BREAKING NEWS

Pemprov Kalsel

Wakil Rakyat

Pemkab Batola

Senin, 31 Agustus 2026

Kapolsek Dusun Timur Turun Langsung Bagikan 1.500 Masker, Warga Diimbau Waspadai Kabut Asap

TAMIANG LAYANG- Mengantisipasi dampak kabut asap akibat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau, Polsek Dusun Timur, Polres Barito Timur, bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur membagikan 1.500 masker gratis kepada masyarakat, Senin (31/8/2026).

Pembagian masker dipimpin langsung Kapolsek Dusun Timur, IPDA Sulkhan Sururi, di depan Mako Polsek Dusun Timur, Kelurahan Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur. 

Personel Polsek Dusun Timur bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur dan Bhayangkari turun langsung membagikan masker kepada masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.

Selain membagikan masker, petugas juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama apabila kualitas udara mulai terdampak kabut asap.

Kapolsek Dusun Timur, IPDA Sulkhan Sururi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk membantu melindungi masyarakat dari risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, khususnya memasuki musim kemarau yang berpotensi menimbulkan kabut asap akibat karhutla,” kata IPDA Sulkhan.

Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan partikel dan asap ketika kondisi udara memburuk.

IPDA Sulkhan juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau indikasi karhutla.

Kegiatan pembagian masker mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menyambut baik langkah Polsek Dusun Timur dan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur yang dinilai membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus mewaspadai dampak kabut asap. (zi/jp). 

Minggu, 30 Agustus 2026

Tim Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Raih Juara II Domino Orado KNPI Cup 2026

TAMIANG LAYANG- Tim Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tamiang Layang meraih Juara II kategori OPD/Instansi Vertikal/OKP pada Turnamen Domino Orado KNPI Cup 2026 Kabupaten Barito Timur. Turnamen tersebut digelar di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Mantawara, Tamiang Layang, Minggu (30/8/2026).

Tim Rutan Tamiang Layang yang diperkuat Rizky Adrian Nakalelo, S.H., dan Meidi Kristian berhasil melaju hingga babak final setelah melewati sejumlah pertandingan dalam turnamen yang diikuti peserta dari berbagai kalangan.

Pada laga final yang berlangsung pukul 16.00 WIB, Tim Rutan Tamiang Layang berhadapan dengan Tim Pengadilan Agama. Meski telah tampil maksimal, tim Rutan harus puas menempati posisi kedua dan membawa pulang gelar Juara II pada kategori OPD/Instansi Vertikal/OKP.

Turnamen Domino Orado KNPI Cup 2026 dibuka pada Jum'at (28/8/2026). Berdasarkan data panitia, sebanyak 88 tim atau 264 peserta ambil bagian dalam turnamen tersebut. Peserta terbagi dalam kategori umum serta kategori OPD, instansi vertikal, OKP, dan organisasi.

Kepala Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Agung Novarianto, mengapresiasi capaian yang diraih para pegawainya. Menurut dia, prestasi tersebut menunjukkan semangat dan kekompakan pegawai Rutan dalam mengikuti kegiatan di tengah masyarakat.

"Prestasi ini merupakan hasil dari semangat, kekompakan, dan sportivitas yang ditunjukkan oleh para pegawai. Kami mengapresiasi capaian ini dan berharap semangat kebersamaan serta sinergitas antarinstansi dapat terus terjalin melalui berbagai kegiatan positif,” ujar Agung.

Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen tersebut juga menjadi wadah silaturahmi dan interaksi antarpeserta dari berbagai instansi dan organisasi di Kabupaten Barito Timur.

Capaian Juara II ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pegawai Rutan Kelas IIB Tamiang Layang untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan positif, sekaligus memperkuat hubungan dan sinergi dengan pemerintah daerah, instansi lain, organisasi, serta masyarakat. (zi/jp). 

Camat Pematang Karau Tekankan Keselamatan dan Pelestarian Budaya di Festival Nange Raren

TAMIANG LAYANG- Camat Pematang Karau, Setia Murni, S.IP., M.M, menekankan pentingnya keselamatan, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam pelaksanaan Festival Nange Raren di Tepian Sungai Raren, Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur.

Hal itu diungkapkan Camat Setia Murni usai pembukaan Festival Nange Raren di Tepian Sungai Raren, Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Minggu (30/8/2026). 

Festival Nange Raren resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku. Pembukaan turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kades Bambulung beserta aparat desa, masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Setia Murni mengapresiasi panitia pelaksana dan Pemerintah Desa Bambulung yang telah berupaya menyelenggarakan festival sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal masyarakat.

"Terima kasih atas kerja keras panitia pelaksana dan pemerintah desa yang telah berupaya melestarikan budaya yang ada,” ujar Setia Murni. 

Menurutnya, keselamatan harus menjadi perhatian utama selama seluruh rangkaian kegiatan festival berlangsung. Ia meminta panitia dan tim keamanan memperketat pengawasan, khususnya terhadap pengunjung yang berada di tepian sungai, jembatan, serta area panggung yang berada di sekitar Sungai Raren.

Selain aspek keselamatan, Setia Murni mengajak masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat untuk bersama-sama menjaga kebersihan Sungai Raren. Ia menilai keberadaan sungai memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Desa Bambulung sehingga kelestariannya perlu menjadi tanggung jawab bersama.

"Jaga kebersihan sungai karena sungai merupakan salah satu sumber kehidupan masyarakat Bambulung,” katanya.

Setia Murni juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat kondisi yang rawan terjadi kebakaran.

Festival yang digelar di kawasan Sungai Raren tersebut menjadi wadah pelaksanaan berbagai kegiatan budaya dan olahraga tradisional. 

Setia Murni berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya, keselamatan, dan lingkungan di sekitar Sungai Raren. (zi/jp). 

Pria di Banjarmasin Diamankan Usai Diduga Lakukan Pelecehan terhadap Anak

BANJARMASIN- Seorang pria berinisial IK (42), warga Pekapuran Raya, diamankan Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Tengah setelah diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap seorang anak perempuan berusia 13 tahun.

IK diamankan polisi pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 21.00 WITA. Peristiwa tersebut terjadi di area parkiran Kamboja, Jalan H Anang Adenansi, Kelurahan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kasi Humas Polresta Banjarmasin, IPDA Adi Harry Sucahyo, S.H., mengatakan kejadian bermula saat korban bersama ibunya tengah berjalan-jalan di kawasan tersebut.

IK yang berada di belakang korban diduga memegang bagian bokong korban. Tindakan tersebut kemudian ditegur oleh ibu korban.

Alih-alih meminta maaf, IK justru disebut mengamuk sehingga menarik perhatian warga sekitar. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Banjarmasin Tengah.

"Petugas yang menerima laporan langsung bergerak dan mengamankan IK ke Polsek Banjarmasin Tengah," kata IPDA Adi Harry Sucahyo, di Banjarmasin, Minggu (30/8/2026).

Namun, kasus tersebut tidak dilanjutkan ke proses hukum setelah pihak keluarga korban memilih menyelesaikan persoalan secara damai.

"Sesuai permintaan ibu korban, kita lakukan pembinaan dan harapannya ke depan tidak terulang kembali," jelasnya.

IPDA Adi juga mengapresiasi respons warga yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Menurutnya, partisipasi masyarakat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor kepada kepolisian apabila melihat atau mengalami gangguan kamtibmas.

"Tentunya ini sejalan dengan Commander’s Wish Kapolresta Banjarmasin, 'Kayuh Baimbai Jaga Banua, Bersama Kita Wujudkan'. Kami selalu siap hadir untuk masyarakat guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif," pungkasnya. (fah/jp). 

Sekda Barito Timur Tegaskan Festival Nange Raren Bukan Sekadar Hiburan, Sungai Raren Jadi Panggung Budaya

TAMIANG LAYANG- Tepian Sungai Raren di Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, berubah menjadi panggung budaya dan olahraga tradisional saat Festival Nange Raren resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku.

Dalam sambutannya Sekda Barito Timur, Misnohartaku mengapresiasi panitia pelaksana, Pemerintah Desa Bambulung, Pemerintah Kecamatan Pematang Karau, serta masyarakat yang berinisiatif menggelar kegiatan tersebut.

Menurut Misnohartaku, Festival Nange Raren bukan sekadar ajang hiburan dan perlombaan. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus mengangkat potensi Sungai Raren yang selama ini memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Desa Bambulung.

"Sungai Raren tidak hanya menjadi bentangan alam, tetapi juga urat nadi kehidupan, sumber penghidupan, serta bagian dari sejarah dan peradaban masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, bahwa penyelenggaraan pertunjukan seni, permainan rakyat, dan olahraga tradisional di atas serta di sekitar aliran Sungai Raren memberikan daya tarik tersendiri. Festival tersebut sekaligus diharapkan mampu mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pelestarian budaya lokal.

"Aliran Sungai Raren disulap menjadi panggung untuk melestarikan warisan leluhur,” katanya.

Selain budaya, Misnohartaku menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Ia mengajak masyarakat menjadikan Festival Nange Raren sebagai momentum untuk menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem sungai.

Karena sebagian rangkaian kegiatan berlangsung di kawasan perairan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Misnohartaku meminta seluruh peserta dan masyarakat mematuhi ketentuan teknis serta arahan keselamatan yang ditetapkan panitia.

"Kemeriahan acara harus berjalan beriringan dengan rasa aman,” tegasnya.

Para peserta diingatkan menggunakan perlengkapan keselamatan perairan, seperti jaket pelampung atau life vest, sesuai ketentuan perlombaan. Peserta juga diminta memastikan kondisi fisik dan kesehatan sebelum mengikuti pertandingan.

Sementara bagi masyarakat dan penonton, Misnohartaku mengimbau agar tetap berada di area yang telah ditentukan dan tidak berdesak-desakan di tepian sungai, jembatan, maupun rakit sementara yang memiliki batas kapasitas.

Pengawasan terhadap anak-anak juga menjadi perhatian. Orang tua dan orang dewasa diminta memastikan anak-anak tidak bermain di dekat bibir sungai tanpa pendampingan.

Kepada panitia dan tim penyelamat, ia meminta kesiapsiagaan tim medis, petugas water rescue, serta armada pertolongan, khususnya di titik-titik yang dinilai rawan sepanjang jalur kegiatan.

Selain mengedepankan keselamatan, Misnohartaku mengajak seluruh peserta menjadikan festival sebagai wadah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mempererat kebersamaan.

Ia meminta seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, persaudaraan, dan semangat kebersamaan selama kegiatan berlangsung.

"Semoga Sungai Raren terus mengalirkan keberkahan, semangat kebersamaan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Desa Bambulung dan Kabupaten Barito Timur,” harapnya.

Sejumlah pejabat dan tamu undangan turut hadir, di antaranya kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Camat Pematang Karau, serta undangan lainnya. (zi/jp). 

Perkuat Integritas dan Kinerja Layanan, Kankemenhaj Bartim Ikuti Pembinaan ASN di Palangka Raya

PALANGKA RAYA- Jajaran Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kankemenhaj) Kabupaten Barito Timur (Bartim) yang dipimpin langsung oleh Kepala Kankemenhaj Bartim, H Ahmad Fauzi, mengikuti kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Tengah. 

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Jum'at–Minggu (28–30/8/2026), bertempat di Best Western Batang Garing Hotel, Palangka Raya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenhaj Kalimantan Tengah, Hasan Basri. Pembinaan ini dirancang untuk meningkatkan kinerja, integritas, akuntabilitas, kedisiplinan, serta profesionalisme ASN dalam memberikan pelayanan publik, khususnya bagi jemaah haji dan umrah.

Pada hari pertama, Jum'at (28/8/2026), peserta mengikuti sesi pemaparan materi secara daring dari Karo Organisasi dan SDM Setjen Kemenhaj RI, Muhammad Arif, yang membawakan topik "Mewujudkan ASN Kementerian Haji dan Umrah yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berintegritas".

Rangkaian agenda dilanjutkan pada Sabtu (29/8/2026) dengan pemaparan langsung oleh Kabag Pengelolaan Hasil Pengawasan & Dumas Itjen Kemenhaj RI, Khalilurrahman. Ia menekankan pentingnya tertib administrasi keuangan serta mengawal sosialisasi pembentukan Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG).

Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan materi terkait penguatan kapasitas SDM, pembangunan SDM unggul melalui talent management, hingga strategi mewujudkan Zona Integritas (ZI) menuju pelayanan prima yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kegiatan hari kedua ditutup dengan Penandatanganan Komitmen Bersama oleh Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah.

Kepala Kemenhaj Barito Timur, H Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa keikutsertaan jajarannya dalam pembinaan ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat tata kelola kelembagaan dan kedisiplinan pegawai di wilayah Barito Timur.

"Pelayanan haji dan umrah yang baik dan bermutu berawal dari ASN yang berintegritas, profesional, dan siap melayani. Momentum pembinaan ini kami jadikan pijakan untuk terus meningkatkan mutu layanan kepada jemaah maupun masyarakat luas di Kabupaten Barito Timur," ujar H Ahmad Fauzi.

Rangkaian kegiatan pesmi ditutup pada Minggu (30/8/2026). (zi/jp). 

Polsek Dusun Tengah Tindak Cepat Kebakaran Lahan di Sumber Garunggung, Api Padam

TAMIANG LAYANG- Personel Polsek Dusun Tengah, Polres Barito Timur, bergerak cepat menindaklanjuti laporan kebakaran lahan milik warga di Desa Sumber Garunggung, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Minggu (30/8/2026).

Penanganan dilakukan mulai pukul 10.00 WIB dengan mengerahkan empat personel menggunakan satu unit kendaraan roda empat. Personel menempuh perjalanan sekitar 30 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 50 menit hingga tiba di lokasi kebakaran yang berada di area lahan tebangan masyarakat.

Setibanya di lokasi, personel Polsek Dusun Tengah bersama Bhabinkamtibmas Desa Sumber Garunggung langsung melakukan pengecekan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan lagi api maupun asap di lokasi sehingga kondisi dinyatakan aman.

Lahan yang terbakar diperkirakan seluas sekitar satu hektare. Area tersebut merupakan lahan tebangan masyarakat, sedangkan pemilik lahan belum diketahui.

Selain memastikan api telah padam, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M., mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti setiap laporan terkait kebakaran lahan guna mencegah api kembali muncul dan meluas.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sekecil apa pun informasi mengenai titik api harus segera dilaporkan sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” ujar Stefanus.

Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lahan yang mudah terbakar serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Kami mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya titik api atau kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Hasil pengecekan terakhir menunjukkan kondisi lokasi kebakaran di Desa Sumber Garunggung dalam keadaan aman. Tidak ditemukan lagi api maupun asap di area tersebut. (zi/jp). 

Maulid 1448 H, Pemkab Seruyan Salurkan Santunan Duafa dan Donasi Korban Kebakaran

KUALA PEMBUANG- Pemerintah Kabupaten Seruyan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dirangkai dengan penyaluran santunan kepada kaum duafa dan penggalangan donasi bagi korban kebakaran di Kampung Kumai. Kegiatan dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Wakil Bupati Seruyan, Minggu (30/8/2026).

Peringatan Maulid dihadiri Wakil Bupati Seruyan, H Supian, jajaran Forkopimda, pejabat Pemkab Seruyan, Ketua GOW Seruyan, Hj Norhayati Supian, tokoh agama, serta ratusan jemaah dan anggota majelis taklim.

Selain ceramah agama, kegiatan diisi dengan penyerahan santunan bagi kaum duafa, penggalangan donasi untuk korban kebakaran Kampung Kumai, dan doa bersama. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Wakil Bupati Seruyan, H Supian mengatakan, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.

"Mudah-mudahan Maulid ini tidak hanya rutinitas tahunan. Semoga memberi manfaat bagi kita, anak cucu, daerah, bangsa dan negara. Momentum ini menambah kecintaan kepada Rasulullah SAW, memotivasi mengikuti sunnah beliau, dan meningkatkan iman kepada Allah SWT,” kata H Supian.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan organisasi kemasyarakatan, organisasi wanita, dan majelis taklim yang aktif dalam kegiatan keagamaan di Kabupaten Seruyan.

Menurut H Supian, kebersamaan antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun Seruyan menjadi daerah yang religius, harmonis, dan sejahtera.

H Supian turut mendorong agar tradisi memperingati Maulid Nabi terus digelorakan di berbagai lingkungan, mulai dari majelis taklim, sekolah tingkat SD hingga SMA, madrasah, hingga rumah-rumah warga.

"Semoga kegiatan seperti ini terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sehingga nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk memohon keberkahan, kelancaran pembangunan, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Seruyan. (gan/jp). 

Sabtu, 29 Agustus 2026

Ribuan Jemaah Padati Maulid Nabi 1448 H di Masjid Agung Nurul Yaqin, Wabup Seruyan Tekankan Keteladanan Akhlak Rasulullah

KUALA PEMBUANG- Ribuan jemaah memadati Masjid Agung Nurul Yaqin, Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Sabtu (29/8/2026) malam.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Seruyan bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Agung Nurul Yaqin tersebut dihadiri Wakil Bupati Seruyan, H Supian, jajaran Forkopimda, pejabat daerah, tokoh agama, pengurus masjid, serta ribuan masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengangkat tema, “Dengan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Mari Kita Teladani Akhlak Rasulullah SAW dan Menjaga Aqidah serta Ukhuwah Islamiyah”.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Seruyan, H Supian, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda yang tengah menjalankan tugas kedinasan di luar daerah.

Menurut H Supian, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya dimaknai sebatas agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menerapkan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

"Peringatan Maulid bukan sekadar agenda rutin. Ini momentum memupuk cinta kepada Rasulullah SAW, meneladani uswatun hasanah, dan memperkuat iman kepada Allah SWT,” tegas H Supian.

Tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan Prof. Dr. K.H. Awaludin Pimay, Lc. Dalam ceramahnya, ia mengajak jemaah meneladani sifat dan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menekankan pentingnya kejujuran dalam ucapan dan perbuatan, sikap tawadhu atau rendah hati, sifat pemurah dan amanah, serta akhlak karimah seperti pemaaf, menghormati sesama, dan tetap berbuat baik meskipun mendapat perlakuan tidak baik.

K.H. Awaludin juga mengingatkan bahwa kesalehan tidak cukup hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi harus tercermin dalam kepedulian dan manfaat yang diberikan kepada orang lain.

"Jangan hanya menjadi pribadi baik lewat ibadah ritual. Jadilah khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” pesannya.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat. Selain tausiyah, jemaah mengikuti doa bersama untuk memohon keselamatan, keharmonisan, serta kesejahteraan masyarakat dan Kabupaten Seruyan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat keimanan, menjaga aqidah, serta meningkatkan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Seruyan. (gan/jp). 

Satu Jam Berjibaku, Tim Gabungan Padamkan Karhutla 4 Hektare di Baruyan

TAMIANG LAYANG- Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Dusun Tengah, pemadam kebakaran (Damkar), relawan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat berhasil memadamkan kebakaran lahan perkebunan warga seluas sekitar 4 hektare di Desa Baruyan, RT. 03, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur, Sabtu (29/8/2026).

Pemadaman berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 13.00 WIB. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas tetap melakukan pemantauan terhadap sisa asap untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Penanganan dilakukan setelah personel menerima informasi adanya kebakaran lahan. Lokasi kejadian berjarak sekitar 20 kilometer dari Polsek Dusun Tengah, dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit melalui jalur darat.

Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas. Sebanyak 4 personel Polri, 4 personel Damkar Paku, 15 relawan Komsar, 10 personel Pemerintah Desa Baruyan, 15 warga, serta Camat Raren Batuah bersama staf terlibat dalam penanganan tersebut.

Tim berjibaku memadamkan kobaran api yang membakar lahan hingga akhirnya api berhasil dikendalikan. Petugas kemudian melakukan penyisiran dan pemantauan di sekitar lokasi karena masih ditemukan sisa asap.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 4 hektare. Lahan tersebut berupa kebun karet yang tidak terurus dan dipenuhi semak belukar. Hingga penanganan selesai, pemilik lahan belum diketahui.

Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, mengatakan kecepatan respons dan sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Begitu mendapatkan informasi adanya kebakaran lahan, personel bersama unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dan berlangsung sekitar satu jam hingga api berhasil dikendalikan. Setelah api padam, personel tetap melakukan pemantauan terhadap sisa asap untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala,” ujar Stefanus.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, lahan yang kering dan dipenuhi semak belukar dapat membuat api cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api atau mengetahui adanya kebakaran hutan dan lahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian maupun petugas terkait agar dapat ditangani dengan cepat sebelum api meluas,” tegasnya.

Berkat sinergi Polri, Damkar, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat, kebakaran lahan di Desa Baruyan berhasil dipadamkan. Kondisi di lokasi terpantau aman dan kondusif, sementara pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. (zi/jp). 

Kebakaran Hanguskan 11 Rumah di Tabalong, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar

TANJUNG- Kebakaran hebat melanda kawasan perbatasan Kelurahan Belimbing dan Desa Kapar, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Sabtu (29/8/2026) sore. Sebanyak 11 rumah warga hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 Wita tersebut.

Di Kelurahan Belimbing, tepatnya di Jalan Patmaraga RT. 13, api menghanguskan empat rumah dengan tingkat kerusakan mencapai sekitar 90 persen. Keempat rumah tersebut masing-masing milik Ema Mahadiana, Hamkani, Abdurrahman, dan Armasyah.

Api kemudian merembet ke wilayah Desa Kapar RT 07 dan membakar tujuh rumah milik Sumadi, Sarwo Bangun, Abdul Said, H. Supriyanto, Slamat Purnomo, Yatinem, dan Sutiman.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., melalui Kasi Humas Polres Tabalong, IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., mengatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.

"Sebagian besar bangunan rumah terbuat dari material kayu. Kondisi udara yang cukup kering dan tiupan angin yang kencang membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lainnya,” jelasnya.

Puluhan unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api. Petugas bersama warga berjibaku melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.00 Wita.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp2 miliar.

Untuk memastikan penyebab kebakaran, Unit Inafis Satreskrim Polres Tabalong melakukan penyelidikan di lokasi. Proses penyelidikan tersebut dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Tabalong, AKP Danang Eko Prasetyo, S.Sos., M.M.

Polres Tabalong mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diminta memastikan instalasi listrik, kompor, dan sumber api lainnya dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi layanan Polisi 110 atau mendatangi kantor polsek terdekat. (fah/jp). 

Festival Nikep IV di Lalap Resmi Dibuka, Tradisi Dayak Maanyan Didorong Jadi Ikon Budaya dan Wisata Bartim

TAMIANG LAYANG- Festival Nikep IV Tahun 2026 resmi dibuka di Desa Lalap, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, Sabtu (29/8/2026). Pembukaan festival dilakukan Sekretaris Daerah Barito Timur, Misnohartaku mewakili Bupati Barito Timur M. Yamin.

Festival Nikep tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi upaya melestarikan tradisi leluhur masyarakat Dayak Maanyan sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap adat, seni, dan budaya daerah.

Dalam sambutan Bupati Barito Timur, M. Yamin yang dibacakan Misnohartaku, disampaikan apresiasi kepada panitia, Pemerintah Desa Lalap, tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Festival Nikep IV.

"Festival Nikep bukan hanya sekadar kegiatan hiburan dan perayaan masyarakat. Lebih dari itu, festival ini merupakan salah satu wujud nyata dari upaya kita bersama dalam melestarikan adat istiadat, seni, budaya, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur,” ujar Misnohartaku. 

Nikep merupakan tradisi menangkap ikan secara tradisional yang dikenal dalam kehidupan masyarakat Dayak Maanyan. Tradisi ini menggunakan peralatan sederhana berupa anyaman rotan yang disebut ansiding, dengan memanfaatkan kondisi perairan setempat pada musim kemarau.

Bagi masyarakat Dayak Maanyan, Nikep bukan sekadar aktivitas mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Tradisi tersebut juga mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, kearifan lokal, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Karena itu, Festival Nikep dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan tradisi tersebut agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Misnohartaku juga mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam pelestarian budaya daerah.

"Jangan sampai generasi kita hanya menjadi penonton terhadap kebudayaannya sendiri,” tegasnya.

Generasi muda didorong mempelajari sejarah, mengenal adat istiadat, melestarikan bahasa daerah, mendukung seni tradisional, serta menggali potensi budaya yang ada di Barito Timur.

Menurut Misnohartaku, pelestarian budaya tidak berarti menutup diri terhadap perkembangan zaman. Teknologi digital justru dapat dimanfaatkan untuk mendokumentasikan, mempromosikan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Barito Timur kepada masyarakat yang lebih luas.

Tradisi lokal juga dapat dikemas secara kreatif melalui platform digital sehingga lebih mudah diterima generasi muda sekaligus menarik minat masyarakat dari luar daerah.

Selain menjaga tradisi, Festival Nikep IV diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Barito Timur memiliki beragam kekayaan adat, seni, budaya, tradisi, dan potensi wisata yang dapat dikembangkan sebagai aset daerah. Pemerintah Kabupaten Barito Timur menyatakan terus mendukung kegiatan pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi kreatif.

Kehadiran peserta dan pengunjung selama festival diharapkan memberi peluang bagi pelaku UMKM, pengrajin, pelaku seni, dan masyarakat setempat untuk memperkenalkan serta memasarkan produk unggulan daerah.

Dengan demikian, budaya dan pariwisata tidak hanya menjadi warisan yang dibanggakan, tetapi juga dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Misnohartaku berharap Festival Nikep tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi terus berkembang menjadi salah satu ikon budaya dan wisata daerah.

Festival tersebut diharapkan mampu mempertemukan pelestarian tradisi, keterlibatan generasi muda, pengembangan pariwisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Misnohartaku menyampaikan apresiasi kepada sponsor dan donatur, Karang Taruna Kabupaten Barito Timur, Pemerintah Desa Lalap, BPD Desa Lalap, Karang Taruna Desa Lalap, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Lalap, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, insan pers, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan Festival Nikep IV.

"Mari kita jadikan Festival Nikep IV Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan kita terhadap budaya dan daerah Kabupaten Barito Timur,” pesannya.

Misnohartaku berharap seluruh rangkaian Festival Nikep IV Tahun 2026 berjalan lancar, aman, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dari Desa Lalap, tradisi Nikep kembali diangkat sebagai warisan budaya yang tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga memiliki nilai penting untuk diwariskan kepada generasi berikutnya sekaligus dikembangkan sebagai potensi wisata dan ekonomi kreatif Barito Timur. (zi/jp).

Gerak Cepat, Bhabinkamtibmas dan Warga Kendalikan Karhutla di Desa Dayu

TAMIANG LAYANG- Respons cepat Bhabinkamtibmas bersama Babinsa, relawan, petugas pemadam kebakaran (Damkar), dan masyarakat berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah RT. 05, Desa Dayu, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, Sabtu (29/8/2026).

Penanganan kebakaran dimulai sekitar pukul 17.50 WIB setelah Bhabinkamtibmas Desa Dayu, Briptu Sabtu Harvi Hendrawan, menerima laporan dari masyarakat terkait kebakaran lahan.

Bersama Babinsa Desa Dayu, Relawan Desa Dayu, serta petugas Damkar Tamiang Layang, Bhabinkamtibmas langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Setibanya di lokasi, tim gabungan segera melakukan upaya pemadaman guna mencegah api merembet ke area lain. Berkat respons cepat dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dikendalikan.

Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 0,25 hektare. Tidak disebutkan adanya korban dalam peristiwa tersebut.

Selain melakukan pemadaman, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan, terutama di tengah kondisi lahan yang kering dan berpotensi membuat api cepat meluas.

Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, mengapresiasi respons cepat personel kepolisian bersama unsur terkait dan masyarakat dalam menangani laporan karhutla.

"Begitu menerima laporan masyarakat, personel bersama Babinsa, relawan dan petugas pemadam kebakaran segera bergerak ke lokasi. Sinergi seperti ini sangat penting untuk mempercepat penanganan sehingga api tidak meluas dan dapat segera dikendalikan,” ujar Stefanus.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena api dapat menyebar dan menimbulkan dampak yang lebih luas. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegasnya.

Kerja sama antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, relawan, petugas Damkar, dan masyarakat membuat kebakaran lahan seluas sekitar 0,25 hektare tersebut berhasil dikendalikan. (zi/jp). 

Pemkab HSS Anggarkan Tiga Perahu Naga Baru untuk Perkuat Pembinaan Atlet

KANDANGAN- Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) berencana mengalokasikan anggaran untuk pengadaan tiga perahu naga baru melalui APBD Perubahan 2026. Sarana tersebut disiapkan untuk mendukung latihan atlet sekaligus penyelenggaraan lomba dayung di daerah.

Rencana itu disampaikan Wakil Bupati HSS, H Suriani saat membuka Lomba Dayung Perahu Naga HSS 2026 di Dermaga Pelabuhan LLASDP Dinas Perhubungan, Desa Tumbukan Banyu, Kecamatan Daha Selatan, Sabtu (29/8/2026).

"Pemkab HSS akan selalu mendukung setiap kegiatan olahraga di daerah. Wujud kepedulian ini insya Allah akan kita realisasikan pada APBD Perubahan 2026 mendatang dengan mengalokasikan pembelian tiga buah perahu naga baru,” ujar H Suriani.

Menurut H Suriani, tiga perahu tersebut nantinya dapat digunakan untuk menunjang latihan atlet dan mendukung penyelenggaraan berbagai event dayung di HSS, termasuk kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten HSS.

Suriani hadir mewakili Bupati HSS, H Syafrudin Noor dalam pembukaan lomba yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Agustus 2026. Pembukaan ditandai dengan penyerahan kayuh perahu secara simbolis kepada panitia pelaksana.

Dalam sambutan tertulis Bupati HSS, H Syafrudin Noor yang dibacakan H Suriani, disebutkan bahwa kondisi geografis HSS yang memiliki wilayah perairan menjadi salah satu modal dalam pengembangan olahraga dayung.

Ia mendorong potensi tersebut diikuti pembinaan secara berkelanjutan agar atlet HSS mampu meningkatkan prestasi dan bersaing hingga tingkat provinsi maupun nasional.

"Lomba dayung ini hendaknya dimaknai sebagai penyemangat untuk terus berpacu membangun banua, serta lambang kebersamaan dan kolaborasi menuju masa depan. Cita-cita pembangunan tidak akan bisa dicapai tanpa adanya kerja sama yang solid,” kata H Suriani. 

Pengembangan olahraga dayung, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi sarana memanfaatkan potensi daerah dan memberikan ruang positif bagi generasi muda.

Penyediaan sarana olahraga, pembinaan atlet, serta pelaksanaan kompetisi secara berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat pembinaan olahraga dayung di HSS.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) HSS sekaligus Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) HSS, Dody Puriyandhani, mengatakan lomba tahun ini juga diarahkan untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mendorong regenerasi.

Kategori undangan pada hari pertama diikuti sembilan tim dari Kabupaten Banjar, Balangan, Hulu Sungai Utara, Kota Banjarmasin, serta dua tim dari HSS.

Sementara kategori lokal pada hari kedua diikuti 21 tim dari wilayah Daha.

"Setiap tim lokal diwajibkan menyertakan minimal empat orang atlet yang berusia di bawah 18 tahun,” kata Dody.

Para peserta berlomba menempuh lintasan sepanjang 500 meter dengan garis finis berada di depan dermaga pelabuhan. Selain memperebutkan trofi dan uang pembinaan, lomba tersebut menjadi ajang bagi atlet muda untuk menambah pengalaman bertanding.

Pada kategori undangan, Wasaka Banjarmasin meraih juara pertama. Satria Muda (Alalak) menempati posisi kedua, sedangkan Kabupaten Banjar berada di peringkat ketiga.

Hasil lengkap kategori undangan Juara I Wasaka Banjarmasin; Juara II Satria Muda (Alalak); Juara III Kabupaten Banjar; Juara IV Satria Wangkang Battalion; Juara V PODSI HSS; dan Juara VI Daha HSS. 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD HSS dari Dapil Daha, H Husnan, Ketua KONI HSS, Syamsuri Arsyad, perwakilan unsur Forkopimda HSS, kepala OPD terkait, jajaran camat se-Wilayah Daha, perwakilan BUMD dan perusahaan pendukung, serta official dan manajer tim. (ari/jp). 

Alpiya Rakhman Dorong Kader HMI Perkuat Kepemimpinan dan Wawasan Kebangsaan

BANJARMASIN- Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, HM. Alpiya Rakhman, mendorong kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memperkuat kapasitas keilmuan, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan sebagai bekal menghadapi berbagai persoalan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Alpiya saat menghadiri Opening Ceremony Training Raya Intermediate Training (LK-II) dan Senior Course (SC) Tingkat Nasional HMI Cabang Banjarmasin Tahun 2026 di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Alpiya, proses kaderisasi memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, integritas, dan kepemimpinan.

Ia berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian Training Raya secara serius dan menjadikan proses tersebut sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas wawasan.

"Generasi muda harus terus meningkatkan kapasitas, baik dari sisi keilmuan, kepemimpinan maupun karakter. Jadikan proses kaderisasi ini sebagai bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Kegiatan yang diikuti kader HMI dari berbagai daerah di Indonesia tersebut menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas kader, khususnya dalam aspek kepemimpinan, keilmuan, keislaman, dan wawasan kebangsaan.

Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. Romo H. R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., turut hadir dan memberikan kuliah umum dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan Aji Santoso serta Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR.

Dalam kuliah umumnya, Wamenag mengingatkan kader HMI agar mengembangkan pola pikir kritis sekaligus solutif dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa.

"Kader HMI harus pandai berpikir kritis dan solutif. Jangan hanya mampu mengkritisi persoalan, tetapi juga harus mampu menawarkan solusi dan memberikan kontribusi nyata bagi negara,” pesannya.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis perlu diimbangi dengan kemampuan merumuskan solusi agar kader tidak berhenti pada kritik, tetapi mampu memberikan gagasan yang konstruktif.

DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi pelaksanaan Training Raya HMI Cabang Banjarmasin tersebut. Kegiatan kaderisasi tingkat nasional itu diharapkan menjadi ruang pengembangan kapasitas bagi kader sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda dalam pembangunan daerah dan nasional. (sar/ali/jp). 

Banggar DPRD Kalsel dan Pemprov Matangkan Perubahan APBD 2026, Prioritaskan Pelayanan Publik

BANJARMASIN- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan perangkat daerah terkait mematangkan pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalsel Tahun Anggaran 2026. Pembahasan diarahkan untuk memastikan perubahan anggaran sesuai kemampuan keuangan daerah serta mendukung program pembangunan dan pelayanan publik yang menjadi prioritas.

Pembahasan tersebut berlangsung pada Sabtu (29/8/2026), dengan mencermati sejumlah aspek, antara lain peningkatan pendapatan daerah, pemenuhan pelayanan dasar masyarakat, pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, serta program prioritas pemerintah daerah.

Banggar DPRD Kalsel menekankan agar setiap anggaran yang dialokasikan memiliki tujuan yang jelas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Perubahan APBD diharapkan tidak sekadar menjadi penyesuaian angka anggaran, tetapi mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Supian HK, mengatakan pembahasan bersama pemerintah daerah berjalan dengan baik dan mengedepankan kesamaan pandangan antara legislatif dan eksekutif.

"Alhamdulillah, sudah ada kesepakatan bersama. Tidak ada yang sangat dominan. Pada intinya, kita membangun hal yang sama. Begitu juga dengan pendapat SKPD dan pihak terkait, antara eksekutif dan legislatif akhirnya disamakan,” ujarnya usai rapat.

Menurut H Supian HK, pembahasan bersama menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman DPRD dan pemerintah daerah terhadap berbagai kebutuhan yang akan dituangkan dalam Perubahan APBD 2026.

"Ketemulah, cocoklah, tidak ada benang kusutnya. Demi untuk membangun Kalimantan Selatan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H Muhammad Syarifuddin, mengapresiasi proses pembahasan bersama Banggar DPRD Kalsel.

"Yang jelas, seperti saya sampaikan, apa yang kita ajukan kepada Tim Banggar DPRD Provinsi, alhamdulillah mereka bisa menyetujui apa yang kita sampaikan,” ujarnya.

H Syarifuddin mengatakan, pembahasan antara pemerintah daerah dan DPRD berlangsung konstruktif. Berbagai masukan yang disampaikan selama pembahasan dapat didiskusikan dan diselaraskan untuk menyempurnakan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

"Sehingga tidak ada lagi permasalahan yang sudah kita lakukan, sehingga antara eksekutif dan legislatif sudah klop,” katanya.

Pembahasan Perubahan APBD 2026 selanjutnya menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan secara efektif dan terarah. DPRD dan pemerintah daerah berkomitmen agar anggaran yang disepakati mampu mendukung pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kalimantan Selatan. (sar/ali/jp). 

Laporan 110 Polri Ditindaklanjuti Cepat, Polresta Banjarmasin Amankan Terduga Pencuri Mesin Air

BANJARMASIN- Laporan masyarakat melalui Call Center 110 Polri ditindaklanjuti cepat oleh jajaran Polresta Banjarmasin. Seorang pria yang diduga mencuri mesin air di sebuah rumah kos di Jalan S. Parman Gang Purnama, RT 15/RW 002, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, diamankan polisi, Jum'at (28/8/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.

Pria tersebut diamankan setelah diduga mengambil mesin air yang terpasang di teras rumah kos milik pelapor, Sayidi Muhammad Nurika. Terduga pelaku sebelumnya sempat diamankan oleh pemilik kos bersama warga di sekitar lokasi.

Mendapat laporan melalui layanan 110, personel SPKT, Satreskrim, dan Satsamapta Polresta Banjarmasin segera mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan situasi tetap aman dan mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati sejumlah warga telah berkumpul di sekitar terduga pelaku. Polisi kemudian mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan kekerasan dan menyerahkan penanganan perkara kepada kepolisian.

Petugas selanjutnya mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti berupa satu unit mesin air. Terduga pelaku dan barang bukti kemudian dibawa ke Mapolsek Banjarmasin Tengah untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Polresta Banjarmasin mengapresiasi respons masyarakat yang segera melaporkan kejadian tersebut melalui Call Center 110 Polri. Layanan tersebut menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun pengaduan yang membutuhkan penanganan kepolisian.

Polresta Banjarmasin juga menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama 24 jam serta menindaklanjuti setiap laporan sesuai prosedur yang berlaku. (fah/jp). 

Disdik Kapuas Tegaskan Pelajar SD-SMP Dilarang Gunakan Sepeda Listrik di Jalan Raya

KUALA KAPUAS- Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas menegaskan pelajar jenjang SD/MI dan SMP/MTs tidak diperbolehkan menggunakan sepeda listrik di jalan raya. Pengawasan terhadap penggunaan kendaraan tersebut oleh peserta didik juga diminta diperketat oleh seluruh satuan pendidikan.

Penegasan itu disampaikan melalui Surat Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Nomor 400.3.1/1099/DISDIK/VIII/2026 tentang Pemberitahuan Penggunaan Sepeda Listrik bagi Peserta Didik, tertanggal 6 Agustus 2026. Surat tersebut diterbitkan sebagai tindak lanjut atas pemberitahuan dari Polres Kapuas.

Dalam surat tersebut dijelaskan, penggunaan sepeda listrik harus memenuhi ketentuan keselamatan. Kendaraan wajib dilengkapi lampu utama, reflektor atau lampu posisi belakang, sistem pengereman yang berfungsi baik, serta klakson atau bel. Kecepatan sepeda listrik juga dibatasi maksimal 25 kilometer per jam.

Selain ketentuan kendaraan, pengguna sepeda listrik wajib mengenakan helm dan berusia paling rendah 12 tahun. Pelajar juga dilarang membawa penumpang serta melakukan modifikasi daya motor yang dapat meningkatkan kecepatan kendaraan.

Pengguna sepeda listrik diwajibkan memahami dan mematuhi tata cara berlalu lintas. Namun, yang menjadi perhatian utama bagi pelajar adalah sepeda listrik tidak diperbolehkan digunakan di jalan raya.

Pengoperasian sepeda listrik hanya diperbolehkan pada lajur khusus dan kawasan tertentu, seperti kawasan permukiman, kawasan wisata, area perkantoran, area sekitar sarana angkutan umum massal yang terintegrasi, serta area di luar jalan.

Untuk mencegah pelanggaran dan meningkatkan ketertiban peserta didik, Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas meminta seluruh satuan pendidikan memaksimalkan fungsi guru piket.

Pengawasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan siswa sekaligus mencegah terjadinya tindakan negatif, baik yang berasal dari lingkungan sekolah maupun dari luar lingkungan sekolah.

Surat tersebut ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Dr. H Suwarno Muriyat, S.Ag., M.Pd. Surat juga ditembuskan kepada Bupati Kapuas, Kapolres Kapuas, Dinas Perhubungan, Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, koordinator wilayah pendidikan kecamatan, serta pengawas SMP se-Kabupaten Kapuas. (fah/hru/jp). 

Dampak Kemarau Ekstrem, MUI Barito Timur Imbau Umat Islam Gelar Salat Istisqa

TAMIANG LAYANG- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Timur mengimbau umat Islam di wilayah setempat melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kemarau ekstrem yang melanda daerah tersebut.

Imbauan itu tertuang dalam surat bernomor 08/MUI-BT/VIII/2026 yang diterbitkan di Tamiang Layang, Jum'at (28/8/2026), bertepatan dengan 15 Rabiulawal 1447 Hijriah. Surat tersebut ditandatangani Ketua MUI Barito Timur Drs. H Aspahani, M.Pd. dan Sekretaris Hajar Gunawan, S.E., M.M.

MUI menyebut kondisi kemarau telah berdampak pada kekeringan dan kekurangan air. Selain itu, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat.

"Sehubungan musim kemarau ekstrem yang telah terjadi khususnya di wilayah Kabupaten Barito Timur yang mengakibatkan kekeringan dan kekurangan air, kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap, dengan ini Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Barito Timur menghimbau kepada Muslimin dan Muslimat di wilayah Kabupaten Barito Timur untuk dapat melaksanakan shalat istisqa," bunyi surat imbauan MUI Barito Timur.

Dalam surat tersebut, MUI juga melampirkan panduan pelaksanaan Salat Istisqa sebagai acuan bagi masyarakat. Umat Islam dianjurkan memperbanyak taubat, istighfar, bersedekah, dan menjalankan puasa sunnah selama tiga hari sebelum pelaksanaan salat.

Pada hari keempat, jemaah dianjurkan berkumpul di lapangan terbuka pada pagi hari dengan mengenakan pakaian sederhana serta menjaga sikap tawadhu dan khusyuk.

Salat Istisqa dilaksanakan secara berjamaah sebanyak dua rakaat dengan tata cara yang menyerupai Salat Id. Pada rakaat pertama dilakukan tujuh kali takbir, sedangkan rakaat kedua lima kali takbir setelah takbiratul ihram.

Setelah salat, khatib menyampaikan dua khutbah yang berisi ajakan kepada jamaah untuk bertaubat dan memperbanyak doa. Pada bagian akhir, khatib bersama jamaah memanjatkan doa memohon turunnya hujan dengan tata cara yang telah dicantumkan dalam panduan MUI.

MUI Barito Timur berharap pelaksanaan Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual masyarakat untuk memohon turunnya hujan yang membawa manfaat, sekaligus berharap kondisi kekeringan dan ancaman karhutla di wilayah tersebut segera berakhir. (zi/jp). 

Kebakaran Dua Rumah Terjadi di Berangas Barat Barito Kuala

MARABAHAN- Kebakaran terjadi di Kelurahan Berangas Barat, tepatnya di RT. 4 seberang SMP Negeri 1 Alalak, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola, Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 08.00 Wita. Peristiwa tersebut menghanguskan dua unit rumah milik warga setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kobaran api sempat membesar sebelum sejumlah Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) tiba di lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas pemadam mulai berdatangan sekitar pukul 09.00 Wita.

Berkat upaya sejumlah BPK yang diterjunkan ke lokasi, api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali.

Dalam peristiwa tersebut, dua rumah pribadi dilaporkan terbakar. Salah satu rumah diketahui dalam kondisi kosong karena pemiliknya telah pindah ke Palangka Raya.

Sementara itu, rumah lainnya diketahui milik Sirapanji, warga Kelurahan Berangas Barat. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun total kerugian material yang ditimbulkan.

Belum diketahui terkait korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihak terkait masih melakukan pendataan dan penanganan di lokasi untuk mengetahui lebih lanjut kronologi serta penyebab kebakaran. (ali/jp). 

Jumat, 28 Agustus 2026

Sambut Kajari Baru, Ketua DPRD Barito Timur Dorong Sinergi Penegakan Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan

TAMIANG LAYANG- Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur, Nursulistio, berharap kehadiran Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Barito Timur yang baru, Abdul Halim, S.H., M.H., dapat memperkuat sinergi antarlembaga sekaligus mendorong peningkatan tata kelola pemerintahan di daerah.

Harapan tersebut disampaikan Nursulistio saat menghadiri acara ramah tamah penyambutan Kajari Barito Timur yang baru, Abdul Halim beserta istri di Aula Rumah Jabatan Bupati Barito Timur, Jum'at (28/8/2026) malam.

Nursulistio menyampaikan ucapan selamat kepada Abdul Halim yang mendapat amanah memimpin Kejaksaan Negeri Barito Timur. Ia berharap Kajari beserta keluarga senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas.

"Pertama, kita mengucapkan selamat kepada Bapak Abdul Halim, yang telah ditugaskan menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Barito Timur. Mudah-mudahan beliau beserta keluarga diberikan kesehatan dan dimudahkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh negara,” ujar Nursulistio.

Menurut Nursulistio, pergantian pimpinan di lingkungan Kejaksaan Negeri Barito Timur menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara unsur pemerintahan dan aparat penegak hukum.

Ia mengatakan, setelah Kajari sebelumnya, Rahmat Isnaini, mendapat penugasan di wilayah Sumatera, pihaknya baru berkesempatan bertemu dan bersilaturahmi dengan Abdul Halim dalam kegiatan ramah tamah tersebut.

"Kita merasa bersyukur dengan kehadiran Bapak Abdul Halim yang sudah siap bergabung dan diberikan mandat untuk menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Barito Timur,” katanya.

Nursulistio menilai pengalaman Abdul Halim selama berkarier di lingkungan Kejaksaan menjadi modal penting dalam menjalankan amanah di Barito Timur.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah, khususnya melalui pendampingan, pembinaan, arahan, dan penguatan terhadap tata kelola pemerintahan.

"Kita berharap beliau mampu memberikan pendampingan, pembinaan, arahan, juga penguatan kepada tata kelola pemerintahan di Barito Timur,” ucapnya.

Nursulistio menegaskan, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, Kejaksaan, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang semakin baik.

"Sehingga pengabdian kita sebagai pemangku kepentingan semakin kuat dengan kebersamaan dan semakin baik,” ujarnya.

Nursulistio juga mendoakan agar Kajari Barito Timur yang baru dapat menjalankan amanah dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta daerah.

"Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa memberikan perlindungan, kemudahan, dan keberkahan dalam setiap langkah Bapak Abdul Halim dalam mengemban tugas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Barito Timur,” pungkasnya. (zi/jp). 

Kades Bagok Sambut Baik Reses Ampera AY Mebas, Aspirasi Warga Diharap Tak Berhenti di Usulan

TAMIANG LAYAN- Kepala Desa Bagok, Kecamatan Benua Lima, Kabupaten Barito Timur, Risa Ramayati, menyambut baik pelaksanaan reses perseorangan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Ampera AY Mebas, di Desa Bagok.

Menurut Risa, kegiatan reses tersebut menjadi kesempatan penting bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai aspirasi, kebutuhan, maupun usulan pembangunan kepada wakil rakyat.

"Kami menyambut baik kegiatan reses ini. Melalui reses, masyarakat Desa Bagok dapat menyampaikan langsung aspirasi mereka. Tentunya aspirasi yang disampaikan kami harapkan dapat diakomodir dan direalisasikan ke depannya,” kata Risa kepada wartawan ini usai mengikuti reses, Jum'at (28/8/2026). 

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diisi dengan dialog dan tanya jawab antara masyarakat dengan Ampera AY Mebas. Dalam kesempatan tersebut, warga diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang menjadi kebutuhan masyarakat desa.

Risa menilai, kegiatan reses tidak hanya menjadi agenda pertemuan antara anggota dewan dengan konstituen, tetapi juga menjadi sarana untuk mengetahui secara langsung kondisi serta kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

“Kami berharap apa yang menjadi aspirasi masyarakat bisa ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan kemampuan pemerintah, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Benua Lima, perwakilan Kementerian Pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), perangkat desa, BPD, dan belasan masyarakat. 

Kehadiran unsur pemerintah kecamatan dan bidang pertanian tersebut, menurut Risa, turut memberikan nilai positif karena masyarakat dapat menyampaikan aspirasi tidak hanya terkait pembangunan desa, tetapi juga hal-hal yang berkaitan dengan sektor pertanian.

Risa berharap komunikasi dan penyerapan aspirasi melalui kegiatan tersebut dapat terus berlanjut, sehingga kebutuhan masyarakat Desa Bagok dapat menjadi perhatian dalam program pembangunan ke depan.

"Kami berterima kasih atas dilaksanakannya reses di Desa Bagok. Mudah-mudahan aspirasi masyarakat yang sudah disampaikan dapat diperjuangkan dan direalisasikan,” pungkasnya. (zi/jp). 

Komisi II DPRD Kalsel Dorong Samsat Handil Bakti Perkuat Layanan Jemput Bola

BATOLA- Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong Samsat Pembantu Handil Bakti UPPD Marabahan meningkatkan layanan jemput bola hingga ke pelosok daerah. Upaya tersebut dinilai penting untuk memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraan sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan.

Selain penguatan layanan, Komisi II juga meminta Pemerintah Provinsi Kalsel memperhatikan penataan dan peningkatan sarana prasarana (sarpras) Samsat Pembantu Handil Bakti agar pelayanan kepada wajib pajak lebih nyaman dan representatif.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, saat memimpin kunjungan kerja dan monitoring ke Samsat Pembantu Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Jum'at (28/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Yani Helmi menilai sejumlah fasilitas pendukung pelayanan masih perlu ditingkatkan. Menurut politikus yang akrab disapa Paman Yani itu, masyarakat yang datang menunaikan kewajiban membayar pajak berhak memperoleh pelayanan yang nyaman, termasuk ruang tunggu yang memadai dan terlindung dari cuaca panas.

"Masyarakat yang datang membayar pajak harus mendapatkan pelayanan yang optimal dan nyaman. Karena itu, fasilitas pendukung di Samsat Pembantu Handil Bakti perlu mendapat perhatian dan ditingkatkan,” ujarnya.

Ia juga mendorong Pemprov Kalsel bersama pemerintah daerah setempat melakukan pengembangan gedung serta melengkapi sarana operasional Samsat. Salah satu yang dinilai penting adalah penyediaan armada untuk mendukung pelayanan jemput bola.

Menurut Yani, armada tersebut tidak hanya berupa kendaraan operasional, tetapi dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah Batola yang memiliki kawasan perairan. Moda transportasi air seperti kelotok dinilai dapat menjadi alternatif untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, H Jahrian, mendorong jajaran Samsat Pembantu Handil Bakti lebih proaktif mendatangi masyarakat, khususnya yang berada di kawasan pelosok.

Menurutnya, pola pelayanan jemput bola merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pelayanan perpajakan. Selain memudahkan masyarakat memenuhi kewajibannya, langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan.

"Pelayanan jemput bola harus diperkuat agar masyarakat di pelosok tetap mendapatkan akses pelayanan pajak. Dengan begitu, potensi penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan juga dapat lebih optimal,” kata H Jahrian.

Komisi II DPRD Kalsel berharap peningkatan sarana prasarana dan penguatan layanan jemput bola dapat berjalan beriringan sehingga pelayanan Samsat tidak hanya semakin mudah dijangkau, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat sebagai wajib pajak. (sar/ali/jp). 

Komisi IV DPRD Kalsel Soroti Akses Sekolah Terendam, Dorong Perbaikan Sarpras SMAN 1 Anjir Pasar

BATOLA- Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyoroti sejumlah sarana dan prasarana di SMAN 1 Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala (Batola), yang masih memerlukan pembenahan. Salah satunya akses titian kayu menuju kantin sekolah yang kerap terendam saat air pasang dan musim hujan.

Sorotan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Bambang Yanto Permono, saat memimpin kunjungan monitoring ke SMAN 1 Anjir Pasar, Jum'at (28/8/2026) pagi.

Bambang mengatakan, kondisi sejumlah fasilitas pendukung perlu menjadi perhatian agar tidak mengganggu aktivitas belajar maupun kegiatan siswa di luar pembelajaran. Selain akses titian, fasilitas lapangan olahraga dan area kantin juga dinilai masih membutuhkan penataan.

"Ada beberapa fasilitas yang memang belum maksimal, seperti area lapangan basket. Titian kayu sebagai akses ke kantin sekolah juga terendam saat musim hujan dan air pasang,” ujar Bambang.

Menurutnya, sarana dan prasarana yang layak merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Karena itu, pembenahan fasilitas sekolah perlu dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kebutuhan dan prioritas.

Di sisi lain, Bambang mengapresiasi bantuan Pemerintah Provinsi Kalsel berupa pemasangan paving block di halaman depan SMAN 1 Anjir Pasar. Bantuan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan sekolah.

"Alhamdulillah, kabar baiknya, tahun ini SMAN 1 Anjir Pasar mendapatkan bantuan pemasangan paving block dari Pemprov Kalsel untuk area halaman depan,” katanya.

Bambang juga mengingatkan pihak sekolah agar mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara efektif dan tepat sasaran. Berdasarkan informasi yang diterimanya, alokasi dana BOS di sekolah tersebut mencapai sekitar Rp900 juta per tahun.

"Kami mendapat informasi dana BOS di sekolah ini mencapai sekitar Rp900 juta dalam setahun. Kami berharap dana tersebut dapat dikelola dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung kebutuhan sekolah dan peserta didik,” tutur politikus Partai NasDem tersebut.

Selain sarana fisik, Komisi IV turut mendorong penguatan kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian dari pengembangan potensi peserta didik.

Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Hj Hariyatie, menilai kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran penting dalam membentuk karakter, mengasah bakat, sekaligus mendorong siswa meraih prestasi di berbagai bidang.

"Saya berpesan kepada kepala sekolah beserta jajaran dewan guru untuk terus meningkatkan pembinaan ini. Ke depan, para siswa-siswi diharapkan memiliki rekam jejak prestasi yang dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Hariyatie.

Ia berharap pembinaan prestasi dilakukan secara berkelanjutan dengan memberikan ruang yang cukup bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakatnya, baik di bidang olahraga, seni maupun bidang lainnya.

Kepala SMAN 1 Anjir Pasar, Rahmat Fadillah, menyampaikan apresiasi atas perhatian Komisi IV DPRD Kalsel terhadap kondisi sekolah. Ia menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti berbagai saran dan masukan yang disampaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di SMAN 1 Anjir Pasar.

Rahmat berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus diperkuat sehingga pembenahan sarana prasarana dan pengembangan potensi siswa dapat berjalan secara berkelanjutan. (sar/ali/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes