BREAKING NEWS

Sabtu, 30 Mei 2026

Ritual Tiwah di Desa Tahawa Capai Puncak, Wujud Penghormatan Terakhir kepada Leluhur

PULANG PISAU- Ritual adat Tiwah di Desa Tahawa, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, mencapai puncak pelaksanaannya, Sabtu (30/5/2026). Upacara sakral umat Hindu Kaharingan tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir keluarga kepada leluhur yang telah meninggal dunia sekaligus mengantarkan arwah menuju Lewu Tatau atau surga menurut kepercayaan Hindu Kaharingan.

Ritual Tiwah diselenggarakan oleh keluarga besar Tugas B. Sia atau yang akrab disapa Bapak Ica sebagai upun gawi (penyelenggara upacara). Prosesi berlangsung khidmat dan diikuti keluarga besar serta masyarakat setempat yang turut memberikan penghormatan kepada para leluhur.

Tugas B. Sia mengatakan, pelaksanaan Tiwah merupakan bentuk bakti dan penghormatan terakhir kepada anggota keluarga yang telah meninggal dunia. Melalui ritual tersebut, keluarga berharap arwah leluhur dapat menyempurnakan perjalanan menuju alam keabadian.

"Sebagai keluarga, kami melaksanakan penghormatan terakhir kepada leluhur yang telah mendahului dengan tujuan mengantarkan mereka menuju Lewu Tatau atau surgawi sesuai ajaran Hindu Kaharingan,” ujarnya.

Sementara itu, Basir Obing selaku pemimpin ritual menjelaskan bahwa Tiwah merupakan tahapan akhir dalam rangkaian upacara kematian masyarakat Dayak penganut Hindu Kaharingan. Ritual tersebut memiliki makna spiritual yang mendalam karena diyakini menjadi sarana penyempurnaan perjalanan arwah menuju tempat peristirahatan abadi.

"Ritual Tiwah sangat suci dan menjadi bagian penting dalam keyakinan umat Hindu Kaharingan. Melalui upacara ini, arwah leluhur diantarkan menuju Lewu Tatau. Karena itu, Tiwah memiliki posisi yang sangat penting dalam tradisi dan kepercayaan masyarakat Dayak,” katanya.

Menurut Obing, pelaksanaan Tiwah tidak dilakukan dalam satu hari, melainkan melalui serangkaian tahapan yang berlangsung selama beberapa hari hingga sepekan. Seluruh prosesi adat dilaksanakan secara berurutan sesuai ketentuan dan tata cara yang diwariskan secara turun-temurun.

Adapun beberapa tahapan utama dalam ritual tersebut meliputi pendirian sandung, pelaksanaan tarian adat, persembahan hewan kurban, hingga prosesi penggalian dan pemindahan tulang-belulang leluhur untuk ditempatkan di dalam sandung sebagai tempat peristirahatan terakhir.

Ritual Tiwah merupakan salah satu warisan budaya dan tradisi spiritual masyarakat Dayak Kalimantan Tengah yang hingga kini tetap dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas serta kearifan lokal masyarakat setempat. (emca/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes