BREAKING NEWS

Rabu, 20 Mei 2026

Reses di Desa Sirih, Wakil Ketua DPRD Kalsel Soroti Kelangkaan Pupuk dan Dampak Banjir pada Pertanian

HSS- Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Kartoyo, menutup rangkaian kegiatan reses di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dengan menyerap aspirasi masyarakat di Desa Sirih, Kecamatan Kalumpang, Rabu (20/5/2026). Desa Sirih menjadi titik terakhir dari total 16 lokasi reses yang dikunjungi di wilayah tersebut.

Dalam dialog bersama warga, persoalan pertanian dan infrastruktur menjadi aspirasi utama yang disampaikan masyarakat. Warga mengeluhkan sulitnya memperoleh pupuk serta dampak banjir tahunan yang menyebabkan menurunnya produktivitas lahan pertanian.

Tokoh masyarakat Desa Sirih, M. Idris, mengatakan sebagian besar warga menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan. Namun, dalam beberapa waktu terakhir masyarakat kesulitan mendapatkan pupuk yang menjadi kebutuhan utama petani.

"Rata-rata pekerjaan masyarakat bertani dan berkebun, tetapi masyarakat merasa kesulitan mendapatkan pupuk,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Pambakal Desa Sirih, Mardiansyah. Menurutnya, banjir yang terjadi rutin setiap tahun berdampak pada menyusutnya area lahan produktif milik warga.

"Sekarang yang bisa produktif hanya satu baris di atas tabing. Kalau dulu bisa sampai tiga sampai lima baris, sekarang sudah tidak bisa lagi,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga meminta adanya peningkatan infrastruktur jalan menuju area persawahan untuk mempermudah aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen.

Menanggapi aspirasi tersebut, H Kartoyo, menyebut bahwa persoalan pertanian dan perkebunan menjadi isu dominan selama pelaksanaan reses di Kabupaten HSS.

"Alhamdulillah, kami telah melaksanakan 16 titik reses di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan diakhiri di Desa Sirih, Kecamatan Kalumpang. Yang paling menonjol adalah persoalan pertanian dan perkebunan, khususnya kelangkaan pupuk,” ujarnya.

H Kartoyo menilai persoalan distribusi pupuk perlu segera ditangani karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan ketahanan pangan daerah. Ia juga mendorong penguatan dukungan terhadap sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.

"Kami berharap persoalan pupuk ini dapat segera diselesaikan karena sangat krusial terhadap ketahanan pangan. Dukungan terhadap sektor pertanian dan perkebunan, termasuk perikanan dan peternakan, harus diperkuat,” tegasnya.

Terkait banjir yang terus melanda wilayah Kalumpang, Kartoyo mengatakan kondisi tersebut menyebabkan petani hanya dapat melakukan satu kali masa tanam dalam setahun.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan saat reses, kata dia, terdapat dugaan sumbatan aliran di Sungai Rantauan yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Tapin dan Hulu Sungai Selatan.

"Kami melihat langsung kondisi di lapangan, mulai dari Kalumpang, Tambingkar hingga Sirih. Lahan pertanian saat ini hanya bisa satu kali tanam dalam setahun,” jelasnya.

Ia menambahkan, DPRD Provinsi Kalimantan Selatan akan berkoordinasi dengan instansi teknis terkait guna mendorong penanganan banjir agar produktivitas pertanian masyarakat dapat kembali meningkat. (sar/ali/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes