TAMIANG LAYANG- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban di wilayah setempat melalui pemeriksaan ante-mortem untuk memastikan kelayakan ternak sebelum disembelih.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Barito Timur, Abinhin melalui Kepala Bidang Peternakan, Ratna Widyasari, mengatakan pemeriksaan ante-mortem dilakukan sebagai prosedur standar untuk menilai kondisi hewan kurban sebelum pemotongan.
"Pemeriksaan ante-mortem adalah pemeriksaan ternak sebelum disembelih untuk memastikan apakah hewan tersebut layak dijadikan kurban,” ujar Ratna, Rabu (6/5/2026).
Ratna menjelaskan, terdapat tiga aspek utama yang menjadi fokus penilaian, yakni usia hewan yang telah memenuhi syarat, kondisi fisik yang utuh dan tidak cacat, serta tidak menunjukkan gejala penyakit.
"Selanjutnya, hewan ternak harus bebas dari gejala penyakit,” tambahnya.
Hingga saat ini, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 40 hingga 50 ekor sapi yang tersebar di sejumlah titik kantong ternak milik masyarakat.
Selain aspek kesehatan, ujar Ratna, pihaknya juga memprioritaskan hewan berjenis kelamin jantan. Kebijakan ini mengacu pada aturan pelarangan pemotongan sapi betina produktif guna menjaga keberlanjutan populasi ternak.
"Kami mengutamakan sapi jantan. Sapi betina hanya diperbolehkan jika sudah tidak produktif lagi, tidak bisa beranak, atau mengalami gangguan reproduksi sejak lahir,” jelas Ratna.
Pemeriksaan ini akan terus dilakukan secara berkala hingga menjelang hari penyembelihan kurban untuk memastikan seluruh hewan yang beredar memenuhi standar kesehatan dan ketentuan syariat. (zi/jp).












