BREAKING NEWS

Senin, 06 April 2026

Tren Kejahatan di Barito Timur Bergeser ke Siang Hari, Perumahan Jadi Lokasi Paling Rawan

TAMIANG LAYANG- Tren waktu terjadinya tindak pidana di wilayah hukum Polres Barito Timur mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya dominan pada malam hari, kini kasus kejahatan justru lebih banyak terjadi pada siang hingga sore hari.

Hal itu terungkap dalam hasil analisis dan evaluasi (Anev) Triwulan I 2026 yang disampaikan Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso melalui Kapolsek Dusun Timur IPDA Sulkhan Sururi, Senin (6/4/2026).

"Terjadi perubahan pola waktu kejadian. Pada Triwulan I 2026, tindak pidana lebih dominan terjadi pada pukul 09.00 hingga 17.59 WIB,” ujar Sulkhan.

Berdasarkan data perbandingan dengan Triwulan IV 2025, jumlah kasus relatif stabil, dari 34 menjadi 32 kejadian. Namun, distribusi waktu mengalami perubahan mencolok.

Pada Triwulan IV 2025, kasus terbanyak terjadi pada malam hari, terutama pukul 21.00–23.59 WIB sebanyak 9 kejadian dan pukul 18.00–20.59 WIB sebanyak 8 kejadian. Angka tersebut turun pada Triwulan I 2026 menjadi masing-masing 4 dan 5 kejadian.

Sebaliknya, peningkatan terjadi pada siang hingga sore hari. Kasus pada pukul 09.00–11.59 WIB naik dari 7 menjadi 8 kejadian, pukul 12.00–14.59 WIB dari 3 menjadi 8 kejadian, dan pukul 15.00–17.59 WIB dari 3 menjadi 7 kejadian.

"Penurunan pada malam hari cukup signifikan, sementara siang hingga sore meningkat. Ini menjadi dasar penyesuaian pola patroli dan langkah preventif,” katanya.

Selain waktu, lokasi kejadian juga menjadi sorotan. Kawasan perumahan masih menjadi titik paling rawan dan mengalami peningkatan dari 15 kasus menjadi 20 kasus.

"Perumahan masih mendominasi dan meningkat signifikan. Diperlukan kewaspadaan masyarakat serta penguatan patroli di lingkungan permukiman,” tambahnya.

Sementara itu, beberapa lokasi lain mengalami penurunan, seperti perkantoran dari 5 menjadi 3 kejadian, pertokoan dari 1 menjadi 0 kejadian, serta tempat ibadah dan perairan sungai yang masing-masing turun dari 2 menjadi 1 kejadian.

Di sisi lain, muncul kasus baru di sejumlah lokasi, seperti alun-alun, area pertambangan, dan warung yang sebelumnya tidak tercatat.

Polisi memastikan akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi pengamanan.

"Kami tingkatkan patroli pada jam rawan terbaru dan memperkuat sinergi dengan masyarakat untuk menekan angka kriminalitas,” tutup Sulkhan. (zi/jp). 

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes