TABALONG- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tabalong menggelar kegiatan vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum sebagai upaya pencegahan kanker serviks. Kegiatan ini berlangsung di Wisma Tamu Pembataan, Selasa (3/2/2026).
Kepala BPOM Tabalong, Taufiqurrohman, mengatakan hampir 90 persen kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV. Berbeda dengan bakteri, virus tidak dapat diatasi dengan antibiotik, sehingga pencegahan melalui vaksinasi menjadi langkah paling efektif.
"Vaksinasi adalah bentuk perlindungan terbaik sebelum penyakit muncul. Kekebalan tubuh menjadi kunci utama melawan virus HPV,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Kegiatan vaksinasi ini diikuti lebih dari 150 peserta yang tidak hanya berasal dari Kabupaten Tabalong, tetapi juga dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Balangan. Program tersebut merupakan bagian dari program nasional “Sejuta Vaksin HPV” hasil kolaborasi antara KORPRI, BPOM, dan Dinas Kesehatan setempat.
Meski menggunakan istilah “Sejuta Vaksin”, Taufiqurrohman, menjelaskan bahwa angka tersebut bersifat simbolis sebagai harapan agar seluruh lapisan masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki, memiliki kesadaran dini terhadap bahaya HPV.
Menanggapi maraknya isu hoaks terkait keamanan vaksin, ia menegaskan bahwa seluruh vaksin yang digunakan telah melalui pengawasan ketat dan memiliki izin edar resmi dari BPOM.
"Mulai dari proses produksi hingga pendistribusian ke masyarakat, rantai dingin (cold chain) dijaga sesuai standar. Vaksin ini aman, tersertifikasi, dan telah melalui proses skrining yang ketat,” tegasnya.
Ia juga meluruskan anggapan bahwa vaksin HPV hanya diperuntukkan bagi perempuan. Menurutnya, laki-laki juga berisiko terpapar HPV karena virus ini dapat menular melalui berbagai media, termasuk fasilitas umum.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini dinilai cukup tinggi, bahkan jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia. Hal tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan kanker serviks.
Proses vaksinasi HPV ini direncanakan dilakukan dalam tiga tahap untuk mendapatkan hasil perlindungan yang optimal. BPOM Tabalong berharap program ini dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lain seperti HSU, Balangan, hingga Hulu Sungai Tengah (HST).
Kegiatan vaksinasi ini juga bertepatan dengan peringatan HUT KORPRI ke-54, Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-26, dan Badan POM ke-25, yang diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Tabalong. (dsk/fah/jp).














