MUARA TEWEH- Dua korban tenggelam di Sungai Barito yang terdiri dari seorang anak buah kapal (ABK) dan satu anggota kepolisian, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan, Senin (6/4/2026) pagi.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu malam (4/4/2026) di jetty milik PT Multipersada Gatramegah (PT MPG). Saat itu, kedua korban berupaya menyeberang menuju kapal tongkang menggunakan rakit sederhana.
Namun di tengah perjalanan, rakit diduga tidak stabil dan terbalik. Kedua korban terjatuh ke sungai yang berarus deras dan langsung hilang terbawa arus.
Kejadian tersebut dilaporkan pada Minggu (5/4/2026). Menindaklanjuti laporan itu, tim SAR gabungan segera melakukan pencarian intensif di sekitar lokasi sejak siang hingga malam hari.
Pada hari kedua pencarian, Senin pagi (6/4/2026), korban pertama ditemukan pukul 08.31 WIB sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, korban kedua ditemukan pukul 09.42 WIB dengan jarak sekitar 500 meter dari titik awal.
Kedua jenazah kemudian dievakuasi. Satu korban diserahkan kepada pihak keluarga, sementara satu korban lainnya dibawa ke RSUD Muara Teweh.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi ditutup. Basarnas mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat, termasuk tim Rescue Basarnas Palangka Raya, Polairud, Dit Samapta Polda Kalimantan Tengah, serta pihak terkait lainnya. (zi/jp).
