TANJUNG- Produksi benih ikan air tawar di Kabupaten Tabalong mengalami lonjakan signifikan pada 2025. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Ikan (BBI) Kambitin dan Nalui mencatat produksi mencapai 2.130 kilogram atau meningkat 85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan produksi tersebut berada di bawah pengelolaan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Tabalong. Pada 2024, total produksi benih ikan tercatat 1.276 kilogram, kemudian meningkat tajam pada 2025.
BBI Kambitin di Kecamatan Tanjung dan BBI Nalui di Kecamatan Jaro menjadi pusat kegiatan pembenihan berbagai komoditas ikan air tawar unggulan, seperti patin, papuyu, nila, mas, gurame, haruan (gabus), hingga koi.
Berdasarkan data 2025, produksi terbanyak berasal dari ikan mas sebanyak 91.120 ekor, diikuti patin 49.850 ekor, papuyu 46.150 ekor, dan nila 40.100 ekor. Sementara itu, produksi haruan tercatat 5.930 ekor. Secara keseluruhan, total produksi mencapai lebih dari 237 ribu ekor atau setara 2.130 kilogram.
Kepala UPT BBI, Agustian Rijani, mengatakan peningkatan produksi juga berdampak pada surplus pembenihan.
"Surplus pembenihan pada 2024 sekitar 70 persen, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 85 persen,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia menambahkan, pihaknya menargetkan stabilisasi dan peningkatan kualitas produksi pada 2026. Untuk mendukung hal tersebut, BBI telah berkoordinasi dengan DKP3 dan BKPSDM Tabalong terkait usulan penambahan tenaga teknis.
Khusus komoditas haruan, BBI Kambitin telah menjadi rujukan pembenihan bagi sejumlah daerah sejak 2021. Produksi benih ikan gabus tersebut juga terus menunjukkan tren peningkatan setiap tahun. (fah/jp).



















