BREAKING NEWS

Selasa, 21 April 2020

Dinkes bersama Kemenag Bartim Lakukan Vaksin pada Calon Haji

TAMIANG LAYANG- Sebagaimana ketentuan yang berlaku dan untuk melindungi jemaaah haji dari ancaman penyakit, Dinas Kesehatan Bartim bersama Kemenag Bartim, melakukan pemberian vaksin meningitis kepada seluruh jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Bartim. Kegiatan pun berlangsung di Aula Kemenag Bartim, Selasa, 21 April 2020.

Kasi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa pada Dinkes Bartim, H. Darkasi SST. MM, mengatakan bahwa pemberian vaksin kepada jamaah calon haji ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Bartim.

"Kami memastikan seluruh jamaah calon haji Bartim, saat ini sudah mendapat vaksin meningitis," ujarnya kepada jurnalispost.online disela kegiatan Vaksin kepada jamaah haji.

Pemberian vaksin tersebut penting dilakukan mengingat pada saat pelaksanaan ibadah haji, akan berkumpul jutaan orang dari berbagai negara yang mungkin saja membawa penyakit meningitis. Hal inilah yang menjadi latar belakang pemerintah mewajibkan jemaah haji asal Indonesia harus mendapat vaksin meningitis.

H. Darkasi menjelaskan, pemberian vaksin meningitis ini cukup diberikan satu kali bagi jamaah calon haji, dan kekebalan tubuh terhadap penyakit meningitis akan bertahan hingga dua tahun. Dengan demikian, bagi jamaah yang tahun berikutnya akan melakukan umroh tidak perlu divaksin meningitis lagi, ungkapnya.

Selain itu, Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Bartim, Ahmad Janawi S.Sos.I, M.Pd mengatakan, berdasarkan data Kemenang Bartim, awalnya ada 87 calon jamaah haji Bartim yang melakukan pelunasan dan akan diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini. Namun, ada 14 calon haji menunda untuk berangkat.


"Insya Allah akan diberangkat tahun depan," ucapnya.

Disinggung di tengah pandemi corona virus atau covid-19 saat melakukan vaksin kepada jamaah haji, Janawi menegaskan bahwa pihaknya tetap mematuhi aturan pemerintah dan sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, utamanya bagi pelaksana yaitu Dinas Kesehatan.

"Pemberian vaksin ini kita lakukan dengan dua sesi, yaitu pagi dan siang. Hal ini untuk menghindari kerumunan," tegasnya.

Dari pemantauan media ini, para jamaah haji yang di berikan vaksin datang secara bergiliran serta petugas para medis pun menggunakan Alat pelindung Diri, pungkasnya. (zi/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes