TAMIANG LAYANG- Komitmen mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkuat di Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur. Pemerintah kecamatan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), aparat, tokoh masyarakat dan relawan mengikuti deklarasi menolak karhutla yang digagas Koramil 1012-04 Tamiang Layang.
Camat Paju Epat, Fredi Tangkasiang, menegaskan deklarasi tersebut harus menjadi komitmen bersama untuk mencegah karhutla, bukan sekadar kegiatan seremonial.
"Harapan kami, deklarasi ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi karhutla,” kata Fredi kepada wartawan ini, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Pemerintah desa, aparat TNI/Polri, tokoh adat, tokoh agama, relawan hingga masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi dan mencegah kebakaran sejak dini.
Fredi juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut dinilai berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi lingkungan kering.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada pemerintah desa, aparat TNI/Polri, atau relawan agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama sangat penting untuk memberikan edukasi sekaligus mengingatkan warga mengenai bahaya dan dampak karhutla.
"Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita tingkatkan kepedulian, saling mengingatkan, dan menjaga lingkungan,” tegasnya.
Fredi berharap sinergi seluruh elemen yang telah dibangun melalui deklarasi tersebut dapat diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan. Dengan pencegahan secara bersama-sama, ancaman karhutla dan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat dapat diminimalkan.
"Peran tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, kepala desa dan seluruh masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla. Lebih baik mencegah daripada menanggulangi,” pungkasnya. (zi/jp).





























