BANJARMASIN- Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat kerja bersama sejumlah mitra kerja sektor kesehatan di Ruang Rapat Komisi IV Lantai 4 Gedung DPRD Kalsel, Rabu (11/3/2026).
Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifha, dan dihadiri pimpinan sejumlah rumah sakit milik Pemprov Kalsel, yakni Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Among Wibowo, Direktur RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Tabiun Huda, Direktur Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Yuddy Riswandhy Noora, Direktur RSGM Hasan Aman Mashuda, serta perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam rapat tersebut, Komisi IV menyoroti pemanfaatan dana pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah.
Jihan Hanifha menjelaskan, dana pendampingan di RSUD Ulin saat ini mencapai sekitar Rp8 miliar, dengan realisasi penggunaan sekitar Rp5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membantu masyarakat kurang mampu, terutama pasien yang kepesertaan BPJS Kesehatan-nya belum aktif.
"Dana pendampingan ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang BPJS-nya tidak aktif. Banyak warga Kota Banjarmasin yang memanfaatkan fasilitas di RSUD Ulin maupun RSUD Ansari Saleh,” ujarnya.
Ia menambahkan, dana pendampingan di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh mencapai sekitar Rp1,5 miliar dengan realisasi penggunaan sekitar Rp1 miliar.
Selain dana pendampingan, Komisi IV juga menyoroti kondisi peralatan medis di RSGM Hasan Aman yang dinilai perlu segera diremajakan. Berdasarkan paparan dalam rapat, sejumlah alat kesehatan di rumah sakit tersebut belum mengalami pembaruan selama sekitar 13 tahun.
Menurut Jihan, kondisi itu berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Komisi IV pun berencana mendorong dukungan penganggaran untuk peremajaan alat kesehatan.
*Ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan kesehatan. Ke depan kami akan mendorong melalui pembahasan anggaran agar ada penambahan alokasi untuk peremajaan alat kesehatan,” katanya.
Komisi IV DPRD Kalsel, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan dari sisi penganggaran guna meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
Sementara itu, Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Among Wibowo, menyampaikan komitmen rumah sakitnya untuk meningkatkan kualitas layanan dengan menambah sumber daya manusia, terutama dokter spesialis.
Menurutnya, penambahan tenaga medis menjadi langkah strategis untuk mempercepat pelayanan dan meningkatkan kualitas penanganan pasien.
"Kami berkomitmen menambah SDM dokter, termasuk beberapa dokter spesialis. Dengan bertambahnya tenaga medis, diharapkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih cepat dan optimal,” ujarnya.
Para direktur rumah sakit daerah lainnya yang hadir dalam rapat tersebut juga menyatakan komitmen serupa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kalimantan Selatan. (sar/ali/jp).















