BREAKING NEWS

Pemprov Kalsel

Wakil Rakyat

Pemkab Batola

Senin, 10 Agustus 2026

Kwarcab Batola Lepas 40 Anggota Kontingen ke Jamnas XII 2026

MARABAHAN- Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Barito Kuala (Batola) melepas 40 anggota kontingen untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Cibubur, Jakarta. Pelepasan dilakukan Ketua Kwarcab Batola, Hj Noor Hayati Bahrul Ilmi, di Aula Selidah, Marabahan, Senin (10/8/2026).

Kontingen Batola terdiri atas 32 peserta penggalang putra dan putri, dua pembina pendamping putra, dua pembina pendamping putri, dua pimpinan kontingen cabang (Pinkoncab) masing-masing putra dan putri, serta dua anggota tim pendukung logistik.

Dalam sambutannya Hj Noor Hayati, berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik Kabupaten Batola selama mengikuti rangkaian Jamnas XII. Menurutnya, para peserta tidak hanya membawa nama Gerakan Pramuka, tetapi juga menjadi duta daerah di tingkat nasional.

"Melalui Jambore Nasional, adik-adik penggalang diharapkan menjadi pramuka yang rajin, terampil, dan senantiasa mengamalkan nilai-nilai Tri Satya serta Dasa Darma Pramuka,” ujarnya.

Ia juga meminta peserta menjaga sikap selama berada di lokasi kegiatan dengan mengedepankan keramahan, sopan santun, budi pekerti luhur, serta semangat membantu sesama.

Hj Noor Hayati berharap Jamnas menjadi momentum bagi peserta untuk memperluas pengalaman, mengasah jiwa kepemimpinan, membangun persaudaraan, sekaligus memperkenalkan Kabupaten Barito Kuala kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Kontingen Jamnas Batola, Rusdiansyah, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Barito Kuala atas dukungan yang diberikan melalui dana hibah melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Batola.

Dukungan juga datang dari sejumlah mitra dan instansi daerah, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), serta Bank Kalsel. Bantuan tersebut turut menunjang pemenuhan sarana dan kebutuhan kontingen selama mengikuti kegiatan.

"Keberangkatan ini bukan hanya sekadar mengikuti kegiatan nasional, tetapi merupakan kesempatan untuk belajar, bersaudara, berbagi pengalaman, dan membawa pulang prestasi serta citra baik bagi Kabupaten Barito Kuala,” kata Rusdiansyah.

Pelepasan kontingen ditandai dengan penyerahan panji kontingen secara simbolis dari Ketua Kwarcab Batola kepada Ketua Kontingen, dilanjutkan dengan penyerahan perlengkapan peserta.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus Kwarcab, Andalan, pembina, Dewan Kerja Cabang (DKC), serta seluruh anggota kontingen. (dsk/ali/jp). 

Wabup Batola Tegur ASN Tak Pakai Topi Saat Apel, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme

MARABAHAN- Wakil Bupati Barito Kuala (Batola), H Herman Susilo, S.M., menegaskan pentingnya disiplin aparatur sipil negara (ASN) saat memimpin Apel Senin di halaman Kantor Bupati Barito Kuala, Senin (10/8/2026). Dalam apel tersebut, ASN yang tidak mengenakan topi diminta memisahkan diri dan membentuk barisan tersendiri.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penguatan disiplin sekaligus pengingat bagi ASN agar mematuhi kelengkapan atribut saat mengikuti apel. Herman menegaskan, tindakan itu bukan dimaksudkan sebagai hukuman, melainkan bagian dari upaya membangun budaya saling mengingatkan di lingkungan pemerintahan.

"Saya memerintahkan agar berbaris di samping bagi yang tidak memakai topi bukan berarti itu sebagai hukuman, tetapi kita sama-sama saling menasihati. Nanti akan kita cek lagi bagi yang belum memakai ID card. Terutama kepada kepala SKPD yang bertanggung jawab terhadap anggotanya agar terus mengingatkan,” tegasnya.

Herman juga mengingatkan ASN mengenai pentingnya menghayati sumpah jabatan, mematuhi norma kode etik, serta menjalankan Panca Prasetya KORPRI, khususnya poin kelima yang menekankan kejujuran, keadilan, disiplin, serta peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme.

Menurut Herman, nilai-nilai tersebut harus menjadi landasan ASN dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Disiplin dan profesionalisme, katanya, tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kelengkapan atribut, tetapi juga harus tercermin dalam sikap dan pelaksanaan tugas sehari-hari.

Ia juga mengajak ASN melakukan introspeksi terhadap setiap tindakan dalam menjalankan tugas negara. Setiap tindakan, baik maupun buruk, menurutnya memiliki konsekuensi dan dapat berdampak terhadap diri sendiri maupun lingkungan kerja.

Karena itu, Herman meminta seluruh ASN mempersiapkan diri secara fisik dan mental dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Ia menekankan bahwa jabatan dan tugas sebagai ASN harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Apel Senin tersebut sekaligus dirangkaikan dengan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Penyerahan bendera Merah Putih dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Barito Kuala bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kepada perwakilan penerima, yakni Camat Marabahan, Camat Bakumpai, Camat Barambai, Kelurahan Marabahan Kota, Kelurahan Ulu Benteng, Desa Bagus, Desa Baliuk, dan Desa Penghulu. (dsk/ali/jp). 

Listrik Menyala di Desa Muara Awang, Kapolsek Dusun Tengah Hadiri Syukuran Bersama Warga

TAMIANG LAYANG- Kebahagiaan warga Desa Muara Awang, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, terpancar saat listrik akhirnya menyala di desa mereka. Momen tersebut ditandai dengan kegiatan syukuran sekaligus peninjauan hasil pemasangan jaringan listrik yang dihadiri berbagai unsur pemerintah dan masyarakat, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Pustu Desa Muara Awang itu turut dihadiri Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, bersama Bupati Barito Timur, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Timur, Pimpinan PLN Tamiang Layang, Kepala BPBD Kabupaten Barito Timur, perwakilan Yonif TP Tamiang Layang, Camat Dusun Tengah beserta staf, serta sejumlah kepala desa.

Kehadiran Kapolsek Dusun Tengah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi kepolisian bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung momentum penting bagi warga Desa Muara Awang. Selain memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, kehadiran kepolisian juga menunjukkan dukungan terhadap pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah hukum Polsek Dusun Tengah.

Turut hadir Kepala Desa Muara Awang beserta perangkat desa, Ketua BPD Muara Awang beserta anggota, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, dan para undangan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Muara Awang, Rahmadi, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Barito Timur dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga jaringan listrik dapat masuk dan menyala di desa tersebut.

"Masuknya listrik ke Desa Muara Awang merupakan hal yang sangat berarti bagi masyarakat. Selain menerangi rumah-rumah warga, kehadiran listrik diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Rahmadi. 

Sementara itu, Bupati Barito Timur, M. Yamin, mengingatkan masyarakat agar menggunakan listrik secara bijak dan bertanggung jawab. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati dalam penggunaan listrik untuk mencegah hal-hal yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Kehadiran listrik di Desa Muara Awang disambut antusias oleh masyarakat. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai aktivitas warga, termasuk kegiatan rumah tangga, pendidikan, sosial, dan perekonomian.

Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, melalui kehadirannya dalam kegiatan tersebut turut memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mendukung program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi warga. (zi/jp). 


Semarak HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-18 Desa Gumpa, Malam Puncak Diisi Pembagian Hadiah dan Hiburan Serta Pelepasan Mahasiswa KKN UPR

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Desa Gumpa, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, akan melaksanakan pembagian hadiah lomba dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia dan HUT ke-18 Desa Gumpa Tahun 2026, Senin (17/8/2026) malam.

Pembagian hadiah tersebut akan dirangkai dengan malam hiburan bagi masyarakat Desa Gumpa. Selain itu, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momen pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Palangka Raya (UPR) yang telah melaksanakan kegiatan di desa setempat.

Kepala Desa Gumpa, Imanuel, mengatakan, dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI dan HUT ke-18 Desa Gumpa, pemerintah desa telah menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat. Perlombaan tersebut di antaranya ditujukan bagi anak-anak, ibu-ibu, serta pertandingan bola voli putri.

"Sore ini, voli putri akan bertanding di depan Balai Hindu Desa Gumpa,” kata Imanuel kepada wartawan ini, Senin (10/8/2026).

Menurut Imanuel, rangkaian perlombaan tersebut menjadi bagian dari kegiatan peringatan HUT ke-81 RI sekaligus HUT ke-18 Desa Gumpa. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam memeriahkan momentum hari kemerdekaan dan hari jadi desa.

Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Senin (17/8/2026) malam dengan agenda pembagian hadiah kepada para pemenang lomba, malam hiburan, serta pelepasan mahasiswa KKN UPR. Kegiatan tersebut diharapkan berlangsung meriah dan menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat Desa Gumpa. (zi/jp).

Menang Mutlak, Murianto Dipercaya Pimpin Koperasi BMJB Lanpasa hingga 2029

KUALA PEMBUANG- Murianto, S.Kom terpilih sebagai Ketua Koperasi BMJB Desa Lanpasa, Kabupaten Seruyan, periode 2026–2029 setelah meraih kemenangan telak dalam pemilihan yang berlangsung Senin (10/8/2026).

Murianto yang maju sebagai calon nomor urut 02 memperoleh 185 suara, jauh mengungguli calon nomor urut 01, Romansyah, yang meraih 42 suara. Dengan hasil tersebut, Murianto mendapat mandat mayoritas anggota untuk memimpin koperasi selama tiga tahun ke depan.

Pemilihan Ketua Koperasi BMJB Desa Lanpasa diikuti dua kandidat. Berdasarkan hasil penghitungan suara, Romansyah memperoleh 42 suara, sedangkan Murianto mengantongi 185 suara.

Hasil tersebut menempatkan Murianto sebagai pemenang dengan selisih 143 suara, sekaligus menunjukkan kuatnya dukungan anggota terhadap kepemimpinannya.

Usai ditetapkan sebagai calon dengan perolehan suara terbanyak, Murianto menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan anggota.

"Alhamdulillah, saya telah dipercaya oleh anggota koperasi untuk memimpin di periode selanjutnya,” kata Murianto.

Sejak pencalonan, Murianto membawa visi menjadikan Koperasi BMJB sebagai wadah ekonomi yang unggul dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat Desa Lanpasa.

Untuk mewujudkan visi tersebut, ia menetapkan empat nilai utama sebagai landasan kepemimpinannya, yakni transparan, profesional, amanah, dan bermanfaat.

Menurut Murianto, nilai-nilai tersebut akan menjadi pijakan dalam membangun tata kelola koperasi yang terbuka, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan serta kesejahteraan anggota.

"Saya mencalonkan diri dalam pemilihan ini dari awal membawa visi menjadikan koperasi sebagai wadah yang unggul dan mampu memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh anggota serta masyarakat Desa Lanpasa,” tegasnya.

Murianto menilai kemenangan dalam pemilihan bukan semata-mata pencapaian politik di internal koperasi, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kerja nyata.
Karena itu, ia berkomitmen memperkuat tata kelola koperasi dengan mengedepankan transparansi, profesionalitas, dan akuntabilitas. Ia juga menargetkan Koperasi BMJB dapat berkembang sebagai wadah ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi anggota sekaligus berkontribusi terhadap masyarakat Desa Lanpasa.

"Nilai tersebut menjadi landasan yang ditawarkan dalam upaya membangun tata kelola koperasi yang terbuka, bertanggung jawab serta berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan anggota,” ujarnya.

Murianto turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pencalonan hingga pelaksanaan pemilihan.

Ia menegaskan, kepercayaan yang diberikan melalui 185 suara tersebut akan dijawab dengan kesungguhan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai ketua koperasi.

"Apresiasi buat semua pihak yang telah membawa saya ke puncak ini dan saya berjanji akan melaksanakan tugas dan kewajiban saya dalam memimpin koperasi ini ke depannya,” pungkas Murianto.

Dengan terpilihnya Murianto, pekerjaan berikutnya adalah membuktikan mandat anggota melalui kinerja dan tata kelola yang baik. Dukungan 185 suara menjadi modal sekaligus tanggung jawab bagi Murianto untuk membawa Koperasi BMJB Desa Lanpasa semakin maju, transparan, dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota. (gan/jp). 

Listrik Masuk Muara Awang, Bupati Barito Timur : Jadi Energi Baru untuk Pendidikan dan Ekonomi Desa

TAMIANG LAYANG- Bupati Barito Timur, M. Yamin meninjau kesiapan Desa Muara Awang, Kecamatan Dusun Tengah, menjelang peresmian masuknya listrik desa yang akan dilakukan secara daring oleh Presiden Republik Indonesia melalui program bantuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (10/8/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi dan seluruh rangkaian kegiatan peresmian berjalan lancar. Bagi masyarakat Desa Muara Awang, hadirnya listrik menjadi momentum penting setelah selama ini menghadapi keterbatasan akses penerangan.

Bupati M. Yamin mengatakan, masuknya listrik tidak sekadar menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan usaha dan memanfaatkan teknologi.

"Masuknya listrik ke desa ini bukan hanya tentang lampu yang menyala. Ini adalah tentang harapan yang mulai terang,” ujar M. Yamin.

Menurut dia, ketersediaan listrik akan memberikan manfaat langsung bagi aktivitas masyarakat. Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, sementara pelaku usaha memiliki kesempatan mengembangkan kegiatan ekonomi dengan dukungan teknologi dan informasi.

"Dengan hadirnya listrik, anak-anak kita dapat belajar dengan lebih nyaman. Masyarakat dapat mengembangkan usaha dengan lebih baik. Akses teknologi dan informasi semakin terbuka, dan berbagai kegiatan masyarakat dapat dilakukan dengan lebih mudah,” katanya.

M. Yamin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga bantuan listrik tersebut dapat direalisasikan dan dinikmati masyarakat Desa Muara Awang.

Ia berharap masyarakat tidak berhenti pada pemanfaatan listrik sebagai sarana penerangan, tetapi menjadikannya sebagai pendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan.

"Mari kita semakin rajin belajar, kembangkan usaha masyarakat, tingkatkan keterampilan, dan manfaatkan teknologi untuk membuka peluang ekonomi baru,” pesannya.

Bupati juga meminta pemerintah desa dan masyarakat menjaga serta memanfaatkan fasilitas kelistrikan yang telah dibangun secara optimal. Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

"Pembangunan tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, mari kita terus menjaga gotong royong, persatuan dan keharmonisan,” tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Camat Dusun Tengah Prismayandi, jajaran PLN, serta unsur TNI dan Polri.

Desa Muara Awang memiliki potensi di bidang pertanian, perkebunan dan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat. Dengan tersedianya listrik, potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara lebih optimal, termasuk melalui pemanfaatan teknologi dalam kegiatan produksi dan usaha.

Bupati M. Yamin menegaskan, kehadiran listrik harus menjadi momentum untuk mendorong kemajuan desa, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan perekonomian, memperluas akses teknologi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Momentum ini sejalan dengan semangat kita untuk mewujudkan Barito Timur SEGAH — Sejahtera, Elegan, Gigih, Amanah dan Harmonis. Mari kita jadikan listrik sebagai cahaya baru bagi pendidikan, ekonomi, pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Muara Awang,” pungkasnya.

Peresmian secara daring oleh Presiden RI diharapkan menjadi penanda penting bagi masyarakat Desa Muara Awang. Masuknya akses listrik diharapkan tidak hanya mengakhiri keterbatasan penerangan, tetapi juga menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa. (zi/jp). 

Wakil Ketua I DPRD Seruyan Dorong Kades Definitif Percepat Pembangunan dan Tekan Kemiskinan

KUALA PEMBUANG- Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Seruyan, Harsandi, meminta seluruh kepala desa definitif yang baru dilantik segera bekerja dan mempercepat pembangunan di wilayah masing-masing. Ia menekankan, pemerintah desa harus menjadi ujung tombak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung target pengentasan kemiskinan di Kabupaten Seruyan.

Hal itu disampaikan Harsandi usai menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah/janji kepala desa terpilih di Lapangan Indoor Tenis, Kuala Pembuang, Senin (10/8/2026).

Harsandi mengapresiasi terlaksananya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) hingga proses pelantikan kepala desa definitif. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Seruyan dan Kementerian Desa.

"Alhamdulillah, pihak kami bekerja sama dengan Kementerian Desa dan diizinkan melaksanakan Pilkades. Kemarin sukses dilaksanakan dan hari ini kita sama-sama menjadi saksi pelantikan dan sumpah janji kepala desa terpilih,” kata Harsandi.

Ia menyebut, bahwa pelaksanaan Pilkades hingga pelantikan kepala desa definitif merupakan harapan yang telah diperjuangkan sejak 2023. Karena itu, ia meminta para kepala desa tidak menjadikan pelantikan sekadar seremoni, tetapi sebagai awal untuk menjalankan pemerintahan dan pembangunan desa secara maksimal.

"Harapan yang lama menjadi harapan kita semenjak tahun 2023, semua saat ini menjadi kenyataan,” ujarnya.

Menurut Harsandi, kepala desa definitif memiliki posisi strategis karena memiliki legitimasi dan kewenangan yang kuat dalam menjalankan pemerintahan desa.

"Bagaimanapun tugas kades definitif jauh lebih kuat dalam melaksanakan tugas-tugasnya dalam memimpin desa,” tegasnya.

Harsandi juga meminta kepala desa yang baru dilantik menjalankan pemerintahan sesuai pola dan sistem yang telah dibangun pemerintah daerah. Sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten, menurutnya, menjadi kunci agar program pembangunan dapat berjalan searah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Besar harapan kami kades yang baru terpilih bisa dan mampu menjalankan tugas dan kewajiban dengan menjalankan pola dan format serta sistem yang dibangun oleh pemerintahan sekarang,” katanya.

Selain pembangunan, Harsandi menekankan pentingnya pengentasan kemiskinan menjadi prioritas kepala desa. Ia meminta pemerintah desa menggali dan mengoptimalkan potensi serta sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kades tidak hanya mengurus administrasi pemerintahan, tetapi harus mampu melahirkan program yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Harsandi bahkan menargetkan kepala desa definitif turut berkontribusi dalam menghapus predikat kemiskinan yang masih disandang Kabupaten Seruyan.

"Dengan terpilih dan terlantiknya kades baru di setiap desa, harapan kami bisa menghapus tingkat kemiskinan di Kabupaten Seruyan yang selama ini disandang. Target tahun 2027 predikat tersebut akan hilang dari Bumi Gawi Hatantiring ini,” tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, ia meminta seluruh kepala desa membangun komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Seruyan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah kabupaten karena pemerintah desa memiliki posisi paling dekat dengan masyarakat.

Karena itu, setiap kepala desa diminta menjalankan program secara terukur dan mengejar target kinerja yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

"Kades definitif harus mengejar target kinerja yang sudah pemerintah daerah susun. Itu harapan kami,” pungkas Harsandi.

Pelantikan kepala desa definitif tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pemerintahan desa, mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung target Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam menekan angka kemiskinan pada 2027. (gan/jp). 

Kadar Garam Capai 2.119 PPM, PAM Bandarmasih Hentikan Intake Sungai Bilu

BANJARMASIN- Kadar garam air baku PT Air Minum Bandarmasih melonjak hingga 2.119 parts per million (PPM) akibat intrusi air laut di tengah puncak musim kemarau, Senin (10/8/2026). Kondisi tersebut memaksa perusahaan menghentikan sementara operasional Intake Sungai Bilu.

Penghentian intake berdampak pada penurunan debit distribusi air ke sejumlah wilayah pelayanan. PT Air Minum Bandarmasih kini menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan di tengah keterbatasan air baku.

Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan kondisi air baku saat ini menjadi tantangan yang membutuhkan penanganan cepat dan terukur.

"Saat ini kami terus mencari solusi terbaik agar pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan di tengah keterbatasan air baku. Salah satu yang sedang kami usulkan adalah pemanfaatan air untuk kebutuhan MCK, tentunya dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku,” ujar Zulbadi.

Selain menghentikan sementara Intake Sungai Bilu, perusahaan juga mengkaji opsi distribusi air dengan kadar garam di atas standar untuk penggunaan terbatas, khususnya kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Opsi tersebut masih dalam tahap usulan dan akan diterapkan dengan memperhatikan ketentuan serta aspek keamanan yang berlaku.

Dampak penghentian Intake Sungai Bilu terasa di sejumlah wilayah. Distribusi air di Banjarmasin Barat turun sekitar 40 persen, sedangkan wilayah Booster S. Parman mengalami penurunan sekitar 39 persen.

Penurunan debit juga terjadi di Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Timur yang masing-masing mencapai sekitar 8 persen, serta sebagian wilayah Banjarmasin Utara.

Direktur Operasional PT Air Minum Bandarmasih, Irwan Firwana, mengatakan perusahaan mengoptimalkan transfer air dari IPA 2 Pramuka ke IPA 1 dengan kapasitas sekitar 1.000 meter kubik per jam.

"Dengan transfer tersebut, debit pelayanan IPA 1 masih dapat dimaksimalkan sekitar 1.750 meter kubik per jam,” kata Irwan.

Perusahaan juga menyiapkan armada mobil tangki sebagai langkah antisipasi apabila kondisi Sungai Bilu belum memungkinkan untuk kembali dioperasikan.

"Kalau kondisi Sungai Bilu belum memungkinkan beroperasi, kami juga menyiapkan armada mobil tangki untuk membantu distribusi kepada pelanggan,” jelasnya.

Manajemen PT Air Minum Bandarmasih menegaskan, penyesuaian distribusi dilakukan selama terjadi keterbatasan air baku akibat kemarau dan intrusi air laut. Distribusi akan terus disesuaikan dengan kondisi ketersediaan air baku dan kebutuhan pelayanan di masing-masing wilayah.

Jika kondisi air baku kembali membaik dan Intake Sungai Bilu dapat beroperasi normal, perusahaan akan kembali menyesuaikan pola distribusi sesuai kebutuhan pelanggan.

PT Air Minum Bandarmasih juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan mulai menampung persediaan air di rumah sebagai langkah antisipasi selama kondisi air baku masih terbatas.

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kondisi saat ini. Kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memaksimalkan pengolahan dan distribusi air kepada pelanggan,” tutup Zulbadi. (fah/jp). 

Aplikasi Saudi Visa Bio Gangguan, Perekaman Biometrik Jemaah Haji 1448 H Ditunda

TAMIANG LAYANG- Proses perekaman biometrik jemaah haji Kabupaten Barito Timur untuk persiapan keberangkatan haji 1448 Hijriah mengalami penundaan. Kendala tersebut terjadi karena aplikasi Saudi Visa Bio saat ini mengalami gangguan sistem.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kankemenhaj) Kabupaten Barito Timur, H Ahmad Fauzi, menyampaikan kondisi tersebut saat menjadi Pembina Apel Pagi, Senin (10/8/2026). Ia mengatakan, perekaman biometrik belum dapat dilaksanakan hingga aplikasi kembali berfungsi normal.

Menghadapi kendala tersebut, Kankemenhaj Kabupaten Barito Timur terus berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Tengah. Pemantauan terhadap perkembangan sistem dan informasi terbaru juga terus dilakukan guna memastikan proses perekaman dapat segera dilanjutkan.

H Ahmad Fauzi menegaskan, apabila aplikasi Saudi Visa Bio sudah kembali dapat digunakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti proses perekaman biometrik bagi jemaah haji. Langkah tersebut dilakukan agar tahapan persiapan administrasi keberangkatan tetap berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, persiapan jemaah dari sisi kesehatan juga mulai dilakukan. Pemeriksaan kesehatan tahap awal dijadwalkan pada 20 Agustus 2026 dan akan berlangsung di Aula Kantor Kankemenhaj Kabupaten Barito Timur.

Kankemenhaj Kabupaten Barito Timur mengimbau seluruh jemaah haji untuk tetap menjaga kesehatan dan mempersiapkan kondisi fisik sejak dini. Kesiapan kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji 1448 H. (zi/jp). 

Bupati Seruyan : Jabatan Bukan untuk Duduk Diam, Harus Bergerak Wujudkan Visi-Misi

KUALA PEMBUANG- Bupati Seruyan Ahmad Salanorwanda melantik 112 pejabat dan aparatur pemerintahan, terdiri atas pejabat struktural, CPNS menjadi PNS, sembilan pejabat Eselon II, sembilan pejabat Eselon III, serta 50 kepala desa (kades) terpilih periode 2026–2034.

Pelantikan berlangsung di Lapangan Tenis Indoor Kuala Pembuang, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Seruyan, Wakil Ketua I DPRD Seruyan, unsur Forkopimda, Pelaksana Harian (Plh) Sekda Seruyan, serta jajaran pejabat dan kepala desa terpilih.

Dalam sambutannya Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat roda pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Jabatan adalah kapal yang harus berlayar, bukan bersandar. Ini sejarah, momentum, dan penyemangat untuk bekerja penuh tanggung jawab,” tegas Wanda.

Ia mengatakan, penyematan atribut pangkat dan jabatan kepada pejabat yang dilantik dilakukan satu per satu sebagai bentuk penghormatan sekaligus penanda dimulainya tanggung jawab baru.

"Saya ingat saat dilantik di Istana Negara. Ini sejarah, ini momentum, dan ini penyemangat untuk bekerja penuh tanggung jawab. Makanya atribut pangkat dan jabatan kita sematkan satu-satu, biar berkesan,” ujarnya.

Wanda juga memberikan penekanan khusus kepada pejabat Eselon II dan Eselon III agar mampu menjalankan fungsi kepemimpinan secara efektif. Menurutnya, usia maupun senioritas bukan ukuran utama dalam menjalankan sebuah jabatan.

Menanggapi adanya anggapan bahwa pejabat tertentu masih terlalu muda, Wanda mencontohkan perjalanan yang dimulai dari kepala bidang hingga menduduki posisi asisten, sekretaris daerah, dan akhirnya bupati.

"Tidak ada urusan senior dan junior. Fungsi asisten membantu Sekda mengoordinasikan semua. Yang penting kinerja. Banyak yang senior, tetapi kinerjanya tidak maksimal,” katanya.
Ia meminta pejabat Eselon II memiliki kemampuan melihat persoalan secara menyeluruh atau helicopter view. Seorang pimpinan, kata dia, harus memahami tugas dan fungsi seluruh jajaran di bawahnya sehingga mampu membagi tugas, melakukan koordinasi, serta menyatukan seluruh kekuatan organisasi.

"Anda leader. Naik ke atas, lihat tupoksi dari atas. Pelajari tugas sekretaris, kabid, staf. Bagi tugas, koordinasikan. Satukan, bukan pecah belah,” tegasnya.

Wanda kemudian menggunakan analogi kapal untuk menggambarkan tanggung jawab seorang kepala perangkat daerah.

"Kapal dibuat bukan untuk bersandar di pelabuhan. Kepala dinas adalah kapten. Ada ahli mesin, ada layar. Muatannya adalah visi-misi Bupati dan Wakil Bupati untuk menyejahterakan Seruyan. Kalau kapalnya diam, wajar kita evaluasi,” ujarnya.

Kepada 50 kepala desa terpilih periode 2026–2034, Wanda meminta agar segera menjalankan amanah masyarakat dan membangun pelayanan pemerintahan yang kuat di desa masing-masing.

Ia juga menegaskan bahwa proses pemilihan kepala desa yang telah berlangsung beberapa waktu lalu merupakan pilihan masyarakat desa. Menurutnya, pemerintah kabupaten tidak melakukan intervensi terhadap pilihan warga.

"Pemilihan kepala desa ini murni pilihan masyarakat. Tidak ada intervensi dari Bupati Seruyan. Masyarakat sendiri yang menentukan siapa yang mereka pilih untuk memimpin desanya,” tegas Wanda.

Ia berharap para kepala desa dapat menjaga kepercayaan tersebut dengan memberikan pelayanan terbaik dan membangun desa selama masa jabatan delapan tahun ke depan.

"Saya yakin batin Pak Kades juga sama. Mudah-mudahan delapan tahun ke depan lancar dan sukses,” katanya.
Sementara kepada CPNS yang resmi diangkat menjadi PNS, Wanda mengingatkan bahwa menjadi aparatur sipil negara merupakan pilihan hidup yang diikuti tanggung jawab besar kepada negara dan masyarakat.

"Hari ini status calon ditinggalkan. Jadi PNS adalah pilihan saudara. Bukan pilihan orang tua atau calon mertua. Pelajari Undang-Undang ASN,” pesannya.

Ia meminta para PNS baru memahami tugas, fungsi, hak, kewajiban, serta kode etik sebagai aparatur negara agar mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

Pelantikan kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara serta penyematan atribut jabatan kepada pejabat yang dilantik.

Momentum tersebut diharapkan menjadi awal bagi para pejabat, PNS, dan kepala desa untuk bekerja nyata, memperkuat pelayanan publik, serta bersama-sama mewujudkan visi dan misi pembangunan Kabupaten Seruyan. (gan/jp).

Kepala Kemenhaj Barito Timur Instruksikan Jajaran Siapkan Fasilitas Jelang Tes Kesehatan CJH 1448 H Tahap I

TAMIANG LAYANG- Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Barito Timur, H Ahmad Fauzi, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menyiapkan sarana dan prasarana penunjang guna menyukseskan pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Haji Tahap I bagi Calon Jemaah Haji (CJH). Langkah cepat ini diambil usai menerima surat pemberitahuan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur.

H Ahmad Fauzi menegaskan, pentingnya kesiapan tempat dan koordinasi teknis agar seluruh rangkaian pemeriksaan berjalan tertib dan lancar. 

"Kami memberikan izin penuh penggunaan Aula Kantor Kemenhaj Barito Timur sebagai pusat pelaksanaan tes kesehatan yang dijadwalkan pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 08.00 hingga 12.00 WIB," ujar H Ahmad Fauzi, Senin (10/8/2026). 

Pemeriksaan Kesehatan Tahap I ini merupakan langkah krusial dalam menentukan.istitha'ah (kemampuan) kesehatan para jemaah. Melalui tahapan ini, tim medis dapat mengidentifikasi kondisi awal kesehatan jemaah, memetakan faktor risiko, serta menentukan arah pembinaan kesehatan lanjutan sesuai standar kriteria ketetapan pemerintah.

Rangkaian tes medis yang wajib diikuti para calon jemaah meliputi pemeriksaan anamnesis (riwayat kesehatan), fisik, penilaian activity daily living (aktivitas harian), hingga pemeriksaan kesehatan jiwa. Seluruh proses ini dirancang komprehensif demi memastikan ketahanan fisik dan mental para duyufurrahman sebelum menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Selain memfasilitasi lokasi, Kemenhaj Barito Timur juga menindaklanjuti imbauan Dinkes dengan mengundang dan mengarahkan seluruh CJH terdaftar agar hadir tepat waktu. Para jemaah diminta membawa dokumen kelengkapan administrasi yang dipersyaratkan, yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta materai Rp 10.000.

Sinergi erat antara Kemenhaj dan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur ini diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para calon jemaah. Ahmad Fauzi berharap seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan ini dapat berjalan optimal sehingga seluruh jemaah asal Barito Timur berada dalam kondisi fit dan memenuhi syarat kesehatan untuk berangkat. (zi/jp). 

BEJAT! Pria 60 Tahun Diduga Cabuli Anak di Kuala Pembuang, Polisi Langsung Bekuk

KUALA PEMBUANG- Kepolisian Resor (Polres) Seruyan mengamankan seorang pria berinisial AE (60) yang diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap seorang anak perempuan di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di sebuah rumah di Kuala Pembuang.

Kasus ini terungkap setelah orang tua korban tiba di rumah sekitar pukul 14.30 WIB dan mendapati anaknya dalam kondisi menangis. Setelah ditanya, korban kemudian menceritakan dugaan perbuatan tidak senonoh yang dialaminya dan diduga dilakukan oleh AE.

Orang tua korban selanjutnya menghubungi pria tersebut untuk meminta klarifikasi. Dalam komunikasi itu, AE disebut mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban.

Menurut keterangan yang diperoleh, terduga pelaku juga sempat menawarkan penyelesaian secara damai dengan memberikan sejumlah uang. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh keluarga korban yang memilih melaporkan kejadian itu kepada kepolisian untuk diproses sesuai hukum.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob Polres Seruyan bergerak menuju lokasi dan mengamankan AE tanpa perlawanan.

Kapolres Seruyan, AKBP Beddy Suwendi melalui Kasat Reskrim AKP M. Affandi, menegaskan komitmennya untuk menangani perkara tersebut secara profesional dan sesuai ketentuan hukum, terlebih kasus yang berkaitan dengan dugaan kekerasan atau kejahatan seksual terhadap anak.

"Kami tidak akan mentolerir segala bentuk kejahatan terhadap anak. Pelaku akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar AKP M. Affandi di Kuala Pembuang, Senin (10/8/2026).

Saat ini, AE telah diamankan di Mapolres Seruyan untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, korban akan mendapatkan pendampingan untuk membantu memastikan kondisi psikologisnya tetap terjaga selama proses penanganan perkara.

Polres Seruyan juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui atau menemukan dugaan tindak pidana terhadap anak. (gan/jp). 

Diduga Curi 1,2 Ton Buah Sawit, Pria di Tabalong Diamankan Polisi

TANJUNG- Seorang pria berinisial RW (43), warga Desa Mahe Pasar, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, diamankan polisi karena diduga terlibat dalam pencurian buah kelapa sawit di kawasan perkebunan yang dikelola melalui Kerja Sama Operasional (KSO) di wilayah Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong.

RW diamankan bersama barang bukti berupa satu unit truk berwarna merah dengan bak kayu berwarna kuning serta sekitar 80 janjang buah kelapa sawit dengan berat kurang lebih 1,2 ton.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, Senin (10/8/2026) saat dikonfirmasi membenarkan atas pengungkapan kasus tersebut. 

Ia menjelaskan, kasus tersebut terungkap pada Minggu (9/8/2026) dini hari.

Sebelumnya, pada Sabtu (8/8/2026) malam, pengawas perkebunan mendapat informasi dari karyawan mengenai adanya sebuah truk yang masuk ke kawasan kebun kelapa sawit yang dikelola perusahaan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, pelapor bersama sejumlah karyawan kemudian mendatangi lokasi perkebunan di wilayah Desa Kambitin Raya, Kecamatan Tanjung.

Pada Minggu dini hari, pelapor dan sejumlah karyawan melihat sebuah truk keluar dari kawasan perkebunan dan diduga mengangkut buah kelapa sawit. Kendaraan tersebut kemudian melaju menuju arah Pangi, Desa Garunggung, Kecamatan Tanjung.

Pelapor bersama karyawan selanjutnya mengikuti truk tersebut hingga kendaraan berhenti di wilayah Desa Mahe Seberang, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong.

Saat dilakukan pemeriksaan, RW yang diketahui sebagai sopir truk mengaku bahwa dirinya bersama dua orang rekannya telah mengambil buah kelapa sawit dari kawasan perkebunan tanpa izin dari pihak perusahaan.

Petugas Polsek Tanjung kemudian mengamankan RW beserta barang bukti ke Mapolsek Tanjung untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Tanjung, IPTU Ferry Andika Mei Hermawan, memimpin proses penanganan perkara tersebut.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap RW dan sejumlah saksi. Penyidik juga masih mendalami dugaan keterlibatan dua orang lainnya yang disebut berada bersama RW saat pengambilan buah kelapa sawit. Keduanya masih dalam pencarian polisi.

Polisi menegaskan proses hukum terhadap perkara tersebut masih berlangsung dan seluruh pihak yang diperiksa tetap memiliki hak serta kedudukan hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (fah/jp).

Minggu, 09 Agustus 2026

H Supian HK : Kerukunan Umat Jadi Modal Utama Pembangunan Kalsel

BANJARMASIN- Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Supian HK, menegaskan pentingnya memperkuat kerukunan, toleransi, dan moderasi beragama sebagai modal sosial dalam menjaga stabilitas sekaligus mendukung pembangunan di Kalimantan Selatan.

Pernyataan tersebut disampaikannya usai menghadiri silaturahmi Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. dengan tokoh agama se-Kalimantan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Gubernur Kalsel, H Muhidin, Wakil Gubernur Kalsel, H Hasnuryadi Sulaiman, jajaran Forkopimda Kalsel, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi keagamaan se-Kalimantan.

Menurut H Supian HK, kehadiran Menteri Agama dalam forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat komunikasi dan menyatukan visi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama.

"Kami menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Bapak Menteri Agama di Banua. Silaturahmi ini bukan sekadar temu sapa, tetapi forum strategis untuk menyatukan visi dalam menjaga kerukunan umat beragama,” ujar H Supian HK.

Ia menilai tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial, membangun sikap toleransi, serta memberikan pemahaman keagamaan yang sejuk di tengah masyarakat. Peran tersebut dinilai semakin penting dalam menghadapi berbagai dinamika sosial yang berkembang.

H Supian HK mengatakan, DPRD Kalsel siap memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Kalsel dalam mendukung program keagamaan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

"Tokoh agama memiliki posisi strategis dalam membangun masyarakat yang harmonis. Karena itu, sinergi antara pemerintah, DPRD, dan para tokoh agama perlu terus diperkuat,” katanya.

Ia juga berharap berbagai pandangan dan masukan yang disampaikan tokoh agama dalam forum tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat maupun daerah dalam menyusun kebijakan yang berkaitan dengan kehidupan keumatan dan pembangunan sosial.

Menurutnya, kerukunan bukan sekadar nilai sosial, tetapi menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan daerah. Masyarakat yang hidup rukun dan saling menghargai dinilai akan lebih mampu menjaga stabilitas serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan.

"Kerukunan adalah modal utama pembangunan. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai luhur Banua, saya yakin Kalimantan Selatan akan terus menjadi contoh daerah yang damai dan harmonis,” pungkasnya. (sar/ali/jp). 

Cegah Stunting dari Desa, Anggota DPRD Kalsel Dorong Penguatan Kesehatan Ibu dan Anak

BALANGAN- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Nor Fajeri, mendorong penguatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak sebagai langkah strategis mencegah stunting sejak dini.

Hal itu disampaikan Nor Fajeri saat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) satu titik terkait Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 1 Tahun 2012 tentang Kesehatan di Desa Gunung Riut, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Ahad (9/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti ibu hamil, orang tua balita, bidan desa, serta kader kesehatan dari empat desa, yakni Gunung Riut, Karya, Puyun, dan Liyu.

Nor Fajeri menegaskan, pencegahan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, dan masyarakat.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi, pemeriksaan kehamilan secara rutin, hingga pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.

"Kesehatan ibu hamil dan anak balita adalah fondasi utama. Kalau sejak awal kita jaga gizinya, pantau kesehatannya, dan libatkan bidan serta kader, maka risiko stunting bisa kita tekan,” ujar Nor Fajeri.

Ia menjelaskan, Perda Kalsel Nomor 1 Tahun 2012 tentang Kesehatan menjadi salah satu landasan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah. Karena itu, pemahaman terhadap regulasi tersebut dinilai penting tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga masyarakat.

"Peraturan daerah ini harus dipahami dan diketahui masyarakat agar bisa menjadi dasar dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat di bidang kesehatan,” katanya.

Nor Fajeri juga meminta kader dan bidan desa memperkuat pendampingan terhadap keluarga, terutama dalam memantau pertumbuhan balita, memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat dan pemenuhan gizi, serta mendorong ibu hamil rutin memeriksakan kehamilan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Ia menilai, desa memiliki posisi penting dalam pencegahan stunting karena menjadi lingkungan terdekat dengan keluarga. Dengan pendampingan yang konsisten, faktor risiko gangguan pertumbuhan anak diharapkan dapat diketahui dan ditangani lebih awal.

"Pencegahan stunting bukan hanya untuk kepentingan hari ini, tetapi merupakan investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang sehat hari ini adalah generasi yang akan menjadi pemimpin dan tenaga kerja produktif di masa depan. Karena itu, kita harus memulainya dari desa, dari keluarga, dari ibu hamil dan balita,” tegasnya.

Sosper berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi di lapangan, di antaranya akses pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi keluarga, serta kebutuhan peningkatan edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Pemerintah desa menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Sosialisasi serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga pemahaman masyarakat terhadap Perda Kesehatan semakin meningkat dan mendorong penguatan kesehatan ibu dan anak di wilayah pedesaan Kabupaten Balangan. (sar/ali/jp). 

58 Anggota Kontingen Pramuka Barito Utara Diberangkatkan ke Jamnas XII 2026

MUARA TEWEH- Sebanyak 58 anggota Kontingen Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Barito Utara diberangkatkan untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Selatan. 

Pelepasan dilakukan oleh Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, diwakili Sekda Muhlis, di halaman kantor bupati setempat, Minggu (9/8/2026). 

Dari 58 anggota kontingen tersebut, 32 orang merupakan Pramuka Penggalang putra dan putri yang terpilih melalui proses seleksi dari sembilan Kwartir Ranting (Kwarran) se-Barito Utara. Mereka akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan Jamnas bersama Pramuka Penggalang dari berbagai daerah di Indonesia.

Bupati Barito Utara, H Shalahuddin dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Muhlis, menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada seluruh peserta, pembina, serta pendamping kontingen.

Ia menegaskan, bahwa keikutsertaan dalam Jamnas bukan sekadar mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membawa nama baik daerah sekaligus menunjukkan karakter generasi muda yang disiplin, mandiri, dan berintegritas.

"Keikutsertaan adik-adik dalam jambore tersebut bukan sekadar mengikuti serangkaian kegiatan, tetapi juga menjadi suatu kehormatan bagi kita untuk membawa nama baik daerah yang kita banggakan ini, serta menunjukkan karakter generasi muda yang disiplin, mandiri, berintegritas, serta menjunjung tinggi semangat persaudaraan,” ujar Muhlis. 

Muhlis juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, menaati ketentuan yang berlaku, serta membangun persahabatan dengan sesama peserta dari berbagai daerah.

Muhlis juga berharap kontingen Barito Utara tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga memperoleh pengalaman, wawasan, dan nilai-nilai kepramukaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelumnya, etua Harian Kwarcab Barito Utara, Syahmiluddin A. Surapati, mengatakan keikutsertaan kontingen Barito Utara dalam Jamnas XII merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda melalui pendidikan kepramukaan.

"Kegiatan ini menjadi sarana bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman dan pendidikan kepramukaan melalui kegiatan nasional yang mempertemukan Pramuka Penggalang dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Syahmiluddin menjelaskan, 32 Pramuka Penggalang yang menjadi peserta Jamnas telah melalui proses seleksi dari sembilan Kwarran di Kabupaten Barito Utara. Mereka dinilai sebagai perwakilan terbaik dari masing-masing wilayah untuk membawa nama daerah di tingkat nasional.

"Alhamdulillah, 32 peserta ini adalah putra-putri terbaik Barito Utara yang mewakili kecamatan masing-masing. Mereka telah siap membawa nama baik daerah di tingkat nasional,” katanya. (emca/jp). 

Kapolsek Dusun Tengah Pimpin Ground Check Hotspot di Desa Pangkan

TAMIANG LAYANG- Polsek Dusun Tengah, Polres Barito Timur melakukan ground check titik panas (hotspot) di Desa Pangkan, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur, Minggu (9/8/2026) pagi. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, didampingi Kapolsubsektor Paku, IPTU Edi S. bersama personel Polsek Dusun Tengah, Relawan Komsar, serta Masyarakat Peduli Api.

Ground check dilakukan menyusul terdeteksinya titik hotspot melalui pemantauan satelit TERRA-AQUA/NOAA20-SNPP. Petugas turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi faktual di lapangan sekaligus mengantisipasi potensi terjadinya karhutla.

Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso melalui Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan keberadaan dan kondisi titik panas serta mencegah praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

"Dengan adanya kegiatan ini, ke depan kami akan terus konsisten melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat. Apabila ditemukan adanya titik hotspot yang disebabkan oleh aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, kami juga akan melakukan pendataan terhadap pemilik lahan,” ujar IPTU Stefanus.

Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk kepolisian, relawan, dan masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan karena dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan dan masyarakat.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, karena dampaknya dapat merugikan banyak pihak,” tambahnya.

Polsek Dusun Tengah memastikan kegiatan ground check, pemantauan, dan sosialisasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pencegahan karhutla di wilayah hukum Polsek Dusun Tengah. (zi/jp). 

Ratusan Pelajar Seruyan Adu Cepat di Lomba Lari 5K Meriahkan HUT ke-24 Kabupaten Seruyan

KUALA PEMBUANG- Ratusan pelajar dari berbagai tingkatan sekolah di Kabupaten Seruyan mengikuti lomba lari 5 kilometer (5K) yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Seruyan sekaligus HUT ke-81 Republik Indonesia, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Kuala Pembuang tersebut berlangsung meriah. Para peserta dilepas langsung Ketua Panitia HUT Seruyan, Agus Suharto, bersama Kepala Dinas Poraparbud Megawati beserta jajaran di garis start. Pelaksanaan lomba mendapat pengawalan dari pihak kepolisian untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.

Sebelum perlombaan dimulai, Agus Suharto memberikan motivasi kepada para peserta agar menjunjung tinggi sportivitas, pantang menyerah, dan berusaha meraih hasil terbaik.

"Bagi yang punya motivasi atau keinginan menjadi juara, agar betul-betul berjuang, berupaya, jangan takut lelah, dan jangan mudah menyerah. Hitung setiap langkah Anda untuk menjadi yang terdepan melangkahkan kaki di garis finish,” tegas Agus.

Agus mengatakan, lomba lari tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong generasi muda menerapkan pola hidup sehat sekaligus membangun mental yang tangguh dan pantang menyerah.
"Melalui olahraga, kita ingin mencetak generasi muda yang sehat, kuat, dan memiliki pemikiran cemerlang. Masyarakat mendambakan anak-anak muda yang memiliki kemampuan seperti itu untuk melanjutkan pembangunan di Kabupaten Seruyan,” tambahnya.

Ia juga mengajak masyarakat Seruyan untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan berolahraga sejak usia muda penting untuk membentuk generasi yang sehat dan produktif.

Kemeriahan lomba terlihat sepanjang rute. Para pelajar tampak memacu kecepatan untuk menjadi yang tercepat hingga mencapai garis finis.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Seruyan berharap dapat menemukan bibit-bibit atlet lari potensial dari kalangan pelajar yang nantinya mampu mengharumkan nama Kabupaten Seruyan di tingkat provinsi hingga nasional. (gan/jp). 

Sabtu, 08 Agustus 2026

Festival Tira Tangka Balang 2026 Ditutup, Kecamatan Seribu Riam Raih Juara Umum

PURUK CAHU- Festival Budaya Tira Tangka Balang Tingkat Kabupaten Murung Raya (Mura) Tahun 2026 resmi berakhir. Kecamatan Seribu Riam keluar sebagai juara umum dalam festival yang berlangsung pada 4–8 Agustus 2026 tersebut.

Penutupan festival dilakukan Bupati Murung Raya, Heriyus di panggung utama Alun-Alun Jorih Jerah, Puruk Cahu, Sabtu (8/8/2026) malam.

Festival budaya tahunan tersebut melibatkan masyarakat dan perwakilan dari 10 kecamatan se-Kabupaten Murung Raya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik hingga malam penutupan.

Bupati Murung Raya, Heriyus, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah berkontribusi dalam menyukseskan festival. Ia berharap kegiatan tersebut terus dikembangkan dan digelar lebih meriah pada tahun-tahun mendatang dengan melibatkan masyarakat secara lebih luas.

"Festival budaya tidak semata-mata menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga harus menjadi ruang edukasi dan inspirasi bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan semakin mencintai budaya daerah dan memiliki semangat untuk mempertahankannya di tengah arus modernisasi,” kata Heriyus.

Kepada peserta yang berhasil meraih juara maupun yang belum memperoleh hasil terbaik, Heriyus berpesan agar tidak berkecil hati. Ia mendorong seluruh peserta untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan sehingga dapat kembali berkompetisi pada festival tahun berikutnya.

Menurut Heriyus, pengembangan seni dan budaya harus dilandasi semangat perjuangan, kebersamaan, gotong royong, kepedulian, sopan santun, persatuan, kekeluargaan, dan tanggung jawab.

"Nilai-nilai tersebut diharapkan terus tumbuh melalui berbagai ruang kreativitas dan kompetisi budaya yang disediakan Pemerintah,” ujarnya.

Dalam hasil perlombaan Festival Budaya Tira Tangka Balang Tingkat Kabupaten Murung Raya Tahun 2026, Kecamatan Seribu Riam ditetapkan sebagai juara umum.

Sementara itu, Juara I Parade Tari Kreasi Daerah diraih Kecamatan Barito Tuhup Raya.

Pada lomba Karnaval Budaya, Juara I kategori umum diraih Dusmala Kabupaten Murung Raya. Untuk kategori perangkat daerah/kecamatan, Juara I diraih Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Murung Raya.

Adapun kategori sekolah, Juara I diraih SDN Beriwit 4. Sementara kategori favorit diraih bersama oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Murung Raya serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar). (dsk/maya/jp). 

Bartim Expo 2026 Resmi Dibuka

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur resmi membuka Bartim Expo 2026 di Lapangan Stadion Patianon, Tamiang Layang, Sabtu (8/8/2026) malam. Pameran berlangsung selama delapan hari, 8–15 Agustus 2026.

Bartim Expo 2026 secara langsung dibuka oleh Bupati Barito Timur, M. Yamin didampingi Wakil Bupati Adi Mula Nakalelu. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Barito Timur dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini diikuti organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, BUMN, BUMD, perbankan, organisasi masyarakat, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam sambutannya Bupati Barito Timur, M. Yamin, mengatakan bahwa Bartim Expo tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga sarana memperkenalkan potensi daerah, memperkuat promosi investasi, mendorong pertumbuhan UMKM, mengembangkan ekonomi kreatif, dan memperkuat sinergi pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat.

"Bartim Expo bukan sekadar kegiatan pameran. Lebih dari itu, expo ini merupakan wadah untuk memperkenalkan potensi daerah, memperkuat promosi investasi, mendorong pertumbuhan UMKM, mengembangkan ekonomi kreatif, serta mempererat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar M. Yamin didampingi Wabup Adi Mula Nakalelu. 

Menurut dia, Barito Timur memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, di antaranya perdagangan, pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata, seni dan budaya, serta produk unggulan UMKM.

Ia berharap Bartim Expo menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang usaha baru, memperluas jaringan pemasaran produk lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Barito Timur terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat infrastruktur ekonomi, dan mendukung pengembangan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah,” katanya.

Ia juga mendorong pelaku usaha untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas dan standar mutu produk, memperkuat pemasaran digital, serta menjadikan produk lokal sebagai kebanggaan masyarakat Barito Timur.

Kepada masyarakat, M. Yamin mengajak untuk mencintai dan menggunakan produk lokal. Menurutnya, membeli produk daerah merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap perputaran ekonomi dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.

Bupati juga meminta seluruh peserta memanfaatkan Bartim Expo untuk membangun jejaring, bertukar pengalaman, memperluas kemitraan, dan meningkatkan daya saing produk.

Ia berharap Bartim Expo dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah.

"Semoga Bartim Expo Tahun 2026 mampu menjadi agenda tahunan yang semakin berkualitas, semakin meriah, dan semakin memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi Kabupaten Barito Timur,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Bartim Expo 2026, Misnohartaku, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas promosi produk, serta membuka peluang fasilitasi kemitraan.

"Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah sebagai ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan membuka peluang fasilitasi kemitraan serta promosi produk,” kata Misnohartaku.

Menurutnya, Bartim Expo 2026 juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi dan misi Kabupaten Barito Timur 2025–2030, khususnya dalam mendorong pertumbuhan dan kemandirian ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan melalui optimalisasi potensi sumber daya lokal.

Misnohartaku menyebut, bahwa peserta Bartim Expo 2026 berasal dari seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perbankan, organisasi masyarakat, serta pelaku UMKM.

Selama pelaksanaan hingga 15 Agustus 2026, Bartim Expo 2026 diproyeksikan mampu mencatat omzet sekitar Rp2 miliar. (zi/jp). 

Bupati Kapuas Hadiri Trail Adhyaksa di Marabahan, Dorong Sinergi dan Potensi Pariwisata Antardaerah

MARABAHAN- Bupati Kapuas, HM. Wiyatno menghadiri Trail Adhyaksa bertajuk “Jelajah Alam Marabahan (JAM)” di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan olahraga otomotif tersebut diikuti sekitar 500 rider dari berbagai daerah.

Kehadiran Bupati Kapuas didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I Sangkai, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Agus Waluyo, serta Kepala Cabang Bank Kalteng Kapuas, Taufan Indrayana.

Trail Adhyaksa “Jelajah Alam Marabahan” digelar sebagai ajang olahraga sekaligus momentum menyemarakkan hari lahir Kejaksaan Republik Indonesia dan menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Kejaksaan Negeri Barito Kuala, Dr. Andrianto Budi Santoso mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari panitia, penyelenggara, Trail Adhyaksa Community, Almatsay President Event, hingga Pemerintah Kabupaten Barito Kuala.

Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah. Bahkan, sejumlah rider menempuh perjalanan jauh dari Blitar, Jawa Timur, untuk mengikuti kegiatan di Kabupaten Barito Kuala.

Menurut Andrianto, partisipasi peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa olahraga otomotif tidak sekadar menjadi wadah menyalurkan hobi, tetapi juga mampu memperkuat persaudaraan dan mempererat hubungan antarmasyarakat.

Ia berharap Trail Adhyaksa “Jelajah Alam Marabahan” dapat digelar secara konsisten dan menjadi agenda tahunan. Selain mendukung olahraga dan komunitas otomotif, kegiatan tersebut dinilai berpotensi mendorong sektor pariwisata serta menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

"Kami dari jajaran Kejaksaan senantiasa siap mendukung setiap kegiatan positif yang bertujuan untuk membangun dan memajukan daerah Barito Kuala. Selamat datang para peserta Adhyaksa Trail Jelajah Alam Marabahan. Mari kita nikmati alam, junjung sportivitas, kuatkan persaudaraan dan tebarkan semangat Adhyaksa,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Barito Kuala, H Bahrul Ilmi berharap pelaksanaan Trail Adhyaksa “Jelajah Alam Marabahan” berlangsung aman, lancar, dan sukses.

Bupati Kapuas, HM. Wiyatno turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, event olahraga otomotif ini tidak hanya menjadi sarana menyalurkan hobi dan meningkatkan sportivitas, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi serta membangun sinergi antardaerah.

"Semoga kegiatan ini berjalan lancar, aman dan sukses. Mudah-mudahan ke depan dapat terus dilaksanakan secara rutin dan semakin berkembang, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta semakin memperkuat hubungan dan sinergi antardaerah,” pungkasnya. (fah/hru/jp). 

SMSI Kalsel Gelar UKW Angkatan LXXI, 32 Wartawan Kalselteng Ikuti Uji Kompetensi

BANJARMASIN- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan LXXI yang diikuti 32 wartawan dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 8–9 Agustus 2026, di Aula Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin.

Pembukaan UKW digelar pada Sabtu (8/8/2026) sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme wartawan sekaligus memastikan kompetensi jurnalistik sesuai standar yang ditetapkan Dewan Pers.

Sebanyak 32 peserta dari berbagai daerah di Kalselteng mengikuti rangkaian ujian untuk mengukur kemampuan mereka sesuai jenjang kompetensi yang dipersyaratkan.

Pelaksanaan UKW menghadirkan tim penguji dari Dr. Soetopo melalui Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) FIKOM UPDM (B). Para peserta menjalani sejumlah tahapan penilaian yang mencakup kemampuan menggali informasi, melakukan wawancara, menulis berita, melakukan verifikasi, serta memahami etika dan hukum pers.

Ketua SMSI Provinsi Kalsel, Drs. Anang Fadillah, mengatakan UKW menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pers, terutama di tengah perkembangan media siber yang semakin pesat.

Menurut Anang, wartawan tidak cukup hanya memiliki kemampuan menulis berita. Wartawan juga dituntut memahami etika jurnalistik, melakukan verifikasi informasi, serta menyajikan berita yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Wartawan tidak hanya dituntut mampu menghasilkan berita, tetapi juga harus memahami etika jurnalistik, melakukan verifikasi informasi, serta menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Pembukaan UKW turut dihadiri Ketua PWI Kalimantan Selatan, Kapolsek Banjarmasin Tengah, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, jajaran SMSI, serta para peserta UKW.
UKW SMSI Kalsel Angkatan LXXI mengusung tema “Wartawan Kompeten, Pers Bermartabat, Bangsa Berdaulat”. Tema tersebut menjadi penegasan pentingnya kompetensi sebagai landasan dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti seluruh tahapan ujian sesuai standar kompetensi wartawan. Penilaian diarahkan untuk mengukur kemampuan teknis jurnalistik sekaligus pemahaman peserta terhadap kode etik dan ketentuan hukum yang berkaitan dengan kerja pers.

Melalui UKW tersebut, SMSI Kalsel berharap semakin banyak wartawan di wilayah Kalselteng yang memiliki kompetensi terukur dan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, berkualitas, serta sesuai dengan kode etik jurnalistik. (ali/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes