TANJUNG- Pemerintah Kabupaten Tabalong memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka stunting yang mengalami peningkatan pada 2025. Upaya ini dilakukan melalui sinergi dengan PT Adaro Indonesia, Alamtri Grup, serta Yayasan Amanah Bangun Negeri.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan percepatan penurunan stunting yang digelar di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi, Pembataan, Jum'at (23/1/2026). Kegiatan ini dihadiri Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, jajaran SOPD Pemkab Tabalong, kepala puskesmas, para camat, kepala desa, serta manajemen perusahaan.
Dalam sambutannya Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, menyampaikan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Tabalong pada 2025 mencapai 23,1 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang berada di angka 18,1 persen, sekaligus menempatkan Tabalong di peringkat 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
"Ini bukan sekadar soal angka, tetapi tentang legacy kita kepada masyarakat Tabalong. Anak-anak yang mengalami stunting akan menghadapi tantangan besar di masa depan, terutama dalam kemampuan bersaing dan menjadi sumber daya manusia yang produktif,” ujar Rifani.
Ia menekankan pentingnya peran seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penurunan stunting, mengingat tantangan generasi mendatang yang menuntut kecerdasan, adaptivitas, serta daya saing tinggi.
"Kalau bisa, tidak ada lagi anak yang mengalami stunting,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Tabalong akan mengaktifkan kembali program orang tua asuh anak stunting dengan pelaksanaan yang lebih intensif. Program ini diharapkan memungkinkan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.
Selain itu, Rifani juga menyampaikan perluasan cakupan program homecare. Program yang sebelumnya menyasar penyandang stroke, lansia, dan disabilitas ini akan diperluas untuk melayani balita serta ibu hamil, sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Tabalong. (dsk/fah/jp).















