TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus menggenjot kualitas literasi masyarakat dengan berbagai inovasi. Langkah ini dilakukan untuk mendorong peningkatan skor Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dari kategori sedang menuju tinggi.
Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Barito Timur, Ari Panan Putut Lelu, melalui Kepala Bidang Pengolahan, Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Manuwu Aryadikusuma, menyampaikan bahwa berdasarkan data Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah, skor IPLM Kabupaten Barito Timur pada 2025 tercatat sebesar 56,01 dan masih berada pada kategori sedang.
"Capaian ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan literasi masih perlu terus ditingkatkan, baik dari sisi akses informasi, minat baca, maupun partisipasi masyarakat,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
IPLM sendiri merupakan indikator penting untuk mengukur perkembangan literasi masyarakat, mencakup akses terhadap bahan bacaan, kemampuan membaca, hingga keterlibatan aktif dalam kegiatan literasi.
Sebagai langkah strategis, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Barito Timur menginisiasi program layanan silang bahan perpustakaan tercetak. Program ini menyasar berbagai titik layanan publik, termasuk perpustakaan desa.
Manuwu Aryadikusuma menjelaskan, program tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap koleksi buku sekaligus meningkatkan wawasan pemustaka melalui pemanfaatan koleksi lintas perpustakaan.
"Melalui layanan silang ini, masyarakat dapat lebih mudah mengakses bahan bacaan di berbagai lokasi, tidak terbatas di gedung perpustakaan saja,” katanya.
Sejak Februari 2026, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan sedikitnya 17 instansi, baik vertikal maupun horizontal. Sejumlah lokasi yang menjadi titik layanan antara lain RSUD Tamiang Layang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, KP2KP Tamiang Layang, Sekretariat Daerah Barito Timur, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tamiang Layang, serta beberapa perpustakaan desa seperti Desa Kandris dan Desa Kali Napu.
Melalui penyediaan bahan bacaan di ruang tunggu pelayanan publik dan perpustakaan desa, diharapkan minat baca masyarakat meningkat secara signifikan.
Manuwu Aryadikusuma optimistis, perluasan akses literasi ini akan berdampak langsung pada peningkatan skor IPLM pada 2026.
Program ini sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat budaya literasi melalui pendekatan inovatif yang menyasar ruang-ruang publik sebagai pusat aktivitas masyarakat. (zi/jp).
