TAMIANG LAYANG- Masyarakat Kabupaten Barito Timur didorong untuk aktif berpartisipasi dalam pengembangan sektor pangan guna mendukung peran daerah tersebut sebagai penyangga kebutuhan pangan bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Upaya ini dilakukan melalui survei lapangan yang dilaksanakan Tim Survei Optimalisasi Daerah Penyangga IKN dari Universitas Palangka Raya. Survei tersebut bertujuan mengidentifikasi potensi masyarakat di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, sekaligus mengetahui persepsi warga terhadap program pengembangan pangan, termasuk food estate.
Ketua tim survei, Dicky Perwira, mengatakan bahwa pengumpulan data dilakukan langsung dari masyarakat dengan metode sampling di sejumlah wilayah yang memiliki potensi usaha di sektor pangan.
"Data primer yang kami kumpulkan meliputi aktivitas pertanian, perikanan, dan peternakan masyarakat, termasuk pola konsumsi harian dan usaha yang mereka jalankan,” ujar Dicky kepada wartawan, Jum'at (6/3/2026).
Beberapa kecamatan yang menjadi lokasi pengambilan sampel. Antara lain Kecamatan Dusun Tengah, Dusun Timur, Patangkep Tutui, Paku, dan Paju Epat.
Pada sektor perikanan, kegiatan survei turut didampingi koordinator penyuluh perikanan Kabupaten Barito Timur, Didik Kariadi dan Pardiono. Keduanya membantu tim dalam menggali informasi dari kelompok pembudidaya ikan maupun nelayan tangkap di daerah tersebut.
Hasil survei ini diharapkan menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan pangan daerah agar Barito Timur mampu menjadi pemasok utama komoditas pangan segar bagi IKN, seperti sayur-mayur, buah-buahan, daging ternak, serta ikan segar.
Pardiono berharap, kelompok perikanan, baik budidaya maupun penangkapan, dapat meningkatkan produksi secara signifikan untuk memenuhi peluang pasar tersebut.
"Jika produksi meningkat, Barito Timur berpeluang menjadi daerah penyangga utama IKN dalam penyediaan pangan segar,” katanya.
Upaya ini sejalan dengan berbagai program pemerintah daerah dan pusat yang mendorong penguatan ketahanan pangan di Kalimantan Tengah, termasuk program pengembangan cetak sawah rakyat.
Dengan kolaborasi antara akademisi, penyuluh, dan masyarakat, Kabupaten Barito Timur diharapkan semakin siap menjalankan peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan bagi kawasan Ibu Kota Nusantara. (zi/jp).
