TABALONG- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Firman Yusi, mendorong agar pelatihan keterampilan kerja bagi masyarakat terus diperluas sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kemandirian ekonomi warga.
Hal itu disampaikan Firman Yusi saat membuka pelatihan tenaga kerja mandiri kejuruan tata boga bidang pastry bakery bagi warga Desa Tanta dan Desa Tanta Hulu, Kabupaten Tabalong, Selasa (18/8/2026).
Pelatihan yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalsel tersebut merupakan tindak lanjut aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan reses Firman Yusi di Desa Tanta.
Firman mengapresiasi Pemprov Kalsel melalui Disnakertrans yang telah merealisasikan aspirasi masyarakat tersebut. Menurutnya, program pelatihan berbasis keterampilan perlu diperbanyak karena menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Pelatihan-pelatihan seperti ini harus diperbanyak, bukan dikurangi. Kita berharap kegiatan seperti ini terus ditingkatkan karena merupakan bagian dari upaya mendukung peningkatan sumber daya manusia di Kalimantan Selatan,” kata Firman.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga meminta para peserta yang seluruhnya perempuan mengikuti pelatihan dengan serius hingga selesai. Ia berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha produktif.
Firman juga mendorong pemerintah desa ikut mendukung keberlanjutan usaha peserta, terutama dalam aspek perizinan dan pemasaran.
"Kami berharap desa tempat pelaksanaan juga turut memberikan dorongan kepada seluruh peserta, termasuk dalam hal perizinan dan pemasaran. Pelatihannya bidang tata boga, khususnya roti dan bakery. Mudah-mudahan keterampilan ini bisa berkembang menjadi usaha,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Provinsi Kalsel melalui Kepala Bidang P4TK, Indah Fajarwati, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kompetensi dan kemandirian masyarakat. Pelaksanaannya bekerja sama dengan LPK Marlina Banjarbaru.
Menurut Indah, bidang pastry bakery memiliki peluang usaha yang cukup luas seiring meningkatnya kebutuhan dan permintaan pasar terhadap produk olahan pangan.
"Bidang pastry dan bakery saat ini memiliki peluang usaha yang cukup luas. Produk seperti roti, kue, pastry, cookies, cake dan berbagai olahan makanan lainnya tidak hanya dibutuhkan untuk konsumsi sehari-hari, tetapi juga memiliki pasar yang terus berkembang,” kata Indah.
Ia berharap peserta dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh sebagai modal untuk membangun dan mengembangkan usaha secara mandiri. Selain itu, peserta didorong membangun kerja sama serta jaringan usaha guna memperluas pemasaran produk.
Pelatihan tenaga kerja mandiri kejuruan tata boga bidang pastry bakery Tahun Anggaran 2026 tersebut diikuti 16 peserta dari Desa Tanta dan Desa Tanta Hulu. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, 19–21 Agustus 2026, di Aula Kantor Desa Tanta, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong. (sar/ali/jp).





































