PURUK CAHU- Kabupaten Murung Raya (Mura) menorehkan prestasi membanggakan dengan keluar sebagai Juara Umum I pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026. Selain sukses sebagai tuan rumah, Murung Raya meraih nilai tertinggi, yakni 138 poin.
Penutupan MTQ VIII KORPRI Kalimantan Tengah berlangsung meriah di Alun-Alun Jorih Jerah, Puruk Cahu, Sabtu (27/6/2026) malam. Acara dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Hj Sunarti yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Bupati Murung Raya Heriyus, Wakil Bupati Murung Raya Rahmanto Muhidin, unsur Forkopimda, seluruh kafilah dari kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, serta masyarakat.
Dalam sambutannya Hj Sunarti mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Murung Raya yang dinilai berhasil menyelenggarakan MTQ VIII KORPRI dengan baik. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sementara itu, Bupati Murung Raya, Heriyus, menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, dewan hakim, official, peserta, serta masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
"Berkat kerja sama seluruh pihak, pelaksanaan MTQ berlangsung lancar, aman, dan sukses. Semoga semangat mencintai Al-Qur'an terus tumbuh di lingkungan KORPRI dan masyarakat," ujarnya.
Berdasarkan keputusan Dewan Hakim, Kabupaten Murung Raya ditetapkan sebagai Juara Umum I dengan perolehan 138 poin. Posisi kedua diraih Kabupaten Kotawaringin Barat dengan 125 poin, sedangkan Kota Palangka Raya menempati peringkat ketiga dengan 90 poin.
Penutupan MTQ semakin semarak dengan penampilan artis religi Hadad Alwi yang menghibur ribuan masyarakat yang memadati Alun-Alun Jorih Jerah.
Keberhasilan Murung Raya menjadi juara umum sekaligus tuan rumah dinilai menjadi bukti komitmen pemerintah daerah bersama masyarakat dalam menyukseskan ajang syiar Islam serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan ASN dan masyarakat Kalimantan Tengah. (dsk/maya/jp).
