BREAKING NEWS

Minggu, 09 Agustus 2026

IKMABARTIM Dorong Pemuda Barito Timur Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah

BANJARBARU- Ikatan Mahasiswa Barito Timur (IKMABARTIM) mendorong mahasiswa dan pemuda asal Barito Timur untuk mengambil peran lebih aktif dalam pembangunan daerah. Dorongan tersebut mengemuka dalam diskusi publik yang digelar di Balai Juang Hajjah Titien (Bajuang Hati), Kota Banjarbaru, Minggu (9/8/2026).

Diskusi yang diikuti puluhan mahasiswa asal Barito Timur di perantauan itu menjadi ruang bertukar gagasan mengenai kepemudaan, kepemimpinan, pendidikan, serta kontribusi mahasiswa terhadap masa depan Kabupaten Barito Timur.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi pemikiran mahasiswa dalam momentum Hari Jadi ke-24 Kabupaten Barito Timur yang diperingati pada 9 Agustus 2026. Melalui forum itu, IKMABARTIM menegaskan bahwa mahasiswa tidak semestinya hanya menjadi penonton dalam dinamika pembangunan, tetapi turut mengambil bagian melalui gagasan dan aksi nyata.

Untuk membahas sejumlah persoalan strategis, IKMABARTIM menghadirkan dua pemantik dengan perspektif berbeda, yakni Lutfi Arif Jailani dan Abdul Rasyid.

Pada sesi pertama, Lutfi Arif Jailani membahas isu kepemudaan dan kepemimpinan. Ia mendorong mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman, membangun pola pikir kritis, serta berani mengambil peran dalam proses pembangunan daerah.

"Pemuda adalah tulang punggung pembangunan daerah. Mahasiswa dan pemuda asal Barito Timur tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah perubahan, tetapi harus mengambil peran aktif, melahirkan gagasan inovatif, dan menjadi penggerak perubahan positif bagi daerah,” ujar Lutfi.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Abdul Rasyid yang mengangkat persoalan pendidikan. Pembahasan mencakup keterjangkauan akses pendidikan tinggi, pemerataan fasilitas pendidikan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurut Rasyid, pembangunan Barito Timur membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi dan daya saing. Karena itu, akses pendidikan yang lebih merata dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk memperkecil kesenjangan dan membuka peluang bagi generasi muda daerah.

"Pendidikan adalah fondasi utama untuk memutus rantai ketimpangan dan membangun kemajuan Barito Timur. Kita perlu mendorong pemerataan fasilitas, keterjangkauan akses pendidikan tinggi, serta peningkatan kompetensi agar mahasiswa asal daerah mampu bersaing secara sehat di tingkat nasional maupun global,” tegas Rasyid.

IKMABARTIM berharap forum tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi mahasiswa dan mendorong kontribusi yang lebih konkret bagi Barito Timur.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif. Setelah pemaparan materi, peserta terlibat dalam sesi tanya jawab dan diskusi terbuka mengenai berbagai persoalan yang dihadapi pemuda, pendidikan, dan pembangunan daerah. (zi/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes