MUARA TEWEH- Bupati Barito Utara, H Shalahuddin meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera mengevaluasi progres pekerjaan fisik dan realisasi penyerapan anggaran menjelang akhir tahun. Evaluasi ini diperlukan untuk mengidentifikasi kendala sekaligus mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur sesuai target waktu dan mutu yang ditetapkan.
Bupati H Shalahudin menegaskan, setiap bidang di lingkungan Dinas PUPR harus mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan pekerjaan, mulai dari perencanaan, ketersediaan material, hingga proses administrasi dan pembayaran.
"Kita harus mengevaluasi apa penyebab utama keterlambatan. Cari solusinya agar pekerjaan bisa segera diselesaikan dan permasalahan ini tidak terus berulang,” tegas H Shalahuddin, Senin (19/10/2026).
Selain evaluasi menyeluruh, Bupati meminta agar kendala pengiriman material untuk pembangunan jembatan segera ditangani melalui koordinasi dengan pihak terkait. Ia juga menginstruksikan Dinas PUPR untuk memanggil kontraktor pelaksana proyek pelebaran jalan di dalam Kota Muara Teweh guna membahas langkah konkret percepatan pekerjaan.
"Ruas jalan yang memungkinkan untuk diaspal agar segera dikerjakan, sehingga progresnya bisa dipercepat,” ujarnya.
H Shalahuddin menekankan pentingnya pengawasan dan koordinasi yang lebih intensif antara Dinas PUPR dan kontraktor pelaksana. Menurutnya, setiap persoalan yang ditemukan di lapangan harus segera ditindaklanjuti agar tidak menghambat penyelesaian proyek maupun realisasi anggaran.
Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar penentuan langkah percepatan yang terukur, baik dalam pelaksanaan pekerjaan fisik maupun penyerapan anggaran. Seluruh proyek juga harus tetap memenuhi spesifikasi teknis serta ketentuan yang berlaku.
Bupati meminta jajaran Dinas PUPR meningkatkan disiplin, tanggung jawab, dan kinerja dalam mengawal pelaksanaan program pembangunan.
Percepatan pekerjaan, menurut arahan tersebut, perlu disertai pengawasan yang konsisten agar proyek dapat diselesaikan tepat waktu dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat Barito Utara. (emca/jp).



































