BREAKING NEWS

Senin, 08 Juni 2026

Komisi III DPRD Kalsel Dorong Penambahan Armada Bus Listrik dan Perluasan Koridor Trans Banjarbakula

MALANG- Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong perluasan koridor layanan serta penambahan armada bus bertenaga listrik guna meningkatkan pelayanan transportasi umum yang murah, aman, nyaman, dan terintegrasi antarkabupaten/kota di Kalsel.

Dukungan tersebut mengemuka saat Komisi III DPRD Kalsel bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel melakukan kunjungan kerja ke PT Bagong Dekaka Mandiri di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (8/6/2026).

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung proses perakitan armada bus Trans Banjarbakula yang selama ini menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat Kalsel. Selain itu, pihaknya juga menjajaki peluang kerja sama pengadaan bus listrik untuk mendukung transportasi yang lebih ramah lingkungan.

"Ke depan, kami berharap PT Bagong Dekaka Mandiri dapat menghadirkan armada bus listrik. Selain untuk mengurangi emisi, langkah ini juga menjadi solusi atas kendala ketersediaan bahan bakar solar yang masih terjadi di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Politisi Partai NasDem itu juga mengapresiasi kinerja PT Bagong Dekaka Mandiri sebagai penyedia layanan transportasi umum di Kalsel, khususnya operasional Trans Banjarbakula yang melayani wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru. Menurutnya, kualitas pelayanan yang diberikan sudah cukup baik dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Bahkan, layanan transportasi publik dengan skema Buy The Service (BTS) tersebut berhasil meraih Penghargaan Pengelolaan Angkutan Perkotaan dari Menteri Perhubungan RI.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bagong Dekaka Mandiri, Budi Susilo, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi III DPRD Kalsel dan Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kalsel melalui penyediaan transportasi umum yang berkualitas.

"Kami berharap keberlangsungan layanan transportasi yang saat ini berjalan di Kalimantan Selatan dapat terus dipertahankan. Angkutan ini telah menjadi salah satu sarana mobilitas yang diandalkan masyarakat,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, M. Fitri Hernadi, mengungkapkan bahwa tingkat keterisian penumpang (load factor) Trans Banjarbakula hingga Mei 2026 mencapai 87,77 persen. Capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi publik tersebut.

"Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin merasakan manfaat layanan Trans Banjarbakula. Karena itu, penambahan armada dan perluasan koridor menjadi kebutuhan untuk menjangkau lebih banyak pengguna,” jelasnya.

Menurut Fitri, pengembangan layanan BTS beserta jaringan feeder akan semakin memudahkan masyarakat dalam beraktivitas, sekaligus mendorong perubahan pola pikir terhadap penggunaan transportasi umum.

"Melalui layanan BTS dan feeder yang terintegrasi, masyarakat akan semakin yakin bahwa angkutan umum di Kalimantan Selatan nyaman, aman, dan memenuhi standar pelayanan yang baik,” pungkasnya. (sar/ali/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes