BREAKING NEWS

Sabtu, 22 November 2025

Warga Barito Utara Resah, Harga BBM dan LPG Meroket

MUARA TEWEH- Warga Barito Utara kembali merasakan tekanan akibat melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji 3 kg. Di dalam Kota Muara Teweh, harga Pertalite dan Pertamax dilaporkan menembus Rp15 ribu per liter, sementara LPG 3 kg di Kecamatan Lahei bahkan mencapai Rp60 ribu.

Kelangkaan BBM di SPBU membuat warga terpaksa membeli secara eceran di pinggir jalan dengan harga sama, yakni Rp15 ribu per liter untuk Pertalite maupun Pertamax. Kondisi ini sangat memberatkan pekerja harian, petani, pengemudi ojek, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada bahan bakar.

Pak Masuri, salah seorang warga, berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan. Ia meminta Bupati dan Wakil Bupati yang baru, dalam 100 hari pertama masa jabatan, untuk turun langsung ke lapangan dan memastikan Kepala Dinas Perdagangan menindaklanjuti keluhan warga. 

"Kasihan masyarakat yang sudah susah, ditambah lagi harga mahal. Harga LPG 3 kg dan BBM seperti ladang bisnis yang merugikan rakyat Barito Utara,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025). 

Menanggapi keluhan warga, Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, H Tajeri, menilai masalah ini sebagai persoalan klasik yang seharusnya sudah ditertibkan. Ia menyesalkan pembiaran yang terus berlangsung. 

"SPBU di Barito Utara ada 8 unit, tapi BBM tetap langka. Kasihan masyarakat yang berhak menerima subsidi, tapi kenyataannya harga tidak sesuai HET,” ucapnya. 

Warga berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti kelangkaan dan tingginya harga BBM serta LPG, agar kesejahteraan masyarakat tidak semakin tertekan. (rml/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes