BREAKING NEWS
https://picasion.com/

Pemprov Kalsel

Wakil Rakyat

Pemkab Batola

Selasa, 29 November 2022

Anggota Satlantas Polres HST Laksanakan Policeman Goes To School

BARABAI- Anggota Satlantas Polres Hulu Sungai Tengah, Ipda Hasintongan bersama Bripka Sugianor menjadi narasumber dalam kegiatan Policeman Goes To School, Selasa (29/11).

Dalam policeman goes to school yang berlangsung di Gedung SMPIT AL KHAIR tersebut, Ipda Hasintongan bersama Bripka Sugianor ajarkan para siswa tentang tertib berlalu lintas.

Ipda Hasintongan menyampaikan, dengan adanya kegiatan seperti ini para siswa mengetahui ilmu dasar tentang berlalu lintas. 

"Sehingga disaat dewasa nanti mereka menjadi generasi yang taat akan lalu lintas serta patuh akan hukum," jelas Ipda Hasintongan.

Dikesempatan yang sama, Bripka Sugianor mensosialisakan kepada siswa-siswi tentang aturan-aturan berlalu lintas. Seperti mentaati rambu-rambu lalu lintas, cara menggunakan helm yang benar, jenis-jenis surat izin mengemudi (SIM), tentang sanksi tilang dan akibat dari kecelakaan di jalan.

"Ini penting dilakukan agar dapat meminimalisir terjadinya laka lantas, kami juga mengimbau agar para orang tua apabila memiliki anak yang belum cukup umur, agar tidak diberikan izin berkendara demi keselamatan anak-anak,” jelas Bripka Sugianor.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPIT AL Khair Barabai, Norliani Sp.d menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolres Hulu Sungai Tengah, AKBP Sigit Hariyadi, S.I.K., M.H atas kehadiran bapak-bapak anggota Polri dari bagian Satlantas.

"Dengan adanya sosialisasi ini, para siswa mendapatkan pengetahuan dan pengertian tentang berlalu lintas yang baik," ujar dia.

Ditempat terpisah, Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Sigit Hariyadi, S.I.K.,M.H. melalui Kasi Humas Polres Hulu Sungai Tengah, AKP Soebagio menyampaikan, dengan kegiatan Policeman goes to school tersebut, diharapkan anak-anak mengetahui aturan berlalu lintas, sehingga mereka dapat disiplin dan patuh lalu lintas sejak dini.

"Kegiatan Policeman goes to school itu perlu dilakukan kepada anak-anak usia remaja. Sebab kecelakaan lalu lintas dominan dari kalangan pelajar atau anak remaja dibawah umur," jelas AKP Soebagio. (hendra/jp).

Paman Birin Ingatkan Tantangan Dunia Kerja Kepada Alumni Universitas NU

BANJARMASIN- Tantangan dunia kerja bagi para sarjana semakin berat. Selain tuntutan perubahan dunia kerja yang sudah bergeser ke era masyarakat informasi, juga semakin banyaknya sarjana yang dilahirkan perguruan tinggi.

Konsekuensinya, tidak semua lulusan perguruan tinggi dapat terserap dunia kerja. Jika paradigma berfikir, sarjana berarti mudah mencari kerja, maka bersiap-siaplah untuk kecewa.

Paradigma berpikir para sarjana harus berubah, menjadi sarjana berarti siap menciptakan lapangan kerja, minimal untuk diri sendiri.

Hal ini disampaikan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Staf Ahlinya Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Sulkan pada Sidang Senat Terbuka Universitas Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Selatan dengan agenda Wisuda ke III tahun 2022 di Banjarmasin, Selasa (29/11).

Karena itu lanjut gubernur, proses pendidikan di lembaga pendidikan dituntut mengedepankan kualitas bukan kuantitas.

"Saya yakin, Universitas NU Kalsel mempunyai kemampuan untuk melahirkan sarjana yang berkualitas. Saya juga yakin, para lulusannya juga memiliki daya saing untuk menjadi insan yang handal dan unggul,” ungkap Paman Birin.

Paman Birin mengingatkan, keberhasilan dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas adalah kunci sukses, untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Pendidikan merupakan faktor utama yang mendorong kemajuan dan perubahan yang baik diberbagai lingkup kehidupan.

Sejarah telah mencatat kemajuan dan keunggulan suatu bangsa, selalu di awali dengan kesuksesan dalam membangun pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Dalam catatan sejarah Islam, kejayaan Bani Abbasiyah pada masanya, juga disebabkan oleh kemajuan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalsel terus memberikan perhatian dan mendorong agar pendidikan di Kalsel bisa lebih berkualitas, berdaya saing, serta memberikan bekal untuk perwujudan masyarakat yang hidup dalam kemulian akhlak dan berpengetahuan yang luas, termasuk menghadirkan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, Rektor Universitas NU, Dr Nadzmi Akbar MPd berharap, para alumni mengimplementasikan ilmu pengetahuan mereka sesuai bidang keahliannya, sehingga bisa berguna bagi bangsa negara dan agama.

Pesan lainnya, Nadzmi minta agar jadi sarjana di masyarakat menjadi orang yang berakhlak mulia. Karena sekarang, banyak mengesampingkan akhlak.

"Ulama maupun Kalsel berharap kiprah alumni Universitas NU di masyarakat dan menjadi orang yang manfaat,” ujarnya lagi.

Nadzmi menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat ekonomi lemah, dan membantu para mahasiswa melalui beasiswa. (adpm/jp).

Dihadiri Gubernur, Polda Kalsel Gelar Apel Kesiapan Penanganan Bencana Alam

BANJARMASIN- Polda Kalsel gelar apel kesiapan penanganan bencana alam banjir dan tanah longsor Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar di Lapangan Kamboja Banjarmasin, Selasa (29/11).

Ratusan personel gabungan dikerahkan, baik dari Kepolisian, TNI, Basarnas hingga aparat pemerintah berbaris untuk diperiksa kesiapannya.

Apel yang dipimpin Kapolda Kalsel, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi tersebut tidak hanya gelar pasukan.

Kapolda Kalsel bersama Danrem 101 Antasari, Brigjen TNI Rudy Puruwito juga melakukan pengecekan kesiapan alat-alat pendukung.

Dalam kegiatan itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor melalui Asisten I Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira tampak hadir bersama Kapolda dan Danrem 101 Antasari.

Salah satu alat pendukung pencarian dan penyelamatan atau search and rescue (SAR) yang diperiksa yakni vibraphone.

Vibraphone merupakan alat pembaca getaran yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan korban yang tertimbun atau tertimpa longsor maupun reruntuhan bangunan

"Efektif mendeteksi sampai kedalaman 7 meter,” kata salah satu personel Direktorat Samapta Polda Kalsel ketika ditanya tentang kegunaan alat tersebut.

Kapolda Kalsel menegaskan, apel kesiapan ini merupakan bentuk kesiapan Polda Kalsel untuk bersinergi dan bekerjasama dengan seluruh instansi, TNI dan Pemerintah Daerah dalam penanganan dan penanggulangan bencana.

Irjen Andi Rian menambahkan, Tak cuma Kepolisian, TNI, Instansi dan Pemerintah Daerah, upaya bersama seluruh masyarakat juga penting untuk bersama-sama dalam penanganan dan penanggulangan bencana yang mungkin muncul.

"Ini tentu jadi atensi kita mengantisipasi dengan kesiapsiagaan berupa apel hari ini,” ujar Irjen Andi Rian.

Seperti diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi di Bulan November 2022 hingga Februari 2023 di berbagai wilayah di Indonesia berpotensi terjadi cuaca ekstrim seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Kondisi ini berpotensi berdampak terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, gelombang tinggi yang dapat mengganggu aktivitas bahkan keselamatan jiwa masyarakat.

Intensitas curah hujan juga sudah beberapa pekan belakangan meningkat di wilayah Kalsel. Bahkan, angin kencang dan gelombang tinggi telah merenggut satu korban jiwa di kawasan perairan Kabupaten Tanah Laut di Kalsel. (adpm/jp).



Komisi III DPRD Kalsel Pertanyakan Kejelasan Tindak Lanjut KM 171

JAKARTA- Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan datangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, untuk mempertanyakan tindak lanjut penanganan jalan nasional di Desa Satui Barat KM 171 Kabupaten Tanah Bumbu yang longsor, dan hingga kini belum ada kejelasan langkah perbaikannya, Senin (28/11).

Ditemui disela pertemuan, Sekretaris Komisi yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, H Gusti Abidinsyah menjelaskan, bahwa kedatangan mereka ke Kementerian PUPR untuk meminta ketegasan dan kejelasan terhadap penanganan jalan nasional yang longsor di Desa Satu Barat KM 171 Kabupaten Tanah Bumbu.

"Alhamdulillah ada titik terang dari penjelasan Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I. Mereka menunggu hasil survey, hasil DED (Detail Engineering Desain) yang sedang dilakukan Kementerian PUPR. Hasil survey ini menentukan apakah jalan nasional itu tetap disana atau dipindahkan ke jalan alternatif”, ungkap pentolan Partai Demokrat Dapil 2.

Ditambahkannya, jika terjadi pemindahan jalan nasional ke jalan alternatif, maka pihaknya meminta penekanan kepada penambang yang ada di sekitar jalan tersebut, agar tidak terulang kejadian serupa dikemudian hari.

"Kita berharap apapun hasil survey, dan desainnya, kalau memang jalan yang longsor tidak bisa diperbaiki, tidak layak lagi, kita minta percepat penyelesaian jalan alternatif untuk dijadikan jalan nasional," jelas H Gusti Abidinsyah.

Sebelumnya, Direktur Preservasi Jalan Dan Jembatan Wilayah I Kementerian PUPR, Ir. Akhmad Cahyadi, M.ENG, SC, saat menerima rombongan Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan di ruang rapat mengatakan, dari hasil survey lapangan bahwa penyebab dari kerusakan jalan tersebut disebabkan pertambangan.

"Hasil rapat dengan Kementerian ESDM, disepakati bahwa diminta untuk disiapkan DED nya. Tahun 2023 kita siapkan. BPJN juga telah menyiapkan kajian atau desain untuk penanganan longsor. Sekarang Kementerian PUPR sedang berfokus agar jalan tetap lancar," ujarnya. (mi/hms/jp).

Polsek Dusun Tengah Lakukan Olah TKP Penemuan Mayat Diduga Gantung Diri

TAMIANG LAYANG- Jajaran Polsek Dusun Tengah, Polres Barito Timur, Polda Kalimantan Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat wanita berinisial (58) di Desa Runggu Raya, RT 002 Kecamatan Paku, Bartim, Senin (28/11) sore.

Tampak terlihat, Kanit Reskrim Aipda Yotry. F Heriady, S.AP bersama tim melakukan serangkaian kegiatan dari menutup dan mengamankan TKP, serta dilanjutkan olah TKP.

Turut ikut dalam kegiatan tersebut, Kasubsektor Paku, Ipda Edy Sutrisno dan anggota piket subsektor serta dibantu ambulance tim relawan Sabilal Mujahidin (Samuja) Ampah.

Kapolres Barito Timur, AKBP Viddy Dasmasela, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Dusun Tengah Ipda Supriyadi, S.H.,M.H. menjelaskan, bahwa hasil visum luar yang dilakukan bersama tim dokter ditemukan fakta-fakta gantung diri dan tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Ipda Supriyadi menjelaskan, kronologis penemuan mayat itu berawal saat saksi bernama Srianati dan Fetra Aradea pulang bekerja dari perkebunan sawit milik perusahaan, dan ingin menemui korban, namun saat tiba dirumah korban tidak terlihat ada disekitar rumah.

"Mereka (saksi) tiba di rumah korban sekitar pukul 14.00 WIB. Kemudian mencari keberadaan korban di sekitar rumah, namun tidak ditemukan," jelas kapolsek

Kemudian lanjut kapolsek, para saksi memeriksa ke warung yang berjarak 4 meter dari rumah, dan curiga ketika melihat pintu warung terkunci dari dalam dengan diikat tali. Mereka juga memanggil-manggil korban tapi tidak ada suara menyahut, sehingga pintu warung dibuka paksa.

"Saat masuk warung saksi kaget melihat korban sudah dalam posisi tergantung tak bernyawa dengan jarak ujung kaki ke lantai sekitar 10 sentimeter," terang Supriyadi.

Atas peristiwa tersebut, para saksi melapor ke SPKT Polsek Dusun Tengah. Lalu, anggota langsung mendatangi tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, membuat permintaan visum et revertum, dan dilakukan penyelidikan.

Ditempat terpisah, Kanit Reskrim Polsek Dusun Tengah, Aipda Yotry F Heriady, S.AP menuturkan, bahwa hasil olah TKP ditemukan fakta-fakta gantung diri. 

"Seperti darah yang keluar dari telinga, menggigit lidah, jari dari kedua lengan mencengkram kuat dan posisi kaki yang tidak menyentuh lantai," jelas Aipda Yotry F Heriady. (zi/yfh/jp).



Hingga Awal 2023, Batola Siap Siaga Bencana

MARABAHAN- Polres Barito Kuala (Batola) menggelar apel kesiapsiagaan penanganan bencana banjir dan tanah longsor. Bertindak sebagai inspektur upacara Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala (Batola), H Zulkipli Yadi Noor, Selasa (29/11).

Berlangsung di halaman Kantor Polres Batola, apel tersebut dihadiri juga Kaplores Batola, Diaz Sasongko, Dandim 1005 Barito Kuala, Kadirman Gultom, Kalak BPBD Batola dan anggota Sankom. 

Sedari malam hari Marabahan diguyur hujan, hingga pelaksaan apel masih diwarnai gerimis kecil yang tidak menyurutkan para peserta apel dalam mengikuti kegiatan ini. 

Apel tersebut dimaksudkan sebagai bentuk kesiapsiagaan Polda Kalsel dalam mengantisipasi bencana banjir, puting beliung maupun tanah longsor yang biasa terjadi di Kalimantan Selatan. 

Membacakan sambutan Kapolda, Sekda Batola menyebutkan, bahwa BMKG memprediksi bahwa November 2022 hingga Februari 2023 akan berpotensi terjadi cuaca ekstrim di berbagai wilayah di Indonesia.

"Baik itu hujan lebat, petir maupun angin kencang berpotensi terjadi di Indonesia termasuk di Kalimantan Selatan," ucap pria yang akrab disapa Zulkipli ini. 

Dikatakannya, tingginya intensitas hujan ini akan memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin puting beliung maupun longsor. 

"Hal ini tentunya perlu menjadi atensi kita bersama untuk mengantisipasinya dengan kesiapsiagaan melalui langkah awal pelaksanaan apel ini," kata Sekda. 

Ia menegaskan, bahwa penanganan dan pencegahan bencana ini harus dilakukan bersama-sama seluruh stakeholder terkait agar lebih berdampak maksimal. Selanjutnya Sekda bersama, Kapolres dan Dandim melakukan peninjauan pasukan. (prkpmd/jp).

Pj Bupati Batola Apresiasi Rancangan APBD 2023

MARABAHAN- Pejabat (Pj) Bupati Batola, Mujiyat memberikan sambutan pada sidang Paripurna DPRD Barito Kuala (Batola) terkait penetapan program pembentukan peraturan daerah Kabupaten Batola tahun 2023 dan penandatanganan persetujuan bersama terhadap raperda APBD Batola TA 2023.

Dalam sambutannya Pj Bupati Batola Mujiyat mengapresiasi rancangan APBD 2023 yang dibuat oleh DPRD Batola, Senin (28/11).

Berlangsung di ruang rapat DPRD Kabupaten Batola Mujiyat mengapresiasi rancangan APBD yang telah dibuat DPRD Batola. 

"Penetapan itu sebuah proses menuju satu titik bersama. Kalau sudah ditetapkan, berarti kita harus bersinergisitas bersama melangkah pada tahun 2023,” ujarnya. 

Menurutnya, jika tidak ada penetapan maka tidak bisa bersama mulai maju melangkah bersama. 

Ia juga berharap, yang sudah menjadi penetapan tersebut bakal mengoptimalkan sebaik mungkin, sehingga program SKPD bisa berjalan dengan lancar dan sesuai harapan.

"Jika saat perubahan nanti, mudah diserap. Itu yang paling penting, kalau sudah kita anggarkan, bearti realisasi harus bagus juga,” tuturnya.

Harap Mujiyat, DPRD, Forkompinda dan SKPD saling mengontrol dan bahu membahu untuk menjalankan program yang sudah ditetapkan. 

Pj Bupati Batola ini juga menyampaikan, tagline pemkab Batola yakni Barito Kuala Bisa "Berdaya saing, Inspiratif, Sportif dan amanah". (prkpmd/jp).

DPRD Kapuas dan Pemkab Sepakati Raperda APBD 2023

KUALA KAPUAS- Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2023 resmi disepakati, Selasa (29/11).

Kesepakatan Raperda APBD Kabupaten Kapuas 2023 itu ditandai dengan penandatangan bersama oleh Wakil Bupati Nafiah Ibnor dengan unsur pimpinan DPRD Kapuas.

Kesepakatan tersebut diambil usai diberikannya penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi dalam rapat paripurna kali ke-10 DPRD Kabupaten Kapuas.

"Hari ini sudah dilaksanakan rapat paripurna penetapan penandatanganan atas Raperda APBD Kabupaten Kapuas tahun 2023," kata Ketua DPRD Kapuas, Ardiansah, usai pimpin rapat paripurna.

Menurutnya, sesuai dengan prosedur dan mekanisme Raperda tentang APBD Kapuas 2023 ini setelah ditetapkan dilakukan tahapan selanjutnya.

"Rancangan APBD Kapuas Tahun 2023 ini selanjutnya akan dilakukan evaluasi Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah," ucapnya.

Sekedar informasi, pengesahan dan penetapan Raperda APBD dilakukan setelah sebelumnya Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kapuas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Kapuas melaksanakan pedalaman terhadap rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023 tersebut. (andy/robby/jp).

Dari Wisuda Uniska, LLDIKTI Ingatkan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka

BANJARMASIN- Merdeka Belajar Kampus Merdeka sebagai program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, yang intinya membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para Mahasiswa. 

Demikian ditegaskan Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, Dr Drs Muhammad Akbar MSi, saat menghadiri Wisuda 3.559 orang Wisudawan dan Wisudawati Uniska MAB Banjarmasin, Selasa (29/11) di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin.

Akbar mengibaratkan, ikan supaya mampu berenang di lautan samudra.

"Alumni kita tidak hanya fokus pada satu keahlian. Diberi peluang untuk menambah,” ungkap Akbar.

Disebutkannya, LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan sebagai fasilitator, tapi yang mau berubah adalah Perguruan Tingginya. Sehingga Perguruan Tinggi harus memiliki kemampuan sendiri untuk maju, untuk membuka kran bagi Mahasiswanya dengan cara Pimpinan Perguruan Tinggi harus berkolaborasi dengan Dunia Usaha, Dunia Industri dan dengan kampus lain, supaya ada payung MoU nya. 

"Dari Kementerian terus menerus memberikan arahan supaya Kampus itu mau memberikan peluang. Jika mampu menyelenggarakan 8 jenis pilihan untuk Merdeka Belajar, misal Pertukaran Mahasiswa bisa ke luar negeri satu semester  ke beberapa kampus, bisa ke industri, itu akan meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) dari Kampus dan menjadi poin tersendiri dalam penilaian akreditasi,” ungkap Akbar.

Terkait hal itu, Rektor Uniska MAB Banjarmasin, Prof Ir Abdul Malik SPt MSi PhD IPU ASEAN Eng mengatakan, telah menyiapkan beragam penunjang program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Mulai dari SDM hingga sarana dan prasarana. Uniska MAB Banjarmasin Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang sudah memiliki 5 orang Dosen bergelar Doktor. 

"Kami untuk SDM terus memacu, kompetensinya baik pendidikan formal dan akademik,” ungkap Rektor.

Gubernur Kalsel diwakili Husnul Hatimah SH MH, selaku Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemprov Kalsel mengatakan, dengan banyak Wisuda dan Wisudawati yang sudah diwisuda, diharapkan dapat menambah SDM (Sumber Daya Manusia) yang ada di Kalsel yang lebih produktif sesuai tantangan jaman sekarang dan dapat mengisi atau menciptakan lapangan kerja sendiri, tanpa mengharapkan harus menjadi Pegawai.

Kemudian dapat menerapkan ilmunya ke masyarakat untuk dapat mensejahterakan masyarakat juga.  Sedangkan menyinggung dukungan Pemprov Kalsel dalam pelatihan kerja, melalui Dinas Tenaga Kerja yang sudah melaksanakan berbagai pelatihan. “Mereka nanti melakukan pelatihan-pelatihan terhadap bidang-bidang teknis. Nanti di sana juga akan dapat lebih diarahkan kemana sasaran yang akan diberikan oleh pihak Pemerintah dan Perguruan Tinggi,” ungkap Husnul seraya menambahkan, itu sudah ada dilakukan selama ini.

Dua Wisudawati terbaik, yaitu  Mutia Miena, Terbaik Pertama di Program Studi Ekonomi Syariah di Fakultas Studi Islam  (FSI) menyatakan, dengan adanya penghargaan tersebut, membuatnya senang, dan bangga. 

"Enggak bisa terucap, sebenarnya. Enggak bisa dibayangkan. Alhamdulillah dapat lagi piagam. Dan tidak menyangka jadi nomer satu,” kata Mutia.

Sedangkan Laila Tazkirah, prodi Pendidikan Guru Madrasyah Ibtidaiyah (PGMI) FSI menyatakan, dalam belajar untuk Mapel besok, maka malam sebelumnya sudah harus belajar. Apalagi kalau ujian, satu hari sebelumnya sudah mempersiapkan kisi-kisi ataupun apa yang sudah diajari oleh Dosen. Itu tipsnya. 

"Enggak bisa juga kalau otodidak, langsung dapat segini. Artinya dengan belajar,” ungkapnya. (jun/jp).

Program Peduli UMKM Banua Dengan Pemberdayaan Usaha Mikro Jemaah Masjid Kota Banjarmasin

BANJARMASIN- Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Selatan bekerjasama dengan PT Pegadaian Syariah Cabang Banjarmasin, Sabtu (26/11) di Plaza SD Muhammadiyah 8 dan 10 Banjarmasin, menggelar acara Penyerahan Program Peduli UMKM Banua, dengan tema Pemberdayaan Usaha Mikro Jemaah Mesjid Kota Banjarmasin  (Bantuan Nasabah Pegadaian Syariah) sekaligus launching Program MAJMA “Masjid Jemaah Makmur” Angkatan I.

H Mairijani M. Ag, selaku Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalsel menyatakan, kegiatan ini kerjasama PT Pegadaian Syariah dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Selatan, yang merupakan bentuk kepedulian pihaknya untuk bersama-sama membangun UMKM Banua setelah dua tahun yang lalu terjadi COVID-19. Peserta yang mendapatkan Dana Pemberdayaan Usaha Mikro ini adalah jamaah tetap masjid yang punya usaha. Kita berdayakan mereka dalam bidang ekonomi. Para penerima manfaat kita latih kedisiplinan juga melalui tabungan emas sebagai salah satu produk Pegadaian Syariah, sehingga ketika tabungan berjalan satu tahun, maka mereka bisa memanfaatkan sebagai tambahan modal kembali. 

"Berawal dari masjid, mari kita bangun spiritual dan juga ekonomi masyarakat, sebagaimana fungsi masjid di zaman Rasulullah juga sebagai pusat ekonomi, pendidikan, sosial dan lain-lain," ungkapnya.

Dia yang didampingi juga Sutjipto, selaku Ketua V yang menangani Bidang Koperasi dan UMKM menyebutkan, bukan hanya bantuan modal yang diberikan, nanti akan ada pendampingan dan pelatihan yang diberikan MES Kalsel kepada para UMKM, misalnya bagaimana pengemasan produk yang baik, branding, bahkan sampai pelatihan manajemen usaha dan keuangan serta digitalisasi. Dalam program MAJMA “Masjid Jamaah Makmur” Angkatan I ini berbagai jenis usaha yang didukung, seperti Kue Donat, Wadai Banjar, Bandeng Presto, Bakso dan lain-lain.

OJK Kantor Regional IX Kalimantan yang diwakili Azofa dalam sambutannya juga sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang dilaksanakan oleh MES Kalsel. Dia menyebutkan, UMKM merupakan penggerak utama roda perekonomian masyarakat, tetapi dibutuhkan dukungan kita bersama agar mereka bisa naik kelas. 

"Kendalanya banyak UMKM yang belum memanfaatkan teknologi digital, terutama dalam pemasaran dan akses pasar, jumlah UMKM yang sudah terkoneksi teknologi digital masih kecil jumlahnya. Pemanfaatan teknologi dinilai penting tidak hanya promosi, tetapi juga dalam manajemen UMKM, “ungkapnya.

Sedangkan Dicky R. Aji dari Bank Indonesia, Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan, dalam sambutannya menyampaikan tiga strategi.

"Ada tiga jurus strategi pengembangan UMKM yaitu korporatisasi, peningkatan kapasitas dan pembiayaan,“ imbuhnya.

Sedangkan, Pegadaian Syariah berusaha berkolaborasi dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalsel dan diharapkan basicnya dari Mesjid. Dari Mesjid nanti Para jemaahnya kata Muhammad Taufiq, selaku Pemimpin Cabang Pegadaian Syariah Kebun Bunga Banjarmasin. 

"Pada kesempatan ini kita bekerjasama dengan MES Kalsel, ini upaya kongkrit yang bisa kita laksanakan untuk mendukung UMKM, semoga kedepannya bisa diikuti oleh yang lain. Kerjanya harus kerja keroyokan untuk pemberdayaan ekonomi. Kegiatan ini juga sekaligus bagian dari edukasi dan inklusi ekonomi syariah bagi para UMKM, mereka selama ini belum memanfaatkan jasa lembaga keuangan syariah, bisa memanfaatkan jasa di pegadaian Syariah." ungkap Taufiq. 

Disebutkan, hak-hak nasabah akan terlindungi karena Pegadaian dibawah pengawasan OJK dan Dewan Syariah.

 "PT Pegadaian yang dibawah Kementerian BUMN, dibawah pengawasan OJK, dari Dewan Syariah, maka hak-hak nasabah juga akan terlindungi.”pungkasnya.

Sekum MES Kalsel Rizky Fadhillah yang juga Dosen Politeknik Negeri Banjarmasin menjelaskan, progam ini adalah Program MAJMA Angkatan I, kriterianya adalah para jamaah tetap mesjid yang ada di Kota Banjarmasin, karena yang diinginkan pihaknya, agar mesjid tidak hanya sebagai tempat ritual ibadah saja, tapi berawal dari mesjid, ekonomi masyarakat juga ikut terbangun. Dikatakannya, kedepannya MES Kalsel menargetkan ada 1.000 UMKM yang akan diikutkan dalam program ini secara bertahap, yang bekerjasama dengan Lembaga/Institusi yang lain, baik Pemerintah maupun Lembaga Swasta. (juns/tim).

26 Propemperda Tahun 2023 Diparipunakan DPRD Kota Banjarmasin

BANJARMASIN- 26 Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) diparipurnakan DPRD Kota Banjarmasin tahun 2023. Dihadiri langsung Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina dan Ikhsan Budiman selaku Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin serta jajaran DPRD Kota Banjarmasin, Selasa (21/11).

Harry Wijaya selaku Ketua DPRD Kota Banjarmasin menuturkan, bahwa Propemperda 2023 sudah disepakati DPRD Banjarmasin dan Pemkot Banjarmasin dengan 26 raperda yang dibahas.

Harry Wijaya menyebut, DPRD Kota Banjarmasin dan Pemkot Banjarmasin berkomitmen untuk menyelesaikan target pembuatan peraturan daerah tersebut sesuai jadwal nantinya.

Sebagai informasi, 26 usulan Raperda tersebut. Antara lain 9 Usulan Raperda dari inisiatif DPRD Kota Banjarmasin dan 17 Raperda lainnya diusulkan Pemerintah Kota Banjarmasin. Di antaranya ada Raperda tentang Kerajinan Daerah, Raperda tentang Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Raperda tentang Penyelenggaraan Kearsipan, Raperda tentang Kepemudaan dan Raperda tentang Cagar Budaya. 

Walikota Ibnu Sina menyampaikan apresiasinya terkait 17 Raperda yang diajukan Pemkot Banjarmasin.

"Kami sangat mengapresiasi DPRD Kota Banjarmasin yang menyetujui Raperda yang kami ajukan," ucapnya. (mi/jp).

Ratusan ASN Pemko Banjarmasin Terima Penghargaan Satya Lencana Karya Satya

BANJARMASIN- Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melaksanakan upacara Peringatan HUT Ke-51 Korps Kepegawaian Republik Indonesia (Korpri), Selasa (29/11).

Apel tersebut dipimpin Wakil Wali Kota Banjarmasin, H Arifin Noor, dan dihadiri sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin beserta jajaran.

Bertempat di halaman Balai Kota Banjarmasin, Jalan RE Martadinata, upacara tersebut mengangkat tema "Korpri Melayani, Berkontribusi dan Berinovasi untuk Negeri".

Dalam sambutannya, H Arifin Noor menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, komitmen, dan pengabdian yang telah dilakukan para Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.

"Ya, hari ini memperingati HUT Korpri yang Ke-51 se-Indonesia, kita ingin meningkatkan profesionalisme ASN khususnya di Kota Banjarmasin dan dibina Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Diklat, tentu kita ingin meningkatkan sumber daya manusia terampil, berilmu sehingga bisa memberikan yang lebih baik lagi untuk Kota Banjarmasin," ucap H Arifin Noor.

H Arifin Noor meminta agar para ASN dilingkungan Pemko Banjarmasin selalu menjadi contoh dan panutan, berikan contoh yang baik dalam bertutur kata, bersikap serta bertindak.

"Kita harapkan seluruh anggota KORPRI Banjarmasin jangan sampai melanggar peraturan, karena pelanggaran sekecil apapun akan berimbas buruk bagi profesi ASN secara keseluruhan, tentu ini tidak sesuai dengan motto kita," jelasnya.

Pada upacara HUT Korpri ini juga diserahkan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya kepada 520 orang ASN di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin yang secara simbolis diserahkan kepada Noorjamilah, A.Md yang telah mengabdi selama 10 Tahun dan Robert Abineno, SKM selama 20 Tahun serta Dra Rusida Hayani, MM selama 30 Tahun. (prkm.bjm/jp).

Diskominfosantik Bartim Kaji Banding Penerapan Tandatangan Elektronik dan Pengelolaan Statistik Sektoral ke Sleman

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik melakukan kaji banding ke Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (22/11). 

Kaji banding yang dipimpin langsung Kepala Diskominfosantik Dwi Aryanto itu dilakukan untuk mengetahui regulasi penerapan tandatangan elektronik dan pengelolaan statistik sektoral. Ikut serta dalam kaji banding itu Kepala Bidang Persandian dan Statistik, Ari Opu Pahandrian Migang dan M.Yuda Maulana (staf pada Bidang Persandian dan Statistik).

Kedatangan Kepala Diskominfosantik Bartim, Dwi Aryanto disambut Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kabupaten Sleman, Noor Hidayati Zakiyah Pramulani dan jajarannya. 

Dalam kesempatan itu, Kabid Informasi dan Komunikasi Noor Hidayati Zakiyah Pramulani menyampaikan permohonan maaf Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sleman yang tidak dapat menyambut langsung rombongan Kepala Diskominfosantik Bartim, karena ada tugas luar daerah.

Sementara itu, Kepala Diskominfosantik Bartim, Dwi Aryanto mengucapkan terima kasih atas sambutan dan layanan yang diberikan Diskominfo Kabupaten Sleman. 

Atas izin yang diberikan itu, Diskominfosantik Kabupaten Bartim bisa belajar menggali lebih banyak tentang regulasi penerapan tadatangan elektronik dan pengelolaan statistik sektoral.

Selain Diskominfosantik Bartim, dihari yang sama juga ada kunjungan atau kaji banding dari Diskominfo Kabupaten Katingan, Provinsi Kalteng dan rombongan DPRD Kota Kediri ke Diskominfo Kabupaten Sleman.

Usai melakukan dialog dan tanya jawab terkait penerapan tadatangan elektronik dan pengelolaan statistik sektoral dilanjutkan dengan tukar cendera mata dan foto bersama. (zi/ck/jp).


Petugas Rutan Barabai Bertaruh Nyawa Di Arung Jeram

BARABAI- Dalam rangkaian kegiatan Pelatihan Fisik, Mental, dan Disiplin (FMD) Petugas Rutan Kelas IIB Barabai, dilaksanakan kegiatan Water Rescue yang dipandu grup Amandit Loksado Lestari (ALL) Outbond di aliran sungai Pulau Mas, Senin (28/11).

Pak Camang selaku instruktur terlebih dahulu menjelaskan, teknik dasar pengendalian perahu kepada petugas Rutan Barabai yang berada dibawah Kanwil Kemenkumham Kalsel.

"Prinsip dasar penyelamatan adalah sebelum menyelamatkan orang lain pastikan bahwa diri anda terjamin keselamatannya," terang Camang.

Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penyelamatan korban di dalam air menggunakan perahu setelah melalui beberapa halang rintang. Diantaranya bermanuver mengitari pelampung, membalikkan perahu, memasuki gawang, serta menyelamatkan korban tenggelam.

"Yang paling sulit membalikkan perahu, karena seluruh anggota tim harus terjun keair dengan membalikkan perahu kemudian mengembalikkannya seperti semula dan kembali keatas perahu untuk melewati rintangan lainnya," ungkap Rizky yang sempat hampir tenggelam saat perahu terbalik.

Seluruh kegiatan tetap berjalan aman karena dalam pengawasan tenaga ahli yang sigap membantu petugas saat kesulitan melalui rintangan.

Kakanwil Kemenkumham Kalsel, Lilik Sujandi melalui Karutan Barabai, Gusti Iskandarsyah menyampaikan, pelatihan simulasi penyelamatan di air ini sangat berguna untuk melatih kesiap-siagaan petugas dalam menghadapi bencana banjir yang kerap melanda Rutan Barabai.

"Dengan simulasi tadi akan melatih kekompakan petugas, fisik dan skill penyelamatan di air guna menghadapi ancaman banjir yang sering melanda Rutan Barabai," ungkap Gusti. (hms/hendra/jp).

Materi PBB FMD Latih Kekompakan Dan Kedisiplinan Tim

BARABAI- Dalam rangkaian kegiatan pembinaan FMD pegawai Rutan Barabai yang dilaksanakan, Senin (28/11) di Pulas Mas, Desa Baru, Kecamatan Benawa Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Tengah menyisakan pengalaman luar biasa.

Rutan Barabai bekerjasama dengan Kodim 1002 HST melaksanakan kegiatan FMD membuat agenda rangkaiannya diisi materi Peraturan Baris-berbaris.

Para pegawai Rutan Barabai dengan semangat menerima materi yang diberikan Serka Salim dan Sertu Supiani. 

Gerakan 12 dasar PBB diberikan dengan materi teori dan praktik yang dicontohkan oleh Sertu Supiani dan Serka Salim secara baik dan benar berdasarkan pada buku panduan PBB.

Serka Salim juga bekali para pegawai Rutan Barabai dengan yel-yel untuk melatih kekompakan dan kedisiplinan untuk tetap fokus dalam mengikuti kegiatan PBB.

Selanjutnya, permulaan para pegawai mempraktekkan gerakan 12 dasar PBB dan yel-yel secara mandiri dengan bantuan hitungan. Kemudian, dilakukan uji coba tanpa hitungan dan hasilnya tetap kompak serta disiplin pada setiap gerakan.

"Saya ucapkan terimakasih kepada Bapak-bapak TNI, yang telah memberikan materi kepada kami semua terkait peraturan baris-berbaris," ucap Putra salah satu pegawai Rutan Barabai.

Karutan Barabai, Gusti Iskandarsyah, yang telah datang dilokasi memantau para pegawainya dan memberikan semangat untuk mengikuti kegiatan.

"Semangat, semangat, Rutan Barabai Bisa" teriak Gusti yang berada disamping barisan para peserta.

Dilain tempat, Kakanwil Kemenkumham Kalsel, Lilik Sujandi selalu memberikan pesan kepada petugas pemasyarakatan untuk terus meningkatkan kompetensi diri termasuk dalam hal baris-berbaris. (hms/hendra/jp).

Petugas Rutan Barabai Dilatih Hadapi Ancaman Kebakaran dan Kerusuhan

BARABAI- Dalam rangkaian kegiatan Pelatihan FMD Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barabai diberikan pelatihan Ketangkasan fisik dan simulasi Penanggulangan Huru Hara (PHH) dalam menangani Kebakaran dan Kerusuhan Narapidana, Senin (28/11).

Dalam Pelaksanaannya Rutan Barabai bekerjasama dengan Kodim 1002 HST selaku pihak yang memiliki keterampilan dibidang tersebut.

"Ini bagian dari sinergitas kita kepada TNI, dan harapannya dengan pelatihan ketangkasan dan PHH dapat meningkatkan kemampuan pegawai kita," kata Gusti yang merupakan Kepala Rutan Barabai.

Kegiatan dimulai dengan pengarahan terkait Ketangkasan fisik oleh Sersan Satu (Sertu) Supiani. Kemudian, Pegawai Rutan Barabai terbagi dalam 6 tim. Satu tim terbagi 5 anggota dan 1 supervisor.

Dalam praktek uji ketangkasan, ada 2 tim yang langsung bermain. Pertama mereka melakukan push up dan sit up sebanyak 15 kali. Dilanjutkan dengan mengangkat ban yang bergantian setiap anggota tim sampai melewati batas yang telah ditentukan. 

Kegiatan langsung dilanjutkan dengan pemasangan atribut PHH lengkap kepada 2 tim yang sedang bertanding. 

Setelah pemasangan atribut selesai, dilakukan formasi untuk simulasi pemadaman api dengan menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Dilanjutkan dengan Simulasi Kerusuhan didalam blok Hunian. Sehingga perlu membuka kunci blok hunian dengan cepat dan menyelamatkan korban yang terluka.  

Setelah kegiatan selesai, Sersan Kepala (serka) Salim memberikan beberapa masukkan. "Secara keseluruhan cukup baik, tapi perlu ditingkatkan lagi ketepatan dan kecepatan dalam pemasangan atribut PHH serta mengkokohkan formasinya," kata Serka Salim.

Kakanwil kemenkumham Kalsel, Lilik Sujandi melalui Karutan Barabai, Gusti Iskandarsyah menyampaikan, Pelatihan Ketangkasan dan Simulasi PHH sangat berguna untuk melatih fisik dan kesiap-siagaan petugas dalam menghadapi bencana kebakaran serta kerusuhan yang bisa terjadi di Rutan. (hms/hendra/jp).

Rutan Barabai Gelar Latihan Fisik, Mental, dan Disiplin Pegawai

BARABAI- Rutan Kelas IIB Barabai, Kanwil Kemenkumham Kalsel menggelar Pelatihan Fisik Mental dan Disiplin Pegawai (FMD) yang dilaksanakan objek wisata Pulau Mas Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Senin (28/11).

Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang turut dihadiri Kodim 1002 HST selaku pemberi materi PBB dan Dalmas serta Amandit Loksado Lestari (ALL) Outbound yang akan memberikan materi pelatihan rescue.

Kepala Satuan Pengamanan, Abdul Kadir Jailani bertindak sebagai pembina apel, menyampaikan pentingnya kegiatan FMD ini dilaksanakan untuk menunjang kompetensi dan keahlian dalam bertugas.

"Ikuti kegiatan FMD ini dengan sebaik-baiknya, sebagai petugas kita harus selalu meningkatkan kapasitas diri untuk terus lebih baik dalam berkinerja," tutup Kadir.

Karutan Barabai, Gusti Iskandarsyah, yang saat bersamaan sedang melaksanakan zoom bersama Kakanwil Kemenkumham Kalsel menitipkan pesan kepada petugas untuk serius dan semangat mengikuti kegiatan FMD tersebut.
  
Di lain tempat, Kakanwil Kemenkumham Kalsel, Lilik Sujandi menyampaikan, pentingnya kegiatan pembinaan FMD untuk menunjang para petugas pemasyarakatan dalam menjalankan tugas sehingga tercapainya kinerja Kemenkumham yang semakin PASTI dan BERAKHLAK. (hms/hendra/jp).

Dandim 1002 HST Kukuhkan Pembaretan Petugas Rutan Barabai

BARABAI- Usai melakukan berbagai pelatihan Fisik, Mental, dan Disiplin Pegawai yang diselenggarakan Rutan Kelas IIB Barabai, Kanwil Kemenkumham Kalsel, Komandan Kodim 1002 Hulu Sungai Tengah, Letkol Kav Gagang Prawardhana, S.I.P., M.Han mengukuhkan pemasangan baret kepada perwakilan Petugas, Senin (28/11) kemarin.

Dalam kegiatan itu, Dandim memasangkan baret kepada petugas sebagai simbol bahwa petugas tersebut dipandang telah memiliki kemampuan yang profesional untuk menjalankan tugas sebagai petugas pemasyarakatan.

Gagang Prawardhana berpesan kepada seluruh petugas untuk menjaga nama baik institusi. 

"Kalian harus bangga dengan seragam yang kalian kenakan, karena itu adalah impian dari banyak orang diluar sana, oleh karena itu jaga betul-betul nama baik institusi kalian," kata dia.

Kakanwil Kemenkumham Kalsel, Lilik Sujandi melalui Karutan Barabai, Gusti Iskandarsyah menjelaskan, bahwa pembaretan ini dilaksankan agar petugas memiliki kesan dengan seragam yang dikenakannya untuk selalu berintegritas dalam bertugas.

"Jadilah pribadi yang berintegritas karena wajah Kemenkumham tercermin dari seragam yang kalian kenakan," tegas Gusti.

Pemasangan baret kepada perwakilan Petugas diiringi dengan penyiraman air bunga sebagai simbol agar petugas dapat membawa nama harum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. (pndm/hendra/jp).

Pembahasan Raperda APBD Batola 2023 Tepat Waktu

Ketua DPRD Batola Saleh, bersama Pj Bupati Batola Mujiyat melakukan Penandatanganan berita acara persetujuan bersama terhadap Raperda tentang APBD Kabupaten Batola 2023

Rapat Paripurna DPRD Ke-7 masa sidang I tahun 2022 – 2023, dalam rangka penetapan program pembentukan Peraturan daerah Kabupaten Barito Kuala tahun 2023 dan penandatanganan berita acara persetujuan bersama terhadap Raperda tentang APBD Kabupaten Batola 2023.

Ketua DPRD Kabupaten Barito Kuala Saleh, meyampaikan rancangan Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) 2023. APBD ini fokus untuk pembangunan dan kemajuan Batola yang lebih baik lagi, sehingga apa yang kita sampaikan pada rapat hari ini, menjadi komitmen kita bersama untuk pembangunan Barito Kuala yang lebih maju dan baik lagi.

“Dalam kesempatan sidang Paripurna tersebut, juga disampaikan mengenai total APBD Batola berkisar Rp. 1 Triliun lebih untuk daerah Batola, dengan dana sebesar itu di harapkan dapat meningkatkan pembangunan dan tingkat kesejahteraan masyarakat pun dapat lebih sejahtera,”ucap Saleh.

Masih menurut Saleh, DPRD Batola menyetujui 13 program pembentukan peraturan daerah (perda) yang disetujui pada rapat paripurna yang dihadiri semua SKPD, camat, lurah dan kades se-Kabupaten Barito Kuala, sehingga ada tiga perda dari DPRD Batola dan sepuluh perda dari Pemkab Batola,” katanya saat memimpin sidang Paripurna, Senin (28/11/2022).

Rapat Paripurna DPRD Ke-7 masa siding I tahun 2022 – 2023, dalam rangka penetapan program pembentukan Peraturan daerah Kabupaten Barito Kuala 2023, dihadiri sejumlah anggota dewan

Dia juga menjelaskan yang berasal dari DPRD Batola meliputi rancangan tentang desa wisata, nama-nama desa, kebudayaan dan penguatan pencegahan peredaran gelap narkotika.

Adapun, sepuluh perda yang berasal dari Pemkab Batola meliputi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2022, perubahan APBD 2023, APBD 2024, retribusi daerah dan pajak daerah.

“Selain itu rancangan tentang penanaman modal, pembangunan dan pengembangan perumahan, serta kawasan pemukiman, rancangan tentang RT RW Batola dari tahun 2022-2042, perubahan bentuk hukum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Batola menjadi Perusahaan Perseroan Daerah Air Minum (Perseroda), dan rancangan tentang penyertaan modal ke PDAM mulai 2023 hinga 2027” ungkapnya.

Selain itu juga usai kegiatan sidang paripurna Pj. Bupati Barito Kuala. Mujiyat. S.SN. M.PD, saat ditemui awak media mengatakan Komunikasi pemerintah daerah, baik itu SKPD dengan pihak DPRD dan Banggar terjalin secara sinergis dan harmonis sehingga semua persoalan cepat di atasi sesuai dengan aturan pemerintah pusat. 

Pj Bupati Batola Mujiyat. S.SN. M.PD

“Kita juga berharap setelah di sepakati bersama pada hari ini, agar kita bisa optimalkan se-optimal mungkin program-program yang ada di SKPD, sehingga bisa berjalan sesuai dengan harapan kita bersama,”jelas Mujiyat.

Masih menurut Pj Bupati Batola, dalam rangka penetapan program pembentukan Peraturan daerah Kabupaten Barito Kuala tahun 2023 dan penandatanganan berita acara persetujuan bersama terhadap Raperda tentang APBD Kabupaten Batola 2023 kita sangat bersyukur  pembahasan rancangan APBD ini tepat waktu. 

Sehingga nantinya secara bersama mengawasi peraturan daerah (perda) ini agar bisa berjalan optimal, ucapnya.

Pejabat Bupati Batola Mujiyat juga menyampaikan tagline pemkab Batola yakni "BARITO KUALA BISA. BISA berarti Berdayasaing, Inspiratif, Sportif, Amanah" pungkasnya. (her/lim/jp)

Diskominfo Kalsel Gelar Literasi Media Bagi Para Jurnalis Guna Sajikan Berita Faktual dan Tangkal Hoaks

BANJARMASIN- Mengambil tempat di sebuah hotel berbintang area Jalan Ahmad Yani KM. 5, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Agenda Literasi Media bertemakan "Resolusi 2023 : Humas dan Media Kudu Baperan (Beritain Pemerintahan).

Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, Selasa (29/11)

Sekda Roy berharap, agar semua media bisa menyaring berita hoaks.

"Sajikan berita faktual untuk masyarakat dengan memberikan data yang aktual," ujarnya.

Roy menegaskan, bahwa literasi media sangat penting. "Cegah dan tangkal hoaks bersama untuk banua lebih maju," tegas Roy.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel, Dr. H Muhammad Muslim mengharapkan, dengan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan bagi para jurnalis.

"Selain itu, juga membangun sinergitas antara pemerintah dan media," harapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zainal Helmi dan unsur Forkopimda di wilayah Kalimantan selatan khususnya Bagian Kehumasan setiap SKPD.(mi/jp).

Jabatan Bupati Batola Dari Plh Ke Pj Diserahterimakan

MARABAHAN- Meskipun secara resmi telah dilantik sebagai Penjabat (Pj) Bupati Barito Kuala (Batola) sejak 21 November lalu, serah terima jabatan akhirnya bisa dilakukan antara Pelaksana Harian (Plh) Bupati Batola H Zulkipli Yadi Noor dengan Pj Bupati Batola Mujiyat. Kegiatan dilaksanakan seusai upacara bendera Senin (28/11) di lapangan kantor Bupati Barito Kuala.

Acara tersebut disaksikan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Sulkan. Selain itu, hadir para Asisten, Staf Ahli, Kepala Dinas, Kepala Bagian serta para ASN Pemkab Barito Kuala.


Dalam sambutannya, Pj Bupati Mujiyat meminta disampaikan salam hormatnya kepada Hj Noormiliyani selaku Bupati Barito Kuala periode 2017-2022 yang telah purna tugas pada 4 November 2022 lalu.

"Sampaikan salam hormat saya pada Bupati Ibu Hj Noormiliyani AS. Saya harap mungkin nanti ada kesempatan silaturahmi dengan beliau, bagaimanapun beliau adalah orang tua kita bersama yang telah membesarkan Barito Kuala,” ucap Mujiyat.

Selanjutnya, Pj Bupati juga menyampaikan permohonan maaf jika sebelumnya telah melepas baliho-baliho yang bergambar Bupati periode sebelumnya.

"Tidak ada maksud apapun selain ingin memperkenalkan Pj Bupati yang dilantik 21 November lalu. Semisal sudah dirasa cukup pun akan kita turunkan kembali,” tutur Kepala Dinas BPSDM Prov Kalsel ini.

Pj Bupati Mujiyat sampaikan kehadirannya di Barito Kuala tidak lain adalah menjalankan tugas sebagai Penjabat Bupati, bukan sebagai Bupati. (prkpmd/jp).

Ben Brahim Tinjau Langsung Desa Terdampak Banjir di Kecamatan Mantangai

KUALA KAPUAS- Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat bersama sejumlah Kepala Perangkat Daerah terkait melakukan kunjungan langsung kewilayah yang terkena musibah banjir di Kecamatan Mantangai, Jumat (25/11). Adapun lokasi yang ditinjau kali ini yakni Desa Tumbang Mangkutup dan Desa Tumbang Muroi.

Selain melihat langsung bagaimana kondisi wilayah yang terdampak banjir tersebut, Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat juga melakukan penyerahan bantuan secara simbolis untuk para warga yang terdampak. Bantuan yang diberikan seperti beras, mie instan, minyak goreng, susu kaleng dan bahan pokok lainnya.

Dikatakan Ben Brahim, kedatangannya ke lokasi banjir ini selain untuk melihat bagaimana kondisi terkini wilayah yang terdampak, sekaligus untuk mendengar langsung apa saja kendala yang sedang dialami oleh warganya yang terkena musibah banjir. 

"Kami datang untuk mendengar keluhan dari bapak ibu, apabila ada yang bisa dibantu, maka akan segera kami bantu,” ucap Ben Brahim.

Hal ini sambung Ben, merupakan bentuk perhatian Pemerintah Daerah kepada warga yang memerlukan bantuan. 

"Untuk itu saya berpesan kepada perangkat desa agar menyalurkan bantuan ini secara merata ke desa-desa yang terkena musibah banjir ini,” tegas Ben.

Dirinya pun menghimbau, masyarakat agar tetap bersabar dan tabah dalam menghadapi musibah ini serta segera melaporkan kepada perangkat desa apabila memerlukan bantuan dari pemerintah.

"Kami mendoakan kepada semua warga yang terdampak agar selalu diberikan kesehatan. Dengan kebersamaan, kita pasti dapat melalui musibah ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Mantangai, Yubderi yang ikut mendampingi peninjauan tersebut menyampaikan, bahwa terdapat 11 desa di Kecamatan Mantangai yang terdampak banjir dengan total jumlah Kepala Keluarga yang terkena imbasnya sebanyak 1.366 KK.

"Kami bersyukur, dalam musibah ini semua masyarakat selamat dan tidak ada korban jiwa. Kami juga mengapresiasi semua pihak yang sudah membantu warga kami yang terdampak musibah ini. Terima kasih juga kepada Pemerintah Daerah yang sigap dalam memberikan bantuan kepada masyarakat di desa-desa yang terdampak, khususnya di Kecamatan Mantangai,” tutur Yubderi.

Adapun desa-desa yang terdampak banjir di Kecamatan Mantangai. Diantaranya Desa Bukit Batu, Desa Humbang Raya, Desa Tabore, Desa Tumbang Muroi, Desa Tumbang Mangkutup, Desai Muroi Raya, Desa Lahei Mangkutup, Desa Katunjung, Desa Katimpun, Desa Lapetan, dan Desa Sei Ahas. (hms/andy/robby/jp).

Paman Birin Apresiasi PLN Kalselteng Dukung Program Revolusi Hijau

BANJAR- Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengapresiasi langkah yang dilakukan PLN Kalselteng dalam rangka mendukung program revolusi hijau.

Pemprov Kalsel menerima 3000 bibit buah langka dari PLN Kalselteng dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia Tahun 2022.

"Keterlibatan yang dicontohkan oleh PLN Peduli, dengan menanam tanaman buah lokal dan langka, menjadi bentuk aksi nyata upaya penghijauan yang perlu ditiru oleh berbagai pihak,” kata Paman Birin di kawasan Agro Wisata Tahura Sultan Adam, Banjar, Senin (28/11).

Paman Birin mengatakan, semakin banyak pihak yang terlibat dalam menanam, maka akan semakin cepat pula menghijaukan kembali banua Kalimantan Selatan.

"Aneka macam buah lokal dan langka yang ditanam hari ini, dampaknya bukan hanya untuk rehabilitasi lahan, tetapi juga upaya pelestarian kekayaan flora dari bumi Kalimantan Selatan.
insya allah, penanaman pohon sangat bermanfaat bagi kehidupan kita,” katanya.

GM PLN Unit Induk Wilayah Kalselteng, Muhammad Joharifin menjelaskan, bahwa program ini sebagai bentuk kepedulian, kesadaran serta tanggung jawab PLN dalam melindungi dan menyelamatkan lingkungan hidup.

"Ini adalah upaya kami dalam menggeloarakan gerakan revolusi hijau yang diinisiasi oleh Bapak Gubernur Paman Birin,” katanya.

Dirinya mengharapkan, kegiatan penanaman pohon ini agar dapat meningkatkan kesadaran seluruh pihak baik masyarakat, pemerintah dan juga lembaga lain tentang pentingnya menjaga alam dan lingkungan.

Sementara itu, Kadishut Kalsel, Hj Fathimatuzzahra merinci, ada 1.000 batang bibit tanaman jenis Mahoni dan 3.000 batang bibit tanaman jenis buah-buahan lokal dan langka, antara lain Bangkinang, Keledang, Bundar, Ginalum, Jambu Agung, Kalangkala, Kapul, Kasturi, Katitiwar, Kuini, Asam Kandis, Maritam, Manggis Hutan, Ramania, Rambai, Rambutan Hutan, Tanduy dan lain-lain.

"Tahua Sultan Adam memiliki multi fungsi, antara lain untuk pelestarian plasma nutfah flora dan fauna, mendukung eksistensi PLTA Riam Kanan, pengendali banjir, erosi dan tata air, wahana penelitian yang berhubungan dengan alam dan lingkungan, media penyuluhan tentang pentingnya pelestarian hutan, sarana pendidikan dan pelatihan ekologi, pengenalan flora fauna, konservasi sumber daya alam, bina cinta alam, pramuka, budaya, sarana bina cinta alam, rekreasi serta wisata alam,” paparnya.

Adapun, penanaman ini berkat kerja sama yang baik antara Tahura Sultan Adamn dengan PT. PLN Persero melalui Program PLN Peduli, bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia, pada 28 November.

"Bagian salah satu aksi imbal jasa lingkungan. Tak hanya di Tahura tapi seluruh kabupaten/kota, sejalan dengan gerakan revolusi hijau. Kegiatan akan terus dilakukan secara masif. Upaya perbaikan kualitas dan kuantitas tutupan lahan, melestarikan eksistensi buah lokal dan langka,” jelasnya. (adpm/jp).

Selamatkan Satwa Endemik, Gubernur Kalsel Berikan Penghargaan ke Lanal Banjarmasin

BANJARBARU- TNI AL Lanal Banjarmasin berhasil menyelamatkan sejumlah satwa endemik asli Papua dari upaya penyelundupan oleh oknum ABK di Sungai Arut, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/10) lalu.

Mengetahui upaya penyelamatan yang dilakukan oleh Tim Intelijen dan Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Lanal Banjarmasin, serta Tim Alpha Satgas Operasi Intel Mandau L.22 tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, memberikan apresiasi terhadap keberhasilan tim di lapangan.

"Saya sangat mengapresiasi kinerja Lanal Banjarmasin yang telah menggagalkan penyelundupan hewan endemik Papua, karena Kalsel sendiri menaruh perhatian yang sangat besar terhadap kelestarian hewan endemik,” ujar Sahbirin, Senin (28/11).

Sahbirin mengingatkan untuk memberikan perhatian serius dan mendukung penuh segala upaya perlindungan satwa yang terancam punah, seperti halnya Bekantan yang merupakan hewan endemik asli Kalimantan.

Adapun satwa dilindungi yang berhasil terselamatkan pada operasi tersebut. Yaitu Kakak Tua Hitam Raja, Kakak Tua Putih Jambul Kuning, Dara Hutan, Cucak Emas, Nuri Kepala Hitam, Kakak Tua Begok, Jagal Papua, Pleci, Branjangan, Kasuari, Kura-Kura, Ular Hijau, dan Tanduk Rusa.

Menindaklanjuti upaya penyelamatan ini, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko, M.Tr.Hanla telah menyerahkan seluruh hewan yang diangkut menggunakan kapal dari Papua menuju Pangkalan Bun, dengan tujuan akhir Probolinggo, Jawa Timur tersebut, kepada pihak yang berwenang.

"Untuk proses hukum lebih lanjut, telah kami limpahkan kepada BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah,” terang Herbiyantoko.

Sementara itu, Kasi BKSDA Kalteng SKW 2 Pangkalan Bun, Dendi Setiadi mengatakan, bahwa oknum ABK yang menjadi pelaku penyelundupan telah merusak ekosistem satwa dilindungi dan dapat menerima sanksi hukum.

"Secara ekologis ini sebenarnya sudah merusak ekosistem yang ada di wilayah Papua,” tegasnya.

Berdasarkan Pasal 21 Ayat 2 huruf (a) jo pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, pelaku terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda sebesar Rp100.000.000. (adpm/jp).



Warga Desa Telang Menjadi Korban Curat dan Pembunuhan

BARABAI- Seorang laki-laki berinisial A (49) warga Desa Telang RT. 001 RW. 001 Kecamatan Batang Alai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan tewas usai mengalami luka perut sebelah kiri dengan usus terburai, luka sayat di pantat sebelah kiri, dan luka bacok bahu belakang sebelah kanan.

Ia diduga menjadi korban tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan pembunuhan oleh orang tidak dikenal (dalam lidik) di dalam rumahnya pada Senin (28/11) sekira pukul 00.30 WITA.

Kejadian berawal ketika korban bersama istrinya sedang tidur di depan tv di ruang keluarga. Kemudian korban terbangun hendak ke kamar mandi, saat melewati kamar korban melihat ada seorang laki-laki ada di kamarnya yang di duga pencuri yang masuk kedalam rumah korban yang perkirakan melalui pintu teralis gudang depan sebelah kanan. Saat kepergok terjadilah perkelahian antara korban dan pelaku. 

Setelah itu, istri korban berteriak minta tolong ke tetangga korban yang mana saat itu mendapati suaminya tergeletak bersimbah darah di depan pintu samping sebelah kiri rumah dan melihat pelaku melarikan diri keluar lewat pintu samping tersebut.

Kemudian istri korban bersama tetangga membawa korban ke RSUD Barabai, namun sesampainya di UGD RSUD Barabai korban sudah di nyatakan meninggal dunia. 

Atas peristiwa tersebut, kepala desa setempat melapor ke aparat kepolisian. Dan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan barang bukti 1 buah kompang warna cokelat muda ada bercak darah, 1 lembar sarung warna cokelat bermotif batik ada bercak darah dan bekas bacokan, dan 1 buah gagang pintu ada bercak darah warna putih keramik.

Kapolres Hulu Sungai Tengah, AKBP Sigit Hariyadi, S.I.K, M.H melalui Kasi Humas AKP Soebagio saat dikonfirmasi awak media ini, Selasa (29/11) membenarkan atas peristiwa tersebut. 

"Saat ini anggota masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut," ucap Soebagio.

Ia juga mengucapkan turut berbelasungkawa atas peristiwa tersebut.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan almarhum Husnul Khatimah, Aamiin," demikian Soebagiyo. (hendra/jp).

HMPI 2022, Paman Birin Bersama Dishut Kalsel Gandeng PT PLN Tanam 4.000 Pohon Di Taman Agrowisata Tahura

BANJAR- Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tahun 2022, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor bersama Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel menggandeng PT. PLN Persero Tbk melakukan penanaman pohon di Taman Agrowisata Tahura Sultan Adam, Senin (28/11). 

Diawali dengan pelepasliaran burung jenis perkutut dan tekukur sebanyak 50 ekor sebagai bentuk konservasi fauna oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor beserta tamu undangan, dilanjutkan penanaman pohon yang diikuti seluruh peserta acara, dari KPH dan UPT lingkup Dishut Kalsel, UPT Kemen LHK, pegawai PLN, saka wanabakti, pelajar, dan mahasiswa. 

Turut hadir Forkopimda Provinsi Kalsel, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov Kalsel, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian LHK, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng, Kepala KPH dan UPT lingkup Dishut Kalsel, serta Kepala UPT Kementerian LHK RI. 

Dalam acara itu, juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang diserahkan Kepala BP2SDM KLHK RI kepada Gubernur Kalsel sebagai wujud apresiasi atas prestasi dalam Pembinaan Penyuluh Kehutanan. Kemudian penyerahan piagam penghargaan oleh Gubernur Kalsel atas partisipasi beberapa perusahaan dalam gerakan Revolusi Hijau Tahun 2022 berupa penanaman pohon di kanan kiri jalan menuju Gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN), serta penyerahan piagam penghargaan kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Desa Peduli Karhutla dalam upaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan Tahun 2022 oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel.

Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang luar biasa kepada semua pihak yang peduli terhadap lingkungan dan terlibat dalam acara penanaman hari ini. 

"Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang peduli terhadap lingkungan, termasuk PLN yang ikut berpartisipasi menghijaukan bumi Kalimantan Selatan, juga partisipasi perusahaan Kalsel lainnya yang terlibat dalam menghijaukan gerbang IKN,” ucap Paman Birin. 

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Hj Fathimatuzzahra dalam laporannya mengatakan, bahwa penanaman hari ini terlaksana seluas 4 hektare dengan 4.000 bibit tanaman, meliputi 1.000 batang bibit mahoni dan 3.000 batang bibit buah-buahan lokal dan langka khas Kalimantan. Antara lain Bangkinang, Keledang, Bundar, Ginalum, Jambu Agung, Kalangkala, Kapul, Kasturi, Kuini, Asam Kandis, Manggis Hutan, Ramania, Rambai, dan beberapa lainnya. 

"Penanaman ini dibagi dalam empat blok, sehingga ke depannya selain berfungsi sebagai area konservasi juga sebagai edukasi, dan ini juga merupakan destinasi baru di Tahura Sultan Adam," kata wanita yang akrab disapa Aya. 

Aya menambahkan, kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama yang baik antara Tahura Sultan Adam dengan PT PLN. "Kegiatan ini terselenggara melalui program PLN Peduli,” jelas Aya.
 
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi, Muhammad Johar Arifin mengatakan, kegiatan ini selain program tanggung jawab sosial lingkungan dari PLN, juga merupakan sebagai bentuk upaya kepedulian PLN terhadap lingkungan. 

"Ini merupakan upaya kami dari PLN untuk berperan dalam menggelorakan Gerakan Revolusi Hijau yang diinisiasi Gubernur, melalui rangkaian program Borneo Green Evironment. Program ini juga menjadi wujud komitmen perseroan terhadap upaya mewujudkan green living ecosystem yang selaras dengan prinsip tujuan pembangunan berkelanjutan dalam mengambil tindakan cepat untuk mengatasi perubahan iklim,” ucap Johar Arifin.

Kepala BP2SDM KLHK, Ade Palguna Ruteka mengatakan, sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah perlu digunakan guna mewujudkan keberhasilan pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan.

"Tidak sedikit individu, kelompok pejuang lingkungan yang lahir dan dibesarkan atas dukungan pemerintah daerah,” ucap Ade Palguna R.

Kegiatan penanaman tersebut didukung penuh Gubernur Kalsel. Sebab, ini merupakan salah satu bentuk keseriusan Pemprov Kalsel dalam menyukseskan Gerakan Revolusi Hijau yang sudah menjadi pilot project program pelestarian lingkungan secara nasional. (dsht/din/jp).

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes