BREAKING NEWS

Senin, 09 Maret 2026

DP3A DALDUKKB Murung Raya Gelar Workshop Parenting, Perkuat Komunikasi Orang Tua dan Anak Beda Generasi

PURUK CAHU- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A DALDUKKB) Kabupaten Murung Raya menggelar workshop parenting bertema Komunikasi Efektif Orang Tua dan Anak di Era Beda Generasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Gedung A, Senin (9/3/2026).

Workshop ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua serta kader dalam membangun komunikasi yang efektif dengan anak, baik pada usia balita maupun remaja, di tengah tantangan perkembangan teknologi digital.

Bupati Murung Raya, Heriyus melalui Staf Ahli Bupati, dr. Suria Siri, M.Si, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Murung Raya memiliki komitmen kuat dalam mendukung program peningkatan kualitas keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ketahanan keluarga di masyarakat.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak dalam proses tumbuh kembang. Di dalam keluarga, anak mulai belajar nilai-nilai kehidupan, berinteraksi, serta membentuk karakter dan kepribadian.

"Peran orang tua sangat penting dalam menciptakan suasana keluarga yang penuh kasih sayang, saling menghargai, serta membangun komunikasi yang baik,” kata Suria Siri.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital saat ini turut memengaruhi pola interaksi dan komunikasi dalam keluarga. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang bijak agar hubungan antara orang tua dan anak tetap kuat dan bermakna.

Suria Siri juga mengapresiasi DP3A DALDUKKB Murung Raya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap, workshop ini tidak hanya memberikan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala DP3A DALDUKKB Murung Raya, Firman Prihatin, SKM, M.Si, menjelaskan bahwa perkembangan zaman yang pesat membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pola komunikasi di dalam keluarga.

Menurutnya, perbedaan karakteristik antar generasi kerap menjadi tantangan dalam membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak.

"Anak usia balita membutuhkan pendekatan yang lebih emosional dan konkret, sedangkan anak remaja membutuhkan komunikasi yang terbuka serta menghargai identitas dan pendapat mereka,” ujarnya.

Firman menambahkan, jika perbedaan tersebut tidak dipahami dengan baik, hal itu dapat memicu kesalahpahaman, konflik keluarga, hingga berkurangnya kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

Workshop parenting ini diikuti 78 peserta. Peserta yang hadir secara langsung terdiri dari kader Bina Keluarga Balita (BKB) sebanyak 20 orang, kader Bina Keluarga Remaja (BKR) 16 orang, pengasuh tempat penitipan anak empat orang, serta kepala bidang dan staf Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga enam orang.

Sementara itu, sebanyak 22 penyuluh KB se-Kabupaten Murung Raya mengikuti kegiatan secara daring.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Stevfy Pattikawa, MBA, MSc, seorang coach dan motivator sekaligus CEO Rumah Training Intelligence and Character Cirebon, Jawa Barat, bersama Sholihatul Amaliah dan Tim K3. (maya/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes