TAMIANG LAYANG- Desa Tampa, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur, kini diproyeksikan menjadi sentra budidaya kolam tanah yang strategis.
Dengan dukungan Bendungan Tampa dan jaringan irigasi primer-sekunder, desa ini memiliki modal besar untuk meningkatkan produksi ikan sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal dan menyiapkan wilayah sebagai penyangga kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Barito Timur memiliki potensi unik untuk mengembangkan dua sektor perikanan sekaligus: perikanan tangkap dari sungai dan perairan umum, serta perikanan budidaya di lahan produktif. Kombinasi ini menjadi dasar kuat bagi kabupaten untuk berperan dalam pemenuhan pasokan ikan segar berkualitas bagi jutaan calon penghuni IKN.
Beberapa jenis ikan diprioritaskan untuk budidaya kolam tanah di desa ini, yaitu gabus, patin, nila, dan lele. Keempat komoditas ini dipilih karena adaptif terhadap kondisi kolam tanah, memiliki siklus panen yang sesuai, serta permintaan pasar yang stabil di tingkat lokal maupun regional.
Bendungan Tampa selama ini dikenal sebagai penopang irigasi persawahan, namun para penyuluh perikanan menilai infrastruktur ini bisa menjadi modal strategis pengembangan kolam. Ketersediaan air sepanjang tahun menjadi keunggulan kompetitif yang mendukung budidaya ikan secara intensif.
Warga seperti Ellisa telah memanfaatkan lahannya untuk kolam tanah, namun keterbatasan modal, terutama untuk benih dan pakan, menjadi hambatan.
Penyuluh Perikanan, Pardiono, menegaskan kesiapan pendampingan, mulai dari perencanaan kolam, pemilihan jenis ikan, pengelolaan pakan, hingga manajemen panen.
"Hal ini agar potensi desa dapat terealisasi maksimal," ujar Pardiono, Senin (16/3/2026).
Langkah Desa Tampa merupakan bagian dari upaya lebih luas menjadikan Barito Timur mandiri pangan sekaligus mendukung IKN.
Keberhasilan sentra budidaya ini akan menjadi bukti nyata bahwa ketahanan pangan bisa diwujudkan melalui kerja kolektif antara pemerintah, penyuluh, dan masyarakat desa. (zi/jp).





















