BREAKING NEWS

Senin, 06 Mei 2024

Murung Raya Diseminasi Hasil Audit Kasus Stunting Semester I Tahun 2024

PURUK CAHU- Pemerintah Kabupaten Murung Raya melaksanakan diseminasi hasil audit kasus stunting Kabupaten Murung Raya Semester I Tahun 2024, Senin (6/5).

Diseminasi Audit Kasus Stunting adalah suatu media koordinasi seluruh pemangku kepentingan terkait percepatan penurunan stunting Kabupaten Murung Raya, yang melibatkan organisasi perangkat daerah terkait, tim teknis maupun tim pakar yang difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3ADaldukKB).

"Saya berharap seluruh organisasi perangkat daerah yang bertanggung jawab dalam percepatan penurunan stunting kembali duduk bersama menyamakan persepsi, membangun komitmen kembali untuk bersama mencari solusi dan berbuat terbaik dalam penanganan kasus yang diangkat dan agar dijadikan contoh atau patokan dalam penanganan Kasus yang serupa," harap Pj Sekda Rudie Roy.

Disampaikan Rudie, pembangunan Sumber Daya Manusia atau SDM menjadi issue strategis dalam menyongsong Murung Raya Emas 2030 dan Visi Indonesia Emas tahun 2045, dua pilar dari empat Pilar Indonesia Emas yaitu, pembanguan manusia serta penguasaan Ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan ekonomi berkelanjutan.

"Tentu menjadi tantangan bagi kita bersama, dimana kita harus menyiapkan SDM yang mampu berdaya saing dalam mengisi pembangunan," kata Rudie Roy. 

Sementara itu, Plt DP3DaldukKB Kabupaten Murung Raya, Lynda Kristiane, mengatakan, program pengentasan stunting merupakan salah satu kerangka pembangunan kualitas sumber daya manusia atau SDM yang sangat strategis karena berhubungan langsung dengan penyiapan generasi di masa mendatang. 

"Permasalahan stunting mempunyai dampak merugikan baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi produktivitas dalam jangka pendek maupun jangka panjang," jelasnya.

Ia mengatakan, dalam jangka pendek, stunting terkait dengan tingkat kesehatan dan perkembangan sel otak, yang akibatnya akan menyebabkan tingkat kecerdasan menjadi tidak optimasi. 

"Hal ini berarti bahwa kemampuan atau kecerdasan anak dalam jangka panjang akan lebih rendah dan pada akhirnya menurunkan produktifitas dan menghambat pertumbuhan ekonomi," ungkap Lynda Kristiane. (dsk/maya/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes