PURUK CAHU- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Murung Raya (Mura) menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi madrasah sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebijakan PJJ mulai diberlakukan sejak 31 Agustus hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kelanjutan PJJ maupun transisi kembali ke pembelajaran tatap muka (PTM) akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah terdampak.
Kepala Kemenag Kabupaten Murung Raya, H Maslan, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Murung Raya akan memantau kondisi udara sebagai dasar menentukan metode pembelajaran.
"Berdasarkan surat edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam, PJJ merupakan opsi darurat dan bersifat sementara. Evaluasi rutin akan dilakukan untuk melihat apakah kualitas udara sudah kembali ke kategori normal dan aman,” ujar H Maslan kepada media, Jum'at (4/9/2026) sore.
Menurutnya, keputusan untuk melanjutkan PJJ atau kembali ke sekolah secara tatap muka tidak diberlakukan secara seragam. Kebijakan akan disesuaikan dengan kondisi kualitas udara di wilayah tempat sekolah berada.
"Dampak kabut asap berbeda di setiap wilayah. Oleh karena itu, Kantor Kemenag kabupaten/kota diberikan kewenangan untuk menyesuaikan metode pembelajaran berdasarkan rilis BMKG dan arahan pemerintah daerah setempat,” jelasnya.
H Maslan menambahkan, apabila kualitas udara di sejumlah wilayah mulai membaik, madrasah dapat secara bertahap beralih ke PTM terbatas. Namun, pelaksanaannya tetap disertai sejumlah ketentuan untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan siswa.
Ketentuan tersebut antara lain membatasi atau meniadakan aktivitas di luar ruangan, seperti olahraga dan upacara, mempersingkat jam belajar, serta mewajibkan siswa dan tenaga pendidik menggunakan masker.
"Keselamatan siswa menjadi prioritas. Jika indikator ISPU masih menunjukkan kategori sangat tidak sehat, yakni di atas 200, Kemenag menginstruksikan agar PJJ atau belajar dari rumah (BDR) tetap dilanjutkan demi melindungi kesehatan pernapasan siswa,” pungkasnya. (maya/jp).





