TANJUNG- Pemerintah Kabupaten Tabalong menetapkan sektor pertanian sebagai prioritas utama pembangunan daerah tahun 2027. Penguatan pertanian dinilai berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan di daerah tersebut.
Komitmen itu disampaikan Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani dalam Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Pendopo Bersinar Pembataan, Senin, 26 Januari 2026.
Bupati menyebutkan, bahwa lebih dari 60 persen penduduk Tabalong bekerja di sektor pertanian dalam arti luas. Kondisi ini menjadi dasar pemerintah daerah untuk terus memperkuat sektor pertanian agar petani tetap produktif dan memiliki daya saing.
Penguatan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Dari sisi hulu, Pemkab Tabalong merencanakan normalisasi anak sungai di wilayah selatan sepanjang 60 kilometer pada tahun ini.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), memperbaiki jalan usaha tani, serta meningkatkan fasilitas dan kapasitas sumber daya manusia penyuluh pertanian.
Langkah tersebut ditargetkan mampu meningkatkan produksi padi melalui peningkatan indeks pertanaman (IP) sekaligus mempertahankan surplus beras daerah. Pada 2026, surplus produksi beras Tabalong tercatat hampir mencapai 57 persen.
Menurut Bupati, penguatan sektor pertanian terbukti berdampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan. Pada tahun ini, tingkat kemiskinan Tabalong turun hampir satu persen, dari 5,67 persen menjadi 4,6 persen.
"Apa yang kita lakukan ini sudah tepat. Dari indikator makro, alhamdulillah kita mengalami penurunan kemiskinan yang luar biasa, hampir satu persen. Artinya, penguatan sektor pertanian dari hulu hingga hilir membawa dampak nyata bagi masyarakat,” ujar M. Noor Rifani.
Selain penguatan di sektor hulu, Pemkab Tabalong juga mendorong hilirisasi pertanian melalui program Bela Tani atau beli beras dari petani. Melalui program ini, pemerintah membeli beras langsung dari petani dengan harga pasar.
Program Bela Tani diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat kurang mampu, karena beras yang dibeli kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan. (dsk/fah/jp).















