertolongan harus segera mendapatkan pelayanan medis tanpa terkendala persoalan administratif.

"Jangan sampai ada korban yang terlambat mendapatkan pertolongan karena persoalan administratif. Dalam keadaan darurat, keselamatan manusia adalah yang utama,” ujarnya.

H Muhidin juga meminta perhatian khusus diberikan kepada keluarga penumpang dan awak kapal yang terdampak musibah. Menurutnya, keluarga harus memperoleh informasi yang cepat, jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemprov Kalsel, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan selama proses penanganan berlangsung.

"Kami ingin memastikan keluarga korban mendapatkan informasi yang jelas dan bertanggung jawab. Pemerintah akan terus hadir dan berkoordinasi dengan seluruh pihak,” katanya.

H Muhidin juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi, foto, video, maupun kabar mengenai korban yang belum terverifikasi.

Ia meminta masyarakat menghormati korban dan keluarga yang sedang menghadapi situasi sulit serta memberikan ruang bagi tim SAR untuk menjalankan tugasnya.

"Saat ini yang paling dibutuhkan adalah doa, ketenangan, dan dukungan kepada tim yang sedang bekerja di lapangan,” ucapnya.

Ia juga meminta seluruh pihak tidak berspekulasi mengenai penyebab musibah. Menurutnya, penyebab kejadian harus diserahkan kepada pihak berwenang untuk ditelusuri berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku.

Setelah proses pencarian dan penyelamatan selesai, Muhidin menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan transportasi laut.

Menurutnya, keselamatan pelayaran bukan semata persoalan teknis, tetapi berkaitan langsung dengan keselamatan dan nyawa manusia.

Karena itu, ia meminta seluruh kapal yang melayani masyarakat dari dan menuju Kalimantan Selatan dipastikan memenuhi standar keselamatan dan kelaiklautan serta menjalankan seluruh prosedur keselamatan secara benar.

"Setiap penumpang bukan sekadar angka dalam manifest. Di belakang setiap nama ada keluarga yang menunggu. Ada orang tua, anak, suami, istri, saudara, dan orang-orang yang mencintainya,” tutur H Muhidin.

Ia juga meminta seluruh jajaran Pemprov Kalsel terus bergerak dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait hingga penanganan musibah KM Virgo 08 selesai.

"Kami bersama Bapak dan Ibu. Pemerintah hadir. Tim SAR sedang bekerja. Dan kita akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan dan menyelamatkan seluruh saudara kita,” pungkasnya.

H Muhidin mengajak masyarakat Kalsel bersama-sama mendoakan keselamatan para korban yang masih dalam pencarian serta memberikan kekuatan kepada keluarga yang masih menunggu kabar dari orang-orang tercinta.

"Semoga Allah SWT memberikan pertolongan kepada seluruh korban, melindungi tim SAR yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan, serta memberikan kekuatan kepada seluruh keluarga yang terdampak musibah KM Virgo Transport 8 di perairan Jawa,” doanya.

Berdasarkan data sementara hingga pukul 12.00 WITA, Minggu (13/9/2026), sebanyak 103 orang telah dievakuasi dari KM Virgo 08. Dari jumlah tersebut, 102 orang dilaporkan selamat dan satu orang meninggal dunia. 

Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan di lapangan.

KM Virgo 08 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan total 243 orang di atas kapal. Kapal dilaporkan mengalami kondisi darurat setelah menghadapi cuaca buruk dan kehilangan komunikasi. (adpm/ali/jp).

Kades Belandean Apresiasi Bupati Batola Pasok 3.500 Liter Air Bersih, Dorong PDAM Segera Masuk Desa

MARABAHAN- Krisis air bersih yang melanda Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Batola. Bupati Batola, H Bahrul Ilmi menyalurkan bantuan 3.500 liter air bersih secara gratis untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kemarau dan kondisi karhutla.

Bantuan air bersih tersebut diterima langsung Kepala Desa (Kades) Belandean, Elly Rahmah bersama warga yang telah mengantre membawa jeriken dan berbagai wadah penampungan air. Penyaluran dilaksanakan di halaman Gedung BUMDes RT. 08, Minggu (13/9/2026).

Kades Belandean, Elly Rahmah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Batola, H Bahrul Ilmi atas kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi warga Desa Belandean yang tengah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Menurut Elly, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat karena air bersih merupakan kebutuhan utama yang harus dipenuhi setiap hari.

"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi bantuan dari Bapak Bupati Batola, H Bahrul Ilmi. Harapan kami, bantuan air bersih seperti ini bisa terus berlanjut secara berkala selama desa kami masih mengalami krisis air bersih,” ujar Elly Rahmah di lokasi penyaluran.

Meski bantuan tersebut cukup meringankan beban warga, Elly menegaskan bahwa Desa Belandean membutuhkan solusi jangka panjang agar persoalan air bersih tidak terus berulang setiap musim kemarau.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Batola dapat mendorong percepatan pembangunan atau perluasan jaringan perpipaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) hingga ke Desa Belandean.

"Kebutuhan air bersih ini sangat mendasar. Karena itu, saya bersama seluruh warga Desa Belandean sangat mengharapkan adanya intervensi dari pemerintah daerah agar jaringan pipa PDAM bisa segera masuk dan menjangkau desa kami secara merata,” harapnya.

Elly menilai, keberadaan jaringan air perpipaan akan menjadi solusi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat dibandingkan hanya mengandalkan bantuan pasokan air bersih ketika krisis terjadi.

Kades Belandean juga berharap perhatian pemerintah daerah tidak berhenti pada bantuan tanggap darurat, tetapi berlanjut pada penyediaan infrastruktur air bersih yang dapat dinikmati masyarakat secara permanen. (ali/jp). 

Kapolres Barito Timur Cek Kesiapan Sarpras Karhutla, Pastikan Personel dan Peralatan Siap Digunakan

TAMIANG LAYANG- Kapolres Barito Timur, AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., bersama Pejabat Utama (PJU) dan para perwira Polres Bartim mengecek kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Minggu (13/9/2026).

Pengecekan yang berlangsung di halaman Mapolres Bartim tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kendaraan, peralatan pemadaman, serta perlengkapan pendukung dalam kondisi lengkap dan siap operasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Polres Bartim meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di wilayah hukumnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, Kapolres bersama PJU dan para perwira mengecek kondisi kendaraan operasional, peralatan pemadaman, perlengkapan personel, serta berbagai sarana pendukung lainnya yang dibutuhkan saat penanganan kebakaran di lapangan.

Kapolres Barito Timur, AKBP Iqbal Sengaji mengatakan, kesiapan sarpras menjadi faktor penting dalam mendukung kecepatan dan efektivitas penanganan ketika terjadi Karhutla.

"Pengecekan ini kita lakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla dalam kondisi siap digunakan. Jangan sampai ketika terjadi kebakaran, ada peralatan yang tidak berfungsi atau tidak lengkap. Semuanya harus dipastikan sejak awal,” ujarnya.

Menurut Kapolres, kesiapan tidak hanya menyangkut kondisi peralatan, tetapi juga kemampuan personel dalam melaksanakan tugas. Personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla harus memahami tugas dan tanggung jawabnya, termasuk penggunaan peralatan serta penerapan prosedur keselamatan di lokasi kebakaran.

Ia menegaskan, penanggulangan Karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman setelah api membesar. Pencegahan dan deteksi dini harus menjadi prioritas melalui patroli, pemantauan wilayah rawan, pengecekan lapangan (_groundcheck_) terhadap titik panas, serta komunikasi aktif dengan masyarakat.

"Kecepatan dalam merespons sangat penting. Begitu ada informasi atau indikasi Karhutla, personel harus segera bergerak melakukan pengecekan dan penanganan. Kita tidak boleh menunggu api membesar,” ujar Iqbal.

Kapolres juga menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menghadapi ancaman Karhutla. Menurutnya, penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, Manggala Agni, perusahaan, masyarakat peduli api, serta unsur terkait lainnya.

Selain memastikan kesiapan operasional, pengecekan sarpras tersebut menjadi bagian dari evaluasi kesiapsiagaan Polres Bartim dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan dukungan personel, kendaraan, dan peralatan yang memadai, respons terhadap setiap kejadian Karhutla diharapkan dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan terukur.

Kapolres mengajak masyarakat Barito Timur berperan aktif mencegah Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran untuk membuka maupun membersihkan lahan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran atau titik api.

"Pencegahan adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila melihat adanya kebakaran atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya. (zi/jp). 

Kejari Barito Kuala Geledah Rumah Tersangka Korupsi PDAM, Sita Uang Tunai dan Tiga Motor

MARABAHAN- Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Kuala menyita sejumlah barang bukti dalam penggeledahan rumah tersangka berinisial DJ terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Barito Kuala Tahun Buku 2014–2025.

Penggeledahan dilakukan Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Barito Kuala yang dipimpin Kepala Seksi Pidsus M. Widha Prayogi. Lokasi penggeledahan merupakan rumah yang dihuni dan dikuasai tersangka DJ di Komplek Korpri Galam V Nomor 2, Kelurahan Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Barito Kuala, Rendy Bahar Putra mengatakan, penggeledahan dan penyitaan dilakukan berdasarkan fakta hukum yang diperoleh penyidik selama proses penyidikan. Barang yang diamankan diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang tengah ditangani.

"Barang-barang yang diamankan dinilai memiliki relevansi dengan perkara yang sedang ditangani dan diduga berkaitan dengan hasil tindak pidana,” kata Rendy.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah uang tunai, dokumen kendaraan, serta tiga unit sepeda motor.

Barang bukti uang tunai yang disita antara lain satu amplop cokelat bertuliskan “Koperasi Rp13.890.000”, yang berisi uang Rp1.200.000. Kemudian satu amplop cokelat berisi uang Rp718.000.

Penyidik juga menyita satu lembar nota pembayaran tertanggal 24 Mei 2022 yang disertai uang Rp120.000. Selain itu, diamankan satu lembar slip setoran tunai Bank Kalsel senilai Rp190.904.700 tertanggal 6 April 2022 yang disertai uang tunai Rp40.000.

Barang bukti lainnya berupa uang tunai Rp3.920.000, satu bundel fotokopi BPKB mobil Honda Mobilio nomor polisi DA 8378 MC atas nama Dahlia, serta satu lembar fotokopi STNK kendaraan yang sama.

Tiga sepeda motor yang turut disita yakni Yamaha RX King warna hitam nomor polisi KH 5597 FD, dengan nomor mesin 3KA-240650 dan nomor rangka MH3-3KA006 TK266549, berikut kunci kontak.

Selanjutnya, Yamaha F1ZR warna oranye-hitam nomor polisi DA 2165 TM dengan nomor mesin WH-328334 beserta kunci kontak, serta satu unit sepeda motor custom warna biru dengan nomor mesin NCE-1133605 tanpa kunci kontak.

Rendy menjelaskan, penggeledahan dan penyitaan merupakan bagian dari upaya penyidik menelusuri aset serta mengamankan barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara korupsi tersebut.

Tindakan penyidikan itu dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejari Barito Kuala Nomor PRINT-02/O.3.19/Fd.2/04/2026 tanggal 17 April 2026 juncto Surat Perintah Penyidikan Nomor PRINT-02.a/O.3.19/Fd.2/05/2026 tanggal 18 Mei 2026.

Penyidikan juga mengacu pada Surat Penetapan Tersangka Nomor TAP-03/O.3.19/Fd.2/06/2026 tanggal 25 Juni 2026 atas nama tersangka DJ.

Setelah penggeledahan dan penyitaan, tim penyidik membuat laporan untuk memperoleh persetujuan penggeledahan serta penetapan penyitaan barang bukti dari Ketua Pengadilan Negeri Marabahan.

Menurut Rendy, penelusuran aset dilakukan untuk mendukung proses pembuktian perkara sekaligus mengoptimalkan upaya pengembalian kerugian keuangan negara apabila dalam proses hukum nantinya terbukti terdapat kerugian negara.

"Proses penyidikan perkara tersebut masih terus berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya. (hru/jp). 

Honda CRF Tabrak Truk Tangki di Jalan Ampah- Tamiang Layang, Pengendara Tewas

TAMIANG LAYANG- Kecelakaan maut terjadi di Jalan Ampah–Tamiang Layang, tepatnya di Desa Kandris RT. 01, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Pengendara sepeda motor Honda CRF meninggal dunia setelah menabrak bagian belakang mobil Mitsubishi Colt Diesel tangki yang berhenti di badan jalan.

Korban diketahui bernama Hendri Priyadi (24), pengendara Honda CRF warna hitam putih nomor polisi KH 3713 KN. Sementara kendaraan yang ditabrak merupakan Mitsubishi Colt Diesel tangki warna kuning nomor polisi DA 8503 THB yang dikemudikan Jimmi Saputra (25).

Dari informasi yang didapat, kecelakaan bermula saat mobil tangki yang dikemudikan Jimmi Saputra melaju dari arah Ampah menuju Tamiang Layang. Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan mengalami kerusakan pada bagian gardan sehingga berhenti dan terparkir sebagian di badan serta bahu jalan.

Pengemudi mobil disebut telah menyalakan lampu parkir dan lampu darurat serta memasang tanda peringatan di bagian belakang kendaraan.

Namun, pada saat bersamaan, Honda CRF yang dikendarai Hendri Priyadi melaju dari arah belakang dengan arah yang sama. Karena jarak yang sudah dekat, kecepatan sepeda motor, serta kondisi badan jalan yang menyempit, motor tersebut kemudian menabrak bagian belakang kanan mobil tangki.

Benturan menyebabkan Hendri Priyadi mengalami sejumlah luka serius. Korban mengalami patah kaki kanan, luka pada pipi kanan, serta memar pada bagian dada. Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Plt. Kasat Lantas Polres Barito Timur, IPDA Sukisno Hendika membenarkan kecelakaan tersebut. Berdasarkan penanganan awal di lapangan, kecelakaan diduga terjadi karena pengendara sepeda motor kurang berhati-hati dan tidak memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya.

"Dari hasil penanganan awal di lapangan, kecelakaan diduga terjadi karena pengendara sepeda motor kurang berhati-hati dan tidak memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya. Kondisi jalan yang menyempit pada malam hari juga menjadi situasi yang perlu diperhatikan oleh setiap pengendara,” ujar IPDA Dika.

Ia mengimbau pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat berkendara pada malam hari. Pengendara diminta menyesuaikan kecepatan, menjaga jarak aman, serta memperhatikan kondisi jalan dan kendaraan di depannya.

"Kami mengingatkan pengendara agar tidak memaksakan kecepatan, terutama pada kondisi jalan yang menyempit atau ketika terdapat kendaraan berhenti di badan maupun bahu jalan. Pastikan pandangan ke depan tetap jelas dan kecepatan dapat dikendalikan sehingga dapat mengantisipasi setiap situasi,” katanya.

Akibat kecelakaan tersebut, Honda CRF mengalami kerusakan berat pada bagian depan. Sementara Mitsubishi Colt Diesel tangki mengalami kerusakan pada bagian belakang. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp2 juta.

Petugas Satlantas Polres Barito Timur telah mendatangi lokasi, melakukan penanganan TKP, meminta keterangan saksi, serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut.

IPDA Dika kembali mengingatkan masyarakat agar menjadikan kecelakaan tersebut sebagai pelajaran untuk lebih mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

"Keselamatan adalah yang utama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas, berhati-hati dan tidak mengabaikan kondisi jalan maupun situasi di sekitar kendaraan. Satu detik kelalaian dapat berakibat fatal,” pungkasnya. (zi/jp). 

Satlantas Polres Kapuas Tindak 14 Pengendara, Balap Liar dan Knalpot Brong Jadi Sasaran

KUALA KAPUAS- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kapuas bersama personel Polsek Kapuas Hulu menindak 14 pengendara yang diduga melakukan pelanggaran lalu lintas dalam kegiatan penertiban di kawasan Sei Hanyo, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Minggu (13/9/2026).

Penindakan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai di wilayah hukum Polsek Kapuas Hulu. Kegiatan tersebut menyasar pengendara yang diduga terlibat aksi balap liar serta menggunakan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

 Dalam pelaksanaannya, petugas menerapkan sistem hunting untuk menemukan dan menindak langsung pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

Kegiatan melibatkan Kapolsek Kapuas Hulu, Kaurbinopsnal Satlantas Polres Kapuas, personel Polsek Kapuas Hulu, serta personel Satlantas Polres Kapuas.

Penertiban dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi kecelakaan lalu lintas, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta menekan angka pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Kapuas.

Kapolres Kapuas, AKBP Rina Perwitasari  melalui Kasatlantas Polres Kapuas, AKP Aries Gunawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

"Penindakan ini merupakan upaya untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan,” kata Aries.

Menurutnya, kepolisian juga terus mendorong terciptanya wilayah hukum Polres Kapuas yang tertib lalu lintas, termasuk bebas dari penggunaan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Satlantas Polres Kapuas mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara. (fah/jp). 

Sabtu, 12 September 2026

Kapolres Barito Timur Bersama Kapolsek Dusun Timur Turun Langsung Tangani Hotspot, 10 Hektare Lahan Terbakar

TAMIANG LAYANG- Kapolres Barito Timur, AKBP Iqbal Sengaji bersama Kapolsek Dusun Timur, IPDA Sulkhan Sururi turun langsung dalam penanganan titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Desa Siong, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Sabtu (12/9/2026).

Langkah cepat tersebut dilakukan menyusul terdeteksinya sejumlah titik hotspot berdasarkan pemantauan satelit Terra-Aqua-NOAA20-SNPP dengan tingkat kepercayaan (confidence level) 9.

Kapolres Barito Timur, AKBP Iqbal Sengaji bersama Kapolsek Dusun Timur IPDA Sulkhan Sururi, dan jajaran memastikan proses pengecekan lapangan dan penanganan kebakaran dilakukan secara cepat untuk mencegah api meluas ke lahan perkebunan maupun permukiman warga.

 Kegiatan ground check dan pemadaman berlangsung sejak pukul 13.45 WIB hingga 19.00 WIB. Personel Polsek Dusun Timur dan Polsubsektor bergerak menuju lokasi untuk memastikan titik koordinat yang terdeteksi satelit sekaligus melakukan penanganan terhadap api yang masih membakar lahan.

"Setiap informasi hotspot harus segera ditindaklanjuti. Kami turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan dan mengoptimalkan upaya pemadaman agar api tidak meluas,” ujar IPDA Sulkhan Sururi.

Hasil pengecekan di lapangan menemukan empat titik koordinat hotspot di wilayah Desa Siong, yakni pada koordinat 2.08683, 115.00933; -2.08615, 115.00857; -2.07957, 115.00260; dan -2.07845, 115.00246.

Dari hasil penanganan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 10 hektare. Area terdampak meliputi lahan milik masyarakat dan lahan Desa Siong.

Kebakaran diketahui melanda lahan milik almarhum Simberi dan menjalar ke lahan sawit milik Christian dengan usia tanam sekitar tiga tahun. Api juga berdampak pada lahan sawit milik Kusim dengan usia tanam sekitar tujuh tahun, lahan milik Yetno yang berupa semak belukar, lahan Desa Siong yang terdapat semak belukar dan rumpukan pohon, serta lahan sawit milik Jambroni dengan usia tanam sekitar lima tahun.

Kondisi lahan yang didominasi gambut, semak belukar dan dedaunan kering membuat proses pemadaman harus dilakukan secara intensif. Hingga kegiatan berlangsung, personel bersama masyarakat masih melakukan pemadaman dan penanganan titik api di lokasi.

Penanganan melibatkan 35 personel Polri, delapan personel BPBD, tujuh anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), serta 10 karyawan PT ISA. 

Tim gabungan juga didukung sarana berupa 10 unit kendaraan roda dua, lima unit kendaraan roda empat, dua unit kendaraan roda enam, serta lima unit alat pemadam kebakaran (alkon). Sumber air untuk pemadaman berasal dari aliran sungai di sekitar lokasi.

Kapolsek Dusun Timur menegaskan bahwa kehadiran langsung pimpinan dan personel di lapangan merupakan bagian dari respons cepat Polres Barito Timur dalam menangani setiap laporan maupun informasi hotspot.

"Kami bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemadaman dan pemantauan. Kondisi lahan yang terdapat gambut dan semak belukar kering menjadi perhatian agar api tidak kembali menyala dan meluas,” tegas IPDA Sulkhan.

Sinergi antara Polri, BPBD, MPA, pihak perusahaan dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam penanganan kebakaran tersebut. Pemadaman dan pemantauan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas serta mencegah munculnya titik api baru. (zi/jp).

Kapolres Barito Utara Berganti, Pemkab Tegaskan Penguatan Sinergi

MUARA TEWEH- Pemerintah Kabupaten Barito Utara menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan Kepolisian Resor (Polres) Barito Utara dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas daerah. 

Hal itu disampaikan Bupati H Shalahuddin dalam acara Malam Kenal Pamit Kapolres Barito Utara yang digelar di Gedung Balai Antang, Sabtu (12/9/2026) malam. 

Kegiatan tersebut dihadiri Wabup Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, unsur forkopimda, sekda, kepala OPD, camat, jajaran Polres Barito Utara, ibu bhayangkari, perbankan, pihak swasta, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya. 

Bupati H Shalahuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada AKBP Singgih Febiyanto atas dedikasi, pengabdian, serta sinergi yang telah dibangun selama menjalankan tugas di Barito Utara.

"Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan sinergi yang telah terjalin selama bertugas di Barito Utara,” ujar H Shalahuddin.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada AKBP Irnanda Oktoria sebagai Kapolres Barito Utara yang baru.

Ia berharap koordinasi dan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga mampu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kondusif.

"Semoga sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusivitas Barito Utara,” katanya.

Menurut H Shalahuddin, keberlanjutan sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. (emca/jp).

Antisipasi Karhutla dan Banjir Lintas Wilayah, Kepala Daerah se-Banua Anam dan Batola Perkuat Sinergi

TANJUNG- Pemerintah daerah se-Banua Anam dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir yang berpotensi berdampak lintas wilayah.

Penguatan koordinasi tersebut dibahas dalam pertemuan Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin bersama para kepala daerah se-Banua Anam dan Batola di Rumah Jabatan Bupati Tabalong, Sabtu (12/9/2026) siang.

Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H Syafrudin Noor, turut hadir dalam pertemuan yang diinisiasi Gubernur Kalsel tersebut.

Forum tersebut menjadi wadah menyatukan langkah pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam menangani sejumlah persoalan strategis yang membutuhkan kolaborasi lintas wilayah.

Karhutla menjadi salah satu fokus pembahasan. Kebakaran hutan dan lahan dapat meluas melampaui batas administratif sehingga membutuhkan kesiapsiagaan dan koordinasi antardaerah, mulai dari pencegahan hingga penanganan di lapangan.

Kolaborasi dinilai penting agar setiap daerah dapat memperkuat kesiapan personel dan sumber daya serta mempercepat respons apabila terjadi karhutla yang berpotensi berdampak ke wilayah lain.

Selain karhutla, banjir lintas kabupaten juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Penanganannya membutuhkan sinergi antarpemerintah daerah, terutama dalam memperkuat mitigasi, kesiapsiagaan, pertukaran informasi, dan respons terhadap dampak bencana.

Dengan koordinasi lintas wilayah, pemerintah daerah diharapkan dapat membangun pola penanggulangan bencana yang lebih terpadu sehingga potensi bencana dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat serta terkoordinasi.

Selain membahas isu kebencanaan, pertemuan juga membicarakan percepatan pembangunan daerah sebagai bagian dari penguatan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan pemerintah kabupaten/kota.

Turut hadir Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten HSS, Ika Aguspiannor Hidayatullah. (ari/jp). 

PPLIPI DPW dan DPC Batola Bagikan Ratusan Masker untuk Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla

MARABAHAN- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPLIPI Kabupaten Barito Kuala (Batola) menggelar aksi sosial dengan membagikan masker gratis kepada masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sabtu (12/9/2026). 

Mengusung tema “Aksi Peduli Bersama, Berbagi Masker Menjaga Sesama”, kegiatan tersebut menyasar warga serta pengguna jalan yang melintas di sejumlah wilayah yang terdampak sebaran asap. Salah satu lokasi pembagian masker berada di Desa Belandean, Kecamatan Alalak.

Aksi sosial ini mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Turut turun ke lapangan dan membagikan masker kepada masyarakat, Camat Mandastana Siti Khadijah dan Kepala Desa Belandean, Elly Rahmah.

Perwakilan PPLIPI, Siti Khadijah, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.

"Kami mengimbau masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker sebagai salah satu upaya melindungi kesehatan dari paparan asap,” ujarnya.

Paparan asap akibat karhutla dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Karena itu, pembagian masker diharapkan dapat membantu mengurangi risiko paparan asap bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.
Menurutnya, penanganan dampak kabut asap membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa.

Selama kegiatan berlangsung, ratusan masker dibagikan secara langsung kepada masyarakat dan pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Salah seorang warga, Heri, mengapresiasi aksi sosial tersebut. Ia berharap penanganan karhutla dapat terus ditingkatkan sehingga intensitas kabut asap segera berkurang.

"Kami menyambut baik pembagian masker ini. Semoga karhutla segera berkurang agar masyarakat tidak lagi terdampak kabut asap,” katanya. (ali/jp). 

DWP Seruyan Galang Dana Kemanusiaan dan Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran serta Krisis Air Bersih

KUALA PEMBUANG- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Seruyan menggelar pertemuan rutin yang dirangkai dengan sosialisasi pencegahan kebakaran dan penggalangan dana kemanusiaan di Lapangan Tenis Indoor Kuala Pembuang, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program DWP Peduli, sekaligus upaya meningkatkan kesiapsiagaan anggota dalam menghadapi potensi bencana dan memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Ketua DWP Kabupaten Seruyan, Eni Bahrun Abbas, mengatakan sosialisasi pencegahan kebakaran penting untuk membekali anggota dengan pengetahuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat.

"Api adalah elemen yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita. Namun, jika tidak dikendalikan, api dapat membahayakan harta benda hingga mengancam jiwa. Melalui sosialisasi ini, kami berharap ibu-ibu DWP dapat menjadi agen perubahan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat," ujar Eni.

Sosialisasi yang dilanjutkan dengan simulasi penanggulangan bahaya kebakaran menghadirkan Sri Heviana bersama anggota Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Seruyan.

Selain edukasi kebencanaan, DWP Seruyan menggalang dana melalui bazar makanan dan kue. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung aksi sosial di sejumlah wilayah Kabupaten Seruyan.

Bantuan tersebut dijadwalkan disalurkan secara langsung pada Minggu (13/9/2026). Salah satu sasaran bantuan adalah korban kebakaran di Kampung Kumai yang menghanguskan lima rumah dan berdampak terhadap 10 kepala keluarga atau 22 jiwa.

DWP Seruyan juga menyiapkan bantuan medis bagi seorang warga penderita kanker mulut stadium 2 di Desa Kartika Bhakti.

Di tengah persoalan keterbatasan air bersih, DWP Kabupaten Seruyan turut bersinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Seruyan untuk mendistribusikan air bersih ke lima desa di Kecamatan Seruyan Hilir Timur.

Kelima desa tersebut yakni Desa Pematang Panjang, Desa Sungai Bakau, Desa Kartika Bhakti, Desa Bangun Harja, dan Desa Halimung Jaya.
Seluruh jajaran pengurus dan anggota DWP disiagakan untuk mendistribusikan bantuan langsung ke lokasi sasaran mulai Minggu (13/9/2026) pagi.

Eni menegaskan, kepedulian dan keikhlasan menjadi landasan penting dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah maupun kondisi sulit.

Melalui program DWP Peduli, DWP Kabupaten Seruyan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dengan organisasi perangkat daerah dalam menangani berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Penasihat DWP Kabupaten Seruyan Norhayati Supian, para ketua DWP unit, pengurus, serta anggota DWP se-Kabupaten Seruyan. (gan/jp).

ASN FC Kotabaru Menang 3–2 atas ASN Barito Kuala dalam Laga Persahabatan

MARABAHAN- Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menerima kunjungan silaturahmi ASN FC Pemerintah Kabupaten Kotabaru dalam laga sepak bola persahabatan di Lapangan 5 Desember Marabahan, Sabtu (12/9/2026).

Pertandingan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta memperkuat hubungan antaraparatur sipil negara (ASN) dari Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dan Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui kegiatan olahraga.

Laga berlangsung sengit dan menjunjung tinggi sportivitas. ASN Barito Kuala lebih dahulu unggul setelah Aris Saputera dan Arul masing-masing mencetak satu gol.

Tertinggal dua gol, ASN FC Kotabaru mampu bangkit dan membalikkan keadaan. Tiga gol kemenangan Kotabaru masing-masing dicetak Rudi Haris, Asbullah, dan Septian. Pertandingan pun berakhir dengan skor 3–2 untuk kemenangan ASN FC Kotabaru.

Meski hasil akhir berpihak kepada tim tamu, pertandingan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Kebersamaan, kekompakan, dan sportivitas menjadi nilai utama yang mewarnai laga persahabatan tersebut.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kelembagaan dan silaturahmi antara ASN Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dan Pemerintah Kabupaten Kotabaru, sekaligus mendorong budaya hidup sehat melalui olahraga. (dsk/ali/jp). 

Bupati Bersama Wabup Barito Utara Hadiri Haul ke-5 Abuya Syeikh Ahmad Fahmi Zamzam

MUARA TEWEH- Bupati Barito Utara, H Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan menghadiri Peringatan Haul ke-5 almarhum Abuya Syeikh Ahmad Fahmi Zamzam, M.A., pendiri Yayasan Islam Nurul Hidayah Yasin dan Pondok Pesantren Yasin, di Musalla Qurratul ‘Ain, Pondok Pesantren Yasin, Sabtu (12/9/2026). 

Turut hadir Sekda Muhlis, Ketua TP PKK Kabupaten Barito Utara, Ketua DWP Kabupaten Barito Utara, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

Peringatan haul berlangsung khidmat dengan rangkaian doa dan amaliah keagamaan untuk mengenang serta mendoakan almarhum Abuya Syeikh Ahmad Fahmi Zamzam.

Bupati H Shalahuddin mengatakan, peringatan haul menjadi momentum untuk mengenang keteladanan dan perjuangan almarhum, khususnya dalam bidang pendidikan dan dakwah Islam.

Selain mengenang jasa almarhum, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara, keluarga besar Pondok Pesantren Yasin, para ulama, santri, dan masyarakat.

"Nilai-nilai keteladanan, keilmuan, dan perjuangan almarhum diharapkan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” ujar H Shalahuddin.

Melalui peringatan haul tersebut, Bupati berharap semangat almarhum dalam membangun pendidikan dan dakwah Islam dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya. (emca/jp). 

DPRD Kalsel Dukung Road Safety Week, Dorong Budaya Tertib Berlalu Lintas

BANJARBARU- Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, HM. Alpiya Rakhman, menegaskan dukungan DPRD terhadap penguatan budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas di Kalimantan Selatan. 

Hal itu disampaikan HM. Alpiya Rakhman saat menghadiri Road Safety Week yang digelar Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan, Sabtu (12/9/2026).

Alpiya hadir mewakili Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Supian HK, dalam kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di SDC Ditlantas Polda Kalsel, Jalan A. Yani Km 21, Landasan Ulin, Banjarbaru, itu dibuka Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H.

HM. Alpiya mengapresiasi pelaksanaan Road Safety Week yang dinilainya sejalan dengan upaya bersama menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di Kalimantan Selatan.

"Atas nama Pimpinan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, kami mendukung penuh program-program keselamatan berlalu lintas. Mari kita bersama-sama mewujudkan Kalsel yang tertib, aman, dan zero accident,” ujarnya.

Ia menilai penguatan sinergi antara DPRD, Polda Kalsel, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi hal penting untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

Menurut HM. Alpiya, keselamatan berlalu lintas harus dibangun melalui kesadaran bersama, bukan semata-mata melalui penegakan hukum. Karena itu, edukasi kepada masyarakat dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Road Safety Week diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat edukasi keselamatan berlalu lintas sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin disiplin dan bertanggung jawab saat berkendara.

Sebelumnya, Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, menekankan pentingnya membangun budaya tertib berlalu lintas sebagai bagian dari upaya menekan angka kecelakaan. 

Menurutnya, keselamatan di jalan raya tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan, Pejabat Utama Polda Kalsel, serta sejumlah tamu undangan. (sar/ali/jp). 

Asap Karhutla Mencekam Tamiang Layang, Rimau Group, PWI dan Posko Terpadu Karhutla Bagikan Ribuan Masker ke Pengguna Jalan

TAMIANG LAYANG- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin pekat di Kota Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Sabtu (12/9/2026) sore. Kondisi ini mendorong Rimau Group bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Posko Terpadu Karhutla Barito Timur membagikan ribuan masker kepada pengguna jalan.

Pembagian masker berlangsung mulai sekitar pukul 16.00 WIB di depan Kantor Bupati Barito Timur. Pengendara yang melintas menerima masker sebagai salah satu upaya mengurangi paparan asap karhutla yang menyelimuti wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar Barito Timur, Ahmad Gazali, mengapresiasi aksi tersebut. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha, organisasi kewartawanan, dan unsur penanggulangan karhutla merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.

"Alhamdulillah hari ini dari pihak perusahaan Rimau Group, PWI dan Posko Karhutla membagikan masker kepada banyak masyarakat yang berlalu lalang di jalan raya ini. Tentunya terkait dengan aksi itu kami sangat mengapresiasi,” ujar Gazali seusai kegiatan.

Gazali mengatakan, kondisi kabut asap pada Sabtu sore mengalami peningkatan signifikan dibandingkan pagi hingga siang hari. Ketebalan asap bahkan dinilai sudah mengkhawatirkan.

"Kita memperhatikan kondisi terakhir pada sore hari ini, kabut asap sudah sangat memprihatinkan dan jauh lebih pekat dari pagi tadi. Tadi siang juga belum sepekat ini, tapi mulai sore ini sangat pekat,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, Gazali mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan. Warga yang harus bepergian juga diminta menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan asap.

"Maka dari itu kami mengimbau seluruh masyarakat agar senantiasa mengenakan masker saat bepergian atau keluar rumah,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat yang telah menerima masker agar benar-benar menggunakannya, bukan sekadar menyimpannya. Menurut Gazali, penggunaan masker di tengah kondisi kabut asap diperlukan untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan udara tercemar.

"Hanya saja kami juga berharap bahwa masyarakat yang menerima masker itu bukan hanya disimpan, tapi betul-betul dipakai sehingga mengurangi risiko akibat paparan kabut asap, seperti penyakit ISPA dan lainnya,” ucapnya.

Gazali berharap kepedulian terhadap masyarakat terdampak kabut asap tidak berhenti pada aksi tersebut. Ia mendorong perusahaan lain yang beroperasi di Barito Timur turut berkontribusi dalam penanganan dampak karhutla.

"Kemudian kami juga berharap mudah-mudahan ada kepedulian dari perusahaan-perusahaan yang lain untuk turut serta berbagi mengatasi dampak dari Karhutla dan kabut asap yang sudah dalam tahap memprihatinkan ini,” tuturnya.

 Menurut Gazali, pemerintah memiliki keterbatasan jika harus menangani seluruh persoalan karhutla dan dampaknya sendiri. Karena itu, dukungan dunia usaha dan elemen masyarakat diperlukan untuk memperkuat upaya perlindungan terhadap warga.

"Kalau kita hanya mengandalkan kekuatan pemerintah pasti sangat terbatas. Karena itu kami sangat mengharapkan bantuan dan uluran tangan dari dunia usaha untuk sama-sama kita meringankan beban masyarakat kita dalam menghadapi cuaca yang tidak menentu seperti ini, paginya sedikit cerah namun pada sore hari kabut asap begitu tebal,” jelasnya.

Ia menegaskan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada perlindungan masyarakat dari dampak asap. Untuk itu, Gazali mengajak seluruh pihak memperkuat koordinasi dan gotong royong menghadapi kondisi tersebut.

"Mari kita bersama-sama bergotong royong menyikapi dan mengambil bagian untuk mengatasi kondisi kabut asap yang sangat memprihatinkan ini,” pungkasnya. (zi/jp). 

Kapolres Bartim Tegaskan “Stop Karhutla”, Warga Diminta Waspadai Sumber Api

TAMIANG LAYANG-Kapolres Barito Timur, AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., mengajak masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat memicu kabut asap serta mengancam kesehatan, lingkungan dan aktivitas warga.

Ajakan tersebut disampaikan melalui kampanye pencegahan karhutla dengan pesan "STOP KARHUTLA, Mari Jaga Barito Timur dari Kabut Asap". Kampanye ini menjadi bagian dari upaya Polres Barito Timur memperkuat kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Kapolres AKBP Iqbal mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar sampah di area terbuka. Sumber api yang terlihat kecil dapat dengan cepat meluas, terutama ketika kondisi lahan dan vegetasi mudah terbakar.

"Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Barito Timur untuk bersama-sama mencegah karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan jangan melakukan aktivitas yang dapat menjadi sumber munculnya api. Mari kita jaga lingkungan dan wilayah Barito Timur agar terhindar dari kabut asap,” tegas AKBP Iqbal Sengaji, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Kapolres, pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian dan pemerintah. Keterlibatan masyarakat sangat diperlukan, terutama dengan tidak melakukan pembakaran dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Ia juga mengingatkan bahwa larangan pembakaran hutan dan lahan memiliki dasar hukum. Aktivitas pembakaran yang menyebabkan kebakaran dapat berujung pada proses hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam kampanye tersebut, Polres Barito Timur turut menyosialisasikan sejumlah ketentuan hukum terkait perlindungan lingkungan dan kehutanan, di antaranya UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, serta ketentuan KUHP yang berlaku.

"Jangan sampai karena kelalaian atau kesengajaan membakar lahan, dampaknya merugikan banyak orang. Api dapat meluas dengan cepat dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat serta lingkungan. Karena itu, pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan setelah kebakaran terjadi,” ujarnya.

Untuk memperkuat pencegahan, Polres Barito Timur bersama jajaran akan terus melakukan pemantauan titik panas, patroli, edukasi kepada masyarakat serta merespons dengan cepat setiap informasi terkait kebakaran hutan dan lahan.

Kapolres kembali mengimbau masyarakat agar segera melaporkan titik api maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan karhutla kepada pihak berwenang. Pelaporan sejak dini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.

"Mari bersama-sama kita jaga Barito Timur dari kabut asap. STOP KARHUTLA. Lindungi lingkungan, lindungi kesehatan, dan lindungi masa depan generasi kita,” pungkasnya. (zi/jp).

Dua Tahun Prabowo : Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

Oleh : Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers

Dua tahun adalah waktu yang terlalu singkat untuk menghakimi sebuah pemerintahan yang belum sampai setengah periode memegang kekuasaan, tetapi sudah cukup  untuk membaca watak seorang presiden. Dalam dua tahun, seorang presiden biasanya sudah memperlihatkan apa yang menjadi obsesinya, bagaimana ia menggunakan kekuasaan, siapa orang-orang yang dipercayainya, dan seberapa jauh gagasan yang dibawanya dari kampanye dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik.

Prabowo Subianto memasuki Istana dengan modal politik yang kuat. Ia dilantik pada 20 Oktober 2024 setelah menang dalam pemilihan presiden 2024 dengan mandat elektoral yang besar. Lebih dari itu, ia bukan figur yang tiba-tiba muncul di panggung politik. Ia telah puluhan tahun berada dalam orbit kekuasaan: sebagai prajurit, pengusaha, ketua partai, calon presiden, dan akhirnya presiden. Karena itu, menarik menilai dua tahun pertama kepemimpinannya bukan semata dari daftar program yang sudah dikerjakan, melainkan dari pertanyaan yang lebih mendasar: apakah Prabowo sudah menunjukkan keberhasilannya membangun negara yang kuat atau baru berhasil membangun pemerintahan yang kuat? Keduanya tentu berbeda.

Salah satu kekuatan Prabowo adalah daya juangnya. Ia pernah kalah dalam pertarungan politik, tetapi tidak meninggalkan gelanggang. Dalam politik, kemampuan bangkit dari kekalahan bukan perkara kecil. Ia menunjukkan daya tahan psikologis sekaligus keyakinan pada tujuan politiknya. Prabowo juga mempunyai karakter nasionalisme yang kuat. Negara, kedaulatan, pertahanan, pangan dan energi baginya bukan sekadar sektor-sektor kebijakan, melainkan bagian dari gagasan besar tentang Indonesia yang berdaulat.

Pengalaman sebagai prajurit ikut membentuk cara pandangnya. Ia cenderung melihat dunia sebagai arena kompetisi dan negara sebagai aktor yang harus kuat agar tidak mudah dipermainkan oleh kekuatan lain. Pandangan tersebut mendapatkan relevansi baru ketika dunia memasuki era ketidakpastian geopolitik: perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, rivalitas Amerika Serikat-China, perubahan rantai pasok, perang dagang dan perebutan sumber daya strategis. Dalam konteks seperti itu, gagasan tentang kemandirian nasional bukanlah romantisme belaka. Tetapi di sinilah terdapat persoalan penting.

Negara tidak menjadi kuat hanya karena presidennya kaya dan tegas. Negara menjadi kuat apabila hukum bekerja, birokrasi profesional, pendidikan bermutu, ekonomi produktif, teknologi berkembang, korupsi terkendali, dan masyarakat percaya kepada institusi negara.

Prabowo mempunyai sejumlah obsesi yang relatif jelas: swasembada pangan, ketahanan energi, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan, dan pembangunan manusia. Di antara semua program tersebut, Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi simbol paling kuat selama dua tahun pemerintahannya. Secara filosofis, MBG sebenarnya memiliki dasar yang sangat menarik. Negara tidak hanya bertugas membangun jalan, bendungan, atau kawasan industri. Negara juga berkewajiban memastikan bahwa anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan mempunyai kesempatan yang relatif sama untuk mengembangkan potensinya. Prabowo menyebut MBG sebagai investasi untuk generasi masa depan. Dalam rancangan APBN 2026, program ini ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat dengan anggaran Rp335 triliun.

Tetapi semakin besar sebuah program, semakin besar pula tuntutan tata kelolanya. Program yang menyangkut makanan puluhan juta anak tidak cukup hanya memiliki niat baik. Ia membutuhkan standar gizi, keamanan pangan, rantai pasok, pengawasan, tenaga profesional, dan sistem pertanggungjawaban yang ketat. Peristiwa keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah menjadi peringatan keras. Ribuan siswa dan guru dilaporkan sakit, dan pemerintah kemudian memperketat pengawasan dapur serta distribusi makanan. Di sini terlihat sebuah hukum sederhana pemerintahan:

"Semakin besar ambisi kebijakan, semakin tinggi tuntutan profesionalismenya”.

Pemerintahan Prabowo juga menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu agenda utama. Pemerintah menyatakan produksi dan cadangan beras meningkat secara signifikan. Pada pertengahan 2026, pemerintah bahkan menyebut cadangan beras pemerintah telah mencapai lebih dari 5,3 juta ton. Ini tentu merupakan perkembangan penting. Namun, swasembada pangan jangan berhenti pada angka produksi dan cadangan pemerintah. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah petani menjadi lebih sejahtera? Apakah konsumen mendapatkan pangan dengan harga terjangkau? Apakah produktivitas pertanian meningkat secara berkelanjutan? Apakah ketergantungan pada impor benar-benar berkurang tanpa mengorbankan stabilitas harga? Jawaban atas semua pertanyaan ini mesti didukung dengan data yang akurat dan lengkap. Bukan sekedar jawaban politik.  

Swasembada bukan sekadar kemampuan negara menumpuk beras di gudang.Swasembada adalah kemampuan sebuah bangsa membangun ekosistem pangan yang sehat dari hulu sampai hilir. Petani harus untung. Konsumen harus terlindungi. Infrastruktur harus baik. Teknologi harus berkembang. Dan generasi muda harus mau menjadi petani modern. Jika tidak, swasembada hanya menjadi slogan yang ujungnya akan menurunkan kepercayaan rakyat pada pemerintah.

Prabowo tampaknya percaya pada negara yang kuat. Pandangan ini mempunyai akar sejarah yang panjang dalam pemikiran politik Indonesia. Setelah bertahun-tahun negara dianggap terlalu lemah menghadapi kepentingan ekonomi dan politik, gagasan tentang strong state memang mempunyai daya tarik.Tetapi negara kuat mempunyai dua wajah. Wajah pertama, negara kuat berarti pemerintah mampu menegakkan hukum, menyediakan pelayanan publik, membangun infrastruktur, melindungi masyarakat miskin dan menghadapi kepentingan ekonomi yang terlalu dominan. Wajah kedua, negara kuat dapat berubah menjadi kekuasaan yang terlalu dominan apabila tidak diimbangi kontrol institusional. Karena itu, tantangan Prabowo bukan sekadar memperkuat negara. Melainkan Ia harus memperkuat institusi negara tanpa melemahkan masyarakat.

Demokrasi memang membutuhkan pemerintah yang kuat sekaligus juga masyarakat sipil yang kuat. Membutuhkan presiden yang efektif sekaligus pers yang bebas. Membutuhkan birokrasi yang disiplin sekaligus parlemen dan lembaga hukum yang mampu melakukan kontrol.

Kekuatan negara tanpa kontrol dapat berubah menjadi kekuasaan yang bisa mengarah pada pemerintahan otoriter yang tak akan bertahan lama.

Prabowo mempunyai kemampuan yang menarik dalam mengelola politik. Ia mampu merangkul banyak kekuatan yang sebelumnya berada di luar lingkarannya. Koalisi pemerintahan menjadi sangat besar. Secara praktis, ini menguntungkan. Pemerintah relatif tidak terlalu direpotkan oleh oposisi parlementer yang kuat. Tetapi dari perspektif demokrasi, terdapat paradoks. Semakin besar koalisi pemerintah, semakin kecil ruang oposisi formal.

Padahal demokrasi bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Demokrasi juga membutuhkan mereka yang kalah untuk tetap mempunyai ruang mengawasi mereka yang menang. Oposisi yang sehat bukan musuh pemerintah. Justru ia dapat menjadi cermin.

Karena itu, Prabowo perlu memastikan bahwa stabilitas politik tidak dibayar dengan hilangnya mekanisme kritik.

Prabowo sebenarnya tidak kekurangan gagasan. Justru sebaliknya, pemerintahannya mempunyai terlalu banyak agenda besar: pangan, energi, MBG, hilirisasi, industrialisasi, pertahanan, koperasi, pembangunan desa, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.Pertanyaannya adalah apakah mesin birokrasi mampu mengerjakannya secara bersamaan. Di sinilah peran menteri yang dinilai kegemukan menjadi sangat menentukan.

Menteri bukan sekadar pelaksana perintah presiden. Menteri adalah penyaring, penerjemah dan penguji gagasan presiden. Seorang menteri seharusnya mampu mengatakan kepada presiden:

"Ini bisa dilakukan.” “Ini terlalu mahal.” “Ini berisiko.” “Ini harus ditunda.” “Ini sebaiknya dilakukan dengan cara berbeda.” Jika semua menteri hanya berkata siap, Pak, presiden justru kehilangan salah satu sumber informasi terpentingnya. Kabinet yang sehat bukan kabinet yang selalu kompak dalam arti selalu setuju.

Kabinet yang sehat adalah kabinet yang berani berbeda pendapat di ruang rapat, tetapi kompak ketika keputusan telah dibuat. Karena itu, kualitas kabinet Prabowo tidak semestinya diukur dari banyaknya tokoh terkenal di dalamnya atau besarnya koalisi politik yang mendukungnya. Ukuran sesungguhnya adalah output. Berapa masalah yang selesai? Berapa kebijakan yang benar-benar bekerja? Berapa rupiah anggaran yang menghasilkan manfaat? Berapa banyak birokrasi yang menjadi lebih sederhana? Dan yang paling penting: apakah kehidupan rakyat menjadi lebih baik?

Setelah mendekati dua tahun, saya melihat sedikitnya lima hal yang perlu menjadi perhatian Prabowo.Pertama, jangan terlalu bergantung pada kekuatan personal presiden. Presiden yang kuat memang diperlukan, tetapi Indonesia membutuhkan institusi yang kuat lebih daripada figur yang kuat. Masa jabatan presiden akan berakhir, sedangkan institusi harus bertahan. Kedua, perkuat meritokrasi. Jangan sampai loyalitas politik lebih menentukan daripada kemampuan profesional. Negara terlalu besar untuk dikelola dengan prinsip kedekatan.

Ketiga, jaga disiplin fiskal. Program populis dapat disukai rakyat, tetapi negara tidak boleh mengabaikan matematika anggaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah harus mempunyai social return yang jelas. Keempat, perbaiki komunikasi publik. Presiden dan para menterinya perlu lebih terbuka terhadap kritik. Kritik bukan sabotase. Kritik adalah mekanisme koreksi. Kelima, jangan menyamakan negara kuat dengan pemerintah yang tidak boleh dikritik.

Justru pemerintah yang percaya diri adalah pemerintah yang tidak takut terhadap kritik.

Jadi, bagaimana kita menilai dua tahun Prabowo? Banyak agenda besar yang perlu didukung, namun banyak pula catatan dan kritik yang perlu diperhatikan. Terdapat beberapa capaian yang patut dicatat, terutama dalam keberanian menetapkan agenda ketahanan pangan, penguatan program gizi, dan orientasi kemandirian ekonomi. Pemerintah sendiri mencatat peningkatan produksi pangan dan cadangan beras sebagai salah satu capaian penting. Namun terlalu dini menyebutnya berhasil. Sebab sebagian besar agenda besar Prabowo baru menunjukkan arah dan membangun fondasi. Yang ditunggu-tunggu rakyat adalah hasilnya.  Bukan pidato, bukan jumlah program, bukanya banyaknya proyek, bukan pula besarnya koalisi. Sementara itu dengan sarana media sosial di tangan, rakyat memiliki peluang yang sama untuk mengawasi dan menilai proses serta  hasil kinerja Prabowo. Rakyat akan selalu bertanya:  Apakah anak miskin memperoleh gizi yang lebih baik? Apakah petani hidup lebih sejahtera? Apakah kelas menengah merasa lebih aman? Apakah lapangan pekerjaan bertambah? Apakah pendidikan semakin bermutu? Apakah hukum semakin dipercaya? Apakah pintu korupsi semakin sempit? Apakah birokrasi semakin profesional? Dan apakah rakyat merasa memiliki negara, bukan sekadar menjadi objek dari negara? Keluh kesah dan harapan rakyat bermunculan mengisi ruang publik yang mudah sekali didengarkan melalui media sosial.   

Prabowo adalah presiden yang memiliki obsesi besar tentang Indonesia. Ia ingin Indonesia berdaulat, mandiri, kuat dan dihormati. Obsesi semacam itu diperlukan. Bangsa besar membutuhkan pemimpin yang berani berpikir besar. Tetapi ada satu tahap yang jauh lebih sulit: mengubah obsesi menjadi institusi, institusi menjadi kebijakan, dan kebijakan menjadi kebiasaan sosial. 

Di sinilah tahun-tahun berikutnya akan menjadi sangat menentukan. Apakah kemenangan yang diraih lewat pemilu akan diikuti dengan keberhasilan mewujudkan janji-janji kampanyenya?  Sejauh ini ia telah mengonsolidasikan kekuasaan. Kini tantangannya adalah bagaimana memenangkan kepercayaan sejarah. Sebab pada akhirnya seorang presiden tidak dikenang karena seberapa besar kekuasaan yang berhasil dikumpulkannya. Ia akan dikenang karena apa yang dilakukan dengan kekuasaan itu. Dan ukuran paling sederhana dari semuanya adalah pertanyaan seorang rakyat biasa: “Apakah hidup saya menjadi lebih baik?” 

Samar-samar genderang persaingan untuk memenangkan pemilu 2029 sudah mulai ditabuh. Saatanya Prabowo melakukan evaluasi terhadap kinerja para pembantunya. Ibarat dalam permainan sepak bola, mereka yang tidak efektif dan tidak memiliki cukup keahlian menggiring bola mesti diganti dengan pemain yang professional. Professionalitas dan prinsip meritokrasi lebih penting dari loyalitas yang selalu ingin menggembirakan dan memuji bosnya. (ali/jp). 

Diduga Edarkan Sabu di Kebun Sawit, Pria di Kapuas Ditangkap Polisi, 5,20 Gram Barang Bukti Disita

KUALA KAPUAS- Satuan Reserse Narkoba Polres Kapuas menangkap seorang pria berinisial D.I. (35) yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu di areal perkebunan kelapa sawit PT LAK, Desa Suka Maju, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

D.I. yang merupakan warga Desa Tarantang, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas itu ditangkap pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB itu, polisi menyita empat paket sabu dengan berat bruto sekitar 5,20 gram. Sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika juga turut diamankan.

Kapolres Kapuas, AKBP Rina Perwitasari melalui Kasatresnarkoba Polres Kapuas, AKP Budi Utomo, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat.

Informasi itu diterima anggota Satresnarkoba pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Warga melaporkan adanya dugaan aktivitas peredaran sabu yang dilakukan D.I. di kawasan perkebunan kelapa sawit PT LAK.

"Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota kemudian melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan diketahui terlapor berada di areal kebun sawit PT LAK," kata AKP Budi di Kuala Kapuas, Sabtu (12/9/2026). 

Polisi kemudian bergerak ke lokasi dan mengamankan D.I. Setelah menunjukkan surat perintah tugas, petugas melakukan penggeledahan terhadap D.I. dengan disaksikan seorang karyawan security perusahaan setempat.

Hasilnya, petugas menemukan empat paket plastik klip berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto sekitar 5,20 gram.

Selain paket yang diduga sabu, polisi juga mengamankan tiga plastik klip bening, dua pak plastik klip, sebuah kotak Realme Super Charger, kotak Voopoo Argus Z2, sendok yang diduga digunakan untuk sabu dan terbuat dari sedotan, kotak rokok, timbangan digital, serta aluminium foil.

Barang bukti lainnya yang diamankan berupa dompet merek Quicksilver, tas selempang, tas gendong, plastik berwarna hitam, celana panjang merek Guess, satu unit telepon seluler Infinix Smart 20 warna hitam, serta satu unit sepeda motor Yamaha Z1 warna hijau dengan nomor polisi DA 4861 BS berikut kunci kontak dan STNK.

AKP Budi Utomo menyebutkan, bahwa saat ini D.I bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Kapuas untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.

"Tersangka D.I disangkakan Pasal 114 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan atau Pasal 609 ayat (1) huruf a UU No.1 Tahun 2023 Tentang KUHP Jo. UU No.1 Tahun 2026 Tentang penyesuaian pidana," tandasnya. (fah/jp). 

 

Cegah Narkoba Masuk Kampus, Satresnarkoba Polres Kapuas Ajak Mahasiswa Baru STIE Kuala Kapuas Berkomitmen

KUALA KAPUAS- Komitmen mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan kampus diperkuat mahasiswa baru STIE Kuala Kapuas. Mereka mengikuti sosialisasi bahaya narkoba yang digelar Satresnarkoba Polres Kapuas sekaligus menandatangani komitmen untuk tidak menggunakan narkotika.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kampus STIE Kuala Kapuas, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Polres Kapuas dalam membentengi generasi muda dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Dalam sosialisasi tersebut, personel Satresnarkoba Polres Kapuas mengedukasi mahasiswa mengenai jenis-jenis narkotika, dampak penyalahgunaannya, serta risiko yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, dan masa depan.

Tak hanya dampak kesehatan dan sosial, mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum bagi orang yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Pemahaman tersebut dinilai penting agar mahasiswa mengetahui risiko yang dapat muncul sebelum terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Penandatanganan komitmen menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Melalui komitmen itu, mahasiswa diajak mengambil sikap tegas untuk menjauhi narkotika sekaligus ikut menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Personel Satresnarkoba juga mengingatkan mahasiswa agar berani mengatakan “tidak” terhadap narkoba, bijak dalam memilih pergaulan, serta segera melapor kepada pihak berwenang jika mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

Para mahasiswa baru mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias. Edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman pribadi, tetapi juga mendorong mahasiswa menjadi bagian dari upaya pencegahan narkoba di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Kapolres Kapuas, AKBP Rina Perwitasari melalui Kasatresnarkoba Polres Kapuas AKP Budi Utomo, menegaskan pentingnya langkah pencegahan melalui edukasi, terutama kepada generasi muda yang menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika.

AKP Budi berharap kesadaran mahasiswa untuk menjauhi narkotika semakin kuat sehingga tercipta generasi muda yang sehat, berprestasi, dan memiliki masa depan tanpa narkoba. (fah/jp). 

Jumat, 11 September 2026

Ketua DPRD Barito Timur Apresiasi Pengabdian Eddy Santoso, Sambut Iqbal Sengaji sebagai Kapolres Baru

TAMIANG LAYANG- Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur, Nursulistio, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada AKBP Eddy Santoso atas pengabdian selama menjabat sebagai Kapolres Barito Timur. Ia juga menyambut kedatangan AKBP Iqbal Sengaji, sebagai Kapolres Barito Timur yang baru.

Hal tersebut disampaikan Nursulistio usai menghadiri acara pisah sambut Kapolres Barito Timur dari AKBP Eddy Santoso kepada AKBP Iqbal Sengaji di Aula Rumah Jabatan Bupati Barito Timur, Jum'at (11/9/2026) malam.

Nursulistio mengatakan, acara pisah sambut tersebut menjadi momentum yang mengharukan sekaligus membahagiakan. Di satu sisi, kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi dan perkenalan dengan Kapolres baru, namun di sisi lain juga menjadi momen perpisahan dengan pejabat lama.

"Dalam kegiatan tersebut terasa haru. Kita bahagia karena bisa bersilaturahmi, tetapi juga sedih karena harus berpisah. Memang dalam proses tugas, karier, dan tanggung jawab, regenerasi serta peralihan pimpinan pasti akan silih berganti,” ujar Nursulistio.

Atas nama pribadi dan kelembagaan, Nursulistio menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada AKBP Eddy Santoso beserta keluarga atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Barito Timur.

"Saya bersama keluarga secara pribadi dan kelembagaan menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Bapak AKBP Eddy Santoso beserta ibu yang telah dengan tulus mengabdi, mengayomi, dan bersama-sama memberikan yang terbaik di Barito Timur,” katanya.

Nursulistio juga mendoakan agar AKBP Eddy Santoso yang selanjutnya menjalankan tugas di Polda Kalimantan Tengah dapat meraih kesuksesan dalam perjalanan kariernya.

"Mudah-mudahan di tempat tugas yang baru di Polda Kalimantan Tengah, karier beliau semakin cemerlang, diberikan kemudahan, perlindungan, kesehatan, dan kesuksesan dari Allah SWT,” ucapnya.

Menurut Nursulistio, perpindahan tugas tidak menghapus hubungan emosional AKBP Eddy Santoso dengan Barito Timur. Ia menyebut pengalaman dan pengabdian selama bertugas akan tetap menjadi bagian dari perjalanan daerah tersebut.

"Meskipun tempat tugas beliau berpindah, tentu ikatan beliau tetap ada di Barito Timur. Kami bangga Pak AKBP Eddy Santoso menjadi bagian dari Barito Timur,” tuturnya.

Nursulistio juga menyampaikan ucapan selamat bertugas dan selamat bergabung kepada AKBP Iqbal Sengaji sebagai Kapolres Barito Timur yang baru.

Ia menilai kehadiran Iqbal Sengaji bersama keluarga dalam acara tersebut menjadi momentum awal untuk membangun silaturahmi dan memperkuat komunikasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Ini menjadi momen bahagia karena Bapak Iqbal Sengaji sebagai Kapolres yang baru bisa berkumpul bersama keluarga. Kita bisa bersilaturahmi, saling mengenal dan menyapa,” ujarnya.

Nursulistio berharap sinergitas antara Polres Barito Timur, pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat di bawah kepemimpinan Kapolres yang baru.

"Mudah-mudahan sinergitas terus terjalin, kebersamaan terus menguat, dan beliau diberikan kemudahan, kesabaran, serta kekuatan untuk mengabdi dan bertugas di Barito Timur,” katanya.

Ia juga berharap Kapolres baru bersama Forkopimda dapat terus menjaga keamanan dan kondusivitas daerah sehingga Barito Timur menjadi wilayah yang aman, nyaman, tenteram, dan kondusif.

"Kita mengharapkan arahan dan bimbingan dari beliau bersama-sama dengan Forkopimda untuk mewujudkan Barito Timur yang kondusif, nyaman, aman, dan tenteram,” ujar Nursulistio.

Nursulistio mengajak seluruh lapisan masyarakat memberikan dukungan kepada Kapolres baru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

"Kami mohon support, dukungan, dan doa restu dari semua kalangan dan masyarakat. Kita bersama-sama memberikan yang terbaik untuk Barito Timur demi mewujudkan masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya. (zi/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes