BANJARMASIN- Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Supian HK mengapresiasi penandatanganan Kesepakatan Bersama Pilot Project Sinergi Pembangunan Jembatan Desa serta Adendum Nota Kesepakatan Pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut.
Penandatanganan berlangsung di Kediaman Gubernur Kalsel, Banjarmasin, Senin (31/8/2026), dan turut disaksikan Ketua DPRD Kalsel bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel.
Selain pembangunan jembatan desa dan jembatan penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut, kesepakatan tersebut mencakup pembangunan Koridor Lintas Tengah Pulau Laut serta perbaikan alinyemen Koridor Banjarbaru–Mentewe.
Dokumen kesepakatan ditandatangani Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar bersama Gubernur Kalsel, H Muhidin, Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, serta para bupati dan wali kota se-Kalsel.
H Supian HK menilai kerja sama lintas pemerintahan dan institusi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di Kalimantan Selatan.
"Kami di DPRD Provinsi Kalimantan Selatan memandang ini sebagai langkah strategis. Pembangunan infrastruktur tidak bisa dikerjakan sendiri. Harus ada sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, bahkan dari pihak TNI dan Polri,” ujar H Supian HK.
Menurut dia, pembangunan jembatan desa menjadi salah satu agenda penting karena berkaitan langsung dengan aksesibilitas masyarakat dan pergerakan ekonomi di wilayah perdesaan.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut dan Koridor Lintas Tengah Pulau Laut dinilai berpotensi memperpendek jarak tempuh, menekan biaya logistik, serta membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu.
"DPRD siap mengawal dari sisi anggaran dan regulasi. Kami ingin memastikan proyek-proyek besar ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar tuntas dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
H Supian HK juga menekankan pentingnya perbaikan alinyemen Koridor Banjarbaru–Mentewe. Menurutnya, ruas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa dari dan menuju sejumlah wilayah di Kalsel.
Perbaikan koridor itu diharapkan dapat memperlancar konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi di Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Bumbu, hingga Kotabaru.
"Sinergi yang dibangun hari ini antara Dirjen Bina Marga, Pemprov, Forkopimda, dan Pemkab/Kota adalah contoh baik. Tujuan kita sama, yaitu konektivitas Kalsel makin kuat dan Banua makin maju sesuai dengan visi dan misi kepala daerah,” pungkas H Supian HK. (sar/ali/jp).
























