BREAKING NEWS

Pemprov Kalsel

Wakil Rakyat

Pemkab Batola

Sabtu, 22 Agustus 2026

Menapaki Jejak Cinta Rasulullah, Bupati HSS Hadiri Maulid di Majelis Taklim Ummul Hajun

KANDANGAN- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak dan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi yang digelar Majelis Taklim Ummul Hajun Kandangan dengan tema “Menapaki Jejak Cinta Rasulullah”, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Perumnas Hamalau Permai, Jalan Teratai, Gang Sunkis, Desa Hamalau, Kecamatan Kandangan, turut dihadiri Bupati Hulu Sungai Selatan, H Syafrudin Noor. Dalam kesempatan tersebut, Al Habib Salim bin Jindan dari Jakarta hadir sebagai penceramah.

Kehadiran Bupati HSS menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiyahnya, Al Habib Salim bin Jindan mengajak jemaah memaknai Maulid Nabi bukan sebatas mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, peringatan Maulid hendaknya menjadi sarana untuk memperdalam kecintaan kepada Rasulullah dan mengikuti keteladanan beliau.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan akhlak beliau. Nilai kejujuran, kasih sayang, kesabaran, kepedulian, serta sikap menghormati sesama merupakan bagian dari keteladanan yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga mengingatkan jamaah tentang keutamaan menghadiri masjid, majelis zikir, dan majelis ilmu. Berkumpul dalam majelis tidak hanya menjadi sarana untuk mengingat Allah SWT, tetapi juga mempererat tali silaturahmi serta menambah pengetahuan dan pemahaman keagamaan.

Pesan tersebut mengajak jamaah untuk tidak menjadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW berhenti pada peringatan Maulid. Semangat mencintai Rasulullah hendaknya terus hidup setelah kegiatan berakhir dan tercermin dalam akhlak serta perilaku sehari-hari.

Melalui tema “Menapaki Jejak Cinta Rasulullah”, jemaah diajak menjadikan kehidupan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Dengan demikian, peringatan Maulid tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat kehidupan keagamaan di tengah masyarakat. (ari/jp). 

Merawat Tradisi, Mengantar Cinta, Bamandi-Mandi Putri Wakil Bupati HSS Penuh Doa

KANDANGAN- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hj Tata Syafrudin Noor, menghadiri prosesi adat perkawinan Banjar bamandi-mandi yang dirangkai dengan khataman Al-Qur’an, Sabtu (22/8/2026).

Prosesi tersebut merupakan bagian dari rangkaian adat menjelang resepsi pernikahan drg. Hj Dini Maulidia Yulia Atma Negara, putri Wakil Bupati HSS, H Suriani dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten HSS, Hj Misnawati, dengan Muhammad Fajar Ramadhan, putra H Sirajudin dan Hj Hasmiati. 

Kegiatan berlangsung khidmat di kediaman keluarga mempelai. Prosesi turut dihadiri keluarga besar kedua mempelai, tokoh agama, serta para undangan yang memberikan doa dan restu bagi kedua calon mempelai.

Dalam tradisi masyarakat Banjar, bamandi-mandi yang juga dikenal dengan istilah badudus atau bapapai merupakan salah satu warisan budaya yang masih dipertahankan hingga kini. Tradisi tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari prosesi adat, tetapi juga mengandung nilai filosofis dan religius yang erat dengan kehidupan masyarakat Banjar.

Prosesi bamandi-mandi menjadi simbol doa dan harapan agar calon pengantin senantiasa memperoleh keselamatan, keberkahan, serta kelancaran dalam memasuki kehidupan berumah tangga. Sementara itu, khataman Al-Qur’an menjadi wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar memohon petunjuk dan keberkahan Allah SWT bagi kedua calon mempelai.

Kehadiran Hj Tata Syafrudin Noor menjadi bentuk penghormatan sekaligus dukungan terhadap upaya pelestarian adat dan budaya Banjar, khususnya tradisi perkawinan yang berpadu dengan nilai-nilai keislaman.

Suasana acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Kebersamaan keluarga besar kedua mempelai bersama para undangan menambah kekhidmatan prosesi yang menjadi salah satu tahapan penting menuju kehidupan berumah tangga.

Pelestarian tradisi seperti bamandi-mandi diharapkan dapat terus dilakukan dan dikenalkan kepada generasi muda. Dengan demikian, nilai-nilai luhur adat Banjar tetap terjaga dan diwariskan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

Rangkaian prosesi tersebut juga menjadi pengingat bahwa adat dan agama dapat berjalan selaras dalam kehidupan masyarakat Banjar, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan rasa syukur.

Semoga kedua calon mempelai diberikan kelancaran hingga pelaksanaan resepsi pernikahan dan kelak menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta senantiasa dilimpahi keberkahan dan kebahagiaan. (ari/jp).

Kades Belandean Ikuti Lomba Aerobik KORMI Semarakkan HUT ke-81 RI

MARABAHAN- Kepala Desa Belandean, Elly Rahman, turut ambil bagian dalam lomba aerobik yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kecamatan Alalak dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Alalak, Sabtu (22/8/2026), dan diikuti peserta dari berbagai unsur masyarakat serta aparatur desa di wilayah Kecamatan Alalak.

Keikutsertaan Elly Rahman menjadi bagian dari semangat kebersamaan sekaligus mendorong masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari pola hidup sehat. Kehadirannya juga menunjukkan dukungan aparatur desa terhadap kegiatan olahraga masyarakat yang dikemas dalam suasana meriah dan penuh kekeluargaan.

Lomba aerobik dipandu lima instruktur senam, yakni Bertha, Yani Ming, Jumbri, Devi, dan Lina Tirta. Para instruktur memimpin peserta dengan gerakan energik dan dinamis sehingga suasana aula semakin semarak.
Selain menjadi rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan yang diinisiasi KORMI tersebut juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarwarga dan aparatur desa di Kecamatan Alalak.

Panitia menekankan bahwa sportivitas, kebersamaan, dan kegembiraan menjadi semangat utama dalam pelaksanaan lomba. Melalui kegiatan tersebut, KORMI berharap budaya olahraga di tengah masyarakat semakin tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Keikutsertaan kepala desa dan masyarakat dalam kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga melalui aktivitas positif yang mendorong kebugaran, kebersamaan, dan gaya hidup sehat. (ali/jp). 

Festival Adat Dayak Maanyan Warukin Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pelestarian Budaya Lokal

TANJUNG- Festival Budaya Adat Dayak Maanyan Warukin bertema “ARAI HEWU” resmi dibuka di Balai Adat Dayak Maanyan, Desa Warukin, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Sabtu (22/8/2026).

Festival yang digelar selama tiga hari, 21–23 Agustus 2026, tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi dan budaya Dayak Maanyan di tengah perkembangan zaman.

Pembukaan festival dihadiri Bupati Tabalong, Ir. H Muhammad Noor Rifani, Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, Dandim 1008/Tabalong, Letkol Inf. Alexander Allan Permadi, jajaran kepala SOPD, Forkopimca Tanta, pimpinan perusahaan, tokoh adat, tokoh masyarakat, warga Desa Warukin, serta tamu undangan lainnya. Jumlah peserta dan undangan yang hadir diperkirakan mencapai 450 orang.

Rangkaian pembukaan diawali dengan penyambutan secara adat Dayak Maanyan terhadap unsur Forkopimda oleh Ketua Adat Dayak Maanyan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Bupati Tabalong, penampilan tari adat Dayak Maanyan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Tabalong Smart, pembacaan doa, laporan ketua panitia, sambutan bupati, serta penampilan Tari Lansia Ceria.

Dalam sambutannya Bupati Tabalong, HM. Noor Rifani, menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Dayak Maanyan Warukin dalam menyelenggarakan kegiatan adat tersebut setiap tahun.

Menurutnya, festival budaya memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas dan warisan budaya daerah agar tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Dengan adanya festival adat Dayak Maanyan ini, marilah kita bersama-sama menjaga budaya adat Dayak agar terus dipertahankan dan dilestarikan,” ujar Bupati Tabalong.

Festival tidak hanya menampilkan kesenian tradisional, tetapi juga menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Agenda tersebut meliputi Festival Tarian Dayak, Festival Permainan Tradisional, Festival Kuliner Tradisional, Festival Stand Khas Dayak, Festival Pawai Culuk, hingga Festival Musik Dayak.

Pada hari pertama, Jum'at (21/8/2026), kegiatan diisi dengan Irarami Manyuluh, penampilan tari bersama Sanggar Pantingik Nawuraha Nampak, Basurah atau bercerita bersama Abed Nego, serta penampilan Sanggar Tari Sendaring Merdeka dan Sanggar Tari Rairatan.

Hari kedua, Sabtu (22/8/2026), diisi dengan agenda pembukaan, penampilan tari dari Sanggar SMAN 1 Tanta, Sanggar Rairatan Junior dan Sanggar Meratus Lestari, serta perlombaan permainan tradisional anak.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan tari tradisional dari Sanggar Wadian Tambai, Sanggar Burung Ruai dan Sanggar Komandan. Hiburan malam menghadirkan guest star Uyau Moris ft. Poyang Jacko.

Sementara itu, pada hari ketiga, Minggu (23/8/2026), agenda festival meliputi penampilan Musik Dayak Maanyan, Sindrah Kumangan Isasade atau makan bersama Dayak Maanyan “Luen Mu'au”, perlombaan permainan tradisional dewasa, penilaian stan UMKM, serta pengumuman dan pembagian hadiah lomba.

Penutupan festival diisi dengan penampilan tari dari Sanggar Tari STKIP PGRI dan Sanggar Tari Suluh Banua, kemudian dilanjutkan hiburan bersama guest star Bellacoustic Indonesia.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana melalui Kasi Humas Polres Tabalong, IPTU Heri Siswoyo, mengatakan Polres Tabalong bersama Polsek Tanta dan jajaran terkait melakukan pengamanan selama seluruh rangkaian festival berlangsung.

Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian festival dengan nyaman.

"Polres Tabalong mendukung penuh kegiatan Festival Budaya Adat Dayak Maanyan Warukin. Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan kondusif sehingga masyarakat dapat mengikuti serta menikmati kegiatan budaya ini dengan nyaman,” jelasnya.

Menurut Heri, kegiatan budaya seperti Festival Adat Dayak Maanyan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya daerah.

Ia mengajak masyarakat dan seluruh peserta festival turut menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

"Mari kita lestarikan budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa,” pungkasnya.

Hingga Sabtu (22/8/2026), rangkaian Festival Budaya Adat Dayak Maanyan Warukin berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan melibatkan personel Polres Tabalong, Polsek Tanta, Koramil Murung Pudak-Tanta, serta panitia pelaksana. (fah/jp). 

Semarak HUT ke-81 RI, Pemdes Kali Napu Gelar Beragam Lomba Berhadiah Menarik

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Desa Kali Napu, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan beragam perlombaan bagi anak-anak hingga orang dewasa. Kegiatan mengusung tema “Semarak Kemerdekaan Desa Kali Napu".

Kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi, meningkatkan semangat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan jiwa sportivitas masyarakat dalam momentum peringatan kemerdekaan.

Sejumlah perlombaan telah disiapkan panitia, mulai dari olahraga prestasi hingga permainan tradisional yang menghibur. Salah satu kegiatan yang menjadi agenda utama adalah turnamen bola voli putra dan putri tingkat desa.

Turnamen bola voli tersebut terbuka bagi warga Desa Kali Napu. Warga dari berbagai dusun diharapkan dapat berpartisipasi dengan mengirimkan tim terbaik untuk memperebutkan gelar juara.

Selain menjadi ajang kompetisi dan menyalurkan bakat olahraga, turnamen ini diharapkan dapat mendorong pola hidup sehat serta memperkuat kebersamaan antarmasyarakat.

Selain turnamen bola voli, panitia juga menyiapkan sejumlah permainan tradisional yang diperuntukkan bagi anak-anak. 

Adapun perlombaan tersebut meliputi tarik tambang; balap karung; makan kerupuk; balap kelereng; lomba joget; dan memasukkan paku ke dalam botol.

Sementara itu, untuk peserta dewasa juga disiapkan lomba domino sebagai salah satu kegiatan tambahan dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 RI.

Kepala Desa Kali Napu, Hairollah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus momentum untuk mempererat hubungan antarwarga.

"Kami ingin mengajak seluruh warga Desa Kali Napu, dari anak-anak hingga orang tua, untuk bersama-sama merayakan hari bersejarah ini dengan penuh kegembiraan dan semangat sportivitas,” ujar Hairollah, Sabtu (22/8/2026). 

Hairollah mengatakan, bahwa panitia menyediakan hadiah bagi para pemenang setiap kategori perlombaan. 

"Hadiah tersebut berupa piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan," tandasnya. (zi/jp). 

Pemdes Belandean Himbau Warga Stop Karhutla


JURNALISPOST.ONLINE - STOP KEBAKARAN ! 
Pemerintah Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala menghimbau agar masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Cegah Karhutla, Lindungi Hutan, Selamatkan Masyarakat. Jangan Bakar Lahan!"

Pemkab Tabalong Ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81


JURNALISPOST.ONLINE - Pemerintah Kabupaten Tabalong mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 tahun pada tanggal 17 Agustus 2026.

"Indonesia berdaulat, adil dan makmur."

BPKAD Batola Ucapkan Dirgahayu RI Ke-81


JURNALISPOST.ONLINE - Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Barito Kuala mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 tahun pada tanggal 17 Agustus 2026.

"Indonesia berdaulat, adil dan makmur."

Jumat, 21 Agustus 2026

SMSI- RRI Perkuat Kolaborasi Media untuk Tingkatkan Kompetensi Jurnalis dan Tangkal Disinformasi

JAKARTA- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) mendorong penguatan kolaborasi antara media siber dan penyiaran publik untuk meningkatkan kompetensi jurnalis sekaligus memperkuat verifikasi informasi di tengah derasnya arus disinformasi digital.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Diskusi Panel Pengembangan Kompetensi Jurnalistik LPP RRI yang digelar pada Jum'at, 21 Agustus 2026.

Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap kerja jurnalistik. Jurnalis dituntut tidak hanya mampu menulis berita, tetapi juga menguasai produksi konten multiplatform, verifikasi digital, pengolahan data, hingga pemahaman terhadap perilaku audiens.

Menurut Firdaus, kolaborasi RRI dan ekosistem media siber menjadi langkah strategis untuk menghadapi tantangan informasi digital sekaligus menjaga kualitas ruang publik.

"Kolaborasi RRI dan SMSI menjadi kunci penjaga kebenaran atau truth enforcer nasional,” kata Firdaus.

Firdaus menilai transformasi digital membuat kompetensi jurnalistik semakin kompleks. Wartawan dituntut mampu bekerja lintas format, mulai dari teks, foto, audio, video hingga konten berbasis data.

Ia menyebut, bahwa sedikitnya empat kompetensi yang perlu terus diperkuat.

Pertama, etika jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Kompetensi profesional menjadi fondasi untuk memastikan wartawan bekerja secara independen, berintegritas, dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik.

Kedua, Mobile Journalism (MoJo). Wartawan perlu mampu memanfaatkan perangkat bergerak untuk melakukan peliputan, mengambil foto, merekam audio, serta memproduksi video berita secara cepat dan tetap berkualitas.

Ketiga, fact-checking atau verifikasi informasi. Kemampuan memeriksa data, menelusuri sumber, serta memanfaatkan perangkat investigasi digital menjadi semakin penting untuk mencegah hoaks, manipulasi informasi, dan pemberitaan yang tidak terverifikasi.

Keempat, digital analytics dan GEO. Pemahaman terhadap perilaku audiens serta strategi distribusi konten di ekosistem digital dinilai penting agar karya jurnalistik dapat menjangkau publik secara efektif.

Meski demikian, Firdaus mengingatkan bahwa teknologi harus ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat jurnalistik, bukan menggantikan prinsip-prinsip dasar profesi.

RRI memiliki jaringan penyiaran publik dengan jangkauan luas hingga berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan perbatasan. Sementara itu, SMSI memiliki jaringan perusahaan media siber yang tersebar di berbagai daerah.

Menurut Firdaus, kekuatan tersebut dapat dipadukan untuk memperluas distribusi informasi sekaligus meningkatkan kualitas pemberitaan dari daerah.

Kolaborasi media publik dan media siber juga dinilai dapat membuka ruang yang lebih besar bagi isu pembangunan, potensi daerah, serta aspirasi masyarakat untuk mendapatkan perhatian di tingkat nasional.

"Pers yang kuat lahir dari jurnalis yang kompeten dan perusahaan media yang sehat. Kolaborasi LPP RRI dan SMSI adalah kunci utama menjaga kedaulatan informasi serta mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Firdaus.

Dalam diskusi tersebut, Firdaus juga menyampaikan sejumlah bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan RRI dan SMSI, antara lain pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi wartawan media anggota SMSI, penguatan kapasitas penguji melalui Training of Trainer (ToT), serta penyusunan dan pembaruan materi UKW agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan jurnalistik.

Kolaborasi juga dapat diarahkan pada penguatan newsroom kedua ekosistem media. Pertukaran pengetahuan, pengalaman peliputan, serta pemanfaatan teknologi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jurnalis sekaligus memperkuat kualitas produksi berita.

Kerja sama tersebut pada akhirnya diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi wartawan, tetapi juga berdampak pada kualitas informasi yang diterima masyarakat.

Firdaus menegaskan tantangan media saat ini bukan semata-mata persaingan memperebutkan perhatian audiens. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan publik memperoleh informasi yang benar, terverifikasi, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah masifnya distribusi informasi melalui media sosial, media profesional memiliki tanggung jawab untuk memperkuat mekanisme verifikasi dan menjaga standar jurnalistik.

Karena itu, sinergi antara RRI dan SMSI dinilai dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem informasi nasional yang sehat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas jurnalis, memperluas akses masyarakat terhadap informasi berkualitas, serta memastikan suara dan potensi daerah mendapat ruang yang lebih luas dalam ekosistem media nasional. (*/jp). 

DPRD Kalsel Terima Penjelasan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Diproyeksikan Naik 5,56 Persen

BANJARMASIN- DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima penjelasan Gubernur Kalsel terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna, Jumat (21/8/2026).

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK, didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, HM. Alpiya Rakhman dan Desy Oktavia Sari.

Penjelasan Gubernur Kalsel, H Muhidin disampaikan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman. Ia menyampaikan, perubahan APBD 2026 disusun untuk menyesuaikan anggaran dengan perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 sekaligus mendukung program strategis pemerintah daerah dan pemenuhan pelayanan dasar masyarakat.

Dalam rancangan perubahan APBD tersebut, pendapatan daerah diproyeksikan meningkat 5,56 persen menjadi Rp7,762 triliun. Sementara itu, belanja daerah diproyeksikan naik 5,98 persen menjadi Rp10,534 triliun.

Menurut pemerintah daerah, penyesuaian anggaran tetap dilakukan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan. Alokasi anggaran untuk fungsi pendidikan dipertahankan di atas 20 persen, sementara belanja pegawai berada di bawah batas maksimal 30 persen.

Selain itu, alokasi belanja infrastruktur pelayanan publik disebut telah melampaui batas minimal 40 persen. Ketentuan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penyusunan perubahan APBD agar penganggaran tetap sejalan dengan regulasi sekaligus mendukung kebutuhan pembangunan daerah.

Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK, mengatakan setelah penyampaian penjelasan Gubernur, tahapan pembahasan akan dilanjutkan dengan penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda Perubahan APBD 2026.

Pemandangan umum fraksi menjadi bagian penting dalam proses pembahasan antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalsel untuk menilai arah kebijakan perubahan anggaran serta memastikan alokasi belanja mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

DPRD Kalsel berharap pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 dapat diselesaikan tepat waktu. Dengan demikian, sisa waktu pelaksanaan tahun anggaran 2026 dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kalimantan Selatan. (sar/ali/jp). 

Polres Seruyan Gelar Upacara Hari Juang Polri, Teguhkan Semangat Pengabdian

KUALA PEMBUANG- Kapolres Seruyan, AKBP Beddy Suwendi memimpin upacara peringatan Hari Juang Polri di halaman Markas Komando (Mako) Polres Seruyan, Jum'at (21/8/2026).

Upacara tersebut diikuti Wakapolres Seruyan, Kompol Syaifullah, para pejabat utama Polres Seruyan, personel Polres Seruyan, serta aparatur sipil negara (ASN) Polri.

Dalam upacara itu, Kapolres Seruyan, AKBP Beddy Suwendi bertindak sebagai inspektur upacara. Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Mars Polri, dilanjutkan penghormatan pasukan dan laporan komandan upacara kepada inspektur upacara.

Selanjutnya, peserta upacara mengheningkan cipta, pembacaan sejarah singkat Hari Juang Polri, serta pembacaan Naskah Proklamasi Polisi oleh inspektur upacara. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Andhika Bhayangkari.

Upacara ditutup dengan laporan komandan upacara, penghormatan pasukan, menyanyikan Hymne Polri, dan pembacaan doa. Setelah inspektur upacara meninggalkan tempat, seluruh rangkaian kegiatan dinyatakan selesai.
Peringatan Hari Juang Polri menjadi momentum bagi jajaran Polres Seruyan untuk mengenang sejarah perjuangan dan pengabdian Polri. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi setiap personel untuk terus meningkatkan komitmen dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat serta menegakkan hukum.

Melalui peringatan tersebut, personel Polres Seruyan diharapkan mampu mempertahankan nilai-nilai perjuangan, memperkuat soliditas dan integritas, serta meningkatkan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan institusi Polri yang semakin profesional, berintegritas, dan dipercaya serta dicintai masyarakat. (gan/jp). 

Bayar Pajak Tak Perlu ke Kota, Bapenda Seruyan Terapkan QRIS Gandeng Bank Kalteng

KUALA PEMBUANG- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Seruyan resmi menerapkan pembayaran pajak daerah melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Program yang menggandeng Bank Kalteng ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat, terutama wajib pajak yang berada di desa dan wilayah pelosok.

Kepala Bapenda Kabupaten Seruyan, Ashadi, mengatakan layanan pembayaran melalui QRIS berlaku di seluruh wilayah Kabupaten Seruyan. Masyarakat tidak lagi harus datang langsung ke kantor Bapenda di Kuala Pembuang untuk memenuhi kewajiban pajaknya.

"Rencana kami, masyarakat yang ingin membayar pajak akan kami fasilitasi melalui kerja sama dengan Bank Kalteng. Kami menggunakan QRIS agar masyarakat tidak harus turun ke kantor Bapenda,” kata Ashadi, Jumat (21/8/2026).

Penerapan pembayaran digital tersebut menjadi bagian dari upaya Bapenda Seruyan memangkas birokrasi dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Selama ini, wajib pajak yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan harus menempuh perjalanan menuju Kuala Pembuang untuk melakukan pembayaran. Dengan QRIS, proses tersebut dapat dilakukan secara lebih mudah tanpa harus datang ke kantor Bapenda.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menerjemahkan visi dan misi Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, khususnya dalam meningkatkan kemudahan pelayanan publik.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, digitalisasi pembayaran pajak juga ditujukan untuk meningkatkan transparansi sekaligus menekan potensi kebocoran pendapatan daerah.

Ashadi menjelaskan, transaksi melalui QRIS membuat pembayaran lebih mudah tercatat dan dikontrol dibandingkan dengan mekanisme manual.

"Kenapa harus QRIS, salah satunya untuk menghindari kebocoran pajak. Kalau manual, bisa saja tidak tersampaikan atau tidak masuk ke kas daerah. Dengan sistem ini, transaksi lebih terkontrol dan tercatat,” tegasnya.

Menurut dia, sistem pembayaran digital diharapkan dapat memastikan setiap transaksi tercatat dalam sistem sehingga pengelolaan penerimaan pajak daerah menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Bapenda Seruyan menyadari penerapan sistem pembayaran digital membutuhkan sosialisasi, terutama di wilayah perdesaan yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan literasi digital.

Karena itu, Bapenda akan melakukan sosialisasi secara langsung di tingkat desa dengan melibatkan pemerintah desa.

"Kami akan melakukan sosialisasi di tingkat desa dengan melibatkan pihak desa. Pemerintah daerah bersama pemerintah desa harus sama-sama menjalankan program ini agar pelayanan tidak mempersulit,” jelas Ashadi.

Ia berharap penerapan QRIS dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mewujudkan tata kelola pendapatan daerah yang lebih transparan dan akuntabel.

Dengan layanan tersebut, masyarakat di wilayah pelosok diharapkan dapat membayar pajak dengan lebih mudah, tanpa harus mengeluarkan tambahan waktu dan biaya untuk datang ke pusat kabupaten. (gan/jp). 

Bapemperda Kalsel Percepat Raperda Pajak dan Retribusi, Ditarget Rampung 1 September

BANJARMASIN- Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat koordinasi dengan Panitia Khusus (Pansus) dan Pemerintah Provinsi Kalsel untuk mempercepat penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Percepatan pembahasan dilakukan menyusul batas waktu penyelesaian yang diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga 1 September 2026.

Ketua Bapemperda DPRD Kalsel, H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, mengatakan koordinasi intensif dilakukan bersama pimpinan Pansus dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyamakan langkah sekaligus mempercepat pembahasan Raperda tersebut.

"Insyaallah pembahasan ini segera terselesaikan karena seluruh pihak memiliki komitmen yang sama untuk menuntaskan regulasi yang sangat dibutuhkan daerah,” ujarnya, Jum'at (21/8/2026).

Menurut H Gusti Iskandar, Raperda perubahan tersebut memiliki posisi strategis dalam memperkuat tata kelola pajak dan retribusi daerah. Regulasi ini juga diharapkan dapat mendukung optimalisasi pendapatan daerah dan memperkuat kapasitas fiskal untuk membiayai pembangunan.

Karena itu, ia menekankan pembahasan harus dilakukan secara cermat dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, namun tidak mengabaikan target waktu yang telah ditetapkan.

Bapemperda, lanjutnya, akan terus mendorong komunikasi antara legislatif dan eksekutif agar setiap tahapan pembahasan dapat berjalan efektif dan diselesaikan sesuai jadwal.

"Ini merupakan kebutuhan daerah dalam rangka menjaga dan memperkuat fiskal daerah agar pembangunan ke depan dapat berjalan lebih optimal,” katanya.

Dengan koordinasi yang semakin intensif, Bapemperda optimistis pembahasan Raperda perubahan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dapat dituntaskan sebelum batas waktu yang ditetapkan Kemendagri. (sar/ali/jp). 

Bupati H Shalahuddin Gowes Bersama Warga, Pastikan Kesiapan Venue Barito Utara Bertabligh

MUARA TEWEH- Bupati Barito Utara, H Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengikuti gowes santai bersama masyarakat di Muara Teweh, Jum'at (21/8/2026).

Gowes bersama tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan ini dimanfaatkan jajaran pemerintah daerah untuk berinteraksi dan menyapa masyarakat secara langsung di sepanjang rute.

Bupati H Shalahuddin mengatakan, olahraga bersama menjadi salah satu sarana untuk membangun kedekatan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

"Gowes ini selain untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, juga menjadi kesempatan bagi kami untuk bertemu dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Usai gowes, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama yang diikuti Bupati, Wakil Bupati, Sekda, jajaran pemerintah daerah, serta masyarakat. Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme peserta yang cukup tinggi.

Setelah rangkaian olahraga bersama, Bupati bersama jajaran kemudian meninjau lokasi yang akan digunakan untuk pelaksanaan Barito Utara Bertabligh pada Jumat malam.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan venue, fasilitas, serta berbagai kebutuhan pendukung kegiatan. Pemerintah daerah juga memastikan aspek keamanan, ketertiban, dan kelancaran pelaksanaan kegiatan telah dipersiapkan dengan baik.

Bupati menegaskan, pengecekan langsung di lapangan penting dilakukan agar seluruh rangkaian agenda daerah dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang hadir.

Kegiatan gowes, senam bersama, dan peninjauan venue tersebut sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat. Melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, Pemkab Barito Utara berupaya memperkuat komunikasi, kebersamaan, serta sinergi dalam mendukung pembangunan daerah. (emca/jp). 

Polres Tabalong Amankan Empat Terduga Pelaku Pencurian Besi Angkur Perusahaan Semen

TANJUNG- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tabalong mengamankan empat orang terduga pelaku pencurian besi angkur milik sebuah perusahaan semen di Desa Kaong, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Keempat terduga pelaku diamankan secara bertahap setelah polisi melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus. Penindakan dipimpin Kasat Reskrim Polres Tabalong, AKP Danang Eko Prasetyo, dengan melibatkan personel Polsek Jaro, Polsek Muara Uya, dan Polsek Patangkep Tutui.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, mengatakan aksi pencurian diketahui pada Selasa (28/6/2026) sore setelah seorang karyawan menemukan jalan pintas yang dibuat menuju tembok luar area perusahaan.

Petugas keamanan yang melakukan pengecekan kemudian menemukan sejumlah karung berisi besi angkur. Saat pemeriksaan berlangsung, sejumlah orang terlihat melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Desa Seradang.

Dari hasil pemeriksaan di sekitar lokasi, petugas menemukan 11 karung berisi besi angkur yang diduga telah disiapkan untuk dibawa keluar dari area perusahaan. Akibat kejadian tersebut, perusahaan diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp116,5 juta.

Pengungkapan kasus berlanjut pada Sabtu (1/8/2026) malam. Polisi mengamankan dua terduga pelaku, yakni SUP (33), warga Desa Jaro, Kecamatan Jaro, dan KR (38), warga Desa Surian, Kecamatan Haruai. Keduanya diamankan di wilayah Desa Jaro, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong.

Selanjutnya, pada Senin (17/8/2026) malam, petugas mengamankan RAH (35), warga Desa Palajau, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), di sebuah rumah di Desa Uwie, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong.

Seorang terduga pelaku lainnya, PAH (35), warga Kelurahan Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak, diamankan pada Rabu (19/8/2026) sore di lapangan sepak bola Desa Bentot, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Dalam pemeriksaan awal, keempat terduga pelaku mengakui keterlibatan dalam aksi pencurian tersebut. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, yakni 11 karung berisi besi angkur, satu helm proyek warna kuning, satu rompi warna hijau dengan lis silver, serta satu jaket hoodie warna hitam.

Keempat terduga pelaku beserta barang bukti kini diamankan di Polres Tabalong untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Polisi masih mendalami peran masing-masing terduga pelaku serta rangkaian aksi pencurian tersebut. (fah/jp). 

Hotspot Terdeteksi di Mugi Panyuhu, Polsek Seruyan Tengah Bersama Tim Gabungan Lakukan Pemadaman

KUALA PEMBUANG- Personel Siaga Karhutla Polsek Seruyan Tengah bersama BPBD dan Masyarakat Peduli Api (MPA) bergerak cepat menindaklanjuti terdeteksinya titik panas (hotspot) di wilayah Desa Mugi Panyuhu, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan, Jum'at (21/8/2026).

Berdasarkan pemantauan Sistem Karhutla SIPongi, satu titik hotspot terdeteksi pada Jum'at (21/8/2026) pukul 00.49 WIB melalui satelit NASA-NOAA20. Titik tersebut berada pada koordinat latitude -1.9485 dan longitude 112.32097 dengan tingkat kepercayaan (confidence) kategori medium.

Menerima informasi tersebut, personel Siaga Karhutla Polsek Seruyan Tengah bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Setibanya di lapangan, tim melakukan pemantauan kondisi titik panas sekaligus upaya pemadaman guna mencegah api berkembang dan meluas ke wilayah sekitar.

Dalam penanganan tersebut, personel yang terlibat terdiri atas Bripka Bade, Brigpol Slamet Riadi, Bripda M. Wahdiya Lutfi, empat personel BPBD, serta dua personel MPA.

Kapolsek Seruyan Tengah, IPDA Martono, mengatakan setiap informasi terkait kemunculan hotspot menjadi perhatian serius dan harus segera ditindaklanjuti untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Begitu titik hotspot terdeteksi, personel langsung melakukan pengecekan, pemantauan, dan pemadaman bersama unsur terkait. Langkah cepat ini dilakukan agar api segera dapat dikendalikan dan tidak meluas,” ujar IPDA Martono.

Ia menambahkan, Polsek Seruyan Tengah bersama BPBD dan MPA akan terus meningkatkan pemantauan di wilayah yang rawan karhutla. Penanganan secara cepat dan terpadu akan dilakukan setiap kali ditemukan indikasi titik api guna mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. (gan/jp).

Bupati Kapuas Pimpin Persiapan Maulid Nabi, Jadwal dan Konsep Outdoor Dibahas

KUALA KAPUAS- Bupati Kapuas, HM. Wiyatno memimpin rapat persiapan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus membahas sejumlah agenda keagamaan di Kabupaten Kapuas. Rapat berlangsung di Masjid Agung Al-Mukarram, Jum'at (21/8/2026), seusai Salat Jumat.

Rapat dihadiri pengurus Masjid Agung Al-Mukarram, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, para ustaz dan guru, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta Camat Selat.

Pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi untuk mematangkan persiapan peringatan Maulid Nabi, mulai dari penentuan jadwal, konsep kegiatan, kesiapan lokasi hingga dukungan sarana dan prasarana.

Dalam pembahasan, pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW akan dijadwalkan kembali dengan mempertimbangkan kesiapan kawasan Masjid Agung Al-Mukarram serta agenda kegiatan daerah yang telah direncanakan dalam waktu dekat.

Selain penyesuaian jadwal, rapat juga membahas opsi pelaksanaan Maulid Nabi secara outdoor di area depan Masjid Agung Al-Mukarram. Konsep tersebut dinilai dapat menampung lebih banyak jamaah dan masyarakat sekaligus memanfaatkan kawasan depan masjid yang saat ini masih dalam proses penataan.

Bupati Kapuas, HM. Wiyatno mengatakan, penjadwalan kembali diharapkan dapat dilakukan setelah kondisi kawasan masjid lebih tertata dan fasilitas pendukung siap digunakan secara optimal.

"Silakan didiskusikan, Maulid Nabi pasnya kapan, apa yang harus disiapkan, dan OPD mana saja yang perlu terlibat. Pemerintah daerah pada prinsipnya selalu mendukung,” ujar HM. Wiyatno.

Menurutnya, persiapan yang matang diperlukan agar pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut dapat berlangsung tertib, nyaman, dan memberikan ruang yang memadai bagi masyarakat.

Selain persiapan Maulid Nabi, rapat membahas kesiapan Kabupaten Kapuas sebagai tuan rumah LASQI Provinsi Kalimantan Tengah. Pembahasan mencakup kebutuhan teknis, sarana dan prasarana, serta keterlibatan OPD dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.

Dalam rapat itu, Bupati juga menyampaikan perkembangan penataan sejumlah tempat ibadah dan kawasan perkotaan. Penataan Masjid Agung Al-Mukarram terus dilanjutkan dengan dukungan anggaran, antara lain untuk penyelesaian payung, pagar, taman, dan lingkungan masjid.

Pemkab Kapuas juga menyiapkan rencana penataan Masjid At-Taq’wa di Simpang Camuh pada 2027. Sementara pembangunan Masjid Babussalam ditargetkan rampung pada Desember 2026.

HM. Wiyatno berharap seluruh agenda keagamaan dan pembangunan fasilitas publik dapat terlaksana melalui koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, OPD, pengurus masjid, serta masyarakat.

Rapat tersebut menjadi langkah awal untuk mematangkan kembali jadwal dan konsep peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, termasuk opsi pelaksanaan secara outdoor di depan Masjid Agung Al-Mukarram. Dengan persiapan yang terkoordinasi, kegiatan diharapkan dapat berlangsung lancar, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (fah/hru/jp). 

Diduga Diintimidasi Saat Liputan, Ketua PWRI Seruyan Polisikan Oknum Ketua BUMDes

KUALA PEMBUANG- Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Seruyan, Muhammad Yasir, melaporkan dugaan intimidasi dan ancaman yang dialaminya saat menjalankan tugas jurnalistik ke Kepolisian Resor (Polres) Seruyan, Jum'at (21/8/2026).

Dugaan intimidasi tersebut terjadi ketika Yasir melakukan peliputan acara serah terima jabatan (sertijab) di Pemerintah Desa Baung, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Kamis (20/8/2026).

Yasir mengatakan, dirinya hadir di lokasi berdasarkan undangan resmi untuk meliput kegiatan tersebut. Situasi kemudian memanas ketika acara berlangsung dan sejumlah tamu undangan menyampaikan interupsi terkait pelaksanaan kegiatan.

Sebagai bagian dari tugas jurnalistik, Yasir mengambil sejumlah foto untuk kebutuhan dokumentasi dan pemberitaan. Saat itulah, menurut pengakuannya, ia mendapat respons yang dinilai intimidatif dari seorang pria yang disebutnya sebagai oknum Ketua BUMDes setempat. 

"Saat saya mengambil gambar, oknum Ketua BUMDes menatap saya dengan pandangan melotot dan nada intimidatif. Ketika saya tanyakan maksudnya, dia justru merespons dengan nada kasar," ujar Yasir dalam surat pengaduannya kepada Kapolres Seruyan.

Yasir juga mengaku situasi semakin tegang setelah sekitar tiga orang lainnya turut melontarkan pernyataan yang dinilainya mendiskreditkan profesi wartawan, disertai ucapan bernada ancaman.

"Kami tidak butuh wartawan! ... Kalau kamu?! Hati-hati kamu!" demikian ucapan yang, menurut Yasir, disampaikan salah seorang pihak di lokasi.

Melihat situasi yang dinilai tidak kondusif, seorang staf Kecamatan Seruyan Hilir yang berada di lokasi kemudian menarik Yasir keluar dari ruangan acara. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah situasi berkembang dan menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Yasir mengaku peristiwa tersebut membuatnya mengalami tekanan dan trauma yang berdampak terhadap pelaksanaan tugas jurnalistiknya.

Ia menegaskan, kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas jurnalistik yang dilakukan secara profesional.

"Saya hadir karena undangan resmi dan menjalankan tugas secara profesional. Wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik semestinya memperoleh perlindungan hukum sesuai ketentuan perundang-undangan," tegasnya.

Dalam laporan tersebut, Yasir meminta Polres Seruyan melakukan penyelidikan terhadap dugaan intimidasi dan ancaman yang dilaporkannya, termasuk memeriksa saksi-saksi serta menelusuri bukti berupa foto maupun video yang berkaitan dengan kejadian.

Ia juga meminta aparat penegak hukum mengambil langkah sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan adanya unsur pelanggaran pidana dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan dari pihak yang disebut dalam laporan Yasir terkait dugaan intimidasi dan ancaman tersebut. Konfirmasi dari pihak terlapor penting untuk memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

Peristiwa ini selanjutnya menjadi ranah kepolisian untuk melakukan verifikasi dan penyelidikan berdasarkan laporan serta bukti-bukti yang tersedia. (gan/jp). 

Peredaran Rokok Ilegal di Kalsel Makin Luas, 2,5 Juta Batang Digagalkan di Pelabuhan Trisakti

BANJARMASIN- Peredaran rokok ilegal di Kalimantan Selatan (Kalsel) dinilai semakin meluas. Tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, rokok tanpa pita cukai disebut telah beredar hingga wilayah pedesaan dan kawasan hulu sungai.

Kondisi tersebut kembali terungkap setelah Tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Selatan (Kalbagsel) menggagalkan pengiriman 2.504.000 batang rokok ilegal di Pelabuhan Trisakti, Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat, Banjarmasin.

Penindakan dilakukan pada Jum'at (21/8/2026) saat petugas melaksanakan patroli dan pemeriksaan terhadap sejumlah sarana pengangkut di atas KM Dharma Rucitra 1.

Petugas mencurigai sebuah truk Colt Diesel yang berada di atas kapal. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas tidak menemukan pengemudi di dalam kendaraan tersebut.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan pihak DLU untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 313 paket berisi 124.200 bungkus atau 2.504.000 batang rokok yang tidak dilekati pita cukai.

Barang bukti berupa rokok ilegal beserta satu unit truk Colt Diesel selanjutnya ditegah dan dibawa ke Kantor Wilayah DJBC Kalbagsel untuk menjalani penelitian lebih lanjut.

Nilai barang hasil penindakan tersebut diperkirakan mencapai Rp3,73 miliar, sedangkan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan diperkirakan sekitar Rp2,43 miliar.

Maraknya peredaran rokok ilegal turut memberikan tekanan terhadap pelaku usaha yang menjalankan perdagangan secara legal.

Salah seorang pelaku usaha, Wardi, mengatakan rokok ilegal kini semakin mudah ditemukan dan peredarannya telah menjangkau hampir seluruh kawasan.

"Sekarang peredarannya sudah sangat masif. Seluruh kawasan sudah terjangkau,” ujarnya.

Menurutnya, harga rokok ilegal yang lebih murah menciptakan persaingan tidak sehat dan mulai berdampak terhadap omzet usaha legal.

" Ini saja kita tinggal 40 persen, padahal belum sampai tiga bulan,” ungkapnya.

Ia berharap penindakan terhadap peredaran rokok ilegal terus ditingkatkan agar peredarannya dapat ditekan dan persaingan usaha menjadi lebih sehat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK/YLKI) Kalimantan Selatan, Dr. H Ahmad Murjani, M.Kes., mengatakan peredaran rokok ilegal telah menjangkau wilayah pedesaan hingga kawasan hulu sungai.

"Di desa sudah, kalau kota ya sudah masuk di desanya. Sampai ke hulu sungai, ke ujung-ujung sana sudah,” ujarnya.

Menurut H Ahmad Murjani, harga yang lebih murah menjadi salah satu faktor yang membuat rokok ilegal tetap memiliki pasar. Karena itu, penanganan dinilai tidak cukup hanya menyasar pedagang eceran, tetapi juga harus menelusuri rantai distribusi dan pihak yang memasok barang ilegal.

"Pedagang besar sendiri tidak bisa. Selama barang ada, dia bisa jual,” tegasnya.

Ia mendorong penegakan hukum dilakukan secara konsisten untuk memutus rantai pasok dan menekan peredaran rokok ilegal hingga ke tingkat distribusi.

Penindakan terhadap 2,5 juta batang rokok ilegal di Pelabuhan Trisakti menjadi salah satu gambaran masih seriusnya persoalan peredaran rokok tanpa pita cukai di Kalsel. Selain berpotensi mengurangi penerimaan negara, peredaran rokok ilegal juga menimbulkan persaingan tidak sehat bagi pelaku usaha yang telah memenuhi kewajiban cukai.

Bea Cukai masih melakukan penelitian terhadap barang bukti dan pihak-pihak yang berkaitan dengan temuan tersebut untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Penindakan tersebut diduga berkaitan dengan pelanggaran ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. (fah/jp). 

Supiansyah Resmi Pimpin Desa Pematang Limau, Camat Dorong Inovasi Pembangunan

KUALA PEMBUANG- Tampuk kepemimpinan Desa Pematang Limau, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, resmi berganti. Supiansyah menerima amanah sebagai Kepala Desa Pematang Limau melalui serah terima jabatan (sertijab) dari Penjabat (Pj) Kepala Desa Muhammad Rafiq, Jum'at (21/8/2026).

Prosesi sertijab berlangsung di Balai Desa Pematang Limau. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Seruyan Hilir, Simanto, Pj Kades Muhammad Rafiq, Kepala Desa Pematang Limau, Supiansyah, unsur pemerintahan desa, tokoh masyarakat, warga, serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat.

Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum penting bagi Desa Pematang Limau setelah Supiansyah terpilih dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Seruyan 2026.

Sebelum menyerahkan kepemimpinan kepada kepala desa terpilih, Muhammad Rafiq menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama menjalankan tugas sebagai Pj Kepala Desa Pematang Limau masih terdapat kekurangan maupun kesalahan.

Rafiq juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama masyarakat serta seluruh pihak yang telah membantu selama dirinya menjalankan tugas.

Ia kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada Supiansyah yang kini melanjutkan kepemimpinan Desa Pematang Limau.

Sertijab tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa tugas Rafiq sebagai penjabat kepala desa dan dimulainya kepemimpinan Supiansyah sebagai kepala desa hasil Pilkades.

Sementara itu, Supiansyah menyampaikan apresiasi kepada Muhammad Rafiq atas pengabdian dan kinerjanya selama memimpin pemerintahan Desa Pematang Limau.

Menurut Supiansyah, kepemimpinan sebelumnya telah memberikan kontribusi dalam memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan.

Dalam menjalankan amanahnya, Supiansyah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan kritik dan masukan.

"Saya meminta dukungan selama saya memimpin dan mohon masukannya selama saya memimpin nantinya,” kata Supiansyah.

Ia berharap dukungan masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan desa ke depan.

Camat Seruyan Hilir, Simanto turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Muhammad Rafiq atas kinerja serta pengabdiannya selama menjabat sebagai Pj Kepala Desa Pematang Limau.

Kepada Supiansyah, Simanto menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan agar kepemimpinan baru tidak hanya menjalankan rutinitas pemerintahan, tetapi juga mampu menghadirkan terobosan bagi kemajuan desa.
Simanto meminta Supiansyah melanjutkan program-program yang telah berjalan sekaligus menciptakan inovasi baru untuk mempercepat pembangunan Desa Pematang Limau.

"Lanjutkan program yang sudah ada dan buatlah inovasi baru dalam membangun Desa Pematang Limau agar lebih baik dan maju,” pesan Simanto.

Sebelumnya, Desa Pematang Limau merupakan salah satu dari enam desa di Kecamatan Seruyan Hilir yang mengikuti Pilkades Serentak 2026 pada 11 Juli 2026.

Dengan resmi dimulainya masa kepemimpinan baru, Supiansyah kini dituntut mampu menerjemahkan mandat masyarakat ke dalam program pemerintahan yang efektif. Persatuan warga, peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pengembangan potensi ekonomi desa, serta transparansi pengelolaan pemerintahan menjadi sejumlah tantangan yang perlu dikawal.

Dukungan sekaligus kontrol masyarakat juga menjadi bagian penting dalam memastikan pemerintahan Desa Pematang Limau berjalan terbuka, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan warga.

Kini, Supiansyah mengemban amanah untuk membawa Desa Pematang Limau menuju pemerintahan yang lebih responsif serta pembangunan yang semakin maju dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (gan/jp). 

Kapolres Bartim Ikuti Anev Kamtibmas Kapolda Kalteng, Jajaran Diminta Perkuat Deteksi Dini dan Respons Informasi

TAMIANG LAYANG- Kapolres Barito Timur AKBP Eddy Santoso, bersama Wakapolres Kompol Alexander F. Sitepu, mengikuti Analisis dan Evaluasi (Anev) Kamtibmas yang dipimpin Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol. Iwan Kurniawan secara virtual melalui aplikasi Zoom, Jum'at (21/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Posko Presisi Tathya Dharaka Polres Barito Timur itu diikuti para Pejabat Utama (PJU), perwira, serta Kapolsek jajaran Polres Barito Timur.

Anev tersebut menjadi forum evaluasi pimpinan kepolisian terhadap perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus untuk memetakan potensi gangguan dan menentukan langkah antisipasi yang perlu dilakukan jajaran di wilayah masing-masing.

Dalam arahannya, Kapolda Kalteng, Irjen Pol. Iwan Kurniawan, menekankan pentingnya kesiapsiagaan jajaran dalam menghadapi dinamika kamtibmas, termasuk kecepatan dalam merespons perkembangan informasi di ruang publik.

Salah satu perhatian khusus diarahkan kepada fungsi Humas. Kapolda menegaskan, informasi yang berkembang dan menjadi viral di media harus segera diverifikasi dan diklarifikasi oleh Kapolres, pejabat yang berwenang memberikan informasi, atau melalui Kasi Humas Polres/Polresta jajaran.

Kapolda juga meminta Tim Mitigasi Isu yang telah dibentuk agar dioptimalkan. Pemantauan perkembangan informasi di ruang publik, termasuk melalui perangkat monitoring media, dinilai penting sebagai bagian dari deteksi dini terhadap isu yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat.

Arahan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Polres Barito Timur untuk memperkuat pengelolaan informasi publik. Verifikasi secara cepat dan penyampaian klarifikasi yang akurat diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar serta tidak terpengaruh informasi yang belum teruji kebenarannya.

Selain pengelolaan informasi, kesiapsiagaan personel menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Setiap satuan fungsi dan Polsek jajaran diminta meningkatkan kemampuan deteksi dini, respons cepat, serta koordinasi dalam menghadapi setiap potensi gangguan kamtibmas.

Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso, menegaskan jajaran akan menindaklanjuti arahan dan hasil evaluasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

"Setiap arahan pimpinan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bagi seluruh jajaran. Kesiapsiagaan, kecepatan merespons situasi, serta koordinasi antarbagian harus terus diperkuat,” ujar Kapolres.

Menurutnya, kesamaan pemahaman di seluruh satuan fungsi dan Polsek jajaran penting untuk memastikan setiap kebijakan dapat diterapkan secara efektif sesuai kondisi di lapangan.

Melalui Anev Kamtibmas yang dilaksanakan secara berkala, Polres Barito Timur terus mengevaluasi pelaksanaan tugas sekaligus menyusun langkah antisipasi terhadap berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat.

Jajaran Polres Barito Timur berkomitmen memberikan respons secara cepat, tepat, profesional, dan terukur dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Barito Timur agar tetap aman dan kondusif. (zi/jp). 

Kejari Seruyan Sita Rp86,79 Juta, Dugaan Korupsi Hibah Perikanan Rp13,8 Miliar T.A 2024 Terus Diusut

KUALA PEMBUANG- Kejaksaan Negeri (Kejari) Seruyan melalui Bidang Tindak Pidana Khusus menyita uang tunai sebesar Rp86.790.000 dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi bantuan hibah pada Dinas Perikanan Kabupaten Seruyan Tahun Anggaran 2024, Jum'at (21/8/2026).

Kepala Kejaksaan Negeri Seruyan, Andre melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Rahmad Nasution, mengatakan uang yang disita penyidik tersebut diduga merupakan fee yang diperoleh secara tidak sah dalam pelaksanaan kegiatan hibah.

"Penyidik telah memeriksa sekitar 90 orang saksi dan hingga saat ini masih terus mengumpulkan alat bukti terkait aliran dana dalam kegiatan hibah tersebut,” ujar Rahmad.

Menurutnya, penyidik juga mengharapkan pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas penerimaan uang secara tidak sah dapat mengembalikannya. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemulihan kerugian keuangan negara.

Perkara tersebut bermula dari pelaksanaan kegiatan bantuan hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Seruyan Tahun Anggaran 2024 dengan nilai anggaran sekitar Rp13,8 miliar, tepatnya Rp13.802.844.828.

Melalui Dinas Perikanan Kabupaten Seruyan, anggaran tersebut digunakan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat, antara lain berupa perahu nelayan, mesin perahu, serta perlengkapan budidaya ikan.

Dalam proses penyidikan, jaksa penyidik menduga terdapat pemberian fee yang tidak sah dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain itu, penyidik juga menemukan dugaan mark-up atau penggelembungan harga yang dinilai tidak wajar.

Temuan tersebut masih didalami oleh penyidik untuk memastikan mekanisme pelaksanaan kegiatan, pihak-pihak yang terlibat, serta aliran dana dan besaran kerugian keuangan negara atau keuangan daerah Kabupaten Seruyan.

Rahmad menyatakan, proses penyidikan masih berlangsung. 

"Pengumpulan keterangan saksi dan alat bukti terus dilakukan untuk mengungkap secara terang dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan bantuan hibah Dinas Perikanan Kabupaten Seruyan Tahun Anggaran 2024," pungkasnya. (gan/jp).

Polres Tabalong Gelar Jumat Berkah, Bagikan Makanan kepada Masyarakat

TANJUNG- Polres Tabalong kembali menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat melalui kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan makanan di Masjid Ashirotol Mustaqin, Tanjung, Jum'at (21/8/2026) siang.

Kegiatan tersebut dipimpin Plt. Kasatbinmas Polres Tabalong, IPTU Sardi Abdul Karim, S.Pd.I., M.M., bersama personel Satuan Fungsi Lalu Lintas, piket SPKT, dan seluruh personel Polwan Polres Tabalong.

Dalam kegiatan itu, personel Polres Tabalong membagikan makanan kepada masyarakat yang berada di sekitar masjid. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sekaligus upaya menghadirkan Polri di tengah masyarakat.

Selain berbagi, kegiatan Jumat Berkah dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi antara anggota Polri dan masyarakat. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih baik serta memperkuat kepercayaan terhadap Polri.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., melalui Kasi Humas Polres Tabalong, IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat.

"Jumat Berkah menjadi momentum bagi personel Polres Tabalong untuk berbagi sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan manfaat dan semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat,” ujar IPTU Heri.

Menurutnya, Polres Tabalong akan terus mendorong berbagai kegiatan yang memiliki nilai sosial dan kemanusiaan sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

"Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir untuk berbagi, peduli, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

IPTU Heri menambahkan, kegiatan sosial seperti Jumat Berkah diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis.

Kegiatan Jumat Berkah Polres Tabalong berlangsung aman, tertib, dan lancar serta mendapat sambutan positif dari masyarakat. (fah/jp). 

Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Bagikan Masker, Warga Binaan Diingatkan Waspadai Kabut Asap

TAMIANG LAYANG- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tamiang Layang membagikan masker kepada warga binaan sebagai langkah preventif menghadapi potensi dampak kabut asap terhadap kesehatan, Jum'at (21/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di blok hunian dan lingkungan Rutan Kelas IIB Tamiang Layang. Pembagian masker diawali dengan koordinasi antara petugas Klinik Rutan dan petugas pengamanan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tepat sasaran.

Petugas menyiapkan masker sesuai kebutuhan warga binaan serta memastikan kondisinya bersih dan layak digunakan. Selain membagikan masker, petugas juga memberikan edukasi mengenai risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Warga binaan turut diberikan pemahaman mengenai penggunaan dan pelepasan masker yang benar serta cara penyimpanannya. Petugas mengimbau agar masker digunakan secara konsisten, terutama saat berada di lingkungan yang berpotensi terpapar kabut asap.

Kepala Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Agung Novarianto, mengatakan pembagian masker merupakan bagian dari upaya preventif untuk menjaga kesehatan dan keselamatan warga binaan di tengah kondisi udara yang berpotensi kurang sehat.

"Pembagian masker ini merupakan langkah preventif untuk melindungi kesehatan warga binaan. Kami juga terus mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat, dan mengikuti arahan petugas apabila kondisi udara kurang baik,” ujar Agung.

Menurutnya, Rutan Tamiang Layang akan terus melakukan upaya pencegahan dan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga binaan sebagai bagian dari komitmen menjaga kondisi kesehatan selama menjalani masa pembinaan.

Kegiatan pembagian masker dan edukasi kesehatan tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar. (zi/jp). 

Polres Tabalong Gelar Upacara Hari Juang Polri, Perkuat Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat

TANJUNG- Polres Tabalong melaksanakan upacara peringatan Hari Juang Polri di halaman Mapolres Tabalong, Jum'at (21/8/2026) pagi. Kegiatan mengusung tema “Dengan Semangat Hari Juang Polri untuk Masyarakat Menuju Indonesia Maju".

Upacara dipimpin langsung Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., selaku inspektur upacara. Kegiatan tersebut diikuti Wakapolres Tabalong, para pejabat utama, para kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polres Tabalong.

Peringatan Hari Juang Polri menjadi momentum bagi jajaran Polres Tabalong untuk mengenang sekaligus menghargai perjuangan para pendahulu Polri yang telah mengabdikan diri dalam menjaga keamanan serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Sejalan dengan tema yang diusung, peringatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat personel Polres Tabalong dalam menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan berintegritas, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat.

Melalui peringatan Hari Juang Polri, jajaran Polres Tabalong menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat serta memberikan pelayanan terbaik guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Upacara berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan para pendahulu Polri serta penguatan komitmen untuk terus mengabdi kepada masyarakat demi terwujudnya Indonesia yang aman, maju, dan sejahtera. (fah/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes