BREAKING NEWS

Minggu, 09 Agustus 2026

Danau Hatiwin Mulai Dikembangkan Jadi Wisata, Wakil Ketua DPRD Kalsel Dorong Budaya Banua Tetap Jadi Identitas Desa

TAPIN- Pengembangan Danau Hatiwin sebagai destinasi wisata alam di Desa Hatiwin, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, dinilai perlu diiringi pelestarian budaya Banua dan kearifan lokal. Potensi wisata tersebut diharapkan tidak hanya mendorong aktivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas masyarakat setempat.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, saat Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal di Desa Hatiwin, Minggu (9/8/2026).

Desy mengatakan, potensi alam akan memiliki nilai lebih jika dikelola dengan melibatkan masyarakat sekaligus mempertahankan karakter dan budaya daerah.

"Kalau Hatiwin berkembang menjadi tujuan wisata, yang kita jual bukan hanya pemandangannya. Keramahan, budaya, pengetahuan dan cara masyarakat menjaga lingkungannya juga menjadi bagian dari kekuatan desa,” kata Desy.

Menurutnya, kearifan lokal tidak semestinya hanya dipandang sebagai warisan yang harus dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi modal sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, pengembangan wisata di Hatiwin perlu memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta melibatkan warga dalam pengelolaannya.

Perda Nomor 4 Tahun 2017 mengatur sejumlah aspek kebudayaan, di antaranya pengelolaan dan pelestarian cagar budaya, tradisi, pengetahuan tradisional, lembaga budaya dan adat, kesenian, serta sejarah lokal. Regulasi tersebut juga menempatkan kearifan lokal sebagai bagian penting dalam perlindungan kehidupan ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan masyarakat.

Desy mendorong masyarakat Hatiwin menerapkan nilai-nilai tersebut melalui langkah sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di antaranya mengenalkan budaya Banua kepada generasi muda, menjaga kelestarian lingkungan di sekitar Danau Hatiwin, serta mengembangkan kuliner dan aktivitas wisata yang memiliki kekhasan lokal.

Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar pertumbuhan sektor wisata memberikan manfaat langsung bagi desa.

"Jangan sampai anak-anak kita nanti mengenal budaya daerah hanya dari buku, sementara di lingkungannya sendiri sudah tidak melihatnya. Kita bisa mulai dari keluarga dan desa, dari hal sederhana yang masih kita punya dan bisa kita wariskan,” ujar Desy.

Dengan pengelolaan yang memperhatikan lingkungan, budaya dan keterlibatan warga, pengembangan Danau Hatiwin diharapkan tidak sekadar menghadirkan destinasi wisata baru, tetapi juga membuka peluang ekonomi tanpa menghilangkan jati diri masyarakat Desa Hatiwin. (sar/ali/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes