PURUK CAHU- Pemerintah Kabupaten Murung Raya terus berkomitmen memperkuat sinergi penanganan stunting melalui pembangunan lintas sektor antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu dan TP-PKK.
Kader Posyandu sebagai pelaksana utama di lapangan memiliki peran yang sangat strategis dalam keberhasilan program pemerintah terutama dalam upaya penurunan stunting.
Kegiata tersebut dibuka secara resmi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Murung Raya, Lynda Kristianie, di GPU Tira Tangka Balang, Selasa (18/11/2025).
Dalam sambutannya Kepala DPMD Mura, Lynda Kristianie, mengatakan bahwa kegiatan Jambore Posyandu merupakan momentum penting untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan serta motivasi para kader dalam mendukung pelayanan dasar di masyarakat.
"Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan dan kesejahteraan keluarga, peran kader sangat menentukan keberhasilan program pemerintah dalam upaya penurunan stunting peningkatan gizi kesehatan ibu dan anak serta penguatan kualitas hidup masyarakat," ujar Lynda.
Kegiatan yang bertemakan "Posyandu yang literasi mewujudkan masyarakat berkualitas", ujar Lynda, sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini.
"Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mampu memahami banyak hal terkait dengan literasi ini. Seperti literasi kesehatan, literasi gizi, literasi digital,literasi sosial dan literasi data," katanya.
Kader Posyandu yang melek literasi akan mampu memberikan layanan yang lebih cepat, tepat dan berkualitas.
Lynda berharap, melalui Jambore Posyandu ini para kader semakin bersemangat, semakin kompak, semakin kreatif dalam memberikan pelayanan dan semakin siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Adapun peserta kegiatan terdiri dari para kader posyandu kecamatan dan kelurahan se-Kabupaten Murung Raya, para kader posyandu dari 116 Desa se-Kabupaten Murung Raya, pendamping desa dan unsur masyarakat lainnya dengan jumlah peserta keseluruhan sebanyak 350 orang.
Kegiatan jambore posyandu ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pengendalian Penduduk Kota Palembang, Mardiah Suryani, S.Sos dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang juga praktisi atau tenaga gizi. (maya/jp).










