TAMIANG LAYANG- Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, secara resmi membuka peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026 yang dirangkai dengan vaksinasi HPV bagi aparatur sipil negara (ASN) dan keluarganya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda serta berbagai organisasi perempuan, antara lain TP PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari, Persit, dan organisasi wanita lainnya.
Dalam sambutannya Wabup Adi, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan.
"Semangat "Habis Gelap Terbitlah Terang" harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di keluarga, masyarakat, maupun pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia juga menekankan komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Timur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Salah satu langkah konkret pada peringatan tahun ini adalah pelaksanaan vaksinasi HPV sebagai upaya pencegahan kanker serviks, khususnya bagi perempuan. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi TP PKK, GOW, dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Barito Timur.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 608 ASN dan keluarga mendaftar vaksinasi HPV. Peserta terbagi dalam beberapa zona pelayanan, yakni Zona 1 Kecamatan Dusun Timur sebanyak 489 orang; Zona 2 (Benua Lima, Awang, Patangkep Tutui) 94 orang; Zona 3 (Pematang Karau, Dusun Tengah, Raren Batuah) 77 orang; dan Zona 4 (Paju Epat, Karusen Janang, Paku) 49 orang.
Adi mengapresiasi tingginya partisipasi ASN dan keluarga, yang menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari KORPRI, tenaga kesehatan, hingga panitia pelaksana.
"Melalui momentum Hari Kartini, saya mengajak seluruh masyarakat meningkatkan peran perempuan di berbagai bidang, serta bersama-sama mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing,” tambahnya.
Ia berharap, kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi memberi manfaat nyata dalam meningkatkan kesehatan dan pemberdayaan perempuan di daerah. (zi/jp).
