TANJUNG- Pemerintah Kabupaten Tabalong menargetkan pembangunan 121 ruang terbuka hijau berbasis digital (RTH Smart) di seluruh desa rampung pada 2026. Program ini diharapkan menjadi motor transformasi digital sekaligus pusat aktivitas dan pemberdayaan masyarakat desa.
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tabalong, hingga kini sebanyak 46 desa telah memiliki dan memanfaatkan RTH Smart. Sementara itu, 50 desa dijadwalkan melanjutkan pembangunan pada 2026, dan 25 desa lainnya masih terkendala ketersediaan lahan serta belum masuk dalam anggaran induk.
Pemerintah daerah mengusulkan desa yang belum terakomodasi tersebut dapat dianggarkan melalui APBD Perubahan 2026.
Kepala DPMD Tabalong, Aditya Pula Nugraha, mengatakan pihaknya menargetkan seluruh RTH Smart dapat terealisasi 100 persen pada 2026 agar manfaatnya bisa dirasakan merata oleh masyarakat desa.
Menurutnya, RTH Smart dirancang sebagai ruang publik multifungsi yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga mendukung literasi digital dan pertumbuhan ekonomi lokal.
"RTH Smart ini dilengkapi WiFi gratis, titik baca atau e-library, serta pengawasan CCTV. Selain itu, pelaku UMKM desa juga dapat beraktivitas di kawasan ini dengan sistem pembayaran non-tunai menggunakan QRIS,” ujarnya.
Ia menambahkan, RTH Smart juga dirancang ramah anak dengan fasilitas bermain yang memenuhi standar nasional, tanpa meninggalkan unsur permainan tradisional.
Program pembangunan RTH Smart merupakan bagian dari prioritas kepala daerah melalui inisiatif satu desa satu WiFi. Pemerintah berharap keberadaan fasilitas ini dapat mendorong konektivitas digital sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Dengan percepatan pembangunan tersebut, RTH Smart diharapkan menjadi pusat interaksi sosial, edukasi, dan penguatan ekonomi berbasis desa di Tabalong. (fah/jp).



















