MARABAHAN- Komite Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Tim Sosialisasi melakukan kunjungan ke KORMI Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kamis (13/11/2025).
Kunjungan yang dipimpin Sekretaris KORMI Kalsel, Hj Chairunnisa, diterima Ketua KORMI Batola, Akhmad Wahyuni, beserta jajaran pengurus dan inorga di sekretariat bersama Jalan Sudirman No 8A Marabahan.
Dalam pertemuan, Sekretaris KORMI Kalsel, Hj Chairunnisa, didampingi Ketua OTKB M. Supardi, Humas Komunikasi dan Digital Zaki Akbar Yudhistira, dan Staf KORMI Kalsel, Agus Tiyawati. Selain untuk bersilaturahmi sekaligus melakukan koordinasi formal dalam konsolidasi organisasi menuju tertib organisasi.
"Ketua KORMI Kalsel pak Syarifudin berhalangan hadir, beliau titip salam kepada seluruh jajaran KORMI di sini,” ucap Chairunnisa.
Di hadapan seluruh jajaran KORMI Batola, Sekretaris KORMI Kalsel itu mengutarakan tentang kepengurusan KORMI Kalsel dan akan melaksanakan Musprov pada April 2026.
Terkait kepengurusan KORMI Batola yang berstatus perpanjangan lantaran masa kepengurusan telah berakhir Juni 2025, Chairunnisa menghendaki, secepatnya menggelar muskab. Hal itu dimaksudkan selain menyempatkan adanya hibah murni juga untuk menghindari keterlambatan pelaksanakan.
Mengingat, lanjutnya, jika sampai Desember 2025 tidak melaksanakan muskab, maka kepengurusan diambilalih KORMI Provinsi dalam rangka melaksanakan muskab guna menjaring figur ketua yang didukung para inorga.
Menyinggung KORMI Provinsi, Chairunnisa menerangkan, seharusnya April menggelar musprov, namun untuk pelaksanaanya akan dilakukan antara Januari – Pebruari 2026.
"Sesuai AD/ART musprov boleh dilaksanakan 6 bulan sebelum berakhir jabatan. Namun, jika masa jabatan berakhir belum dilaksanakan musyuwarah maka untuk memperpanjang harus lapor ke KORMI di atasnya dan harus ditunjuk Plt maksimal 60 hari dan bisa diperpanjang 2 kali kalau terjadi deadlock,” ucapnya.
Pertemuan KORMI Provinsi Kalsel ini juga berisi tanya jawab. Salah seorang pengurus inorga mempertanyakan tentang hak suara bagi komunitas olahraga atau jenor yang tidak berada di bawah portina pada saat muscab, mengingat saat ini di Batola belum terdapat portina yang membawahi sejumlah komunitas atau jenor.
Menanggapi itu, Chairunnisa menyarankan, untuk sesegeranya dibentuk dan pihaknya siap membantu dengan syarat sejumlah jenor/komunitas bersepakat dalam pembentukan agar pada saat pemilihan bisa terwakilkan lewat portina. Dan jika saat pemilihan portina belum juga terbentuk, maka komunitas atau jenor bisa mewakilkan kepada salah seorang di antara mereka untuk mendapatkan hak satu suara.
Sekretaris KORMI Kalsel itu menerangkan, untuk pemilihan ketua nantinya pihak-pihak yang memiliki hak suara, di antaranya dimesioner pengurus 1 suara, inorga yang tidak di bawah portina masing-masing memiliki 1 hak suara, dan portina yang membawahi komunitas olahraga atau jenor juga memiliki 1 hak suara. Sedangkan persyaratan untuk menjadi figur calon ketua, lanjut Chairunnisa, di antaranya berdomisili dan ber-KTP di daerah setempat, pernah menjadi pengurus KORMI, pernah menjadi pengurus atau anggota inorga termasuk yang berada di bawah portina, serta mendapat dukungan dari peserta minimal 50 persen plus 1 suara.
Ketua KORMI Batola, Akmad Wahyuni, menyampaikan bahwa dalam waktu segera akan melaksanakan Muskab KORMI dalam bulan-bulan November 2025 ini.
"Terkait dengan pelaksanakan pemilihan tentunya tetap mengikuti aturan yang ada," ungkapnya. (dsk/ali/jp).










