BREAKING NEWS

Pemprov Kalsel

Wakil Rakyat

Pemkab Batola

Sabtu, 25 Juli 2026

Wabup Barito Timur Buka Festival Nariuk VI, Dorong Tradisi Leluhur Jadi Magnet Wisata Budaya

TAMIANG LAYANG- Festival Nariuk VI Tahun 2026 resmi dibuka di Desa Pulau Patai, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Sabtu (25/7/2026). Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, membuka langsung kegiatan budaya tersebut yang menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah melestarikan warisan leluhur sekaligus mendorong pengembangan wisata berbasis kearifan lokal.

Dalam sambutan tertulis Bupati Barito Timur, M. Yamin yang dibacakan Wabup Adi Mula Nakalelu, disampaikan bahwa daerah ini memiliki potensi pariwisata yang beragam, mulai dari wisata alam, budaya, hingga religi. Potensi tersebut dinilai perlu dikembangkan secara berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

"Keragaman adat dan budaya yang dimiliki Kabupaten Barito Timur merupakan warisan para leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” ujar Wabup Adi.

Ia menyampaikan, kehidupan masyarakat Dayak di Barito Timur memiliki hubungan erat dengan sungai sebagai sumber kehidupan. Salah satu tradisi yang masih dipertahankan hingga kini adalah Nariuk, yakni teknik menangkap ikan secara tradisional yang mencerminkan kearifan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.

Menurutnya, Festival Nariuk tidak sekadar menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi media edukasi bagi generasi muda sekaligus sarana memperkenalkan potensi wisata Desa Pulau Patai kepada masyarakat luas.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat dan wisatawan dapat menikmati keindahan alam sekaligus mengenal lebih dekat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang masih hidup di Desa Pulau Patai,” katanya.

Wabup berharap Festival Nariuk dapat terus dikembangkan sebagai salah satu agenda wisata unggulan Kabupaten Barito Timur yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Selain itu, ia mengingatkan panitia dan seluruh peserta agar mengutamakan keselamatan selama rangkaian kegiatan berlangsung. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Festival Nariuk VI Tahun 2026.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Barito Timur, saya menyampaikan terima kasih kepada para sponsor, donatur, dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini sehingga dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Pembukaan Festival Nariuk VI Tahun 2026 turut dihadiri jajaran unsur forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, Istri Wakil Bupati Barito Timur, Camat Dusun Timur, unsur TNI-Polri, kepala desa beserta perangkat Desa Pulau Patai, pengurus Karang Taruna, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta tamu undangan lainnya. (zi/jp). 

Waspada! Modus Penipuan Catut Nama Kapolres Kapuas, Warga Diminta Abaikan Pesan dan Panggilan Mencurigakan

KUALA KAPUAS- Kepolisian Resor (Polres) Kapuas mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan Kapolres Kapuas. Pelaku diduga memanfaatkan identitas pejabat kepolisian untuk meyakinkan korban melalui pesan singkat dan panggilan WhatsApp.

Berdasarkan informasi resmi Polres Kapuas, pelaku menggunakan nomor WhatsApp 0823-5354-3784 dengan nama profil "Rina Perwitasari, S.I.K Kapolres K" untuk menjalankan aksinya. Nomor tersebut diketahui bukan milik Kapolres Kapuas maupun pejabat resmi di lingkungan Polres Kapuas.

Dalam modusnya, pelaku diduga menghubungi sejumlah warga dengan mengatasnamakan pejabat kepolisian dan meminta berbagai bentuk bantuan, seperti pengiriman uang, fasilitas, maupun permintaan lain yang berpotensi merugikan korban.

Polres Kapuas menegaskan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan atau panggilan dari nomor yang tidak dikenal, terlebih apabila mengarah pada permintaan transfer uang atau pemberian data pribadi.

"Apabila menerima pesan atau telepon dari nomor tersebut yang meminta kiriman uang atau hal lainnya, segera abaikan," imbau Polres Kapuas, Minggu (25/7/2026). 

Untuk mengantisipasi masyarakat menjadi korban penipuan digital, Polres Kapuas mengimbau warga melakukan sejumlah langkah pencegahan, antara lain jangan mudah percaya terhadap pesan atau panggilan dari pihak yang mengaku sebagai pejabat, terutama jika meminta uang, barang, atau fasilitas tertentu; hindari mengklik tautan mencurigakan yang dikirim melalui pesan karena berpotensi mengarah pada pencurian data (phishing); jaga kerahasiaan data pribadi, termasuk nomor rekening, PIN, kode OTP, dan informasi penting lainnya; dan lakukan konfirmasi dan pelaporan apabila menemukan aktivitas mencurigakan melalui kantor polisi terdekat atau kanal resmi Polres Kapuas.

Polres Kapuas mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan institusi maupun pejabat negara. Peran aktif masyarakat dinilai penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif. (fah/jp). 

Gatriwara Kalsel Dorong Pelestarian Kebaya sebagai Simbol Identitas Perempuan Indonesia

BANJARBARU- Kebaya tidak hanya menjadi busana tradisional, tetapi juga warisan budaya yang merefleksikan keanggunan, ketangguhan, serta perjalanan sejarah perempuan Indonesia. Semangat menjaga eksistensi kebaya sebagai identitas bangsa kembali digaungkan dalam Peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 di Kalimantan Selatan.

Gabungan Istri Wakil dan Anggota DPRD (Gatriwara) Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dipimpin Wakil Ketua Gatriwara Kalsel, Hj Rubiaty Kartoyo, menghadiri peringatan tersebut bersama jajaran Anggota Gatriwara Kalsel serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat DPRD (Setwan) Kalsel, Rizky Audina Jaini. Kegiatan berlangsung di Gedung KH Idham Chalid, Banjarbaru, Sabtu (25/7/2026) pagi.

Usai kegiatan, Hj Rubiaty Kartoyo, menyampaikan bahwa Peringatan Hari Kebaya Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Menurutnya, kebaya memiliki makna lebih luas dari sekadar pakaian seremonial. Kebaya menjadi simbol peran perempuan dalam menjaga nilai budaya sekaligus memperkuat identitas bangsa.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan para perempuan, khususnya di Kalimantan Selatan, dalam melestarikan kebaya sebagai simbol budaya yang memiliki keterikatan erat dengan perempuan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DWP Kalsel, Hj Masrupah Syaripuddin, menegaskan bahwa Hari Kebaya Nasional harus menjadi pengingat bersama akan pentingnya menjaga kekayaan budaya Nusantara.

"Kebaya merupakan salah satu warisan Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan filosofi yang melekat pada perempuan Indonesia. Keberadaan kebaya bukan hanya simbol keanggunan, tetapi juga mencerminkan keberagaman budaya Nusantara,” katanya.

Peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 di Kalsel berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan, di antaranya kompetisi fashion show kebaya yang diikuti antusias oleh organisasi DWP Kalsel, serta penampilan seni budaya khas Banjar berupa Madihin cilik yang dibawakan Varisha Shakila.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi XI Hj Mariana serta Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel periode 2019–2024, Siti Noortita Ayu Febria Roosani. (sar/ali/jp). 

PPLIPI Kalsel Gelar Fashion Show Lintas Profesi, Hari Kebaya Nasional Jadi Momentum Pelestarian Budaya

BANJARMASIN- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Fashion Show Lintas Profesi dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional 2026 di Banjarmasin, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah memperkuat sinergi organisasi perempuan sekaligus mengampanyekan pelestarian kebaya sebagai warisan budaya bangsa.

Acara dihadiri Ketua DPW PPLIPI Kalimantan Selatan Nawang Wijayati bersama sejumlah tokoh perempuan dan perwakilan organisasi lintas sektor. Hadir pula jajaran pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Kalimantan Selatan yang menunjukkan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya melalui kolaborasi antarorganisasi perempuan.

Selain diikuti kalangan organisasi perempuan, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat pemerintahan daerah, di antaranya Kepala Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Elly Rahmah, serta Camat Mandastana, Siti Khadijah. Seluruh peserta tampil mengenakan kebaya dengan beragam corak dan motif yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.

Suasana semakin semarak dengan keikutsertaan generasi muda dalam peragaan busana. Alya, putri Camat Mandastana, tampil sebagai model anak bersama peserta cilik lainnya. Penampilan mereka mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan menjadi simbol pentingnya regenerasi dalam menjaga eksistensi kebaya sebagai identitas budaya bangsa.
Ketua DPW PPLIPI Kalimantan Selatan, Nawang Wijayati, mengatakan Hari Kebaya Nasional bukan hanya menjadi ajang menampilkan keindahan busana tradisional, tetapi juga momentum memperkuat persatuan perempuan dari berbagai latar belakang profesi dan organisasi.

"Kami ingin menunjukkan bahwa kebaya bukan sekadar busana tradisional masa lalu, melainkan simbol kekuatan, keanggunan, dan persatuan perempuan Indonesia lintas generasi dan profesi. Ketika Muslimat NU, perangkat daerah, dan para pelaku profesi lainnya berkumpul dengan identitas budaya yang sama, ini menjadi kekuatan besar untuk kemajuan Banua," ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan tokoh agama, aparatur pemerintah, organisasi perempuan, hingga generasi muda menunjukkan bahwa pelestarian kebaya merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui Fashion Show Lintas Profesi, PPLIPI Kalimantan Selatan berharap dapat terus menjadi wadah kolaborasi bagi berbagai organisasi perempuan dalam melestarikan budaya nasional sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Kalimantan Selatan. (ali/jp). 

Hari Kebaya Nasional 2026, DWP PPLIPI Kalsel Perkuat Pelestarian Budaya dan Sinergi Organisasi Perempuan

BANJARMASIN- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Kalimantan Selatan memperingati Hari Kebaya Nasional ke-3 Tahun 2026 dengan menggelar serangkaian kegiatan di Gedung Idham Chalid, Banjarmasin, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat pelestarian kebaya sebagai warisan budaya sekaligus mempererat sinergi organisasi perempuan di Kalimantan Selatan.

Acara dihadiri Ketua PPLIPI Provinsi Kalimantan Selatan, Nawang Wijayati, Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Masrupah Syarifuddin, jajaran pengurus DWP dari kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, serta anggota keluarga besar PPLIPI Kalsel. Registrasi peserta dimulai pukul 08.00 WITA, sementara rangkaian acara resmi dibuka pada pukul 08.30 WITA.

Peringatan Hari Kebaya Nasional dimeriahkan dengan peragaan busana kebaya yang menampilkan beragam kreasi para anggota sebagai wujud kecintaan terhadap busana tradisional Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, DWP PPLIPI Kalsel juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan anggota yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam memajukan organisasi serta berkontribusi terhadap pelestarian budaya.

Ketua PPLIPI Provinsi Kalimantan Selatan, Nawang Wijayati, menegaskan bahwa kebaya memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar busana tradisional.

"Kebaya bukan sekadar pakaian, melainkan simbol kehormatan, keanggunan, dan ketangguhan perempuan Indonesia yang harus terus kita lestarikan lintas generasi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Masrupah Syarifuddin, menilai Hari Kebaya Nasional menjadi momentum memperkuat kolaborasi organisasi perempuan dalam menjaga warisan budaya bangsa.

"Melalui momentum Hari Kebaya Nasional ini, kita memperkuat kolaborasi DWP di seluruh kabupaten dan kota untuk terus mendukung pelestarian warisan budaya sekaligus pemberdayaan perempuan di Kalimantan Selatan," tuturnya.

Melalui peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 Tahun 2026, DWP PPLIPI Kalimantan Selatan berharap kecintaan terhadap kebaya sebagai identitas budaya bangsa semakin tumbuh di berbagai kalangan. Keterlibatan pengurus DWP dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota juga menjadi wujud komitmen bersama dalam melestarikan busana adat nasional di tengah perkembangan zaman sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan di daerah. (ali/jp). 

Bupati Barito Utara Resmi Buka Futsal Bupati Cup 2026, Dorong Budaya Hidup Sehat dan Sportivitas

MUARA TEWEH- Bupati Barito Utara, H Shalahuddin resmi membuka Turnamen Futsal Bupati Cup 2026 yang diawali dengan kegiatan Senam Bersama "Ayo Bergerak Indonesia Senam Rekreasi Masyarakat" di Arena Terbuka Tiara Batara, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ribuan peserta memadati lokasi kegiatan. Mereka berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, perbankan, hingga masyarakat umum yang antusias mengikuti senam bersama sebelum pembukaan turnamen futsal.

Dalam sambutannya Bupati H Shalahuddin, menegaskan bahwa turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana membangun budaya hidup sehat, meningkatkan kebugaran jasmani, serta mempererat silaturahmi dan kolaborasi antarinstansi maupun masyarakat.

"Melalui semangat kebersamaan, turnamen ini diharapkan tidak hanya menghadirkan persaingan yang sehat, tetapi juga menumbuhkan sportivitas serta menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menang dan kalah merupakan hal yang biasa dalam pertandingan, namun kekompakan, kerja sama, dan saling menghargai proses adalah nilai yang jauh lebih penting," ujar H Shalahuddin.

Bupati juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan prinsip fair play selama pertandingan. Menurutnya, Turnamen Futsal Bupati Cup merupakan wadah untuk mengembangkan potensi atlet daerah sekaligus memperkuat persaudaraan dalam mewujudkan Barito Utara yang sehat, kompak, dan berprestasi.

Suasana semakin semarak ketika panitia membagikan berbagai hadiah doorprize kepada peserta. Beragam hadiah, seperti mesin cuci, kulkas, sepeda, dan peralatan elektronik lainnya, dibagikan kepada masyarakat. Puncak kemeriahan terjadi saat pengundian empat unit sepeda motor sebagai hadiah utama yang disambut antusias ribuan peserta.

Melalui kegiatan tersebut, Bupati berharap semangat hidup sehat, kebersamaan, dan sportivitas semakin mengakar di tengah masyarakat serta menjadi bagian dari upaya membangun Kabupaten Barito Utara yang maju, sehat, dan berdaya saing. (emca/jp). 

RF3 World Gelar Edukasi Kesehatan dan Perkenalkan Produk Terapi Hormon di Kandangan

KANDANGAN- RF3 World kembali menggelar kegiatan bertajuk Healthy, Beauty and Luxury di Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Depot Rizki, Jalan Al Falah, tersebut menggabungkan edukasi kesehatan dengan sosialisasi produk terapi hormon yang dipasarkan perusahaan.

Sekitar 30 peserta mengikuti kegiatan yang merupakan pertemuan ketiga RF3 World di Kandangan. Jumlah peserta dibatasi menyesuaikan kapasitas ruangan agar penyampaian materi dan sesi diskusi berlangsung lebih efektif.

Dalam pemaparannya, penyelenggara mengajak masyarakat untuk mengutamakan upaya pencegahan penyakit melalui penerapan pola hidup sehat sebagai bagian dari menjaga kualitas kesehatan.

Branch Manager RF3 World Banjarmasin, Mr. Rizza, memperkenalkan produk terapi hormon berbentuk krim oles yang, menurutnya, bekerja melalui penyerapan pada kulit hingga masuk ke aliran darah. Ia menyebut, bahwa produk tersebut mengandung sejumlah bahan, antara lain tongkat ali, manjakani, aloe vera, pegagan, stem cell, serta berbagai vitamin.

Mr. Rizza juga menjelaskan, bahwa RF3 World merupakan perusahaan yang berbasis di Malaysia dan telah beroperasi selama sekitar 13 tahun. Menurutnya, perusahaan tersebut memiliki kantor di puluhan negara dan memasarkan produknya di sekitar 80 negara.

Selain memperkenalkan produk, kegiatan tersebut juga memaparkan program kemitraan (agency) yang ditawarkan perusahaan. Paket kemitraan dipasarkan seharga Rp1.500.000 dan mencakup dua boks produk.

Acara berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab bersama peserta. (ari/jp). 

Jumat, 24 Juli 2026

Petugas 110 Polres Batola Bergerak Cepat Tangani Kebakaran di Tabukan, Delapan Rumah Ludes Terbakar

MARABAHAN- Respons cepat ditunjukkan petugas layanan darurat 110 Polres Barito Kuala saat menangani kebakaran yang melanda permukiman warga di Jalan Perintis, Desa Muara Pulau RT. 04 RW. 02, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala, Jum'at (24/7/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Dalam peristiwa tersebut, delapan unit rumah hangus terbakar, sedangkan dua rumah lainnya mengalami kerusakan sekitar 50 persen. Selain kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, kebakaran juga mengakibatkan 10 warga mengalami luka bakar pada bagian wajah dan tangan. Seluruh korban telah mendapat penanganan medis dari petugas kesehatan Kabupaten Barito Kuala.

Kapolres Batola, AKBP Susilawati melalui Kasi Humas IPTU Budi, mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan awal, api pertama kali diketahui muncul dari rumah milik Sarwani.

"Api diduga berasal dari korsleting listrik di dalam rumah. Kobaran api kemudian dengan cepat membesar akibat tiupan angin yang cukup kencang sehingga merembet ke rumah-rumah di sekitarnya," ujar IPTU Budi.

Petugas 110 Polres Barito Kuala bersama personel Polsek Tabukan segera menuju lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Bersama warga dan sejumlah relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) di Kabupaten Barito Kuala, petugas berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke permukiman lainnya.

Upaya pemadaman berlangsung selama kurang lebih dua jam hingga kobaran api berhasil dikendalikan. Selanjutnya, petugas melakukan pengamanan lokasi, pendataan korban, serta mengumpulkan barang bukti berupa satu potong kayu sisa bangunan rumah yang terbakar untuk kepentingan penyelidikan.

Polisi juga telah meminta keterangan dari dua orang saksi yang berada di lokasi saat kejadian. Hingga saat ini, penyidik masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran, meski dugaan sementara mengarah pada korsleting instalasi listrik.

Polres Barito Kuala mengimbau masyarakat agar secara berkala memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing dan memastikan seluruh peralatan elektronik dalam kondisi aman guna mencegah terjadinya kebakaran. (hru/jp). 

Pemkab Barito Utara Gelar Senam dan Gowes Bersama, Bupati Ajak ASN Budayakan Hidup Sehat

MUARA TEWEH- Pemerintah Kabupaten Barito Utara kembali menggelar kegiatan Jumat Sehat melalui senam pagi dan gowes bersama, Jum'at (24/7/2026). 

Kegiatan tersebut yang diikuti Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah, staf ahli, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah, camat, Direktur Perusda, beserta jajaran, serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara. 

Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Barito Utara tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membudayakan pola hidup sehat sekaligus memperkuat kebersamaan dan soliditas di lingkungan birokrasi.

Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, mengatakan program Jumat Sehat diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai budaya kerja positif bagi seluruh ASN.

"Dengan semangat kebersamaan, kegiatan Jumat Sehat ini diharapkan menjadi budaya kerja yang mampu meningkatkan kesehatan, kekompakan, dan semangat kerja seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara," ujarnya.

Kegiatan diawali dengan senam pagi yang dimulai pukul 07.00 WIB selama kurang lebih 30 menit. Diiringi musik yang energik, seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap gerakan sebagai upaya menjaga kebugaran dan meningkatkan stamina.

Usai senam, kegiatan dilanjutkan dengan gowes bersama pada pukul 07.30 WIB. Rombongan bersepeda menempuh rute dari Halaman Kantor Bupati menuju Bundaran Patung, Bundaran Buah, Bundaran Bupati, Bundaran SMP 2, kembali melewati Bundaran Bupati, dan berakhir di Halaman Kantor Bupati Barito Utara.

Menurut Bupati, kegiatan olahraga bersama tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan fisik, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, serta meningkatkan sinergi antarpangkat dan organisasi perangkat daerah.

"Kesehatan merupakan modal utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan ASN yang sehat dan bugar, kami berharap kinerja Pemerintah Kabupaten Barito Utara semakin optimal sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan," tegasnya.

Melalui pelaksanaan Jumat Sehat secara berkelanjutan, ia berharap tercipta lingkungan kerja yang lebih sehat, produktif, dan harmonis, sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik. (emca/jp). 

Usai Salat Jumat, Bupati Barito Utara Jenguk Ustaz Ali di RSUD Muara Teweh

MUARA TEWEH- Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, menjenguk Ustaz Ali yang tengah menjalani perawatan di RSUD Muara Teweh usai melaksanakan Salat Jumat berjamaah di Masjid Jami Muara Teweh, Jum'at (24/7/2026).

Didampingi rombongan, Bupati hadir untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan dukungan moril kepada Ustaz Ali. Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan doa agar Ustaz Ali segera diberikan kesembuhan, kesehatan, serta kekuatan dalam menjalani masa pemulihan.

Bupati H Shalahuddin mengatakan, kunjungan tersebut merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Barito Utara terhadap tokoh agama dan masyarakat yang sedang mengalami musibah atau sakit. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan sesama yang tengah menghadapi ujian agar diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan.

"Pemerintah daerah berharap semangat kepedulian, kebersamaan, dan budaya saling mendoakan terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga hubungan yang harmonis antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus terjaga," ujarnya.

Di akhir kunjungan, Bupati turut memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan kesembuhan kepada Ustaz Ali serta melimpahkan kesabaran, keikhlasan, kesehatan, dan kekuatan kepada seluruh masyarakat yang sedang menghadapi cobaan. (emca/jp). 

Pemdes Bagok Gelar Musdes RKP Desa 2027

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Desa Bagok, Kecamatan Benua Lima, Kabupaten Barito Timur menggelar Musyawarah Desa (Musdes) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2027 di Aula Balai Desa Bagok, Jum'at (24/7/2026). Musyawarah tersebut menjadi forum penetapan arah kebijakan pembangunan dan program prioritas desa untuk tahun anggaran 2027.

Kegiatan dihadiri Kasi PMD Kecamatan Benua Lima, pendamping desa, Kepala Desa Bagok, Risa Ramayati, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Kepala Desa Bagok, Risa Ramayati, mengatakan penyusunan RKP Desa merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan desa. Seluruh usulan yang dihimpun melalui musyawarah akan dibahas berdasarkan skala prioritas, kebutuhan masyarakat, serta kemampuan keuangan desa sehingga program yang ditetapkan benar-benar dapat direalisasikan.

Selain menyusun program kerja tahun 2027, Musdes juga menjadi wadah penyampaian perkembangan pelaksanaan pembangunan yang sedang berjalan. Pemerintah desa menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran desa.

Usai musdes, Kades Bagok bersama jajaran Kejaksaan Negeri Barito Timur melaksanakan monitoring dan evaluasi proyek pembangunan gedung olahraga (GOR) berukuran 20 x 30 meter. 

Menurut Risa, monitoring dan evaluasi (monev) oleh Kejaksaan Negeri Tamiang Layang sebagai bentuk pengawasan agar pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku. (zi/jp). 

Supian HK Dikukuhkan sebagai Wakil Ketua Mabida Pramuka Kalsel, DPRD Siap Perkuat Pembinaan Generasi Muda

BANJARMASIN- Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Supian HK resmi dikukuhkan sebagai Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Kalsel Masa Bakti 2025–2030. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pelantikan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalsel yang dipimpin langsung Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol. (Purn) Budi Waseso.

Prosesi pelantikan berlangsung di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Jum'at (24/7/2026), dan turut dihadiri Gubernur Kalsel beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel.

Usai pelantikan, H Supian HK, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan sekaligus menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara DPRD Kalsel dan Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda Banua.

"Ini amanah sekaligus kehormatan bagi kami. Sebagai Wakil Ketua Mabida, DPRD Kalsel akan terus bersinergi dengan Kwarda untuk memperkuat Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter bagi generasi muda Banua,” ujar H Supian HK.

Politisi senior Kalsel tersebut menegaskan, DPRD Kalsel siap mendukung berbagai program strategis Kwarda Pramuka Kalsel, terutama yang berkaitan dengan pendidikan kepemimpinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Menurutnya, kehadiran Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Komjen Pol. (Purn) Budi Waseso dalam pelantikan jajaran pengurus Kwarda dan Mabida Kalsel menunjukkan perhatian besar terhadap perkembangan Gerakan Pramuka di daerah.

"Kami siap mengawal kebijakan dan dukungan anggaran agar Gerakan Pramuka Kalsel semakin maju serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Komjen Pol. (Purn) Budi Waseso dalam amanatnya mengingatkan seluruh jajaran pengurus Kwarda dan Mabida Kalsel agar terus memperkuat kolaborasi, menghadirkan inovasi, serta menjadikan Pramuka sebagai garda terdepan dalam pembinaan generasi muda.

Ia juga mendorong Gerakan Pramuka untuk berperan aktif mendukung program pemerintah, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.

Pelantikan Kwarda dan Mabida Gerakan Pramuka Kalsel Masa Bakti 2025–2030 berlangsung khidmat dan diakhiri dengan ramah tamah bersama jajaran pengurus serta para undangan. (sar/ali/jp). 

Musim Kemarau, Dinas Perikanan dan Peternakan Bartim Ingatkan Warga Jangan Gunakan Setrum dan Racun untuk Tangkap Ikan

TAMIANG LAYANG- Memasuki musim kemarau, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan surutnya debit air sungai untuk menangkap ikan menggunakan alat tangkap yang dilarang, seperti setrum, racun, maupun bahan peledak.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur, Abianhin, melalui Kepala Bidang Perikanan, Noveta Wijanti, mengatakan pada musim kemarau ikan memang lebih mudah ditangkap karena debit air sungai mulai menyusut. Namun, kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan praktik penangkapan ikan yang merusak kelestarian sumber daya perikanan.

"Karena sekarang masuk musim kemarau, debit air sungai mulai menyusut sehingga ikan lebih mudah ditangkap. Kami mengimbau masyarakat agar tidak memanfaatkan kondisi ini dengan melakukan penangkapan ikan menggunakan alat yang dilarang seperti setrum, racun, maupun bahan peledak," kata Noveta Wijanti kepada wartawan ini melalui sambungan via whatsapp, Jum'at (24/7/2026). 

Menurutnya, penggunaan alat tangkap yang merusak tidak hanya membunuh ikan yang siap konsumsi, tetapi juga mematikan benih, telur ikan, serta berbagai biota perairan lainnya. Dampaknya, keseimbangan ekosistem sungai terganggu dan keberlanjutan sumber daya ikan terancam.

Sebagai langkah pencegahan, Bidang Perikanan terus menggencarkan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat, pembudidaya ikan, serta kelompok nelayan mengenai pentingnya menjaga kelestarian sumber daya ikan dan larangan penggunaan alat tangkap yang merusak.

Selain edukasi, pada 2025 Dinas Perikanan dan Peternakan Barito Timur juga memperkuat pengawasan di perairan umum melalui sinergi dengan TNI, Polri, dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas). Pemantauan kondisi perairan juga terus dilakukan untuk mencegah praktik illegal fishing.

Noveta Wijanti menegaskan, masyarakat diharapkan tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan dugaan penangkapan ikan secara ilegal karena berpotensi menimbulkan konflik.

"Segera laporkan kepada aparat berwenang, seperti Polres, Polsek setempat, pemerintah desa, atau Dinas Perikanan dengan menyampaikan lokasi, waktu kejadian, dan jika memungkinkan disertai dokumentasi sebagai bahan tindak lanjut. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah praktik illegal fishing," ujarnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Barito Timur berperan aktif menjaga kelestarian sungai dengan tidak menggunakan alat tangkap yang merusak.

"Sungai yang terjaga akan memberikan manfaat jangka panjang bagi nelayan, pembudidaya, dan seluruh masyarakat," pungkasnya. (zi/jp). 

Diduga Bisnis Ijazah Palsu, Pria Asal Labuan Amas Utara Diciduk Polisi di Pasar Tanjung

TANJUNG- Polsek Tanjung, Polres Tabalong, mengungkap kasus dugaan pemalsuan ijazah dengan mengamankan seorang pria berinisial MF (20), warga Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, di kawasan Pasar Tanjung, Jalan Putri Zaleha, Kelurahan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kamis (23/7/2026) sore.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., Jum'at (24/7/2026) mengatakan pengungkapan kasus tersebut dilakukan oleh personel Polsek Tanjung yang dipimpin Kapolsek IPDA Ferry Andika Mei Hermawan, S.H., M.MA.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan satu lembar ijazah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diduga palsu. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dokumen tersebut diduga akan diserahkan kepada seseorang yang memesannya dengan imbalan jasa sebesar Rp1.250.000.

Selain mengamankan terduga pelaku, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu lembar ijazah SMK yang diduga palsu, satu kartu tanda penduduk (KTP) atas nama terduga pelaku, serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan dalam aktivitas tersebut.

Atas perbuatannya, MF diduga melanggar Pasal 67 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan/atau Pasal 391 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait dugaan pemalsuan surat.

Saat ini, terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polsek Tanjung untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perkara tersebut.

Polres Tabalong menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap tindak pidana yang berpotensi merugikan masyarakat, termasuk praktik pemalsuan dokumen. 

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan, membuat, maupun memanfaatkan dokumen palsu karena dapat berujung pada sanksi pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (fah/jp). 

Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Perkuat Komitmen Raih Predikat WBBM melalui Internalisasi Zona Integritas

TAMIANG LAYANG- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tamiang Layang terus memperkuat komitmen menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dengan menggelar kegiatan Internalisasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) di Aula Gedung I Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Jum'at (24/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Kepala Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Agung Novarianto, itu diikuti seluruh jajaran, mulai dari pejabat struktural, pegawai fungsional umum dan tertentu, hingga Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Internalisasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemahaman dan komitmen bersama dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, transparan, serta berorientasi pada pelayanan publik.

Dalam arahannya, Karutan Agung Novarianto, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak hanya diukur dari kelengkapan dokumen administrasi, tetapi juga dari konsistensi seluruh pegawai dalam menerapkan nilai-nilai integritas, profesionalisme, akuntabilitas, dan budaya pelayanan prima.

"Pembangunan Zona Integritas merupakan tanggung jawab seluruh jajaran. Saya mengajak setiap pegawai untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, serta bekerja secara profesional dan akuntabel agar target meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani dapat terwujud demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegas Agung.

Selain penguatan komitmen, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai indikator pembangunan Zona Integritas menuju WBBM, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan sistem pengawasan internal, serta pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara konsisten dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kegiatan berlangsung interaktif dalam suasana tertib dan kondusif. Antusiasme peserta mencerminkan dukungan terhadap percepatan pembangunan Zona Integritas di lingkungan Rutan Kelas IIB Tamiang Layang.

Sebagai tindak lanjut, Rutan Kelas IIB Tamiang Layang akan terus memperkuat pemenuhan data dukung pembangunan Zona Integritas, meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan, serta melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan seluruh program kerja dan SOP berjalan efektif dan berkelanjutan.

Melalui komitmen bersama seluruh jajaran, Rutan Kelas IIB Tamiang Layang optimistis mampu mewujudkan budaya kerja yang profesional, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik, sekaligus meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sebagai wujud nyata reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. (zi/jp). 

Pemkab Bartim Perkuat Implementasi SAKIP, Dorong Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Kinerja

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur memperkuat komitmen peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan melalui penguatan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengimplementasian SAKIP yang digelar di Ruang Rapat Bupati Barito Timur, Jum'at (24/7/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Barito Timur, M. Yamin, yang diwakili Staf Ahli Bupati Barito Timur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Osa Awatanu. Bimtek ini menghadirkan Tim Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerja Sama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM), serta diikuti para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, dan peserta bimbingan teknis.

Dalam sambutan Bupati Barito Timur, M. Yamin yang dibacakan Osa Awatanu, disampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan melalui penerapan SAKIP yang semakin baik.

Menurutnya, kegiatan asistensi dan bimbingan teknis tersebut menjadi langkah strategis dalam menindaklanjuti hasil evaluasi SAKIP, sekaligus memperkuat penyempurnaan berbagai aspek kinerja pemerintahan, mulai dari perencanaan, pengukuran, pelaporan hingga evaluasi kinerja perangkat daerah.

“SAKIP harus dipandang sebagai instrumen manajemen kinerja yang mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, bukan hanya sebagai pemenuhan kewajiban administratif,” ujar Osa. 

Ia menyebutkan, bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Barito Timur untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada hasil. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan mampu menerapkan budaya kerja yang efektif, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Osa juga mengajak seluruh kepala OPD dan peserta bimtek untuk mengikuti kegiatan secara serius, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai sarana memperkuat pemahaman dan penerapan SAKIP di lingkungan kerja masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Osa berharap kualitas implementasi SAKIP semakin meningkat sehingga mampu mendukung pencapaian target pembangunan daerah dan meningkatkan nilai evaluasi SAKIP secara berkelanjutan. (zi/jp). 

Pemkab Barito Timur Tetapkan Tema dan Logo Hari Jadi Ke-24

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Timur resmi menetapkan tema dan logo Hari Jadi ke-24 Kabupaten Barito Timur Tahun 2026. Penetapan tersebut dituangkan dalam Keputusan Bupati Barito Timur Nomor 180/189/HUK/2026 yang ditandatangani Bupati Barito Timur, M. Yamin di Tamiang Layang pada 17 Juli 2026.

Penetapan tema dan logo menjadi pedoman pelaksanaan seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Barito Timur sekaligus identitas visual resmi yang akan digunakan pada berbagai kegiatan dan publikasi.

Pada peringatan Hari Jadi ke-24, Pemkab Barito Timur mengusung tema "Sinergi Budaya dan Pembangunan Berkelanjutan Menuju Barito Timur Sejahtera, Elegan, Gigih, Amanah, dan Harmonis (SEGAH)".

Tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal. Semangat itu diarahkan untuk membangun Barito Timur yang semakin maju, sejahtera, berkarakter, serta tetap menjunjung tinggi keharmonisan dan kearifan lokal.

Selain tema, Pemkab Barito Timur juga menetapkan logo resmi Hari Jadi ke-24 yang sarat dengan makna filosofis. Angka 24 melambangkan usia Kabupaten Barito Timur sekaligus simbol perjalanan, pencapaian, dan optimisme dalam melanjutkan pembangunan.

Sementara itu, Burung Enggang (Tingang) menjadi simbol kehormatan, kebijaksanaan, serta identitas budaya masyarakat Dayak yang mencerminkan kekuatan dan perlindungan terhadap adat serta kelestarian alam.

Motif Dayak yang menghiasi angka 24 menggambarkan kekayaan seni budaya dan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan daerah. Adapun Tugu Gunung Perak melambangkan kemakmuran, harapan, dan semangat untuk terus berkembang menuju masa depan yang lebih baik.

Elemen rumah adat merepresentasikan kebersamaan, akar budaya, dan penghormatan terhadap warisan leluhur. Sementara pepohonan dan lanskap hijau menggambarkan potensi sumber daya alam Barito Timur sekaligus komitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Makna filosofis juga dituangkan melalui penggunaan warna pada logo. Warna emas melambangkan kejayaan, kemakmuran, dan optimisme; hijau melambangkan kesuburan dan pembangunan berkelanjutan; hitam mencerminkan melestarikan budaya, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan demi mewujudkan Barito Timur yang semakin maju, mand keteguhan, kekuatan, dan persatuan; sedangkan putih melambangkan ketulusan, integritas, serta komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Secara keseluruhan, tema dan logo Hari Jadi ke-24 Kabupaten Barito Timur menjadi simbol semangat bersama untuk memperkuat persatuan, melestarikan budaya, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan demi mewujudkan Barito Timur yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera. (zi/jp). 

Kapolres Tabalong Besuk Anggota Korban Kecelakaan, Berikan Santunan dan Pastikan Perbaikan Kendaraan

TANNUNG- Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla menunjukkan kepedulian terhadap anggotanya yang mengalami kecelakaan lalu lintas dengan membesuk Aiptu Fitriyanto di Rumah Sakit Badaruddin Kasim Maburai, Jum'at (24/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi Wakapolres Tabalong Kompol Hasanudin, Kasi Dokkes Aiptu Syarif Riswandi, serta Kapolsek Tanta Ipda Aris Sufahriyadi. Selain memberikan dukungan moril, Kapolres juga menyerahkan bantuan untuk membantu proses pengobatan korban.

Aiptu Fitriyanto mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal saat dalam perjalanan menuju Polsek Tanta untuk melaksanakan tugas. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Tanta Hulu RT. 05, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, diduga akibat ban belakang sepeda motor yang dikendarainya pecah.

Saat kejadian, Aiptu Fitriyanto mengendarai sepeda motor Honda Vario warna hitam bernomor polisi DA 6834 KAK bersama istri dan putrinya yang masih berusia 4 tahun.

Akibat kecelakaan tersebut, Aiptu Fitriyanto mengalami luka lecet pada lutut kanan serta nyeri pada pergelangan kaki dan pinggul kanan. Sang istri mengalami luka lecet pada siku kanan dan kondisi lemas, sedangkan putrinya mengalami luka lecet pada jari tangan dan wajah serta memar pada bagian bibir.

Sebagai bentuk kepedulian, Kapolres Tabalong menyerahkan santunan kepada Aiptu Fitriyanto untuk membantu biaya perawatan. Polres Tabalong juga memastikan akan membantu proses perbaikan sepeda motor korban, termasuk penggantian ban yang mengalami kerusakan.

"Kami turut prihatin atas musibah yang dialami Aiptu Fitriyanto bersama keluarga. Semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan segera pulih sehingga dapat kembali beraktivitas serta menjalankan tugas seperti biasa," ujar AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel Polres Tabalong agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara, khususnya saat perjalanan menuju maupun setelah melaksanakan tugas.

"Selalu berhati-hati di jalan, patuhi aturan lalu lintas, gunakan perlengkapan keselamatan, serta pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum digunakan untuk meminimalkan risiko kecelakaan," pesan Kapolres.

Kepedulian pimpinan terhadap anggota yang mengalami musibah tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan institusi Polri dalam memberikan perlindungan serta rasa kebersamaan bagi seluruh personel. (fah/jp). 

Koordinator Penyuluh Perikanan Bartim Ingatkan Warga Hindari Illegal Fishing, Jaga Ekosistem Sungai Saat Musim Kemarau

TAMIANG LAYANG- Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Barito Timur (Bartim), Pardiono, S.Pi, mengingatkan masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir sungai, agar tidak melakukan praktik illegal fishing atau penangkapan ikan secara ilegal selama musim kemarau.

Menurut Pardiono, kondisi debit air sungai yang mengalami penyusutan harus menjadi perhatian bersama. Selain berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan sektor perikanan, rendahnya debit air juga membuat ekosistem sungai lebih rentan terhadap kerusakan apabila terjadi eksploitasi sumber daya ikan secara tidak terkendali.

"Penggunaan alat tangkap yang dilarang, seperti alat setrum (stroom) maupun bahan-bahan berbahaya untuk menangkap ikan, harus dihentikan. Praktik tersebut tidak hanya melanggar ketentuan, tetapi juga dapat membunuh berbagai jenis biota air, merusak habitat ikan, dan mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan," ujar Pardiono di Tamiang Layang, Jum'at (24/7/2026).

Ia mengimbau masyarakat di Desa Jurubanu, Desa Telang Baru, Desa Kali Napu, Desa Tampu Langit, Desa Muara Plantau, Desa Ketab, serta desa-desa sekitar aliran sungai untuk bersama-sama menjaga kelestarian perairan dengan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.

Selain menjaga ekosistem sungai, Dion sapaan Pardiono juga meminta masyarakat menghemat penggunaan air dan menyiapkan cadangan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, terutama air minum dan memasak, selama musim kemarau berlangsung.

"Kami mengajak masyarakat tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai karena kualitas air sangat menentukan keberlangsungan kehidupan masyarakat dan usaha perikanan," katanya.

Dion menegaskan, kelestarian sungai merupakan tanggung jawab bersama. Aktivitas penangkapan ikan yang merusak dapat memberikan dampak jangka panjang, mulai dari berkurangnya populasi ikan hingga terganggunya keseimbangan ekosistem perairan.

Ia juga meminta warga untuk segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun instansi terkait apabila menemukan adanya aktivitas penangkapan ikan ilegal atau kondisi sungai yang mengalami gangguan akibat musim kemarau.

Bagi pelaku usaha perikanan budidaya, Dion menyarankan agar menunda penebaran benih ikan pada keramba selama debit air sungai masih rendah. Pembudidaya juga diminta mewaspadai perubahan cuaca secara tiba-tiba, terutama hujan dengan intensitas tinggi setelah periode kemarau, karena dapat menyebabkan perubahan kualitas air yang berisiko memicu stres hingga kematian massal ikan.

Melalui imbauan tersebut, Dion berharap masyarakat Barito Timur dapat berperan aktif menjaga sungai, melindungi sumber daya ikan, serta mencegah praktik illegal fishing demi mempertahankan ekosistem perairan yang menjadi sumber kehidupan dan penghidupan masyarakat. (zi/jp).

Bhabinkamtibmas Desa Bagok Gandeng Warga Cegah Karhutla dan Tangkal Hoaks Demi Kamtibmas Kondusif

TAMIANG LAYANG- Dalam rangka memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Bhabinkamtibmas Desa Bagok, Polsek Benua Lima, Polres Barito Timur, terus meningkatkan komunikasi dan sinergi bersama pemerintah desa serta masyarakat.

Kegiatan sambang kamtibmas tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Bagok Aipda Mujiono di Kantor Desa Bagok, Kecamatan Benua Lima, Kabupaten Barito Timur, Jum'at (24/7/2026). Kegiatan ini turut melibatkan Ketua BPD Bagok, perangkat Desa Bagok, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Palangka Raya (Unpar) Tahun Akademik 2026.

Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso melalui Kapolsek Benua Lima, IPDA Ichvan Herianto, menyampaikan bahwa kegiatan sambang merupakan langkah preventif Polri untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Mujiono menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas kepada perangkat desa dan masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi di sekitar.

Selain itu, Bhabinkamtibmas mengingatkan warga agar tidak melakukan pembukaan hutan maupun lahan dengan cara dibakar. Imbauan tersebut sebagai upaya pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat berdampak terhadap lingkungan, kesehatan, serta aktivitas masyarakat.

Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial. Warga diimbau tidak mudah percaya maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya guna mencegah penyebaran berita bohong (hoaks) yang dapat menimbulkan keresahan.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas turut menyosialisasikan layanan Call Center 110 Polres Barito Timur. Layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan bantuan Kepolisian secara cepat, khususnya dalam situasi darurat atau ketika membutuhkan kehadiran petugas.

IPDA Ichvan Herianto menegaskan, bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan Polri dalam membangun komunikasi, memperkuat kemitraan, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan.

"Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Desa Bagok tetap aman, tertib, dan kondusif," ujar IPDA Ichvan Herianto.

Ia berharap, kegiatan sambang kamtibmas dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, mencegah potensi karhutla, menyikapi informasi secara bijak, serta memanfaatkan layanan Kepolisian apabila membutuhkan bantuan. (zi/jp). 

Kamis, 23 Juli 2026

Bupati Barito Utara Minta Proyek Jembatan Lemo dan PDAM Jingah Rampung Tepat Waktu Tanpa Korbankan Mutu

MUARA TEWEH- Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, menegaskan pembangunan Jembatan Lemo dan instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Desa Jingah harus diselesaikan tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan. 

Penegasan tersebut disampaikan Bupati H Shalahuddin saat meninjau langsung progres dua proyek strategis daerah bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Kamis (23/7/2026). 

Peninjauan turut dihadiri Sekretaris Daerah Barito Utara Muhlis, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) H Rody, serta jajaran terkait. Kunjungan dilakukan untuk memastikan progres fisik pekerjaan berjalan sesuai target, memenuhi standar teknis, dan dilaksanakan berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Di hadapan kontraktor, konsultan pengawas, dan organisasi perangkat daerah terkait, Bupati H Shalahuddin mengingatkan agar percepatan pembangunan tidak mengorbankan mutu konstruksi maupun keselamatan kerja.

"Jangan mengorbankan mutu demi mengejar target waktu. Kualitas bangunan harus memenuhi standar teknis agar memiliki daya tahan jangka panjang. Keselamatan dan kesehatan kerja juga wajib menjadi prioritas, serta seluruh pekerjaan harus diselesaikan sesuai jadwal agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat," tegasnya.

Menurut Bupati, Jembatan Lemo memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Sementara itu, pembangunan instalasi PDAM di Desa Jingah merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas layanan air bersih yang aman, layak, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Barito Utara akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek-proyek strategis agar setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, tepat waktu, dan akuntabel. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan yang dibiayai pemerintah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan daerah. (emca/jp). 

RSUD Kapuas Peringati Hari Anak Nasional 2026, Tekankan Perlindungan dan Masa Depan Anak

KUALA KAPUAS- RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas menggelar upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Lapangan Parkir Paviliun RSUD Kapuas, Kamis (23/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti seluruh pegawai sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Upacara dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Kapuas, dr. Hj Delianae, selaku pembina upacara. Seluruh petugas upacara merupakan karyawati RSUD Kapuas yang mengenakan batik nasional. Bertindak sebagai Komandan Upacara Haris Pratama, sedangkan Perwira Upacara dijabat Lilik Sugianto, S.Kep., Ns., M.M.

Dalam amanatnya, dr. Delianae membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Ia menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional 2026 mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap hak-hak anak.

Menurutnya, anak merupakan amanah Tuhan Yang Maha Esa sekaligus generasi penerus bangsa yang berhak memperoleh pendidikan, layanan kesehatan, serta lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

"Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, orang tua, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan seluruh masyarakat perlu bergandengan tangan menciptakan ruang yang aman agar anak-anak dapat tumbuh, berkembang, dan meraih cita-citanya secara optimal," ujar dr. Delianae.

Ia juga menyampaikan pesan kepada seluruh anak Indonesia agar terus belajar, berani bermimpi, serta berkarya dengan penuh semangat.

"Teruslah belajar, bermimpi setinggi mungkin, berkarya dengan gembira, dan yakinlah bahwa masa depan Indonesia berada di tangan kalian. Selamat Hari Anak Nasional Tahun 2026," tuturnya.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional ini, RSUD Kapuas berharap kesadaran seluruh pihak terhadap pentingnya perlindungan, pemenuhan hak, dan pembangunan karakter anak semakin meningkat demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (fah/hru/jp). 

Gelar Market Sounding Alat Tulis Kantor, Kabag PBJ Setda Bartim Imbau Pelaku Usaha UMKM Segera Mendaftar E-Katalog

TAMIANG LAYANG- Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kabupaten Barito Timur menggelar kegiatan market sounding dan konsolidasi pengadaan bersama para penyedia barang dan jasa, khususnya untuk komoditas Alat Tulis Kantor (ATK), Kamis (23/7/2026). 

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring via zoom meeting tersebut sebagai langkah penyampaian informasi terbuka terkait spesifikasi teknis, persyaratan pengadaan, hingga penekanan kualifikasi penyedia.

Dalam kesempatan itu, Kabag PBJ Setda Barito Timur, Supian Effendy, memaparkan standar teknis serta regulasi yang wajib dipenuhi oleh para calon penyedia. Meski difokuskan untuk mendorong peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) loka seperti penyedia dari toko-toko ATK setempat, proses pengadaan ini tetap dibuka secara umum dan transparan bagi penyedia dari luar daerah, seperti Bandung dan Banjar.

Supian juga memberikan imbauan penegasan kepada seluruh pelaku usaha lokal yang berminat agar segera mendaftarkan akun dan menayangkan (tayang) produk mereka di E-Katalog.

"Karena pengadaan ini menggunakan E-Katalog, penyedia harus memiliki akun terlebih dahulu agar dapat mengikuti proses pemilihan kelak. Bagi pelaku usaha yang belum mendaftar, silakan datang langsung ke kantor PBJ. Kami siap membantu proses pendaftarannya secara gratis setiap jam kerja," ujar Supian Effendy.

Supian Effendy menegaskan, bahwa kesempatan ini tetap terbuka luas bagi seluruh pelaku usaha ATK. Pelaku usaha yang sebelumnya tidak sempat hadir dalam sesi market sounding pun masih diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam tahap pemilihan penyedia mendatang, selama memenuhi persyaratan dan produknya telah ditayangkan di E-Katalog.

"Kami berharap langkah ini dapat mendorong transparansi, memperluas kemitraan, serta mengoptimalkan keterlibatan UMKM lokal dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah," tandasnya. (zi/jp). 

Ketua DPRD Kalsel Tegaskan Komitmen Kawal Pemenuhan Hak Anak pada Peringatan HAN 2026

BANJARBARU- Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Supian HK, menegaskan komitmen DPRD dalam mengawal kebijakan yang berpihak pada pemenuhan hak dan perlindungan anak. 

Penegasan itu disampaikan H Supian HK saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (23/7/2026).

Peringatan HAN 2026 diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan anak dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Usai kegiatan, H Supian HK menegaskan, bahwa anak merupakan aset bangsa sekaligus generasi penerus yang harus mendapatkan perhatian dan perlindungan dari seluruh elemen masyarakat.

"Anak-anak Kalsel adalah masa depan Banua. Kita semua memiliki tanggung jawab memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, terlindungi, dan bahagia. DPRD akan terus mendukung kebijakan dan program yang menciptakan lingkungan ramah anak," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi tema Hari Anak Nasional 2026, "Anak Hebat, Indonesia Kuat", yang dinilai selaras dengan upaya mewujudkan Kalimantan Selatan sebagai Provinsi Layak Anak.

"Melalui pendidikan yang berkualitas, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta ruang yang aman untuk berekspresi, kita menyiapkan anak-anak Kalsel menjadi generasi yang hebat. Anak yang hebat akan menjadi fondasi Indonesia yang kuat," tegasnya.

H Supian HK berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak. Menurutnya, keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak sebagai bagian dari upaya menyongsong Indonesia Emas 2045. (sar/ali/jp). 

Kapolda Ungkap Fakta Baru Tragedi Tumbang Kalemei, Tiga Anggota Satresnarkoba Diduga Dikeroyok dengan Sajam, Jenazah Dibuang ke Sungai

PALANGKA RAYA- Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan mengungkap fakta baru dalam kasus penyerangan yang menewaskan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Fakta tersebut disampaikan Kapolda dalam konferensi pers di Aula Arya Dharma Mapolda Kalteng, Kamis (23/7/2026).

Irjen Iwan menjelaskan, insiden bermula ketika tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penindakan terhadap terduga pelaku jaringan narkotika. Saat proses penangkapan berlangsung, petugas mendapat perlawanan dari terduga pelaku yang dibantu anggota keluarga serta kelompoknya.

Situasi kemudian memanas setelah seorang perempuan diduga memprovokasi warga dengan berteriak bahwa anggota Polri adalah "perampok" sambil mengacungkan senjata tajam jenis parang. Massa yang terus berdatangan membuat kondisi di lokasi tidak lagi terkendali.

Dalam situasi tersebut, personel kepolisian memutuskan mundur melalui jalur sungai untuk menghindari jatuhnya korban dari kalangan masyarakat.

"Pertimbangannya adalah menghindari agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban. Anggota kami memutuskan mundur dan cara mundurnya dengan terjun ke sungai," ujar Irjen Iwan.

Kapolda mengatakan, para personel berenang sejauh sekitar 400 meter menuju pulau-pulau kecil di tengah sungai. Namun, berdasarkan hasil penyidikan, pengejaran terhadap mereka diduga tetap dilakukan melalui jalur darat dan sungai menggunakan perahu kelotok.

Dari keterangan sejumlah saksi yang telah diamankan, penyidik menemukan fakta bahwa ketiga anggota Polri diduga berhasil mencapai daratan sebelum akhirnya dikeroyok menggunakan senjata tajam hingga meninggal dunia. Setelah itu, jenazah ketiganya diduga dibuang ke sungai untuk menghilangkan jejak.

"Kenapa kita bisa tahu bahwa itu dilakukan tindakan kekerasan? Karena ada beberapa saksi yang sudah kita amankan. Di situ menerangkan bahwa pada waktu salah satu pelaku kembali ke rumah, dia sempat mengatakan bahwa dia sudah menghabisi anggota Polri itu," ungkap Kapolda.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, Polda Kalimantan Tengah telah menetapkan dan menangkap sembilan tersangka berinisial S, I, N, AR, ML, B, R, P, dan DN. Polisi juga masih memburu empat tersangka lain yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dengan membentuk tim khusus.

"Ini adalah penyerangan terhadap aparat yang sedang menjalankan tugas negara. Kami pastikan seluruh pelaku akan diusut tuntas dan diberikan hukuman setimpal," tegas Irjen Iwan.

Selain dijerat dengan Pasal 132 ayat (1) juncto Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang mengancam pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun, para tersangka juga dikenakan pasal pembunuhan berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pasal yang diterapkan meliputi Pasal 458 ayat (1) juncto Pasal 20 huruf c, Pasal 459, serta Pasal 468 ayat (2) juncto Pasal 20 huruf c dan Pasal 262 ayat (4), berdasarkan hasil penyidikan atas rangkaian penyerangan yang menyebabkan tiga anggota kepolisian meninggal dunia.

"Kami menerapkan pasal pembunuhan karena berdasarkan hasil penyidikan, setelah anggota sempat mundur dari lokasi, para pelaku masih merusak dua kendaraan, kemudian melakukan pengejaran terhadap anggota kepolisian," pungkas Kapolda. (emca/jp). 

Komisi IV DPRD Kalsel Konsultasi ke Kemenaker, Dorong Optimalisasi Program Tekan Pengangguran

JAKARTA- Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan konsultasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI, Kamis (23/7/2026), guna mengoptimalkan pelaksanaan berbagai program ketenagakerjaan untuk menekan angka pengangguran di Kalimantan Selatan.

Rombongan dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifa, dan diterima Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Ketenagakerjaan RI, Faried A. Nur Yuliono, S.STP., M.M.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi IV membahas sejumlah program strategis, di antaranya kuota akreditasi lembaga pelatihan kerja, program pemagangan, Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM), serta penguatan sistem informasi pasar kerja guna memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifa, mengatakan konsultasi ini merupakan bagian dari upaya DPRD memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mengatasi persoalan pengangguran di daerah.

"Pengangguran masih menjadi tantangan yang harus ditangani bersama. Karena itu, kami ingin memperoleh informasi sekaligus masukan mengenai program-program Kementerian Ketenagakerjaan yang dapat dioptimalkan di Kalimantan Selatan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.

Selain membahas peluang pemanfaatan program nasional, pertemuan juga menyoroti pelatihan berbasis kompetensi, pemagangan di dunia usaha dan industri, pengembangan kewirausahaan melalui Program Tenaga Kerja Mandiri, serta pemanfaatan sistem informasi pasar kerja yang mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha.

Komisi IV dan Kementerian Ketenagakerjaan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, serta menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Melalui konsultasi tersebut, Komisi IV DPRD Kalsel berharap berbagai program ketenagakerjaan pemerintah pusat dapat diimplementasikan secara optimal di Kalimantan Selatan. Langkah itu diharapkan mampu menekan angka pengangguran, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (sar/ali/jp). 

Bupati Murung Raya Buka Bimtek SRIKANDI, Perkuat Transformasi Digital Kearsipan Daerah

PURUK CAHU- Bupati Murung Raya, Heriyus, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) versi terbaru Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang digelar sebagai upaya memperkuat transformasi digital di bidang kearsipan ini diikuti kepala organisasi perangkat daerah, pengelola kearsipan, operator SRIKANDI, serta menghadirkan narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Bimtek bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur dalam pengelolaan arsip elektronik yang terintegrasi.

Dalam sambutannya Bupati Heriyus, menegaskan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan mendasar untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, Aplikasi SRIKANDI memiliki peran strategis sebagai sistem nasional pengelolaan arsip dinamis yang mendukung pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), mulai dari tata naskah dinas hingga penyimpanan arsip digital.

"Keberhasilan implementasi SRIKANDI tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga kompetensi sumber daya manusia. Karena itu, seluruh peserta diminta mengikuti bimtek dengan serius dan memanfaatkan kesempatan ini untuk memahami berbagai fitur terbaru aplikasi," kata Heriyus.

Ia juga meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah memberikan dukungan penuh terhadap implementasi SRIKANDI melalui penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas aparatur, serta pengawasan yang berkelanjutan agar penerapannya berjalan optimal di setiap instansi.

Melalui bimtek tersebut, ia menargetkan seluruh organisasi perangkat daerah mampu mengimplementasikan SRIKANDI secara optimal sehingga tercipta pengelolaan arsip yang tertib, budaya kerja digital yang semakin kuat, serta percepatan transformasi birokrasi di daerah. (dsk/maya/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes