BREAKING NEWS

Jumat, 13 Maret 2026

Tim Gabungan Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Temenggong Djaja Karti Jelang Idulfitri

TAMIANG LAYANG- Tim gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, kejaksaan, pemerintah daerah melalui Asisten II Setda, serta sejumlah dinas terkait melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Temenggoeng Djaja Karti, Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Jum'at (13/3/2026).

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Barito Timur, Junitariati, melalui Kepala Bidang Perdagangan, Wachid Sarbani, menyampaikan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan sebagian besar harga bahan pokok masih relatif stabil.

Meski demikian, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga. Di antaranya beras premium yang naik dari Rp16.000 menjadi Rp17.000 per kilogram, gula pasir dari Rp18.000 menjadi Rp19.000 per kilogram, serta bawang merah dari Rp42.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.

Selain itu, cabai rawit merah juga mengalami kenaikan cukup signifikan dari Rp120.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Kenaikan harga juga terjadi pada bawang bombai dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, udang ukuran sedang dari Rp80.000 menjadi Rp90.000 per kilogram, kacang hijau dari Rp32.000 menjadi Rp33.000 per kilogram, serta tomat dari Rp13.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.

Sementara itu, beberapa komoditas tercatat mengalami penurunan harga, di antaranya beras Siam Unus dari Rp16.500 menjadi Rp15.000 per kilogram, cabai merah besar dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, ikan bandeng dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, serta kacang tanah dari Rp42.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Wachid menjelaskan, kenaikan harga sejumlah komoditas dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idulfitri. Selain itu, terdapat penambahan jumlah penduduk sementara, keterlambatan pasokan dari pemasok, serta meningkatnya biaya transportasi distribusi barang.

"Untuk mengantisipasi lonjakan harga, pemerintah daerah akan terus meningkatkan pemantauan dan pengawasan di pasar, menjajaki kerja sama dengan daerah penghasil komoditas, serta mempertimbangkan subsidi angkutan guna menekan biaya distribusi,” ujarnya.

Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat tetap terjaga hingga perayaan Idulfitri.

Pemantauan harga bahan pokok ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan kebutuhan masyarakat menjelang hari raya dapat terpenuhi dengan baik. (zi/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes