TAMIANG LAYANG- Warga Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendukung program ketahanan pangan melalui budidaya ikan.
Dengan lahan terbatas, masyarakat mulai mengembangkan kolam terpal sebagai solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus menambah penghasilan.
Amah Biran, salah satu pembudidaya, menuturkan bahwa kolam terpal memudahkan warga memulai usaha perikanan tanpa memerlukan lahan luas.
"Budidaya dengan kolam terpal ini sangat praktis. Meski lahan di sekitar rumah sempit, kita tetap bisa memelihara ikan untuk konsumsi sendiri, bahkan hasilnya bisa dijual untuk menambah pemasukan keluarga," ujar Amah Biran.
Keberhasilan warga tidak lepas dari pendampingan teknis oleh penyuluh perikanan. Pardiono, Penyuluh Perikanan Paju Epat, menegaskan komitmennya mendampingi warga mulai dari pembuatan kolam, pemeliharaan, hingga pasca panen.
"Kami siap mendampingi warga kapan pun. Selain itu, pemasaran hasil panen juga akan kami fasilitasi agar warga tidak kesulitan menjual ikan," tegas Pardiono kepada wartawan ini, Kamis (12/3/2026).
Pardiono menyebut, bahwa tiga jenis ikan menjadi favorit pembudidaya pemula karena mudah dirawat dan memiliki pasar stabil. Yakni Ikan Patin, daging disukai pasar; Lele Dumbo, tahan banting dan cepat panen; serta Ikan Nila, permintaan pasar stabil.
Ia menambahkan, bahwa kolam terpal ini juga efisiensi lahan karena bisa dibangun di pekarangan rumah.
"Kemudian, biaya rendah karena investasi lebih murah dibanding kolam semen; dan mudah dipelajari karena teknik pemeliharaan sederhana untuk pemula," demikian Pardiono. (zi/jp).















