TAMIANG LAYANG- Bupati Barito Timur, M. Yamin, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Penegasan itu disampaikan Bupati M. Yamin saat Audiensi P4GN bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (20/1/2026).
Audiensi yang digelar di Ruang Rapat Bupati Barito Timur tersebut dihadiri Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah, Brigjen Pol. Mada Roostanto beserta rombongan,
Wakil Bupati Bartim, unsur Forkopimda, Sekda Bartim, kepala OPD, instansi vertikal, camat, perwakilan kepala SMA/SMK, serta insan pers. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan program Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).
Bupati M. Yamin, menyampaikan bahwa Kabupaten Barito Timur yang memiliki semboyan “Gumi Jari Nanang Kalalawah” (Jadi Jaya Selamanya) merupakan daerah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan toleransi. Kehidupan masyarakat yang mayoritas Suku Ma’anyan dan Lawangan hidup berdampingan secara harmonis tanpa konflik sosial berarti.
Dalam menjaga stabilitas daerah ujar Bupati M. Yamin, pemerintah Kabupaten Barito Timur telah membentuk Pos Bantuan Hukum di 100 desa dan kelurahan, serta Satuan Tugas Penanganan Konflik Sosial (Satgas PKS) sebagai upaya preventif penyelesaian permasalahan masyarakat.
Selain itu, kondisi keamanan dan kebencanaan dalam tiga bulan terakhir terpantau relatif kondusif, tanpa bencana banjir maupun kebakaran besar.
Terkait penanganan narkotika, Bupati M. Yamin, memaparkan data kasus narkoba selama tiga tahun terakhir yang menunjukkan tren peningkatan.
Pada 2023 tercatat 15 kasus, meningkat menjadi 29 kasus pada 2024, dan kembali naik menjadi 32 kasus pada 2025. Mayoritas pelaku berasal dari sektor swasta, dengan sebagian kecil menjalani rehabilitasi.
"Melihat peningkatan kasus tersebut, diperlukan komitmen dan langkah bersama yang lebih kuat untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkotika,” tegas Bupati.
Ia menekankan, bahwa sasaran utama pencegahan narkoba adalah anak dan remaja, yang membutuhkan sinergi antara orang tua dan sekolah. Orang tua diharapkan membangun komunikasi terbuka, memberikan edukasi dini, melakukan pengawasan, serta menjadi teladan bagi anak. Sementara sekolah berperan melalui pendidikan anti narkoba, penguatan fungsi guru BK, penerapan kebijakan tegas, dan deteksi dini terhadap peserta didik.
Audiensi P4GN ini juga membahas penguatan sarana dan prasarana, pelaksanaan tes urine sebagai upaya deteksi dini, serta advokasi kebijakan pencegahan narkoba di lingkungan kerja dan pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah Brigjen Pol. Mada Roostanto, beserta jajaran atas kunjungan dan perhatian terhadap upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Barito Timur.
"Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menjaga masa depan generasi muda dan mewujudkan Barito Timur yang bersih dari narkoba,” pungkasnya. (zi/jp).


















