BANJARMASIN- Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin menghadiri buka puasa bersama sekaligus peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Aula Markas Korem 101/Antasari, Banjarmasin, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalsel, H Hasnuryadi, pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan, antara lain Ketua DPRD Kalsel, Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Kabinda Kalsel, Kepala BNN, serta sejumlah ulama dan pejabat daerah lainnya.
Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini menghadirkan dai nasional, Ustadz Das’ad Latif, dengan tema “Dengan Peringatan Nuzulul Quran Membentuk Mental Prajurit TNI yang Prima dan Memegang Teguh Nilai-nilai Tauhid untuk Indonesia Maju".
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sertu Humaidi dari Satuan Ajenrem 101/Antasari. Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustadz Das’ad Latif.
Setelah adzan Magrib berkumandang, Gubernur H Muhidin bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin dan para undangan berbuka puasa bersama, kemudian melaksanakan salat Magrib berjamaah di Masjid Miftahul Jannah Makorem 101/Antasari.
Usai salat, kegiatan dilanjutkan dengan makan malam bersama serta penyerahan santunan dan bingkisan kepada anak-anak yatim piatu.
Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, menyampaikan rasa syukur dapat menghadiri kegiatan tersebut sekaligus mempererat silaturahmi dengan jajaran TNI dan unsur Forkopimda.
"Alhamdulillah hari ini kita dapat bersama-sama menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah. Semoga kegiatan ini membawa berkah serta memperkuat keimanan dan kebersamaan kita semua,” ujar Muhidin.
Ia juga menilai tausiyah yang disampaikan Ustadz Das’ad Latif memberikan pesan penting bagi para pemimpin, terutama mengenai amanah dalam menjalankan jabatan.
Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, TNI, Polri, dan seluruh unsur Forkopimda.
Menurutnya, sinergi tersebut sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah.
"Ke depan kita akan menghadapi Hari Raya Idul Fitri yang biasanya membawa dampak signifikan terhadap perekonomian, lalu lintas, serta meningkatnya aktivitas masyarakat. Karena itu koordinasi dan kerja sama seluruh pihak harus terus diperkuat,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Das’ad Latif mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah besar yang kelak harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Ia mencontohkan kisah Khalifah Umar bin Khattab yang pernah menangis karena khawatir harus mempertanggungjawabkan seekor unta yang terperosok akibat jalan rusak.
"Bayangkan, yang jatuh hanya seekor unta saja beliau sudah menangis. Bagaimana jika di daerah kita ada kendaraan yang jatuh karena jalan rusak? Tentu pemimpin juga akan dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.
Menurutnya, kisah tersebut menjadi pelajaran bagi para pemimpin agar berhati-hati dalam menjalankan amanah dan kekuasaan yang diberikan.
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara TNI, pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam mendukung pembangunan di Kalimantan Selatan. (mr/ali/jp).




















