TANJUNG- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tabalong mendorong percepatan digitalisasi arsip foto lama guna menyelamatkan jejak sejarah daerah yang terancam hilang akibat kerusakan dan belum terdata.
Upaya ini dilakukan melalui kegiatan kurasi koleksi foto “Tabalong Tempo Doeloe” yang digelar di ruang depo arsip Dispersip Tabalong, Selasa (7/4/2026).
Kepala Bidang Pengelolaan, Perlindungan, dan Penyelamatan Arsip Dispersip Tabalong, Rustiana Rezekiah, mengatakan Tabalong memiliki banyak arsip bersejarah yang penting dikenalkan kembali kepada generasi muda.
Menurutnya, banyak foto lama yang masih disimpan secara pribadi oleh masyarakat dalam kondisi rentan rusak, seperti memudar hingga hilang karena tidak tersimpan dengan baik.
"Foto-foto tersebut masih banyak berada di tangan masyarakat dan belum terdata dengan baik. Selain itu, kesadaran untuk merawat dan mendokumentasikan arsip lama juga masih terbatas,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi tantangan dalam upaya pelestarian sejarah daerah, mengingat banyak potensi arsip yang belum terhimpun secara maksimal.
Untuk itu, digitalisasi dinilai sebagai solusi strategis karena mampu menjaga arsip tetap aman, tidak mudah rusak, serta memudahkan akses bagi masyarakat luas.
"Melalui digitalisasi, foto-foto lama dapat lebih terlindungi dan bisa diakses oleh masyarakat,” tambahnya.
Ke depan, Dispersip Tabalong akan terus mengintensifkan penyelamatan arsip bersejarah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan warga dinilai penting untuk membangun basis data arsip sejarah Tabalong secara terpadu.
Dengan langkah tersebut, diharapkan warisan visual daerah dapat tetap terjaga dan dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan bagi generasi mendatang. (fah/jp).
