BREAKING NEWS

Pemprov Kalsel

Wakil Rakyat

Pemkab Batola

Sabtu, 07 November 2026

Grand Final Duta Genre 2026, Pemkab Seruyan Dorong Remaja Jadi Generasi Berkualitas dan Berkarakter

KUALA PEMBUANG- Pemerintah Kabupaten Seruyan mendorong generasi muda menjadi pribadi berkualitas, berkarakter, berprestasi, serta memiliki perencanaan masa depan yang matang. 

Hal tersebut ditegaskan Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda selaku Ayah Genre dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Seruyan, Arniansyah dalam acara Grand Final Ajang Adu Bakat Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Seruyan Tahun 2026 di Aula Bapperida setempat, Sabtu (7/11/2026).

Dalam kesempatan itu, Arniansyah juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati karena harus menjalankan agenda kedinasan lain yang tidak dapat ditinggalkan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan ajang tersebut. Menurutnya, kegiatan Adu Bakat Duta Genre tidak sekadar menjadi ajang kompetisi kreativitas remaja, tetapi juga wadah strategis untuk membentuk karakter, mengasah potensi, dan meningkatkan kepercayaan diri generasi muda.

"Generasi muda merupakan aset berharga sekaligus penentu masa depan bangsa dan daerah. Oleh karena itu, mempersiapkan generasi muda sejak dini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, dan masyarakat," ujar Arniansyah. 

Ia juga menekankan pentingnya membekali remaja dengan pendidikan, keterampilan, serta pemahaman yang memadai mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan kehidupan berkeluarga. Pembekalan tersebut dinilai penting agar generasi muda mampu mengambil keputusan secara bijak dan terhindar dari berbagai perilaku berisiko, seperti pernikahan usia dini, seks bebas, dan penyalahgunaan narkoba.

Melalui program Generasi Berencana (Genre), para finalis diharapkan mampu menjadi figur inspiratif, motivator, edukator, sekaligus agen perubahan di kalangan remaja. Mereka juga diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi positif di tengah masyarakat.

"Pembangunan daerah bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga bagaimana kita membangun kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi penerus pembangunan di masa yang akan datang," ujar Arniansyah. 

Melalui ajang ini, Arniansyah berharap dapat melahirkan Duta Genre yang berintegritas, berwawasan luas, berprestasi, serta memiliki kepedulian sosial tinggi. 

"Diharapkan Duta Genre terpilih nantinya mampu menjadi teladan dan menginspirasi generasi muda lainnya untuk merencanakan masa depan secara lebih baik," tandasnya. (gan/jp). 

Wagub Hasnuryadi Dorong PPMKI Kalsel Promosikan Pariwisata dan Lestarikan Sejarah Otomotif

BANJARMASIN- Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H Hasnuryadi Sulaiman mendorong Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Kalimantan Selatan berperan aktif mempromosikan pariwisata daerah sekaligus melestarikan warisan sejarah otomotif.

Harapan tersebut disampaikan H Hasnuryadi saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus PPMKI Kalimantan Selatan periode 2026–2029 di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Sabtu (7/11/2026).

Kepengurusan yang dipimpin Samuel L. Tobing sebagai ketua umum tersebut merupakan hasil Musyawarah Daerah (Musda) I PPMKI Kalsel. Prosesi pelantikan dilakukan Ketua I Pengurus Pusat PPMKI Ruby Alamsyah yang mewakili Ketua Umum PPMKI Jos Dharmawan.

H Hasnuryadi menyatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap bersinergi dengan PPMKI dalam melaksanakan berbagai program dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Apapun yang dilakukan jika bersatu dalam kebaikan, Insya Allah akan bermanfaat," ujarnya.

Ia berharap kepengurusan baru PPMKI mampu menyusun program yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Kegiatan komunitas, termasuk touring kendaraan klasik, diharapkan dapat menjadi sarana promosi potensi wisata Kalimantan Selatan.

Namun, H Hasnuryadi mengingatkan agar setiap kegiatan touring tetap mengutamakan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.

Menurutnya, keberadaan komunitas penggemar mobil kuno memiliki potensi untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Ketua I Pengurus Pusat PPMKI Ruby Alamsyah mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru PPMKI Kalsel. Ia menilai keberadaan mobil-mobil kuno bukan sekadar bagian dari hobi otomotif, melainkan juga menyimpan nilai sejarah perjalanan bangsa.

Karena itu, ia berharap pengurus PPMKI Kalsel dapat memperluas keanggotaan, membentuk sejumlah koordinator wilayah, serta meningkatkan kontribusi organisasi dalam mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Ketua Umum PPMKI Kalsel, Samuel L. Tobing juga mengajak seluruh pengurus untuk bersama-sama membesarkan organisasi dengan berpegang pada misi PPMKI, yakni "Bersahabat, Bersaudara, dan Guyub".

Samuel mengatakan, langkah awal kepengurusan baru akan diarahkan pada inventarisasi mobil-mobil kuno serta benda-benda bersejarah lainnya yang memiliki nilai penting untuk dilestarikan.

Pada kesempatan yang sama, Wagub Hasnuryadi turut menyerahkan bantuan melalui PPMKI Kalsel untuk selanjutnya disalurkan kepada anak-anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Banua Berkah Mandiri.

PPMKI merupakan organisasi yang mewadahi para penggemar dan pelestari mobil kuno di Indonesia. Berdiri sejak 1979, organisasi ini memiliki misi menjaga keberadaan kendaraan klasik yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan otomotif nasional.

Di Kalimantan Selatan, semangat pelestarian mobil kuno telah dirintis sejumlah senior otomotif, di antaranya Alfian dan Syafruddin, sejak era 1980-an. Meski saat itu belum terbentuk kepengurusan resmi, aktivitas dan kecintaan terhadap kendaraan klasik terus berkembang.

Upaya pembentukan organisasi resmi semakin menguat sejak 2022 dengan dukungan para senior otomotif dan penggemar mobil kuno. Perjuangan tersebut kemudian terealisasi melalui pembentukan Pengurus Provinsi PPMKI Kalsel pada 7 November 2023. (sal/ali/jp). 

Wabup HSS Ikuti Sepeda Santai dan Buka Bazar Milad ke-28 Ponpes Minhajul Abidin

KANDANGAN- Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H Suriani, S.Sos., M.AP., mengikuti kegiatan sepeda santai sekaligus membuka bazar dalam rangka memperingati Milad ke-28 Pondok Pesantren Minhajul Abidin dan Hari Santri Nasional 2026, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Minhajul Abidin, Desa Telaga Bidadari, Kecamatan Sungai Raya, tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan para santri, masyarakat, serta sejumlah unsur pemerintah daerah dan masyarakat.

Kehadiran Wakil Bupati HSS dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap aktivitas keagamaan, pendidikan pesantren, serta penguatan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Selain mengikuti sepeda santai, H Suriani juga secara resmi membuka bazar yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan milad. Bazar tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas kewirausahaan di lingkungan pesantren.

Peringatan Milad ke-28 Pondok Pesantren Minhajul Abidin ini tidak hanya menjadi ajang perayaan perjalanan lembaga pendidikan Islam tersebut, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antara keluarga besar pesantren, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten HSS, Ir. H Yustan Azidin, S.T., M.T., Anggota DPRD Kabupaten HSS, Rahmad Iriadi, S.P., Camat Sungai Raya, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sungai Raya, serta sejumlah undangan lainnya. (ari/jp). 

Kakanwil Kemenhaj Kalteng Bekali 84 Jemaah Haji Bartim, Tekankan Tujuh Kiat Raih Haji Mabrur

TAMIANG LAYANG- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Tengah, H Hasan Basri, membekali 84 jemaah haji reguler Kabupaten Barito Timur dengan materi Kiat-Kiat Mencapai Haji Mabrur dalam kegiatan Pembinaan Jemaah Haji Reguler Tahun 1448 H/2027 M, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan yang digelar Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Barito Timur di aula kantor setempat itu diikuti 84 jemaah, terdiri atas 78 jemaah berdasarkan urutan porsi dan enam jemaah lunas tunda dari tahun sebelumnya.

Dalam pemaparannya, H Hasan Basri, menegaskan bahwa tujuan utama ibadah haji bukan sekadar menuntaskan rangkaian ritual di Tanah Suci, melainkan memperkuat tauhid, meningkatkan ketakwaan, dan membentuk pribadi yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Menurutnya, haji mabrur tercermin dari perubahan sikap dan perilaku jemaah ke arah yang lebih positif. Karena itu, kemabruran tidak cukup diukur dari pelaksanaan ibadah selama di Tanah Suci, tetapi juga dari konsistensi menjaga nilai-nilai kebaikan setelah menunaikan haji.

Ia mengingatkan bahwa kesempurnaan ibadah haji dan umrah harus berlandaskan niat ikhlas semata-mata mengharapkan rida Allah SWT. Hal tersebut sebagaimana perintah dalam Surah Al-Baqarah ayat 196 untuk menyempurnakan ibadah haji dan umrah karena Allah.

Jemaah juga diminta menjaga diri dari perkataan kotor, perbuatan fasik, dan pertengkaran selama menjalankan ibadah. Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas ibadah sekaligus membangun hubungan yang baik antarsesama jemaah.

Untuk meraih predikat haji mabrur, Hasan Basri memaparkan tujuh kiat yang perlu diterapkan jemaah, yakni meluruskan niat, menggunakan bekal yang halal, memahami manasik haji, menjaga lisan dan perilaku, menebarkan kebaikan, menjaga kesehatan fisik, serta mempertahankan amal saleh.

Ia juga mengajak jemaah mengisi seluruh rangkaian perjalanan haji dengan kegiatan bermanfaat dan memperbanyak ibadah. Jemaah diharapkan memahami serta melaksanakan rukun, wajib, dan sunah haji sesuai tuntunan, sekaligus menjauhi segala larangannya.

H Hasan Basri menjelaskan, kemabruran haji dapat dikenali melalui perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya semakin santun dalam bertutur kata, menebarkan kedamaian, meningkatkan kepedulian sosial, memiliki akhlak yang lebih baik, istikamah beribadah, bersikap tidak berlebihan terhadap urusan dunia, serta meninggalkan perbuatan maksiat.

Menurutnya, predikat haji mabrur harus terus dijaga setelah jemaah kembali ke daerah masing-masing. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memperkuat keimanan dan ketakwaan, meningkatkan kepedulian sosial, menjaga lisan dan akhlak, menjauhi kemaksiatan, serta membersihkan hati.

Selain kesiapan spiritual, ia turut menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari persiapan ibadah haji. Jemaah dianjurkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mengonsumsi sayur dan buah, melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menghindari rokok, serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mempertahankan kondisi istithaah kesehatan.

Pada bagian akhir pemaparannya, H Hasan Basri menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya dilihat dari terlaksananya seluruh rangkaian ritual, tetapi juga dari dampak positif yang dibawa jemaah setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan konsep Tri Sukses Haji, yang mencakup sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban.

Melalui pembinaan ini, 84 jemaah haji Kabupaten Barito Timur diharapkan semakin siap menghadapi perjalanan ibadah, baik dari aspek pemahaman manasik, kehalalan bekal, kesehatan fisik, maupun kesiapan spiritual, sehingga dapat menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat dan meraih predikat haji mabrur. (zi/jp). 

Buka Pembinaan 84 Jemaah Haji Bartim, Kakanwil Tekankan Pentingnya Istithaah Kesehatan

TAMIANG LAYANG- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Tengah, H Hasan Basri, mengingatkan 84 jemaah haji Kabupaten Barito Timur (Bartim) agar menjaga kesehatan sejak dini sebagai bekal menghadapi rangkaian ibadah haji. Kesiapan fisik dan pemenuhan istithaah kesehatan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan hingga menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.

Pesan tersebut disampaikan H Hasan Basri saat membuka secara resmi kegiatan Pembinaan Jemaah Haji Reguler Tahun 1448 H/2027 M yang diselenggarakan Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kankemenhaj) Kabupaten Barito Timur di Aula Kankemenhaj setempat, Sabtu (7/11/2026).

H Hasan menegaskan, bahwa kesehatan bukan hanya menjadi persyaratan administratif, tetapi juga merupakan bagian penting dari kesiapan jemaah dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

Karena itu, ia meminta jemaah menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebugaran tubuh, serta disiplin menjalani pengobatan bagi yang memiliki riwayat atau kondisi kesehatan tertentu. Langkah tersebut diperlukan untuk memenuhi persyaratan istithaah kesehatan sekaligus mempertahankan kondisi fisik hingga pemeriksaan akhir di embarkasi.

"Jaga kesehatan mulai sekarang. Bagi jemaah yang masih dalam proses pengobatan, agar disiplin mengonsumsi obat dan mengikuti anjuran tenaga medis. Istithaah kesehatan yang nantinya diperoleh harus terus dijaga sampai dengan pemeriksaan kesehatan di embarkasi. Kesehatan menjadi nomor satu dalam pelaksanaan ibadah haji,” pesannya.

Selain kesehatan, H Hasan juga mengingatkan jemaah agar cermat menyikapi informasi terkait penyelenggaraan ibadah haji. Ia meminta jemaah tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar melalui media sosial dan pesan berantai.

Menurutnya, setiap informasi mengenai penyelenggaraan ibadah haji perlu dikonfirmasi melalui saluran resmi pemerintah, baik Kankemenhaj Kabupaten, Kanwil Kemenhaj Provinsi, maupun kanal informasi resmi Kementerian Haji dan Umrah RI.

H Hasan juga menegaskan komitmen Kementerian Haji dan Umrah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah. Ia berharap jajaran Kankemenhaj terus mengedepankan pelayanan yang humanis, profesional, dan bertanggung jawab sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan ibadah haji.

Sementara itu, Kepala Kankemenhaj Kabupaten Barito Timur, H Ahmad Fauzi, mengatakan kegiatan pembinaan tersebut bertujuan memberikan pemahaman sekaligus membekali jemaah dengan pengetahuan yang diperlukan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

"Melalui kegiatan pembinaan ini, kami berharap seluruh jemaah dapat mengikuti setiap tahapan persiapan dengan baik, memahami ketentuan penyelenggaraan ibadah haji, serta mempersiapkan diri, baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Kami juga berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah, agar seluruh proses persiapan hingga keberangkatan dapat berjalan lancar,” ungkap H Ahmad Fauzi.

Melalui pembinaan tersebut, 84 jemaah haji Kabupaten Barito Timur diharapkan semakin memahami berbagai aspek persiapan keberangkatan, mulai dari kesehatan, administrasi, hingga kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Dengan persiapan yang optimal serta pendampingan berkelanjutan, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan lancar serta meraih predikat haji mabrur. (zi/jp). 

Gubernur Kalteng Hadiri Pelepasan Jenazah Sertu Anumerta Heri Parasetyo, Gugur Saat Bertugas dalam Operasi Karhutla

KUALA PEMBUANG- Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalteng dan Kabupaten Seruyan menghadiri upacara pelepasan jenazah Sertu (Anumerta) Heri Parasetyo di Kuala Pembuang, Sabtu (7/11/2026).

Sertu Heri Parasetyo merupakan prajurit TNI Angkatan Darat yang gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17V5 saat menjalankan misi operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Seruyan.

Upacara pelepasan jenazah berlangsung khidmat dan dipimpin langsung Panglima Kodam (Pangdam) XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin. Prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir negara atas pengabdian dan dedikasi almarhum dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam prosesi tersebut, di antaranya Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, jajaran Basarnas, serta perwakilan instansi pemerintah dan unsur terkait lainnya.

Kehadiran para pejabat dan unsur Forkopimda tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa kepada almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur H Agustiar Sabran menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI AD tersebut dalam menjalankan misi penanggulangan karhutla.

"Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam. Almarhum adalah prajurit terbaik bangsa yang gugur dalam tugas mulia menjaga kelestarian alam dan keselamatan masyarakat dari bahaya karhutla,” ujar H Agustiar.

Helikopter Mi-17V5 milik TNI AD tersebut sebelumnya mengalami kecelakaan saat melaksanakan misi pemadaman karhutla melalui operasi water bombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Seruyan.

Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan jenazah. Penghormatan terakhir tersebut menjadi bentuk apresiasi atas jasa, pengorbanan, dan dedikasi Sertu (Anumerta) Heri Parasetyo selama mengabdi kepada bangsa dan negara melalui TNI Angkatan Darat.(gan/jp).

Kapolsek Dusun Timur Hadiri Tanam Perdana Padi di Desa Siong, Dukung Ketahanan Pangan

TAMIANG LAYANG- Kapolsek Dusun Timur, IPTU Saiful Fazrianoor, S.H., menghadiri kegiatan tanam perdana padi musim tanam Oktober 2026–Maret 2027 yang digelar Kelompok Tani Maju di Desa Siong, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lahan pertanian milik Mahayati tersebut turut dihadiri personel Polsek Dusun Timur, Aipda I Dewa Gede.

Kehadiran Kapolsek dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap sektor pertanian sekaligus upaya memperkuat sinergi dengan masyarakat, khususnya kelompok tani, dalam mendukung ketahanan pangan.

Kapolres Barito Timur, AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Dusun Timur, IPTU Saiful Fazrianoor, S.H., menyampaikan bahwa Polri berkomitmen untuk terus hadir dan berperan aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk mendukung program di bidang pertanian.

Menurutnya, keterlibatan personel kepolisian dalam kegiatan masyarakat tidak hanya bertujuan mempererat hubungan kemitraan, tetapi juga membuka ruang komunikasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Ia berharap, kegiatan tanam perdana tersebut dapat memperkuat kerja sama antara kepolisian dan kelompok tani dalam mendukung pembangunan pertanian serta menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Barito Timur.

"Polri akan terus mendorong kehadiran personel di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan positif. Selain mempererat hubungan kemitraan, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif," ujarnya. (zi/jp). 

GEGER! Polisi Sikat Dugaan Peredaran Sabu di Tumbang Bai Seruyan, Dua Pria Diamankan dengan 11,37 Gram Barang Bukti

KUALA PEMBUANG- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Seruyan mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika di Desa Tumbang Bai, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan, Jum'at (6/11/2026). Dari penindakan tersebut, polisi menyita dua paket diduga sabu dengan berat bruto 11,37 gram.

Kedua pria yang diamankan masing-masing berinisial GR (27) dan MHM (24). Keduanya ditangkap di sekitar dermaga penyeberangan Desa Tumbang Bai setelah polisi menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di wilayah tersebut.

Pengungkapan kasus ini berada di bawah kendali Kasat Resnarkoba Polres Seruyan, AKP Adhy Heriyanto, S.H., M.M. Sebelum melakukan penggeledahan, petugas terlebih dahulu menunjukkan surat perintah tugas. Penggeledahan juga disaksikan dua warga setempat, yakni Eson dan David Afrianto.

Dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan dua paket diduga narkotika golongan I jenis sabu dengan berat bruto 11,37 gram. Barang tersebut dibungkus menggunakan dua lembar tisu, dimasukkan ke dalam kotak rokok merek Clik Cola, dan diduga sempat dibuang oleh salah satu pria yang diamankan.

Selain narkotika, polisi turut menyita dua unit telepon genggam masing-masing merek Oppo A5s dan Samsung Galaxy A04 serta satu unit sepeda motor Honda CRF 150 L berwarna hitam tanpa pelat nomor.

Kasi Humas Polres Seruyan, AIPDA Ronny kepada wartawan, Sabtu (7/11/2026) membenarkan pengungkapan dugaan kasus peredaran narkotika tersebut. Ia mengatakan, penindakan berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh personel Satresnarkoba.

“Benar, Satresnarkoba Polres Seruyan telah mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika di Desa Tumbang Bai. Dua orang telah diamankan bersama barang bukti dua paket diduga sabu dengan berat bruto 11,37 gram. Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk melengkapi proses penyidikan,” ujar AIPDA Ronny.

Kedua pria beserta seluruh barang bukti selanjutnya dibawa ke Polres Seruyan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami peran masing-masing serta mengembangkan penyelidikan guna mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam dugaan peredaran narkotika tersebut. (gan/jp). 

Wakil Ketua I DPRD Seruyan Sampaikan Duka atas Kecelakaan Helikopter Mi-17, Dorong Penanganan Karhutla dan Perhatian Pemerintah Pusat

KUALA PEMBUANG- Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Seruyan, Harsandi, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kecelakaan helikopter Mi-17 milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) TNI AD saat menjalankan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Ungkapan duka tersebut disampaikan Harsandi setelah melepas keberangkatan jenazah korban terakhir, Sertu Heri Prasetyo, menuju daerah asalnya di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, melalui Bandara Kapten Mulyono Kuala Pembuang, Sabtu (7/11/2026).

Harsandi mengatakan, kecelakaan tersebut menjadi duka mendalam, khususnya bagi keluarga besar TNI AD. Berdasarkan keterangan yang disampaikannya, insiden tersebut mengakibatkan delapan personel TNI AD menjadi korban, dengan rincian lima orang mengalami luka-luka dan tiga orang meninggal dunia.

"Atas musibah ini, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga keluarga korban yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ungkap Harsandi.

Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi dan perhatian bersama, terutama dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Ia menilai, pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja dapat menimbulkan dampak luas yang tidak selalu disadari masyarakat.

Dampak karhutla, lanjutnya, bukan hanya mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat akibat kabut asap, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa, termasuk personel yang terlibat langsung dalam operasi pemadaman.

"Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama, mulai dari pemerintah desa, kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat. Kita harus menyadari bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan sangat besar," tegasnya.

Harsandi juga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap Kabupaten Seruyan yang memiliki kawasan hutan luas dan berbatasan dengan kawasan strategis konservasi, termasuk Taman Nasional Tanjung Puting.

Menurutnya, keberadaan kawasan tersebut tidak hanya memiliki arti penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi kepentingan lingkungan dunia. Karena itu, upaya perlindungan hutan dan pencegahan karhutla harus menjadi prioritas bersama.

Ia mengapresiasi kehadiran Menteri Kehutanan, Gubernur Kalimantan Tengah, Kapolda Kalteng, Pangdam Tambun Bungai, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam penanganan dan perhatian terhadap musibah tersebut.

Harsandi berharap, kejadian ini menjadi momentum bagi pemerintah pusat untuk meningkatkan perhatian terhadap Kabupaten Seruyan, khususnya dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Ia mengingatkan bahwa setiap musim kemarau panjang, wilayah Seruyan kerap menghadapi ancaman kebakaran karena masih memiliki kawasan hutan yang luas.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Tindakan tersebut sangat berbahaya dan dampaknya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Harsandi menyampaikan bahwa TNI siap membantu masyarakat dalam pengelolaan lahan. Menurutnya, hal tersebut dapat dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait sehingga masyarakat memiliki alternatif pengelolaan lahan tanpa harus melakukan pembakaran.

Ia berharap ke depan semakin banyak personel TNI yang bertugas di Kabupaten Seruyan sehingga dapat memberikan dukungan positif bagi masyarakat, terutama dalam kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan lahan terbuka.

Dalam kesempatan tersebut, Harsandi juga menyinggung rencana pengembangan Bandara Kapten Mulyono Kuala Pembuang, khususnya terkait perpanjangan landasan pacu atau runway.

Ia menyebutkan, persoalan pengembangan bandara tersebut telah dibahas dalam rapat yang dipimpin Bupati Seruyan. Pemerintah daerah juga telah menyampaikan harapan kepada pemerintah pusat agar memberikan dukungan terhadap perpanjangan landasan pacu serta peningkatan fasilitas pendukung bandara.

Menurut Harsandi, pengembangan tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas pelayanan transportasi udara, termasuk memberikan peluang bagi pesawat berukuran lebih besar untuk mendarat di Kuala Pembuang.

Ia juga menilai letak geografis Kuala Pembuang yang berada di kawasan pesisir memiliki potensi strategis, terutama dalam mendukung akses transportasi udara ketika sejumlah wilayah lain menghadapi gangguan penerbangan akibat kabut asap karhutla.

"Kami dari lembaga DPRD juga akan mendorong agar pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap pengembangan Bandara Kuala Pembuang, baik melalui perpanjangan runway maupun peningkatan fasilitas lainnya," pungkasnya.

Dengan demikian, Harsandi berharap musibah kecelakaan helikopter tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla sekaligus meningkatkan perhatian pemerintah terhadap pembangunan dan kebutuhan strategis Kabupaten Seruyan. (gan/jp).

Sambangi Jemaah Masjid Baitul Rahman Lewat Program Subuh Keliling, Kapolsek Rungan Serukan Warga Aktif Jaga Kamtibmas

KUALA KURUN- Polsek Rungan, Polres Gunung Mas, terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat melalui Program Subuh Keliling (Suling). Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Rungan, IPDA Dony Epata, S.I.Kom, tersebut berlangsung di Masjid Baitul Rahman, Kecamatan Rungan, Sabtu (7/11/2026).

Didampingi sejumlah personel, IPDA Dony Epata menyapa dan berdialog dengan jemaah usai melaksanakan salat Subuh. Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi langsung antara kepolisian dan masyarakat.

Kapolres Gunung Mas, AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., melalui Kapolsek Rungan IPDA Dony Epata, S.I.Kom, mengatakan Program Subuh Keliling merupakan salah satu langkah kepolisian untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus menyerap informasi mengenai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, komunikasi langsung dengan warga penting untuk membuka ruang penyampaian aspirasi, keluhan, serta informasi terkait potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diimbau berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya pengawasan terhadap pergaulan anak dan remaja, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta kewaspadaan terhadap peredaran berita bohong atau hoaks.

Selain itu, Kapolsek turut menyosialisasikan layanan Call Center Polri 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan pengaduan maupun meminta bantuan kepolisian.

Melalui Program Subuh Keliling, Polsek Rungan berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara kepolisian dan masyarakat. Keterlibatan warga dinilai penting untuk mendeteksi potensi gangguan kamtibmas sejak dini sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat.

Polsek Rungan menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata-mata tugas kepolisian, melainkan membutuhkan kepedulian serta partisipasi seluruh elemen masyarakat. (zi/jp). 

Program Subuh Keliling, Kapolsek Dusun Timur Ajak Warga Perkuat Keamanan Lingkungan

TAMIANG LAYANG- Upaya memperkuat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat terus dilakukan Polsek Dusun Timur, Polres Barito Timur. Salah satunya melalui Program Subuh Keliling (Suling) yang dilaksanakan Kapolsek Dusun Timur, IPTU Saiful Fazrianoor, S.H., di Masjid Muhammadiyah At-Taqwa, Tamiang Layang, Sabtu (7/11/2026).

Didampingi personel, IPTU Saiful Fazrianoor mengikuti salat Subuh berjemaah sekaligus menjadikan momentum tersebut sebagai sarana menjalin silaturahmi dan membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

Kapolres Barito Timur, AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Dusun Timur, IPTU Saiful Fazrianoor, S.H., mengatakan Program Subuh Keliling merupakan salah satu upaya kepolisian untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus menyerap informasi terkait kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan membuka ruang komunikasi yang lebih luas. Dengan demikian, warga dapat menyampaikan keluhan, masukan, maupun informasi mengenai potensi gangguan keamanan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diajak untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Perhatian khusus diberikan pada pengawasan pergaulan anak dan remaja, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta kewaspadaan terhadap penyebaran berita bohong atau hoaks.

Selain menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, Kapolsek turut menginformasikan layanan Call Center Polri 110 sebagai saluran pengaduan dan permintaan bantuan kepolisian bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Polsek Dusun Timur mendorong terbangunnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Partisipasi warga dinilai penting dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Program Subuh Keliling diharapkan dapat terus menjadi ruang komunikasi yang efektif antara kepolisian dan masyarakat, sehingga pemeliharaan keamanan dan ketertiban tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. (zi/jp). 

Jumat, 06 November 2026

Bupati Heriyus Lantik 67 Pejabat Pemkab Mura, Dua Kepala Dinas Bertukar Posisi

PURUK CAHU- Bupati Murung Raya, Heriyus, melantik dan mengambil sumpah/janji 67 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Murung Raya, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas hingga fungsional. Dalam pelantikan tersebut, dua kepala dinas juga mengalami pertukaran posisi. 

Pelantikan dilaksanakan di Gedung Tira Tangka Balang, Jum'at (6/11/2026).

Dalam sambutannya Bupati Heriyus, menegaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi jabatan merupakan bagian dari kebutuhan organisasi pemerintahan daerah. Ia memastikan, kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan objektif dan profesional, bukan kepentingan politik.

"Saya tegaskan bahwa penggeseran, rotasi, maupun promosi jabatan ini murni dilaksanakan untuk kepentingan jalannya organisasi pemerintah daerah di Kabupaten Murung Raya, pemenuhan tugas, serta tanggung jawab seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini dilakukan secara objektif dan profesional, bebas dari segala unsur politik,” tegas Heriyus.

Menurutnya, pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kelembagaan pemerintah daerah sekaligus meningkatkan kapasitas dan kinerja aparatur.

Selain mengisi kekosongan jabatan, penataan organisasi juga bertujuan melakukan penyegaran birokrasi dan mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Heriyus meminta para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing. Mereka juga diminta melakukan konsolidasi internal serta memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dan standar operasional prosedur (SOP) pada jabatan yang diemban.

Ia turut menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik, menjaga loyalitas dan integritas, serta mempertahankan nama baik institusi dan korps ASN. Para pejabat juga didorong untuk terus berinovasi, khususnya dalam menghadapi perkembangan era digital.

Heriyus berharap seluruh pejabat dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Semoga momentum ini menjadi awal yang baik bagi saudara-saudari untuk mengabdi dengan lebih hebat, membawa perubahan positif, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan Kabupaten Murung Raya yang semakin maju dan sejahtera,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu perubahan jabatan yang menjadi perhatian dalam pelantikan tersebut adalah pertukaran posisi dua kepala dinas.

Paulus Karya Manginte yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kini digantikan oleh Stardian. Sebaliknya, Stardian yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) kini digantikan oleh Paulus Karya Manginte.

Dengan demikian, keduanya bertukar posisi dalam struktur organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Murung Raya. (maya/jp). 

Gubernur Kalteng Salurkan Ribuan Paket Bantuan Pangan bagi Warga Terdampak Karhutla dan Kemarau di Seruyan

KUALA PEMBUANG- Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Agustiar Sabran menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kemarau panjang di Kabupaten Seruyan, Jum'at (6/11/2026). Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Penyerahan bantuan dipusatkan di Lapangan Tenis Indoor, Kuala Pembuang, Kecamatan Seruyan Hilir. Kedatangan Gubernur disambut antusias masyarakat, khususnya warga penerima manfaat yang berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah kondisi sulit akibat dampak karhutla dan kemarau panjang.

Dalam sambutannya Gubernur H Agustiar Sabran, mengungkapkan dari total 22.500 paket bantuan pangan yang disiapkan Pemerintah Provinsi Kalteng, sebanyak 13.550 paket telah berhasil disalurkan kepada masyarakat.

Sementara itu, pada tahap penyaluran kali ini, bantuan dialokasikan kepada sekitar 4.000 kepala keluarga (KK) yang tersebar di seluruh kabupaten di Kalimantan Tengah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.000 KK telah menerima bantuan.

"Ada kurang lebih 4.000 KK yang berhak menerima, dan penerimanya tersebar di seluruh kabupaten yang ada di Kalteng. Untuk hari ini terdapat 3.000 KK yang sudah tersalurkan," ujar H Agustiar.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, Pangdam XII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, Wakil Bupati Seruyan, H Supian, Wakil Ketua I DPRD Seruyan, Harsandi, Kapolres Seruyan, AKBP Gusti Agung Ayu Udayani Addi, serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan lainnya.

H Agustiar menegaskan, pemerintah memastikan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi agar tepat sasaran. Pendistribusian juga mengacu pada prinsip satu rumah satu bantuan, dengan tetap mempertimbangkan kondisi riil keluarga penerima di lapangan.

"Kami pastikan semua data diverifikasi dengan baik. Jika ada warga yang belum mendapatkan bantuan, silakan melapor melalui posko atau langsung kepada pemerintah agar segera ditindaklanjuti," katanya.

Ia menambahkan, bantuan pangan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerima dan terdampak bencana, tanpa membedakan kelompok atau golongan tertentu.

"Bantuan pangan ini dipastikan tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak menerima dan terdampak. Tidak ada untuk kelompok-kelompok tertentu saja," tegasnya.
Gubernur juga meminta masyarakat kurang mampu yang terdampak, tetapi belum masuk dalam daftar penerima, agar segera menyampaikan laporan kepada pemerintah kabupaten setempat.

Menurutnya, laporan tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait penambahan alokasi bantuan.

"Bagi warga terdampak yang tidak mampu namun belum terdaftar, silakan melapor ke Bupati. Nanti Pemkab akan berkoordinasi dengan kami di provinsi, dan pastinya akan kami tambahkan pasokannya. Kami pastikan bantuan itu ada," jelas H Agustiar.

Selain bantuan pangan berupa kebutuhan pokok, Pemerintah Provinsi Kalteng juga menyalurkan bantuan air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi krisis air bersih akibat kemarau panjang.

Melalui penyaluran bantuan tersebut, pemerintah provinsi berharap kebutuhan dasar masyarakat terdampak karhutla dan kemarau dapat terpenuhi, sekaligus meringankan beban warga selama menghadapi kondisi bencana. (gan/jp).

Menhut RI Turun Langsung ke Seruyan, Pantau Langsung Evakuasi Helikopter MI-17 yang Jatuh

KUALA PEMBUANG- Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, turun langsung ke Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Jum'at (6/11/2026), untuk memastikan penanganan kecelakaan helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat (TNI AD) berjalan maksimal. Kehadiran Menhut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap proses pencarian dan evakuasi korban, sekaligus memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting tetap berlangsung.

Dalam kunjungan tersebut, Raja Juli Antoni didampingi Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Kapolda Kalteng, Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, dan Wakil Bupati Seruyan serta unsur forkopimda lainnya. Rombongan meninjau perkembangan penanganan kecelakaan helikopter yang sebelumnya digunakan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Di hadapan awak media, Menhut menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa para personel yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

"Atas nama pemerintah, saya kembali mengucapkan duka cita mendalam. Kita sangat berduka atas kecelakaan yang terjadi pada helikopter MI-17, yang di dalamnya terdapat para patriot bangsa yang sedang melakukan upaya pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting,” ungkap Raja Juli Antoni.

Ia menjelaskan, perkembangan kecelakaan tersebut telah dilaporkan langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Presiden turut menyampaikan belasungkawa dan memberikan arahan agar seluruh upaya pencarian serta evakuasi korban dilakukan secara maksimal.

Menhut mengakui, proses evakuasi masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Kondisi perairan yang keruh dan berlumpur menyebabkan jarak pandang penyelam sangat terbatas. Gelombang yang cukup besar juga menyulitkan proses pencarian dan pengangkatan korban dari badan helikopter.

Menghadapi kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, dan unsur terkait terus memperkuat operasi pencarian dengan menambah personel penyelam.

Sejumlah peralatan pendukung juga disiapkan, mulai dari kapal penarik (tugboat), helikopter, hingga crane untuk membantu proses pengangkatan badan helikopter dari lokasi kecelakaan.

Menhut menegaskan, seluruh unsur yang terlibat terus bekerja maksimal agar proses pencarian dan evakuasi dapat diselesaikan dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas.

"Kita berupaya semaksimal mungkin. Mohon doa dari seluruh masyarakat agar proses evakuasi dapat berjalan lancar dan korban yang belum ditemukan dapat segera dievakuasi,” harapnya.

Selain memastikan penanganan kecelakaan helikopter MI-17, Menhut juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan operasi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Berdasarkan laporan terbaru, titik api masih terpantau di wilayah Sungai Perlu. Kondisi geografis dan keterbatasan akses menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan pemadaman.

Untuk mempercepat penanganan, pemerintah mengoptimalkan tiga unit helikopter water bombing yang masih tersedia. Operasi pemadaman melalui udara tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan jarak pandang agar pelaksanaannya berjalan efektif dan aman.
Sementara itu, kondisi di zona inti Taman Nasional Tanjung Puting dilaporkan mulai membaik. Hujan yang turun, disertai patroli dan pemadaman secara berkelanjutan oleh tim gabungan, turut membantu menekan potensi meluasnya kebakaran.

Dalam kesempatan tersebut, Menhut juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat adat yang turut membantu proses evakuasi dan penanggulangan karhutla.

Kehadiran Menhut bersama Gubernur Kalimantan Tengah, jajaran forkopimda, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Seruyan menegaskan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi situasi darurat tersebut.

Diharapkan proses pencarian dan evakuasi korban dapat berjalan aman dan lancar. Di sisi lain, penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting akan terus diperkuat guna melindungi keselamatan petugas, masyarakat, serta kelestarian kawasan konservasi. (gan/jp).

Pastikan Kualitas Layanan Makanan, Karutan Tamiang Layang Makan Bersama Warga Binaan

TAMIANG LAYANG- Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tamiang Layang, Agung Novarianto, turun langsung memastikan kualitas pelayanan makanan bagi warga binaan dengan mengikuti kegiatan makan bersama perwakilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Blok Beo, Jum'at (6/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Rutan Tamiang Layang tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan langsung terhadap pemenuhan hak warga binaan, khususnya dalam memperoleh pelayanan makanan yang layak, bersih, dan sesuai standar yang berlaku.

Tidak sekadar makan bersama, Agung turut menyantap hidangan yang disajikan untuk melihat secara langsung kualitas makanan, kebersihan, serta kelayakannya. Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk berdialog dengan warga binaan guna menyerap masukan dan mengetahui tanggapan mereka terhadap pelayanan makanan yang diberikan.

Agung Novarianto menegaskan, bahwa pemenuhan hak warga binaan merupakan tanggung jawab yang harus dilaksanakan secara konsisten. Karena itu, pengawasan terhadap kualitas pelayanan, termasuk penyediaan makanan, perlu dilakukan secara langsung dan berkelanjutan.

"Pelayanan makanan bagi warga binaan harus memenuhi standar kelayakan, kebersihan, dan kualitas yang telah ditetapkan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan langsung kondisi makanan yang disajikan sekaligus mendengar masukan dari warga binaan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” tegas Agung.

Menurutnya, komunikasi langsung antara pimpinan dan warga binaan juga penting untuk membangun keterbukaan serta memastikan berbagai aspek pelayanan di lingkungan rutan berjalan dengan baik.

Melalui kegiatan ini, Rutan Tamiang Layang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan, khususnya dalam pemenuhan hak-hak warga binaan. Pengawasan langsung dan komunikasi terbuka diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan humanis. (zi/jp). 

PLN Peduli Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kelurahan Pelambuan Terima Bantuan Alat Pemadam

BANJARMASIN- PT PLN Nusa Daya bersama PLN Unit Pelaksana Pengendalian dan Pembangkitan (UPDK) Barito menyalurkan bantuan peralatan pemadam kebakaran kepada Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Jum'at (6/11/2026). Bantuan tersebut disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran.

Bantuan diserahkan langsung oleh Manager Unit Layanan Pembangkit Tersebar Kalselteng, Agus Tego Santoso, dan diterima Lurah Pelambuan, Ali Mukaram, S.Kep., MM. Selanjutnya, peralatan pemadam kebakaran tersebut akan didistribusikan kepada RT yang berada di sekitar wilayah terdampak kegiatan operasional penambahan mesin pembangkit UPDK Barito.

Melalui program TJSL PLN Peduli, PLN berupaya menghadirkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Dukungan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah kelurahan, dan relawan dalam membangun kesiapsiagaan lingkungan serta meminimalkan risiko kebakaran, khususnya di kawasan permukiman dan sekitar infrastruktur kelistrikan.

Lurah Pelambuan, Ali Mukaram, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, keberadaan peralatan pemadam kebakaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran.

Ia juga berharap bantuan tersebut dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal demi melindungi keselamatan warga serta lingkungan sekitar.

"Terlebih saat ini Kelurahan Pelambuan tengah aktif menjalankan proses pembentukan dan penguatan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA). Kegiatannya meliputi pelatihan identifikasi potensi bencana, penyusunan matriks kebencanaan, serta sosialisasi kesiapsiagaan kepada masyarakat," ujar Ali.

Ia menjelaskan, penguatan DESTANA di Kelurahan Pelambuan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya BPBD Kota Banjarmasin, Kecamatan Banjarmasin Barat, jajaran TNI/Polri, serta dukungan program pembinaan dari PLN Indonesia Power UBP Barito melalui pilar PLN Peduli.

Menurut Ali, program DESTANA diarahkan untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana di wilayah setempat, terutama risiko kebakaran dan kondisi geografis kawasan bantaran sungai.

"Melalui penguatan DESTANA, kami berharap masyarakat semakin tanggap, siap, dan mampu melakukan langkah-langkah mitigasi maupun penanganan awal ketika terjadi bencana," pungkasnya. (rhmd/ali/jp). 

Bandara Warukin Disiapkan Buka Rute Penerbangan, Bartim Dukung Penguatan Konektivitas

TAMIANG LAYANG- Rencana pembukaan rute penerbangan dari dan menuju Bandar Udara Warukin di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim). Kehadiran layanan penerbangan tersebut diharapkan menjadi alternatif transportasi udara bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi antarwilayah.

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, saat menghadiri pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Tabalong dan sejumlah kepala daerah di wilayah sekitar, Jum'at (6/11/2026), di kediaman Bupati Tabalong.

Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama, komitmen, serta dukungan operasional pembukaan rute penerbangan dari dan menuju Bandara Warukin dengan maskapai Fly Jaya.

Wabup Adi menilai, pengoperasian kembali layanan penerbangan di Bandara Warukin berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat Barito Timur. Selain menjadi alternatif akses transportasi udara yang relatif dekat, keberadaan bandara tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga yang bepergian ke luar daerah.

Menurutnya, peningkatan konektivitas transportasi udara juga berpeluang memberikan dampak terhadap aktivitas perekonomian. Kemudahan akses perjalanan diharapkan dapat menunjang kegiatan bisnis, memperluas jaringan usaha, serta membuka peluang investasi di sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata.

Namun, Adi menegaskan, bahwa keberlanjutan layanan penerbangan perlu menjadi perhatian bersama. Kesesuaian jadwal dengan kebutuhan masyarakat, keterjangkauan harga tiket, serta kesiapan dukungan operasional menjadi sejumlah faktor penting agar layanan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan dimanfaatkan secara luas.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Barito Timur didampingi Plt. Kepala Dinas Perhubungan Edius Uhing dan Kepala Bidang Anggaran BPKAD, Bira.

Melalui kerja sama antardaerah, rencana pembukaan rute penerbangan Bandara Warukin diharapkan tidak hanya meningkatkan aksesibilitas transportasi, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi dan mobilitas masyarakat di kawasan sekitar, termasuk Kabupaten Barito Timur. (zi/jp). 

Bupati Kapuas Salurkan 100 Traktor Bantuan Kementan, Perkuat Modernisasi Pertanian di 12 Kecamatan

KUALA KAPUAS- Pemerintah Kabupaten Kapuas menyalurkan 100 unit traktor roda dua (TR2) bantuan Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada Brigade Pangan dan kelompok tani di 12 kecamatan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kapuas, HM. Wiyatno di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Jum'at (6/11/2026).

Penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat modernisasi sektor pertanian, meningkatkan efisiensi pengolahan lahan, serta mendorong produktivitas pertanian di Kabupaten Kapuas.

Dalam sambutannya Bupati HM. Wiyatno, menyampaikan bahwa pertanian merupakan salah satu sektor strategis yang menopang perekonomian daerah sekaligus menjadi pilar ketahanan pangan. Sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Kalimantan Tengah, Kapuas membutuhkan dukungan sarana dan teknologi pertanian untuk meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan petani.

Ia mengapresiasi Kementerian Pertanian RI atas alokasi bantuan alsintan yang diberikan kepada Brigade Pangan dan kelompok tani di Kabupaten Kapuas.

Menurutnya, bantuan tersebut mencerminkan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pengolahan lahan serta meningkatkan indeks pertanaman.

Bupati meminta seluruh kelompok tani penerima agar memanfaatkan traktor sesuai peruntukannya, menjaga kondisi peralatan, serta melakukan perawatan secara berkala agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan bantuan secara transparan dan adil melalui koordinasi kelompok tani atau Brigade Pangan. Dengan demikian, alsintan dapat dimanfaatkan bersama dan tidak dikuasai untuk kepentingan pribadi.

"Bantuan ini adalah amanah. Karena itu, manfaatkan dan rawat dengan sebaik-baiknya agar dapat digunakan secara berkelanjutan oleh seluruh anggota kelompok," pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Edy Dese, menjelaskan Kabupaten Kapuas memiliki luas baku lahan sawah sekitar 45.000 hektare yang tersebar di 12 kecamatan dengan karakteristik wilayah pasang surut.

Dari 12 kecamatan tersebut, empat wilayah menjadi sentra produksi pangan, yakni Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur. Hampir 50 persen luas baku lahan sawah di Kabupaten Kapuas berada di empat kecamatan tersebut.

Edy menyebut, pada Juli lalu telah dilaksanakan panen raya bersama Gubernur Kalimantan Tengah dan Bupati Kapuas dengan hamparan lahan sekitar 25.000 hektare yang tersebar di empat kecamatan sentra produksi tersebut.

Menurutnya, capaian sektor pertanian di Kabupaten Kapuas tidak terlepas dari peran aktif petani serta dukungan pemerintah daerah melalui berbagai program pengembangan pertanian.

Saat ini, terdapat dua program strategis nasional yang dilaksanakan di Kabupaten Kapuas, yakni optimalisasi lahan untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman serta program cetak sawah rakyat untuk menambah luas baku lahan sawah.

Namun, Edy menegaskan, peningkatan produksi pertanian tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan lahan dan alsintan. Pengelolaan tata air juga menjadi faktor penting, terutama dalam mendukung keberhasilan budidaya padi di kawasan pasang surut.

Adapun 100 unit traktor roda dua tersebut didistribusikan ke 12 kecamatan. Yakni Bataguh 23 unit; Dadahup 3 unit; Kapuas Hilir 11 unit; Kapuas Kuala 17 unit; Kapuas Murung 13 unit; Kapuas Timur 3 unit; Mantangai 4 unit; Basarang 2 unit; Pulau Petak: 3 unit; Kapuas Barat 4 unit; Selat 3 unit; dan Tamban Catur 14 unit.

Edy menegaskan, seluruh bantuan alsintan tersebut diberikan secara gratis kepada kelompok tani penerima tanpa dipungut biaya tebusan. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses penyiapan lahan sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani.

Pada kesempatan itu, Bupati Wiyatno juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian beserta jajaran dan seluruh penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang selama ini mendampingi petani dalam mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Kapuas.

Melalui penyaluran bantuan tersebut, pemerintah daerah berharap kapasitas produksi pertanian semakin meningkat dan Kabupaten Kapuas dapat terus memperkuat perannya sebagai salah satu penyangga ketahanan pangan di Kalimantan Tengah. (fah/hru/jp). 

Pemkab Batola Salurkan 500 Paket Sembako dan 50 Tabung Oksigen Bantuan Presiden, Apresiasi Relawan Karhutla

MARABAHAN- Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) menyalurkan bantuan dari Presiden Republik Indonesia berupa 500 paket sembako dan 50 tabung oksigen lengkap dengan regulator kepada masyarakat. Penyerahan bantuan dipusatkan di Kecamatan Mandastana, Jum'at (6/11/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Barito Kuala, H Bahrul Ilmi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Barito Kuala, Dandim 1005 Barito Kuala, serta sejumlah kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) terkait.

Sebanyak 47 kelompok Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) dari berbagai wilayah di Kabupaten Barito Kuala juga turut hadir. Setiap kelompok mengerahkan delapan personel untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya Bupati H Bahrul Ilmi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas bantuan yang disalurkan melalui pemerintah daerah. Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memberikan penghargaan kepada para relawan, khususnya petugas pemadam kebakaran yang selama ini berjuang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Barito Kuala.

Bupati mengapresiasi dedikasi para relawan yang telah bekerja siang dan malam dalam upaya memadamkan kebakaran serta mengendalikan dampak kabut asap.

Ia juga menyampaikan bahwa perjuangan para relawan patut dihargai karena turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan kenyamanan masyarakat. Kondisi cuaca yang mulai membaik, dengan turunnya hujan dalam beberapa pekan terakhir, diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi lingkungan pascakarhutla.

Bupati berharap kekompakan dan sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh unsur relawan, khususnya BPK, terus terpelihara. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga kebersamaan tanpa sekat dan membangun hubungan yang erat layaknya keluarga besar demi kepentingan masyarakat Kabupaten Barito Kuala. (dsk/ali/jp).

Sengketa Lahan Rasia D. Mekeng dan Sani-Indra di T. Layang Belum Tuntas, Pemkab Bartim Jadwalkan Peninjauan Ulang 16 November

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur kembali memfasilitasi mediasi kedua terkait perselisihan lahan antara Rasia D. Mekeng dengan pihak Sani-Indra yang berlokasi di Jalan A. Yani RT 01, Kelurahan Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Jum'at (6/11/2026).

Mediasi yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Barito Timur tersebut dipimpin Asisten I Setda Kabupaten Barito Timur, Ari Panan Putut Lelu. Dari mediasi itu, dihasilkan kesepakatan untuk melakukan peninjauan lapangan ulang guna memastikan objek lahan yang menjadi perselisihan kedua belah pihak.

Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Timur, Ari Panan Putut Lelu, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan sebelumnya, ditemukan adanya perbedaan antara objek yang ditunjukkan dan diukur dengan bukti penguasaan lahan yang dimiliki masing-masing pihak.

"Karena terdapat perbedaan antara hasil penunjukan dan pengukuran di lapangan dengan bukti penguasaan lahan dari masing-masing pihak, maka perlu dilakukan peninjauan ulang untuk memastikan objek tanah yang sebenarnya dipermasalahkan," ujar Ari Panan. 

Ari menyebut, bahwa peninjauan lapangan ulang dijadwalkan pada Senin, 16 November 2026. Seluruh pihak yang berkepentingan akan berkumpul di Kantor Lurah Tamiang Layang sebelum bersama-sama menuju lokasi objek sengketa.

"Kegiatan tersebut akan melibatkan pihak Rasia D. Mekeng, pihak Sani-Indra, Allen Ngepek, Polres Barito Timur, Kodim 1012 Buntok, ATR/BPN, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Barito Timur, Kecamatan Dusun Timur, Kelurahan Tamiang Layang, serta Damang Paju X Kecamatan Dusun Timur," ujarnya. 

Dalam berita acara mediasi ujar Ari, juga disepakati bahwa masing-masing pihak harus menghadirkan saksi yang mengetahui riwayat atau batas-batas lahan, yakni saksi bersambitan atau ahli warisnya.

"Langkah peninjauan ulang ini diharapkan dapat memperjelas objek yang disengketakan sehingga proses penyelesaian perselisihan lahan dapat berjalan berdasarkan fakta lapangan dan bukti penguasaan yang dimiliki masing-masing pihak," katanya. 

Ari menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Badan Kesbangpol memfasilitasi proses mediasi tersebut sebagai upaya mempertemukan para pihak dan mendorong penyelesaian perselisihan secara baik dengan melibatkan instansi terkait. (zi/jp). 

Pemkab Barito Utara Pastikan Ganti Rugi Lahan Pelebaran Jalan Transparan dan Adil

MUARA TEWEH- Pemerintah Kabupaten Barito Utara memastikan proses pembayaran ganti rugi lahan dan bangunan warga terdampak proyek pelebaran jalan dilaksanakan secara transparan, objektif, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Barito Utara, H Shalahuddin saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Berita Acara Kesepakatan Harga Ganti Rugi Pelebaran Jalan di Muara Teweh, Jum'at (6/11/2026). 

Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah terkait, camat, tokoh masyarakat, serta warga terdampak yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring.

Bupati menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dan terganggunya aktivitas warga selama proses pembangunan berlangsung. Ia menegaskan, pelebaran jalan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur, konektivitas, dan pelayanan publik di Kabupaten Barito Utara.

"Atas nama pemerintah daerah, kami memohon maaf kepada seluruh warga yang terdampak. Kami berharap masyarakat dapat terus mendukung upaya pembangunan infrastruktur ini demi peningkatan kualitas pelayanan dan konektivitas di Barito Utara," ujar Bupati.

Terkait penetapan nilai ganti rugi, Bupati menegaskan bahwa penilaian dilakukan secara profesional oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan hasil penilaian tersebut sebagai dasar pembayaran agar proses ganti rugi berlangsung objektif dan tidak merugikan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Barito Utara melaporkan bahwa proses penilaian oleh KJPP telah selesai. Tahapan sosialisasi dan musyawarah hasil penilaian kepada warga juga telah dilaksanakan secara bertahap.

Berdasarkan laporan tersebut, pada sesi pertama sebanyak 26 warga menyatakan setuju terhadap nilai ganti rugi. Pada sesi kedua, sebanyak 49 warga menyepakati nilai yang ditetapkan, sedangkan satu warga masih melakukan koordinasi dengan keluarga. Adapun sesi ketiga dijadwalkan mengundang 32 warga, dengan dua orang di antaranya berhalangan hadir.

Dinas Perkimtan juga memastikan anggaran ganti rugi telah tersedia dan dapat dicairkan sejak awal November 2026. Warga yang telah menyepakati nilai ganti rugi diminta segera melengkapi persyaratan administrasi untuk mempercepat proses pembayaran.

Persyaratan tersebut meliputi sertifikat tanah atau Surat Keterangan Tanah (SKT) atas nama pemilik serta fotokopi kartu tanda penduduk (KTP).

Melalui koordinasi dan musyawarah tersebut, Pemkab Barito Utara berharap penyelesaian ganti rugi dapat berjalan tertib, transparan, dan berkeadilan. Pemerintah daerah juga mengharapkan dukungan masyarakat agar pembangunan pelebaran jalan dapat terlaksana sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi kepentingan bersama. (emca/jp). 

Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin ASN dan Evaluasi Kinerja Jelang Akhir Tahun Anggaran 2026

MUARA TEWEH- Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, menegaskan pentingnya peningkatan disiplin, optimalisasi kinerja, dan evaluasi program kerja bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang berakhirnya Tahun Anggaran 2026. Seluruh organisasi perangkat daerah juga diminta memastikan penyelesaian pekerjaan, baik secara fisik maupun administrasi, berjalan sesuai ketentuan.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin apel bersama yang dirangkaikan dengan kegiatan gowes dan senam pagi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Jum'at (6/11/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah, pejabat fungsional, serta seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Barito Utara.

Bupati menekankan, bahwa disiplin merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara sekaligus pelayan masyarakat. Menurutnya, kedisiplinan harus dimulai dari hal sederhana, seperti memanfaatkan waktu kerja, mengenakan pakaian dinas sesuai ketentuan, hingga mengikuti kegiatan kedinasan.

"Saya tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada kita semua tentang pentingnya disiplin. Mulai dari hal-hal kecil, seperti memanfaatkan waktu kerja, berpakaian sesuai ketentuan, hingga mengikuti seluruh kegiatan pemerintah daerah," tegas Bupati.

Ia juga menyoroti tingkat kehadiran dan tanggung jawab ASN dalam melaksanakan tugas. Bupati mengingatkan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan aparatur pemerintah merupakan amanah yang hasilnya dinantikan masyarakat.

"Bagi saya, disiplin itu nomor satu, nilainya 50 persen. Baru setelah itu kita bicara kerja keras, kerja cerdas, kapasitas, dan seterusnya," ujarnya.

Untuk memperkuat pembinaan aparatur, Bupati meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah meningkatkan pengawasan terhadap pegawai yang kurang disiplin. Salah satu langkah pembinaan yang dapat dipertimbangkan adalah penempatan pegawai di wilayah kecamatan sesuai kebutuhan organisasi dan ketentuan yang berlaku.

Selain menekankan kedisiplinan, Bupati menginstruksikan seluruh perangkat daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program dan kegiatan sepanjang Tahun Anggaran 2026. Evaluasi tersebut harus mencakup capaian pekerjaan, realisasi program, kendala pelaksanaan, serta efektivitas koordinasi antarperangkat daerah.

Secara khusus, ia meminta evaluasi mendalam terhadap 11 program unggulan dan 12 kegiatan prioritas yang dikenal sebagai Program Sebelas Dua Belas. Langkah tersebut diperlukan untuk mengukur capaian, mempertahankan keberhasilan, sekaligus mengidentifikasi berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki.

Di sisi lain, seluruh organisasi perangkat daerah diminta mulai mematangkan perencanaan program Tahun Anggaran 2027. Persiapan tersebut harus dilakukan secara terarah agar pelaksanaan program tahun mendatang dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bupati juga mengingatkan pentingnya ketertiban administrasi dan akuntabilitas dalam penyelesaian seluruh pekerjaan Tahun Anggaran 2026. Ia meminta setiap perangkat daerah memastikan kesesuaian antara progres pekerjaan di lapangan dengan laporan administrasi dan realisasi anggaran.

"Jangan sampai ada kelebihan bayar. Jangan sampai pekerjaan belum selesai, tetapi administrasinya sudah dinyatakan seratus persen. Saya minta semuanya dicek kembali," tegasnya.

Bupati mengajak seluruh ASN menjaga kekompakan, memperkuat semangat kebersamaan, serta meningkatkan komitmen pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap seluruh jajaran Pemkab Barito Utara mampu menuntaskan target kinerja tahun 2026 secara optimal sekaligus mempersiapkan pelaksanaan program pembangunan tahun 2027.

Kegiatan apel bersama tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama untuk memohon keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh pegawai dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat. (emca/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes