TAMIANG LAYANG- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tamiang Layang bekerja sama dengan Bank Mentari Sampah menggelar pelatihan pengelolaan sampah melalui pemilahan limbah, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran pengelolaan limbah berkelanjutan di lingkungan rutan.
Pelatihan yang berlangsung di Aula Klinik Rutan Kelas IIB Tamiang Layang tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah dan stakeholder. Hadir dalam kegiatan itu Bupati, Ketua TP PKK, Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Rutan Tamiang Layang, perwakilan BRI Unit Tamiang Layang, PT PLN, dan PT SEM.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dinas Lingkungan Hidup yang menekankan pentingnya pengelolaan sampah secara tepat dan berkelanjutan. Selanjutnya, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Rutan Tamiang Layang menyampaikan bahwa edukasi lingkungan menjadi bagian penting dalam program pembinaan kemandirian warga binaan.
Pelatihan kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK sebagai tanda dimulainya kegiatan.
Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan tersebut, terdiri atas 7 pegawai, 3 petugas PPNPN, 3 peserta magang Batch II, dan 37 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan, baik teori maupun praktik.
Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan materi tentang pentingnya pemilahan sampah sebagai langkah awal pengelolaan limbah yang efektif. Peserta juga mempraktikkan pembuatan eco-enzyme, mulai dari pengenalan bahan, proses pembuatan, manfaat, hingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, peserta diperkenalkan pada budidaya maggot sebagai agen pengurai limbah organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal produktif bagi warga binaan dalam mengelola limbah organik.
Kepala Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Agung Novarianto, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga peningkatan keterampilan dan kepedulian lingkungan.
"Melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu menerapkan hasil pelatihan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan rutan. Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga memberikan nilai manfaat dan keterampilan bagi warga binaan,” ujarnya.
Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pendampingan berkala dalam penerapan pemilahan sampah, pembuatan eco-enzyme, dan pengelolaan maggot guna membangun budaya peduli lingkungan di Rutan Kelas IIB Tamiang Layang. (zi/jp).
