MARABAHAN- Bupati Barito Kuala, H Bahrul Ilmi, turun langsung meninjau sejumlah lokasi yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Mandastana, Senin (5/1/2026).
Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah sekaligus memastikan penanganan banjir berjalan cepat dan tepat sasaran.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi tim penanggulangan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Kominfo, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala.
Bupati Barito Kuala, H Bahrul Ilmi berharap, melalui peninjauan langsung ke lapangan bersama organisasi perangkat daerah terkait, langkah penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih optimal, khususnya dalam percepatan penyaluran bantuan dan respons terhadap kebutuhan masyarakat terdampak.
"Hari ini kita melihat langsung situasi dan kondisi masyarakat. Kita berharap banjir tahun ini tidak terlalu besar sehingga dampaknya bisa diminimalkan. Namun, sekecil apa pun yang bisa kita lakukan, pemerintah akan berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujar Bupati.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Barito Kuala, Mirwan, menyampaikan bahwa pihaknya terus siaga dalam menghadapi bencana banjir.
Ia mengungkapkan, bahwa saat ini terdapat tujuh kecamatan di Barito Kuala yang terdampak, dan para relawan telah bekerja di lapangan untuk melakukan pendataan serta penanganan awal.
"Mudah-mudahan bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala, Dahtiar Fajar, menegaskan bahwa Dinas Sosial siap mendukung seluruh upaya penanganan bencana.
"Kami akan terus hadir di tengah masyarakat dan memastikan bantuan sosial tersalurkan kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain meninjau pemukiman warga, Bupati Barito Kuala bersama jajaran juga meninjau kondisi SDN Tanipah 1 di Kecamatan Mandastana yang turut terdampak banjir.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat secara langsung kebutuhan sarana dan prasarana sekolah guna mendukung kelancaran proses belajar mengajar pascabanjir.
Untuk sementara, kegiatan pembelajaran bagi para siswa dilaksanakan melalui sistem Belajar dari Rumah (BDR) hingga kondisi dinyatakan aman dan memungkinkan untuk kembali ke sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala, Mas Aryansyah, menjelaskan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung tingkat kerusakan fasilitas sekolah.
"Hasil tinjauan hari ini akan menjadi dasar penentuan prioritas perbaikan agar proses pendidikan dapat segera berjalan normal kembali,” pungkasnya. (wke/ali/jp).


















