BREAKING NEWS

Selasa, 29 September 2026

Dinas Perikanan dan Peternakan Barito Timur Dukung Program Ketahanan Pangan Rutan

TAMIANG LAYANG- Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur menyatakan tetap mendukung program ketahanan pangan yang dikembangkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tamiang Layang. 

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur, Abianhin, mengatakan program ketahanan pangan di Rutan tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

Menurutnya, keterampilan di bidang perikanan dan peternakan dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.

"Dari pemerintah daerah kita sangat mendukung program mereka karena itu salah satu bagian dalam mendukung ketahanan pangan. Di samping itu, mereka juga meningkatkan keterampilan para narapidana,” kata Abianhin kepada wartawan ini melalui sambungan whatsapp, Selasa (28/9/2026). 

Ia menilai pembinaan melalui kegiatan produktif penting dilakukan agar warga binaan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri.

"Begitu mereka keluar, mereka sudah mempunyai wawasan dan pengetahuan sehingga bisa berusaha sendiri,” ujarnya.

Abianhin menyebut, bahwa Dinas Perikanan dan Peternakan siap memberikan dukungan sesuai tugas dan fungsi, terutama dalam aspek teknis pengembangan perikanan dan peternakan.

Namun, dukungan dalam bentuk bantuan bibit, pakan maupun sarana produksi lainnya harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Ia mengungkapkan, pemerintah daerah sebelumnya telah memberikan bantuan berupa bibit dan pakan untuk mendukung kegiatan tersebut.

"Kalau memang anggaran kita memadai, kita siap membantu program mereka untuk pengembangan, baik perikanan maupun peternakan,” katanya.

Meski demikian, untuk tahun anggaran 2026–2027, kata Abianhin, pihaknya belum dapat menjanjikan bantuan dalam jumlah tertentu. Kondisi tersebut disebabkan keterbatasan anggaran daerah yang cukup signifikan.

"Untuk tahun 2026–2027 kami agak pesimis karena anggaran kita sangat terbatas. Tetapi kita berharap ke depan kalau anggaran memungkinkan, kita akan siap membantu,” jelasnya.

Abianhin menegaskan, dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan perikanan dan peternakan tidak hanya diperuntukkan bagi Rutan. Kelompok masyarakat yang mengembangkan usaha di sektor tersebut juga menjadi bagian dari sasaran pembinaan.

Menurutnya, pengembangan sektor perikanan dan peternakan di tingkat masyarakat dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi dan pendapatan warga.

"Bukan hanya pihak Rutan, kelompok-kelompok masyarakat juga harus kita bantu karena mereka juga membutuhkan untuk meningkatkan perekonomian,” tuturnya.

Ia mengatakan masyarakat maupun kelompok yang ingin mengembangkan usaha perikanan dan peternakan dapat berkoordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) maupun petugas teknis di Dinas Perikanan dan Peternakan.

Untuk persoalan kesehatan hewan, masyarakat dapat menghubungi unit pelaksana teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) terdekat.

"Kita punya UPT Puskeswan. Ada di Tamiang Layang dan Ampah. Artinya, hubungi yang terdekat,” kata Abianhin.

Selain itu, masyarakat dapat menyampaikan persoalan melalui PPL yang bertugas di lapangan. PPL selanjutnya dapat berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Peternakan untuk mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.

"Lewat PPL juga bisa, karena mereka ada di lapangan. Mereka bisa membantu menghubungi kami untuk kemudian dikoordinasikan terkait pengobatan,” pungkasnya. (zi/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes