PURUK CAHU- Kabut asap pekat menyelimuti Kota Puruk Cahu dan sejumlah wilayah di Kabupaten Murung Raya (Mura), Sabtu (19/9/2026). Kondisi tersebut mulai terlihat sejak pagi hingga sore hari dan menyebabkan jarak pandang pengguna jalan menurun di sejumlah titik.
Pantauan di beberapa kawasan Kota Puruk Cahu menunjukkan asap berwarna kekuningan menyelimuti lingkungan. Jarak pandang di sejumlah lokasi dilaporkan sangat terbatas, bahkan diperkirakan hanya sekitar 30 meter.
Selain mengganggu jarak pandang, aroma asap juga semakin kuat tercium. Kondisi ini diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Murung Raya.
Kabut asap tersebut turut menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi memengaruhi kesehatan apabila paparan berlangsung dalam waktu lama.
Ketua Komisi II DPRD Murung Raya, Bebie, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi udara yang dipenuhi asap.
"Saya kembali mengingatkan, saat ini udara di wilayah kita sudah masuk kategori berbahaya. Asap semakin tebal dan sangat berisiko bagi kesehatan,” ujar Bebie.
Bebie meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah, terutama anak-anak dan kelompok yang rentan terhadap paparan asap.
"Kurangi kegiatan di luar rumah, terutama anak-anak. Jika harus keluar, wajib pakai masker demi melindungi pernapasan,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mengawasi kondisi lingkungan. Warga yang menemukan titik api atau indikasi kebakaran diminta segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas.
Menurut Bebie, kewaspadaan serta keterlibatan masyarakat diperlukan untuk menghadapi kondisi kemarau dan potensi karhutla yang masih terjadi di wilayah Murung Raya.
Selain memperhatikan kesehatan, masyarakat, khususnya pengguna kendaraan, diminta meningkatkan kehati-hatian saat berkendara ketika jarak pandang menurun akibat kabut asap. (maya/jp).







