BREAKING NEWS

Kamis, 01 Februari 2024

Dugaan Keruhnya Air Sungai Akibat Aktivitas Tambang, Camat Dusun Timur Bersama Lima Kades Turun Turun Cek Lapangan

TAMIANG LAYANG- Camat Dusun Timur, Nina Marissa bersama lima kepala desa mengecek tiga perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah setempat yakni PT Multi Perkasa Lestari (MPL), PT Tibawan Energi Indonesia (TEI) dan PT Sentosa Laju Sejahtera (SLS) atas aktivitas mereka yang mengakibatkan sungai menjadi keruh, Kamis (1/2). 

Adapun lima kepala desa itu. Yakni Kepala Desa Gumpa, Imanuel, Kepala Desa Mangkarap, Harianto, Kepala Desa Jaar, Sugiyanto, Kepala Desa Matabu, Juni Setiawan, dan Kepala Desa Dorong, Andriyansun. 

Kepala Desa Matabu, Juni Setiawan mengatakan, bahwa dirinya bersama empat kades lainnya didampingi Camat dan pihak perusahaan telah melakukan pengecekan terhadap pembungan air di setlling pond. 

"Jadi, hasil kita pengecekan tadi, di PT SLS ada membuat penampungan, tetapi sepertinya masih belum efisien, karena kalau habis hujan faktanya sungai masih keruh," kata Juni Setiawan kepada wartawan ini melalui sambungan via whatsapp, Kamis (1/2). 

Selain itu, kata Kades Juni, di PT MPL dan PT TEI pun juga membuat stelling pond, namun jika saat hujan deras dan jatuh ke tumpukan atau tempat pembuangan tanah, selanjutnya langsung turun ke bawah ke arah sungai. 

"Memang air dari tambang itu jatuh ke stelling pond, namun saat hujan deras air dari bekas tumpukan tanah itu langsung menuju ke sungai yang mengakibatkan air menjadi keruh," ujarnya. 

Juni mengakui perusahaan ada perubahan terkait penampung air bekas tambang itu, namun jika saat hujan tidak bisa diantisipasi lagi dan mengakibatkan air sungai menjadi keruh. 

Kades Juni mengatakan, sambil perusahaan berbenah untuk mengurangi keruhnya air disaat kondisi hujan yang lebat. Ia meminta kepastian perusahaan kapan untuk membangun sumur gali, karena sesuai pertemuan awal yang sudah disampaikan terkait keruhnya air sungai. 

"Kita berharap kepastian, kapan pembangunan sumur gali itu bisa dilaksanakan. Dengan harapan kalau bisa secepatnya," ujar Juni. 

Menurut Juni, apalagi kondisi musim hujan saat ini, dapat dipastikan air sungai itu akan menjadi keruh. 

"Meski sudah ada pembenahan, namun disaat musim hujan air yang masuk ke dalam kolam pembuangan, tapi juga merembet ke sungai, karena kami nilai kemampuan kolam itu juga tidak mampu menahan air itu sehingga turun ke sungai dan mengakibatkan air keruh," jelasnya. (zi/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes