BREAKING NEWS

Pemprov Kalsel

Wakil Rakyat

Pemkab Batola

Minggu, 21 Juni 2026

Bupati Barito Utara Resmikan Car Free Day, Wadah Hidup Sehat Sekaligus Penggerak UMKM Lokal

MUARA TEWEH- Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, resmi meluncurkan program Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran Buah, Muara Teweh, Minggu (21/6/2026). Program ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam menghadirkan ruang publik yang sehat, nyaman, dan produktif bagi masyarakat.

Pelaksanaan perdana Car Free Day disambut antusias warga. Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti masyarakat, jajaran pemerintah daerah, serta berbagai komunitas. Suasana kebersamaan dan semangat hidup sehat tampak mewarnai kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut.

Dalam sambutannya Bupati H Shalahuddin, mengatakan bahwa Car Free Day akan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Minggu. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mendorong masyarakat untuk berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga menjadi sarana mempererat interaksi sosial antarwarga.

"Car Free Day ini kami hadirkan sebagai ruang publik bagi masyarakat untuk berolahraga, beraktivitas, dan bersilaturahmi. Ke depan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Minggu sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di Barito Utara,” ujar H Shalahuddin.

Usai melaunching kegiatan, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Muhlis serta jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Utara melakukan jogging bersama menyusuri kawasan Car Free Day. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap gaya hidup aktif dan sehat di tengah masyarakat.

Selain menjadi sarana olahraga, Car Free Day juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal. Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut membuka stan di sepanjang area kegiatan untuk menawarkan beragam produk makanan, minuman, kerajinan, dan produk unggulan daerah.

Bupati bersama rombongan juga menyempatkan mengunjungi sejumlah stan UMKM dan berdialog dengan para pelaku usaha. Kehadiran UMKM dalam kegiatan Car Free Day diharapkan mampu memperluas peluang promosi, meningkatkan penjualan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Melalui pelaksanaan Car Free Day, diharapkan tercipta ruang publik yang tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan penguatan sektor UMKM sebagai salah satu pilar pembangunan daerah. (emca/jp). 

Senoman Hadrah AS Belandean Harumkan Batola, Raih Harapan I di Festival HUT Bhayangkara ke-80

MARABAHAN- Grup Senoman Hadrah AS Belandean yang mewakili Polsek Alalak dan Polres Barito Kuala berhasil meraih Juara Harapan I pada Lomba Hadrah dalam ajang Festival Seni Budaya Kearifan Lokal yang digelar Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Nomor: Kep/147/VI/2026 tentang Penetapan Pemenang Lomba Kearifan Lokal HUT Bhayangkara ke-80 yang diumumkan pada Minggu (21/6/2026), perwakilan Polres Barito Kuala berhasil meraih prestasi pada dua cabang lomba.

Pada cabang Lomba Madihin, perwakilan Polres Barito Kuala meraih Juara II dengan nilai 988. Sementara pada cabang Lomba Hadrah, Senoman Hadrah AS Belandean berhasil menempati posisi Juara Harapan I dengan nilai 960.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Polres Barito Kuala sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian seni budaya dan kearifan lokal Banjar di tingkat provinsi.

Kepala Desa Belandean, Elly Rahmah, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih grup Senoman Hadrah AS Belandean dalam ajang tersebut.

"Alhamdulillah, kami bersyukur dapat meraih Juara Harapan I pada lomba hadrah dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh anggota grup dan dukungan berbagai pihak,” ujarnya.
Elly juga menyampaikan apresiasi kepada Polsek Alalak yang selama ini aktif membina dan mendukung kegiatan Senoman Hadrah AS Belandean, serta kepada Polres Barito Kuala yang telah memberikan kesempatan kepada kelompok seni dari Desa Belandean untuk tampil pada festival seni budaya yang digelar di Lapangan Murjani, Banjarbaru.

"Terima kasih kepada Polsek Alalak atas pembinaan dan dukungannya selama ini. Kami juga mengapresiasi Polres Barito Kuala yang telah mengikutsertakan kearifan lokal Desa Belandean dalam ajang festival seni budaya tingkat provinsi,” katanya.

Lebih lanjut, Elly mengucapkan selamat kepada seluruh anggota Senoman Hadrah AS Belandean atas prestasi yang diraih dan berharap kelompok tersebut terus menjaga kekompakan serta berkontribusi dalam melestarikan seni budaya daerah.

"Selamat kepada seluruh anggota grup. Terus jalin kebersamaan, berkarya, dan melestarikan seni budaya kearifan lokal Desa Belandean. Mudah-mudahan pada kesempatan berikutnya dapat meraih prestasi yang lebih tinggi,” harapnya.

Festival Seni Budaya Kearifan Lokal HUT Bhayangkara ke-80 yang diselenggarakan Polda Kalsel menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan dan melestarikan berbagai seni tradisional daerah, sekaligus mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya lokal. (ali/jp). 

Senoman Hadrah Ambun Sihai Desa Belandean Wakili Polres Batola di Festival Budaya Hari Bhayangkara ke-80 Polda Kalsel

BANJARBARU- Grup Senoman Hadrah Ambun Sihai dari Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), dipercaya mewakili Polres Barito Kuala dalam Festival Seni Budaya Lomba Hadrah dan Madihin yang diselenggarakan Polda Kalimantan Selatan dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan dilaksanakan di Lapangan Murjani, Banjarbaru, Minggu (21/6/2026).

Festival seni budaya ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”. Berbagai perlombaan berbasis kearifan lokal turut digelar, di antaranya lomba hadrah dan madihin yang menampilkan kekayaan budaya Banjar.

Keikutsertaan Senoman Hadrah Ambun Sihai Desa Belandean menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Barito Kuala. Grup tersebut tampil membawakan seni hadrah dengan mengenakan pakaian adat Banjar yang mencerminkan nilai religius, budaya, dan tradisi masyarakat setempat.

Rombongan yang mendampingi peserta terdiri dari Kanit Binmas Polsek Alalak Aiptu Asbie, Kepala Desa Belandean Elly Rahmah, tokoh masyarakat, serta para pendamping yang memberikan dukungan penuh selama pelaksanaan lomba. Kebersamaan mereka turut diabadikan di depan panggung utama Festival Seni Budaya Hari Bhayangkara ke-80.
Kepala Desa Belandean, Elly Rahmah, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kepada Senoman Hadrah Ambun Sihai untuk mewakili Polres Barito Kuala dalam ajang bergengsi tersebut.

"Kami sangat bersyukur dan bangga dapat berpartisipasi dalam festival ini. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan dan melestarikan seni budaya Banjar, khususnya hadrah dan madihin, kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Menurut Elly, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan budaya seperti ini sangat penting agar warisan seni tradisional tetap hidup dan terus berkembang di tengah arus modernisasi.

Melalui festival tersebut, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat, sekaligus menumbuhkan semangat pelestarian budaya lokal di Kalimantan Selatan. (lim/jp). 

Hari Kedua Kejurnas Time Rally Tabalong Smart 2026 Meriah, Kapolres dan Bupati Tabalong Ikut Wisata Rally

TANJUNG- Pelaksanaan hari kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Time Rally 2026 Tabalong Smart IKN Golden Triangle Trophy Bupati dan Wakil Bupati Tabalong dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 berlangsung meriah di Kabupaten Tabalong, Minggu (21/6/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Pendopo Bersinar, Jalan H Dandung Suchrowardi, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Selain para pereli nasional, kegiatan juga diramaikan oleh peserta kategori eksekutif yang diikuti unsur Forkopimda dan pejabat daerah.

Bupati Tabalong, HM. Noor Rifani bersama Wakil Bupati Tabalong Habib Taufani Alkaf turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Ketua DPRD Tabalong Reza Fahlipi, Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, Ketua IMI Kalimantan Selatan Edy Sudarmadi, Ketua IMI Tabalong Agus Saihu, Ketua Pelaksana Kejurnas M. Dzaky Makarim, Ketua KONI Tabalong Irwan Hidayat, serta sejumlah kepala SKPD, perwakilan BUMN dan BUMD, panitia, peserta, dan tamu undangan lainnya.

Pada etape kedua, sebanyak 66 peserta Kejurnas dan 34 peserta kategori eksekutif mengikuti perlombaan dengan rute yang dimulai dari Pendopo Bersinar menuju Pasar Agribisnis Desa Kembang Kuning, Kecamatan Haruai. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Desa Bilas dan Desa Kaong sebelum peserta beristirahat di Pusat Kebudayaan Dayak Deah, Desa Pangelak, Kecamatan Upau.

Setelah menyelesaikan seluruh titik kontrol, peserta kembali menuju garis finis di Halaman Pendopo Bersinar, Kecamatan Murung Pudak.

Berbagai kelas dipertandingkan dalam kejuaraan ini, antara lain Kejurnas Umum Time Rally, Seeded B, Non-Seeded, Wanita, Team Club/IMI Provinsi, U-23, Fun Rally IMI Kalimantan Selatan, serta kategori Executive dan Fun Rally.

Tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga otomotif, Kejurnas Time Rally 2026 juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi wisata, budaya, dan pembangunan daerah Kabupaten Tabalong. Para peserta diajak menikmati sejumlah destinasi dan potensi unggulan daerah yang dilalui sepanjang rute perlombaan.

Kejuaraan yang digelar selama dua hari, sejak Sabtu (20/6/2026) hingga Minggu (21/6/2026), menempuh total jarak sekitar 200 kilometer. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar berkat dukungan panitia, tim pengamanan, tim medis, serta seluruh pihak yang terlibat. (fah/jp).

Sabtu, 20 Juni 2026

Bupati HSS Hadiri Haul ke-5 Guru Kapuh, Wujud Penghormatan kepada Ulama Banua

KANDANGAN- Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H Syafrudin Noor, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten HSS, Hj Tata Syafrudin Noor, menghadiri peringatan Haul ke-5 TGH. Muhammad Ridwan Baseri atau yang dikenal sebagai Guru Kapuh di Pendopo Guru Kapuh, Jum'at (19/6/2026) malam.

Kehadiran Bupati HSS menjadi bentuk penghormatan pemerintah daerah terhadap jasa dan keteladanan ulama yang selama hidupnya berperan dalam pembinaan keagamaan serta pendidikan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Peringatan haul Guru Kapuh tahun ini kembali dilaksanakan selama tiga hari dan telah menjadi agenda keagamaan rutin yang mendapat perhatian luas dari masyarakat. Rangkaian kegiatan dibagi dalam beberapa sesi yang diperuntukkan bagi relawan, keluarga, dan masyarakat umum. Pada malam tersebut, kegiatan diikuti oleh keluarga besar dan kerabat dekat almarhum.

Kedatangan Bupati beserta rombongan disambut panitia pelaksana dan putra Guru Kapuh, Ustadz Muhammad Fauzan. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan mewarnai pelaksanaan haul yang dihadiri keluarga besar Guru Kapuh, para kerabat, serta masyarakat yang memadati area sekitar kubah.

Haul Guru Kapuh tidak hanya menjadi momentum mengenang jasa dan perjuangan almarhum dalam menyebarkan syiar Islam, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Puncak peringatan Haul ke-5 Guru Kapuh dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (20/6/2026) malam. Ribuan jemaah dari berbagai daerah diperkirakan akan menghadiri kegiatan tersebut untuk mengikuti pembacaan manaqib, doa bersama, dan tausiah keagamaan.

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan menilai kegiatan haul memiliki peran penting dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat kepada para ulama yang telah memberikan kontribusi besar bagi pembinaan umat dan pembangunan karakter religius di daerah. (ari/jp). 

Wabup HSS Hadiri Pembukaan MTQ Nasional XXXVII Kalsel, Beri Semangat 53 Kafilah Daerah

MARABAHAN- Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H Suriani, menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Lapangan 5 Desember, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Sabtu (20/6/2026).

MTQ Nasional XXXVII tingkat provinsi tersebut menjadi ajang syiar Islam sekaligus wadah pembinaan dan pengembangan generasi Qurani yang diikuti kafilah dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Pada kesempatan itu, H Suriani juga meninjau stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang turut berpartisipasi dalam pameran MTQ. Berbagai produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khas HSS dipamerkan sebagai upaya memperkenalkan potensi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

Pembukaan MTQ secara resmi dilakukan Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, yang ditandai dengan pemukulan bedug sebagai simbol dimulainya rangkaian perlombaan dan kegiatan MTQ yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para bupati dan wali kota se-Kalimantan Selatan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.

Usai mengikuti pembukaan, Wabup H Suriani, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengirimkan 53 peserta terbaik untuk berlaga pada berbagai cabang lomba MTQ tahun ini.

"Alhamdulillah, malam ini kita dapat berhadir langsung pada pembukaan MTQ Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengirimkan 53 peserta terbaik untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan, dan seluruh rangkaian kegiatan pembukaan berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Selain menghadiri pembukaan, Wakil Bupati HSS juga mengunjungi asrama kafilah HSS guna memberikan dukungan dan motivasi kepada para peserta yang akan bertanding membawa nama daerah.

"Kami berharap seluruh kafilah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat menampilkan kemampuan terbaik, meraih prestasi membanggakan, dan mengharumkan nama Banua Hulu Sungai Selatan di tingkat provinsi,” katanya.

Melalui pelaksanaan MTQ, pemerintah berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. (ari/jp). 

Ratusan Warga Hadiri Pengesahan Anggota Baru PSHT Seruyan di Hanau

KUALA PEMBUANG- Ratusan warga memadati Gedung Serbaguna di Jalan Bakti Entong, Desa Pembuang Hulu I, Kecamatan Hanau, Sabtu (20/6/2026) malam. Mereka menghadiri kegiatan Pengesahan Warga Baru Tingkat I Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Seruyan Tahun 2026 yang berlangsung khidmat dan tertib.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu menjadi momentum penting bagi para calon warga PSHT yang resmi bergabung sebagai anggota tingkat I. Pengesahan tersebut sekaligus menandai bertambahnya generasi penerus pesilat PSHT di Kabupaten Seruyan.

Acara dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Seruyan Rahmanundin, Camat Hanau M. Abdi Radhiyanie, Kapolsek Hanau IPDA Bima Satria Susilo, perwakilan Danramil 1015-11 Pembuang Hulu Serka Agus Salim, kepala desa, tokoh masyarakat, pengurus cabang dan ranting PSHT se-Kabupaten Seruyan, serta orang tua dan wali calon warga PSHT.

Kapolsek Hanau, IPDA Bima Satria Susilo, mengatakan kehadiran personel kepolisian merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan organisasi kemasyarakatan yang positif, sekaligus untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.
"Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib. PSHT merupakan organisasi yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan budi luhur sehingga penting bagi kami untuk terus bersinergi,” ujarnya.

Menurut Kapolsek, pengesahan warga baru PSHT diharapkan mampu melahirkan generasi pesilat yang tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga berkarakter, berbudi pekerti luhur, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. (gan/jp). 

Satresnarkoba Polres Kapuas Patroli dan Cek Posko Kampung Bebas Narkoba di Selat Utara

KUALA KAPUAS- Personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kapuas melaksanakan patroli sekaligus pengecekan Posko Kampung Bebas dari Narkoba di Kelurahan Selat Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Sabtu (20/6/2026) malam.

Kegiatan yang dipimpin oleh KBO Satresnarkoba Polres Kapuas bersama anggota tersebut sebagai upaya preventif dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Kapuas.

Patroli dilakukan di lingkungan Kelurahan Selat Utara yang telah ditetapkan sebagai Posko Kampung Tangguh Bebas dari Narkoba. Selain melakukan pengecekan posko, personel juga berinteraksi dengan masyarakat untuk mempererat silaturahmi serta mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Kapolres Kapuas, AKBP Gede Eka Yudharma melalui Kasat Resnarkoba Polres Kapuas, AKP Budi Utomo, menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Dalam kesempatan tersebut, petugas mengajak masyarakat untuk berani hidup bersih, sehat, dan berprestasi serta menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba demi masa depan yang lebih baik.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman narkoba. Dengan peran aktif warga, diharapkan terwujud Kampung Tangguh Bebas Narkoba yang aman, sehat, dan kondusif," ujar AKP Budi Utomo. (fah/jp). 

Asisten II Setda Barito Utara Tutup Kejuaraan Bola Voli Kapolres Cup 2026, Kresna Barut Putra dan Putri Raih Gelar Juara

MUARA TEWEH- Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Barito Utara, Bahrum F. Girsang, mewakili Bupati Barito Utara, secara resmi menutup Kejuaraan Bola Voli Kapolres Cup 2026 di Arena Terbuka Tiara Batara, Sabtu (20/6/2026) malam. Turnamen tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

Penutupan berlangsung meriah disaksikan ratusan penonton yang memadati arena pertandingan. Kejuaraan yang berlangsung selama beberapa hari itu menjadi ajang kompetisi sekaligus mempererat kebersamaan dan semangat sportivitas masyarakat Barito Utara.

Pada partai final, tim Kresna Barut Putra berhasil keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan Reky Family. Sementara di kategori putri, Kresna Barut Putri sukses menundukkan Teweh Tengah dan mengamankan gelar juara.

Dalam sambutannya Bahrum F. Girsang, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan turnamen, mulai dari panitia, wasit, sponsor, hingga masyarakat yang memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, kejuaraan olahraga seperti Kapolres Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat persatuan serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di berbagai tingkat kejuaraan.

"Selamat kepada para juara yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya selama pertandingan. Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah menjunjung tinggi sportivitas. Semoga melalui kegiatan ini lahir atlet-atlet voli berprestasi yang mampu membawa nama Barito Utara ke tingkat yang lebih tinggi," ujar Bahrum.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada jajaran Polres Barito Utara. Di usia ke-80 tahun, Polri diharapkan terus menjadi institusi yang profesional, presisi, dan senantiasa hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Selamat Hari Bhayangkara ke-80 untuk jajaran Polres Barito Utara. Semoga sinergi, kebersamaan, serta komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus terpelihara demi kemajuan Barito Utara," tutupnya. (emca/jp). 

Polsek Pematang Karau Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Karhutla, Warga Diajak Stop Membakar Lahan

TAMIANG LAYANG- Polsek Pematang Karau, Polres Barito Timur, terus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sosialisasi kepada masyarakat. Kegiatan edukasi bertajuk "Stop Pembakaran Hutan dan Lahan" dilaksanakan di Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Sabtu (20/6/2026).

Sosialisasi dilakukan oleh personel Polsek Pematang Karau, BRIPDA Muhamad Bagas, sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla, terutama menjelang musim kemarau.

Dalam kegiatan tersebut, warga diberikan pemahaman mengenai dampak serius kebakaran hutan dan lahan, mulai dari kerusakan ekosistem, pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan akibat kabut asap, hingga kerugian ekonomi yang ditimbulkan. Masyarakat juga diingatkan bahwa membuka lahan dengan cara membakar merupakan tindakan melanggar hukum yang dapat dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebagai bagian dari kampanye pencegahan karhutla, personel Polsek Pematang Karau bersama warga membentangkan spanduk bertuliskan “Stop Pembakaran Hutan dan Lahan” yang berisi pesan edukasi serta peringatan hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Kapolsek Pematang Karau, IPDA Rikardo Hutahaean, menegaskan bahwa pencegahan karhutla memerlukan dukungan dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

"Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi memicu kebakaran yang meluas, tindakan tersebut juga berdampak buruk terhadap kesehatan, lingkungan, dan kehidupan masyarakat secara umum. Kami mengajak warga untuk menjaga kelestarian alam dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan serta meninggalkan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menekan risiko terjadinya karhutla di wilayah Kecamatan Pematang Karau.

Dari hasil sosialisasi, warga menyatakan komitmennya untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan turut berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. (zi/jp). 

Polsek Pematang Karau Tutup Turnamen Voli HUT Bhayangkara ke-80, Diikuti Ratusan Warga dan Berlangsung Sportif

TAMIANG LAYANG- Polsek Pematang Karau, Polres Barito Timur, resmi menutup Turnamen Bola Voli se-Kecamatan Pematang Karau dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan yang dirangkai dengan pembagian hadiah kepada para juara tersebut berlangsung di Lapangan Voli Polsek Pematang Karau, Sabtu (20/6/2026) malam. 

Acara penutupan dihadiri Kapolsek Pematang Karau, IPDA Rikardo Hutahaean, Ketua Ranting Bhayangkari Pematang Karau, Sekretaris Kecamatan Pematang Karau, Danramil Pematang Karau, Kepala Desa Bambulung, Kepala Desa Kupang Bersih, seluruh tim peserta, serta sekitar 500 warga yang turut memeriahkan kegiatan.

Turnamen yang berlangsung dalam suasana kompetitif dan menjunjung tinggi sportivitas itu ditutup dengan penyerahan piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih selama pertandingan.

Pada kategori voli putra, tim FWE Bambulung dari Desa Bambulung berhasil meraih gelar juara pertama. Posisi kedua ditempati tim Kupang Bersih dari Desa Kupang Bersih, disusul tim Sat Cobra Pemka dari Desa Bambulung di peringkat ketiga, serta tim Lampeong dari Desa Lampeong di posisi keempat.

Sementara pada kategori voli putri, tim Kecamatan Squat dari Desa Bambulung keluar sebagai juara pertama. Tim Lebo Nganen dari Desa Lebo menempati posisi kedua, diikuti tim Jihi dari Desa Bambulung sebagai juara ketiga, dan tim Sat Cobra Pemka dari Desa Bambulung sebagai juara keempat.

Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, turnamen ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat komunikasi antara Polri dan masyarakat. Tingginya partisipasi warga menunjukkan dukungan terhadap upaya membangun kebersamaan dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso melalui Kapolsek Pematang Karau, IPDA Rikardo Hutahaean, mengatakan bahwa turnamen tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari juara, tetapi juga memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

"Melalui kegiatan olahraga ini, kami ingin menumbuhkan semangat sportivitas, persaudaraan, dan kebersamaan antarwarga. Selain itu, turnamen ini menjadi wadah mempererat hubungan Polri dengan masyarakat guna mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, dan masyarakat yang telah mendukung serta menyukseskan kegiatan ini,” ujar IPDA Rikardo.

Dengan berakhirnya turnamen tersebut, Polsek Pematang Karau berharap nilai-nilai sportivitas, persatuan, dan kebersamaan yang terbangun selama kompetisi dapat terus terjaga sebagai modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif di wilayah Kecamatan Pematang Karau. (zi/jp).

13 Mobil Hias Semarakkan Pawai Ta’aruf MTQ Kalsel XXXVII di Barito Kuala

MARABAHAN- Sebanyak 13 mobil hias dari kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan memeriahkan Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Sabtu (20/6/2026).

Iring-iringan mobil hias yang dipadukan dengan barisan kafilah peserta berlangsung meriah dan menyedot perhatian masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai di Kota Marabahan.

Pawai Ta’aruf mengambil titik start di depan Tribun Lapangan 5 Desember Marabahan dan menempuh rute Jalan A.E.S. Nasution, Jalan Kartini, Jalan Sudirman, Jalan Bastun, sebelum kembali ke lokasi awal.

Setiap daerah menampilkan mobil hias dengan beragam ornamen dan dekorasi bernuansa Islami yang mencerminkan identitas serta kekhasan daerah masing-masing.

Pawai secara resmi dilepas oleh Bupati Barito Kuala, H Bahrul Ilmi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Kementerian Agama Batola Bukhari Muslim, pimpinan SOPD, Ketua TP-PKK Batola Hj Noorhayati, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Kafilah Kabupaten Tabalong menjadi peserta pertama yang melintas, sementara rombongan tuan rumah Kabupaten Barito Kuala tampil sebagai peserta penutup.

Meski cuaca terik menyelimuti Marabahan, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pawai tetap tinggi. Warga tampak memadati sisi jalan guna melihat langsung berbagai atraksi dan mobil hias yang ditampilkan peserta.

Bupati Barito Kuala, H Bahrul Ilmi mengapresiasi semangat para peserta dan dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan MTQN XXXVII Kalimantan Selatan.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi media perekat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Mobil hias yang berwarna-warni menjadi simbol keberagaman yang indah dalam menyukseskan MTQN ke-37 Kalimantan Selatan di Barito Kuala,” ujarnya.

Salah seorang warga mengaku terhibur dengan pelaksanaan pawai tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam itu jarang digelar sehingga menjadi hiburan sekaligus ajang silaturahmi bagi masyarakat.

Pawai Ta’aruf menjadi salah satu rangkaian pembukaan MTQN XXXVII Kalimantan Selatan yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Barito Kuala dan diikuti kafilah dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. (hru/jp). 

Ketua Komisi IV DPR RI Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

CILACAP- Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi keberhasilan transformasi kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Nusakambangan bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, Sabtu (20/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Titiek meninjau berbagai program pemberdayaan yang dikembangkan jajaran Pemasyarakatan, mulai dari sektor pertanian, peternakan, produksi pupuk organik, pengolahan sampah, pelatihan konveksi, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya sidat.

Menurut Titiek, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Nusakambangan tidak lagi semata dikenal sebagai kawasan pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tinggi, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi kawasan produktif yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial.

"Usaha ini sangat baik dan diharapkan dapat ditiru serta direplikasi di daerah lain,” ujar Titiek.

Ia menilai program pembinaan berbasis produktivitas yang dijalankan di Nusakambangan tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang berguna setelah mereka kembali ke masyarakat.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, menyatakan pihaknya akan menjadikan berbagai masukan dari Komisi IV DPR RI sebagai bahan evaluasi guna memperkuat dan memperluas program yang telah berjalan.

Menurut Agus, optimalisasi lahan tidur (idle) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) terus dilakukan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memenuhi kebutuhan internal pemasyarakatan.

"Pemanfaatan lahan produktif ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian warga binaan serta mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan,” katanya.

Saat ini, kawasan Nusakambangan mengelola sekitar 135 hektare lahan produktif yang melibatkan ratusan warga binaan dalam berbagai sektor usaha dan kegiatan pemberdayaan.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan, produktivitas, dan kemandirian saat kembali berkontribusi di tengah masyarakat. (zi/jp). 

Peringati Hari Konstitusi, DPRD Kalsel Dorong Pembinaan Karakter Lewat Lomba Paskibra

BANJARBARU- Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Supian HK, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Lomba Formasi Pengibaran Bendera se-Kalimantan Selatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Konstitusi MPR RI ke-81 Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Dr. Murdjani Banjarbaru, Sabtu (20/6/2026).

Mengusung tema “Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Indonesia”, lomba ini menjadi ajang pembinaan karakter sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda, khususnya anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

H Supian HK menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam menanamkan semangat nasionalisme, disiplin, dan rasa tanggung jawab kepada generasi muda melalui kegiatan baris-berbaris dan formasi pengibaran bendera.

"Acara ini sangat baik untuk membina karakter generasi muda Banua. Melalui latihan formasi dan baris-berbaris, para peserta belajar tentang kekompakan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap Merah Putih sebagai simbol persatuan bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, peringatan Hari Konstitusi tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah ketatanegaraan Indonesia, tetapi juga sarana untuk memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya kalangan pelajar, terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara.

Ia menambahkan, kegiatan yang dikemas secara kreatif dan kompetitif seperti lomba formasi pengibaran bendera mampu menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, konstitusi, dan semangat kebangsaan kepada generasi muda.

"DPRD Kalsel siap mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Kita ingin generasi muda Kalimantan Selatan tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berkarakter, memahami konstitusi, serta memiliki komitmen untuk menjaga persatuan dan keutuhan Indonesia,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, DPRD Kalsel berharap semangat nasionalisme dan kesadaran berkonstitusi dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda sebagai modal penting dalam menghadapi tantangan bangsa di masa depan. (sar/ali/jp). 

293 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Puncak Haul Guru Kapuh, Ribuan Jemaah Padati Simpur

KANDANGAN- Sebanyak 293 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan puncak pelaksanaan Haul Guru Kapuh di Desa Kapuh, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Sabtu (20/6/2026) malam. Pengamanan dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas serta keamanan ribuan jemaah yang menghadiri kegiatan keagamaan tersebut.

Kasat Lantas Polres HSS, AKP Tugiyana, mengatakan pengamanan yang dilakukan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan haul yang telah memasuki hari ketiga sekaligus puncak acara.

"Untuk pengamanan hari ini, kami menurunkan sekitar 293 personel yang ditempatkan di sejumlah titik strategis di kawasan Desa Kapuh dan sekitarnya,” ujar AKP Tugiyana.

Ia menjelaskan, area pengamanan dibagi menjadi empat zona, yakni Zona 1, Zona 2, Zona 3, dan Zona 4. Setiap zona diperkuat personel gabungan yang terdiri dari anggota Polri, TNI, Satpol PP, serta relawan.

Menurutnya, jumlah jemaah yang hadir pada puncak haul diperkirakan mencapai 10.000 hingga 15.000 orang. Kondisi tersebut membuat pengamanan dilakukan secara maksimal guna menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran mobilitas jamaah.

"Personel telah disiagakan sejak pukul 15.00 Wita, baik dari unsur lalu lintas maupun personel lainnya sesuai arahan Kapolres HSS,” katanya.

Selain pengamanan di lokasi kegiatan, petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas pada sejumlah jalur menuju Desa Kapuh untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan memudahkan akses jamaah.

Polres HSS mengimbau seluruh jamaah agar mematuhi arahan petugas di lapangan, menjaga ketertiban, serta mengutamakan keselamatan selama mengikuti rangkaian Haul Guru Kapuh.

Dengan dukungan ratusan personel gabungan, pelaksanaan puncak haul diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga kegiatan berakhir. (ari/jp). 

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tabalong Gelar Turnamen E-Sport Kapolres Cup 2026, Diikuti 192 Peserta

TANJUNG- Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tabalong menggelar Turnamen E-Sport Kapolres Tabalong Cup 2026 yang diikuti puluhan tim dari berbagai wilayah di Kabupaten Tabalong. Kegiatan tersebut resmi dibuka di Aula Polres Tabalong, Sabtu (20/6/2026).

Pembukaan turnamen dihadiri Wakapolres Tabalong, Kompol Hasanuddin, S.H., jajaran pejabat utama Polres Tabalong, perwakilan KNPI Tabalong, panitia pelaksana, serta para peserta kompetisi.

Dalam sambutannya Kompol Hasanuddin, menyampaikan bahwa turnamen e-sport menjadi salah satu sarana untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.

Menurutnya, perkembangan e-sport saat ini tidak lagi sekadar menjadi hiburan, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari industri kreatif dan olahraga modern yang menuntut kemampuan strategi, kerja sama tim, kedisiplinan, serta sportivitas.

"E-sport saat ini bukan hanya sekadar permainan, tetapi telah menjadi bagian dari perkembangan industri kreatif dan olahraga modern yang menuntut strategi, kerja sama tim, disiplin, serta sportivitas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, esensi kompetisi tidak hanya terletak pada kemenangan, tetapi juga pada proses, kerja sama tim, dan sikap saling menghormati antarpeserta.

Wakapolres turut mengapresiasi panitia serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian turnamen dapat berjalan aman, tertib, dan lancar hingga penutupan.

Turnamen E-Sport Kapolres Tabalong Cup 2026 berlangsung selama dua hari, yakni 19–20 Juni 2026. Sebanyak 32 tim dengan total 192 peserta ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Seluruh peserta merupakan pemuda-pemudi yang berdomisili di Kabupaten Tabalong.

Melalui kegiatan ini, Polres Tabalong berharap dapat menyediakan wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang e-sport, sekaligus memperkuat sinergi dan kedekatan antara Polri dan masyarakat dalam semangat peringatan Hari Bhayangkara ke-80. (fah/jp). 

Wakapolres Tabalong Hadiri Pelepasan Kejurnas Time Rally 2026, Diikuti 100 Peserta

TANJUNG- Wakapolres Tabalong, Kompol H Hasanuddin, S.H. mewakili Kapolres Tabalong menghadiri Opening Ceremony dan pelepasan peserta Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Time Rally 2026 Tabalong Smart IKN Golden Triangle Trophy Bupati dan Wakil Bupati Tabalong yang digelar di Halaman Kantor Bupati Tabalong, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Tabalong bekerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Tabalong Ir. HM. Noor Rifani, S.H., S.T., M.T., Wakil Bupati Tabalong Habib Taufani Alkaf, S.Kom., M.M., Ketua DPRD Tabalong Reza Fahlipi, S.M., M.M., unsur Forkopimda, pengurus IMI Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Tabalong, KONI Tabalong, perwakilan BUMN dan BUMD, serta para peserta dan panitia pelaksana.

Pada etape pertama, sebanyak 34 peserta diberangkatkan dari Kantor Bupati Tabalong menuju Desa Pasar Panas, Kecamatan Kelua, yang berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Tengah. Setelah beristirahat di Kantor Kecamatan Kelua, peserta melanjutkan perjalanan dan finis di Halaman Pendopo Bersinar, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak.

Sementara itu, etape kedua yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (21/6/2026) akan diikuti 66 peserta Kejurnas dan 34 peserta kategori eksekutif. Rute dimulai dari Pendopo Bersinar menuju Pasar Agribisnis Desa Kembang Kuning, Kecamatan Haruai, kemudian melintasi Desa Bilas dan Desa Kaong. Peserta selanjutnya beristirahat di Pusat Kebudayaan Dayak Deah, Desa Pangelak, Kecamatan Upau, sebelum kembali finis di Pendopo Bersinar.

Kejuaraan ini mempertandingkan sejumlah kategori, yakni Kejurnas Umum Time Rally 2026, Seeded B, Non-Seeded, Wanita, Team Club/IMI Provinsi, U-23, Fun Rally IMI Provinsi Kalimantan Selatan, serta kategori Executive dan Fun Rally.
Kejurnas Time Rally 2026 berlangsung selama dua hari dengan total jarak tempuh sekitar 200 kilometer. 

Selain menjadi ajang kompetisi olahraga otomotif tingkat nasional, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan pembangunan Kabupaten Tabalong sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). (fah/jp). 

Wabup Barito Utara Tinjau Gelar Teknologi PENAS XVII Gorontalo, Perkuat Modernisasi Pertanian dan Perikanan

GORONTALO- Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, meninjau kawasan Gelar Teknologi (Geltek) pada ajang PENAS XVII Petani Nelayan 2026 yang berlangsung di GORR David-Tony, Sabtu (20/6/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam mendorong percepatan modernisasi sektor pertanian dan perikanan melalui pemanfaatan teknologi serta inovasi yang mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing pelaku usaha tani dan nelayan.

Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Barito Utara, serta jajaran organisasi perangkat daerah terkait. Rombongan meninjau sejumlah stan pameran dan demonstrasi teknologi yang menampilkan berbagai inovasi di bidang pertanian dan perikanan.

Beragam teknologi yang dipamerkan mencakup solusi untuk meningkatkan efisiensi produksi, pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan, serta penguatan ketahanan pangan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pertukaran informasi dan pengalaman antara pemerintah daerah, petani, nelayan, akademisi, serta pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia.

Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, menegaskan bahwa penerapan teknologi dan inovasi menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan sektor pertanian dan perikanan di masa depan. 

Melalui partisipasi dalam ajang PENAS XVII, ia berharap, dapat mengadopsi berbagai praktik dan teknologi yang relevan untuk mendukung pembangunan pertanian dan perikanan yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan. (emca/jp). 

182 Warga Baru PSHT Disahkan, Perkuat Soliditas Organisasi di Kalimantan Tengah

PALANGKA RAYA- Sebanyak 182 calon warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) resmi disahkan menjadi warga baru dalam prosesi wisuda bersama yang digelar PSHT Cabang Palangka Raya, Sabtu (20/6/2026) dini hari. Para peserta berasal dari Cabang Palangka Raya, Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau, dan Katingan.

Prosesi pengesahan yang berlangsung khidmat di Gedung PSHT Jalan Soekarno, Palangka Raya, menjadi penanda berakhirnya proses pendidikan, latihan, dan pembinaan yang telah dijalani para calon warga selama bertahun-tahun.

Ketua PSHT Cabang Palangka Raya, Agustan Saining, mengatakan pengesahan warga baru merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki peran penting dalam regenerasi dan pengembangan organisasi.

"Pengesahan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pengembangan organisasi. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat persaudaraan serta membentuk karakter warga PSHT yang berbudi luhur, bertanggung jawab, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Agustan, seluruh calon warga yang disahkan telah melewati berbagai tahapan latihan fisik, pendidikan mental, serta pembinaan karakter sebagai syarat utama untuk menjadi warga PSHT.

Ia berharap, para warga baru dapat menjaga nama baik organisasi, menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, serta mengamalkan ajaran PSHT dalam kehidupan sehari-hari.

Prosesi pengesahan turut dihadiri jajaran pengurus PSHT dari berbagai cabang, pelatih, serta keluarga calon warga yang memberikan dukungan dan doa bagi para peserta.

Dengan bertambahnya 182 warga baru, PSHT di Kalimantan Tengah diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi positif melalui kegiatan sosial, olahraga, serta pembinaan generasi muda.

Agustan menyebut, jumlah warga PSHT di beberapa cabang terus mengalami pertumbuhan. Saat ini, anggota PSHT di Cabang Palangka Raya mencapai sekitar 3.000 orang, Katingan sekitar 1.000 orang, dan Gunung Mas sekitar 500 orang.

"Untuk yang hadir pada kegiatan pengesahan kali ini sekitar separuh dari total warga yang ada,” tutupnya. (emca/jp). 

SMSI Kalsel Ucapkan Selamat Kepada Walikota Banjarmasin Atas Anugerah Sahabat Pers SMSI 2026


JURNALISPOST.ONLINE-Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan mengucapkan selamat dan sukses atas Anugerah Sahabat Pers SMSI 2026 kepada Walikota Banjarmasin, Bapak H. Muhammad Yamin HR pada hari Kamis, 18 Juni 2026 di Gedung Dewan Pers, Jakarta.

"Mari terus memperjuangkan kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi dan keadilan."

Jumat, 19 Juni 2026

Piala Bergilir Diserahkan, MTQN XXXVII Kalsel Resmi Bergulir di Batola

MARABAHAN- Penyerahan piala bergilir mewarnai Malam Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Jum'at (19/6/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Kuala itu dihadiri seluruh kafilah dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, dewan hakim, serta sejumlah pejabat daerah dan provinsi.

Dalam rangkaian acara, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, HM. Syarifuddin, M.Pd., menyerahkan piala bergilir MTQ kepada Bupati Barito Kuala, H Bahrul Ilmi sebagai simbol dimulainya pelaksanaan MTQN XXXVII tingkat provinsi di Batola.

Bupati Barito Kuala, H Bahrul Ilmi, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi tahun ini.

Menurutnya, MTQ tidak sekadar menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga sarana strategis untuk memperkuat syiar Islam, membina generasi Qurani, serta menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

"MTQ memiliki peran penting dalam memperkokoh spiritualitas masyarakat di tengah berbagai tantangan zaman. Karena itu, kami bersyukur dan siap memberikan pelayanan terbaik selama pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekdaprov Kalsel, HM. Syarifuddin yang juga Ketua Dewan Pembina Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan bahwa kesuksesan MTQ merupakan tanggung jawab bersama.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, panitia, dan peserta untuk berkolaborasi menyukseskan pelaksanaan MTQN XXXVII di Barito Kuala.

Menurut HM. Syarifuddin, MTQ tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga menjadi momentum meningkatkan pemahaman serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

"Al-Qur’an memuat tuntunan hidup yang dapat menjadi pedoman bagi keselamatan dunia dan akhirat. Karena itu, momentum MTQ harus mampu mendorong masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kerja keras Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, panitia pelaksana, serta masyarakat yang telah mendukung persiapan penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi tersebut.

"Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” tutupnya. (hru/jp). 

Bupati Kapuas Pimpin Apel Siaga Karhutla 2026, Perusahaan dan MPA Perkuat Kemitraan Pencegahan Kebakaran

KUALA KAPUAS- Bupati Kapuas, HM. Wiyatno memimpin Apel Siaga Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Globalindo Agung Lestari (GAL) dan Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), Jum'at (19/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan PT Globalindo Agung Lestari tersebut diikuti jajaran karyawan perusahaan, perwakilan masyarakat, serta desa-desa di wilayah operasional perusahaan.

Dalam amanatnya, Bupati HM. Wiyatno mengapresiasi komitmen PT GAL dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kabupaten Kapuas. Menurutnya, pelaksanaan apel siaga menjadi bukti kesiapan perusahaan menghadapi musim kemarau sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Bupati mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau 2026. Berdasarkan prakiraan BMKG, Indonesia berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dari kondisi normal, seiring pengaruh fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027.

"Kondisi tersebut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau,” ujarnya.

Kabupaten Kapuas sendiri memiliki kawasan gambut yang luas, dengan Kecamatan Mantangai menjadi salah satu wilayah prioritas pengendalian Karhutla. Berdasarkan data BPBD Kapuas, luas lahan terbakar sepanjang 2025 mencapai sekitar 274,79 hektare, tertinggi di Kalimantan Tengah. Mantangai menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar mencapai 132,69 hektare, disusul Dadahup 62,9 hektare dan Kapuas Murung sekitar 44 hektare.

Menurut HM. Wiyatno, data tersebut menjadi peringatan bahwa ancaman Karhutla masih nyata sehingga diperlukan langkah pencegahan yang terukur dan berkelanjutan.

Ia menegaskan, pencegahan harus menjadi prioritas utama karena kebakaran di lahan gambut lebih sulit dipadamkan, membutuhkan biaya besar, serta berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Pada kesempatan itu, HM. Wiyatno juga menyambut baik penandatanganan MoU antara PT GAL dan Kelompok Masyarakat Peduli Api. Kerja sama tersebut dinilai strategis untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran.

MPA memiliki peran penting dalam patroli lapangan, sosialisasi, pemantauan wilayah, pelaporan dini, hingga membantu pemadaman awal saat terjadi kebakaran.

"Keberhasilan pengendalian Karhutla tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat,” katanya.

Bupati berharap kemitraan yang dibangun tidak berhenti pada dokumen administratif, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. 

Ia juga meminta perusahaan memastikan seluruh sarana pengendalian Karhutla siap operasional, meningkatkan patroli terpadu di wilayah rawan, mengoptimalkan sumber air dan infrastruktur pendukung, serta memperkuat koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa.

Melalui apel siaga dan kerja sama tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, aparat keamanan, dan masyarakat semakin kuat dalam mencegah serta menanggulangi Karhutla selama musim kemarau 2026. (fah/hru/jp). 

Panen Jagung 4 Ton di Pematang Karau, Polsek dan BPP Perkuat Dukungan Swasembada Pangan

TAMIANG LAYANG- Personel Polsek Pematang Karau bersama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pematang Karau melaksanakan panen raya jagung di lahan pertanian milik warga Desa Sumber Rejo, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Jum'at (19/6/2026).

Panen dilakukan di lahan seluas satu hektare milik petani bernama Sono. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Pematang Karau, IPDA Ricardo Hutahaean, S.H., dan melibatkan personel Polsek serta jajaran BPP Kecamatan Pematang Karau.

Dari hasil panen tersebut, petani berhasil memperoleh sekitar 4 ton jagung. Capaian ini dinilai menjadi salah satu indikator potensi sektor pertanian di Kecamatan Pematang Karau dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Dalam kegiatan itu, personel Polri, penyuluh pertanian, dan petani turut bergotong royong memanen jagung yang telah memasuki masa panen. Kehadiran aparat kepolisian di sektor pertanian merupakan bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam upaya mewujudkan swasembada pangan.

Selain panen, kegiatan juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada petani terkait pengembangan budidaya jagung sebagai komoditas bernilai ekonomi. Peningkatan produksi jagung diharapkan mampu memperkuat pasokan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Kapolsek Pematang Karau, IPDA Ricardo Hutahaean, mengatakan Polri berkomitmen mendukung program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui sektor pertanian.

"Panen jagung ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program swasembada pangan nasional. Kami berharap hasil panen yang diperoleh dapat memotivasi masyarakat untuk terus mengembangkan budidaya jagung sebagai komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi," ujarnya. 

"Polsek Pematang Karau akan terus bersinergi dengan petani dan instansi terkait guna mendukung peningkatan produksi pangan serta kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. 

Melalui kolaborasi antara Polri, penyuluh pertanian, dan masyarakat, diharapkan sektor pertanian di Kecamatan Pematang Karau semakin berkembang dan mampu berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. (zi/jp). 

DPRD Kalsel Kawal Aspirasi Mahasiswa, Empat Tuntutan Akan Disampaikan ke Pemerintah Pusat

BANJARMASIN- DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan akan meneruskan empat tuntutan yang disampaikan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan kepada pemerintah pusat. 

Aspirasi tersebut meliputi evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang berpihak kepada masyarakat, evaluasi Undang-Undang Polri, serta peningkatan kesejahteraan sektor pendidikan.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK, usai menerima perwakilan massa aksi di Gedung DPRD Kalsel, Jum'at (19/6/2026). Menurutnya, seluruh tuntutan mahasiswa akan menjadi bahan masukan yang disampaikan kepada kementerian, lembaga terkait, maupun perwakilan Kalimantan Selatan di DPR RI.

"Pada intinya kita sebagai wakil rakyat, karena ini merupakan ranah kewenangan pemerintah pusat, kami akan menyampaikan aspirasi tersebut beserta dokumen dan dukungan yang telah disepakati bersama mahasiswa,” ujar H Supian HK.

Ia menjelaskan, DPRD Kalsel sebelumnya telah berupaya menghadirkan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan untuk berdialog langsung dengan mahasiswa. Namun, sejumlah legislator pusat berhalangan hadir karena sedang menjalankan agenda kedinasan. Meski demikian, surat undangan dan tanggapan resmi dari anggota DPR RI yang membidangi persoalan terkait telah disampaikan kepada peserta aksi.

Sebagai bentuk tindak lanjut, DPRD Kalsel akan membawa langsung dokumen aspirasi mahasiswa ke Jakarta. Komisi III dan Komisi IV DPRD Kalsel dijadwalkan berangkat pada Senin mendatang untuk menyerahkan aspirasi tersebut kepada kementerian dan lembaga yang berwenang.

Selain itu, DPRD Kalsel juga akan mengupayakan pertemuan dengan anggota DPR RI asal Kalimantan Selatan agar tuntutan mahasiswa dapat diterima dan dibahas secara lebih konkret di tingkat nasional.

Aksi penyampaian aspirasi mahasiswa diterima oleh unsur pimpinan dan anggota DPRD Kalsel, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kalsel H. Kartoyo dan H. M. Alpiya Rakhman, serta Anggota DPRD Kalsel H. Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, didampingi jajaran Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

DPRD Kalsel berharap berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan dan stabilitas sosial ekonomi di daerah. (sar/ali/jp). 

Komisi II DPRD Kalsel Dorong Digitalisasi UMKM HSU, Soroti Keterbatasan Anggaran Balai Industri

AMUNTAI- Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendorong percepatan transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sebagai upaya meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar. 

Hal itu mengemuka saat kegiatan monitoring pembinaan dan pengembangan industri yang dilaksanakan di Aula H. Idham Chalid, Amuntai, Jum'at (19/6/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, H Suripno Sumas, bersama sejumlah anggota Komisi II dengan mengunjungi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkoperindag) HSU serta Balai Diklat Industri Kayu dan Logam Amuntai.

Turut hadir Bupati HSU, H Sahrujani, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan H Ahmad Bagiawan, jajaran Dinkoperindag HSU, dan pengelola balai diklat.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi II DPRD Kalsel menilai digitalisasi menjadi langkah strategis agar UMKM mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, H Suripno Sumas, mengatakan UMKM di HSU memiliki berbagai produk unggulan yang berpotensi menembus pasar yang lebih luas apabila didukung pemanfaatan teknologi digital.

"UMKM kita di HSU memiliki produk yang sangat potensial, mulai dari kerajinan rotan, kue bangkit hingga olahan ikan gabus. Namun apabila pemasarannya masih terbatas secara konvensional, tentu akan sulit bersaing dengan produk lain yang sudah memanfaatkan marketplace dan media digital. Karena itu kami mendorong Dinkoperindag menjadi jembatan bagi UMKM untuk berkembang melalui digitalisasi,” ujarnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Komisi II DPRD Kalsel mendorong pelaksanaan pelatihan digital marketing secara berkelanjutan, fasilitasi pendaftaran marketplace dan QRIS bagi pelaku UMKM, serta pembangunan etalase digital khusus produk unggulan Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Bupati HSU, H Sahrujani, menyambut baik dukungan DPRD Kalsel terhadap pengembangan UMKM daerah. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten HSU siap bersinergi dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional melalui platform digital.

Selain membahas pengembangan UMKM, Komisi II DPRD Kalsel juga melakukan evaluasi terhadap program Balai Diklat Industri Kayu dan Logam Amuntai. Dari hasil pemantauan, balai dinilai telah menjalankan fungsi pelatihan industri dengan baik, namun menghadapi kendala keterbatasan anggaran yang berdampak pada menurunnya jumlah pelatihan setiap tahun.

"Kami melihat Balai Diklat Industri Kayu dan Logam telah menjalankan fungsi pelatihan dengan baik. Namun sangat disayangkan, jumlah pelatihan yang dilaksanakan setiap tahun terus menurun akibat keterbatasan anggaran. Padahal masyarakat masih sangat membutuhkan pelatihan industri yang inovatif agar mampu bersaing dan mengikuti perkembangan pasar,” kata Suripno.

Komisi II DPRD Kalsel juga menyoroti kondisi sarana dan prasarana balai yang memerlukan peningkatan. Untuk itu, pihaknya berkomitmen memperjuangkan dukungan anggaran guna modernisasi peralatan pelatihan, rehabilitasi gedung, serta peningkatan fasilitas pendukung lainnya.

"Kami mencatat kebutuhan anggaran untuk peningkatan fasilitas balai industri sebagai salah satu prioritas yang akan kami perjuangkan. Dengan fasilitas yang memadai, proses pelatihan dapat berjalan lebih optimal dan mampu menghasilkan tenaga kerja serta pelaku industri yang kompeten,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Adrizal, menegaskan pentingnya mendorong UMKM daerah terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. 

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap penguatan fasilitas pelatihan industri melalui penyediaan peralatan yang lebih modern.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi II DPRD Kalsel turut menerima informasi bahwa masih terdapat pelaku UMKM di HSU yang belum memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

Kondisi ini menjadi perhatian untuk dicarikan solusi bersama agar akses pembiayaan usaha dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat.

Melalui kunjungan ini, Komisi II DPRD Kalsel berharap sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mendorong pertumbuhan UMKM, pengembangan industri lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (sar/ali/jp). 

Komisi III DPRD Kalsel Dorong Pengaspalan Jalan Gunung Kupang–Tambang Ulang Dituntaskan

TANAH LAUT- Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong pemerintah daerah melanjutkan pengaspalan ruas Jalan Gunung Kupang–Banyu Irang hingga Tambang Ulang di Kabupaten Tanah Laut. Meski kualitas pekerjaan yang telah dilaksanakan dinilai baik, ruas jalan sepanjang sekitar 24 kilometer itu masih belum teraspal secara menyeluruh.

Dorongan tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kalsel, H Agus Mulia Husin, usai melakukan monitoring lapangan pada Jum'at (19/6/2026).

Menurut Agus, penyelesaian pengaspalan hingga seluruh ruas jalan tuntas menjadi harapan masyarakat, khususnya warga Kecamatan Bati-Bati dan Tambang Ulang. Infrastruktur jalan yang baik dinilai penting untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan akses pelayanan publik.

"Ini juga sesuai dengan harapan masyarakat di wilayah Bati-Bati dan Tambang Ulang. Mereka menginginkan pengaspalan dari Banyu Irang hingga Tambang Ulang dapat terselesaikan seluruhnya, sehingga pelayanan kepada masyarakat dan aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih baik,” ujarnya.

Selain menyoroti kelanjutan pembangunan, Komisi III DPRD Kalsel juga memberikan apresiasi terhadap kualitas pekerjaan yang telah rampung. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pengaspalan yang sudah dikerjakan dinilai memenuhi standar dan menunjukkan hasil yang cukup baik.

"Kualitas yang kami lihat cukup rapi dan layak. Mudah-mudahan kontraktor maupun pelaksana pekerjaan ke depan dapat terus mempertahankan kualitas seperti ini,” kata Agus.

Ia menegaskan, kualitas pembangunan infrastruktur harus menjadi perhatian utama agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, Komisi III berharap setiap tahapan pekerjaan lanjutan tetap mengedepankan mutu dan standar teknis yang telah ditetapkan.

Dengan tuntasnya pengaspalan ruas Jalan Gunung Kupang–Banyu Irang–Tambang Ulang, akses transportasi masyarakat di kawasan tersebut diharapkan semakin lancar serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Tanah Laut. (sar/ali/jp). 

Komisi I DPRD Kalsel Tinjau Kesiapsiagaan BPBD Tanah Bumbu Hadapi Ancaman Karhutla dan Kekeringan

TANAH BUMBU- Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana pada musim kemarau 2026. Fokus pembahasan meliputi antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Kunjungan yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026) tersebut dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kalsel, H Rais Ruhayat, didampingi anggota komisi dan jajaran BPBD Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan mulai berlangsung pada Juli 2026. Komisi I DPRD Kalsel juga meninjau kesiapan personel, ketersediaan sarana dan prasarana, serta pola koordinasi lintas instansi dalam penanganan potensi bencana.

"Hari ini kami berkoordinasi dengan BPBD Tanah Bumbu terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana pada musim kemarau. Berdasarkan perkiraan cuaca, musim kemarau diperkirakan dimulai pada Juli dan puncaknya terjadi pada Juli hingga Agustus,” ujar H Rais Ruhayat.

Selain menyoroti kesiapan menghadapi ancaman karhutla dan kekeringan, Komisi I DPRD Kalsel juga memberikan apresiasi atas capaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) yang diraih BPBD Tanah Bumbu.

Menurut Rais, capaian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana, termasuk melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, sarana pendukung, dan tata kelola kebencanaan.

"Kami sangat mengapresiasi capaian IKD BPBD Tanah Bumbu. Dari hasil pemaparan dan kondisi yang kami lihat, BPBD Tanah Bumbu berpotensi menjadi percontohan bagi daerah lain dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana,” katanya.

Legislator Fraksi PAN itu menilai keberhasilan tersebut patut menjadi motivasi bagi BPBD kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Selatan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kebencanaan.

Ia juga mendorong BPBD Provinsi Kalimantan Selatan untuk mempertimbangkan pemberian penghargaan kepada daerah yang menunjukkan kinerja dan inovasi terbaik dalam bidang penanggulangan bencana.

"Pemberian apresiasi dapat menjadi stimulus positif bagi BPBD kabupaten/kota untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kualitas penanggulangan bencana di daerah masing-masing,” pungkasnya. (sar/ali/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes