BREAKING NEWS

Senin, 11 Mei 2026

Barito Timur Siapkan 160 Sapi Bibit untuk Peternak, Target Jadi Sentra Ternak Penyangga IKN

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Perikanan dan Peternakan menyiapkan 160 ekor sapi bibit untuk disalurkan kepada 16 kelompok peternak pada 2026. 

Program senilai sekitar Rp2,8 miliar yang bersumber dari APBD Barito Timur itu diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Barito Timur, Abianhin, mengatakan program bantuan sapi bibit tersebut merupakan strategi jangka panjang untuk mendorong Barito Timur menjadi sentra peternakan dan daerah penyangga kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Program ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bagian dari pengembangan peternakan berkelanjutan agar Barito Timur mampu menjadi daerah penghasil ternak sapi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, setiap kelompok peternak akan menerima rata-rata 10 ekor sapi bibit unggul berusia di atas satu tahun. Pemilihan bibit dengan usia tersebut dilakukan agar ternak memiliki daya tahan yang baik dan siap dikembangkan oleh masyarakat.

Menurut Abianhin, pola distribusi ternak menggunakan komposisi satu ekor pejantan dan empat ekor betina untuk mempercepat pengembangbiakan sapi.

"Fokus program ini adalah breeding atau pengembangbiakan, bukan untuk dipotong. Dengan komposisi lebih banyak betina, peningkatan populasi sapi diharapkan berjalan lebih cepat,” katanya.

Selain memperkuat ekonomi masyarakat, program tersebut juga diproyeksikan mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah.

"Dalam dua tahun ke depan, kami berharap kebutuhan daging untuk program MBG dapat dipasok langsung dari peternak lokal,” tambahnya.

Abianhin mengungkapkan, proses pengajuan proposal kelompok penerima bantuan telah selesai dan kini memasuki tahap verifikasi lapangan. Verifikasi dilakukan untuk memastikan kesiapan kandang, komitmen kelompok, serta kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha peternakan.

Ia menegaskan, program pengembangan peternakan sapi itu tidak hanya menyasar kawasan transmigrasi yang telah terbiasa beternak, tetapi juga melibatkan masyarakat lokal agar ikut berperan dalam pengembangan sektor peternakan.

"Harapan kami, Barito Timur ke depan tidak lagi bergantung pada pasokan ternak dari luar daerah, tetapi mampu menjadi pusat produksi ternak yang mandiri,” pungkasnya. (zi/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes