BREAKING NEWS

Jumat, 18 September 2026

Legislator Kalsel Dorong Warga Balangan Perkuat Pencegahan Stunting dan Waspada Dampak Asap Karhutla

BALANGAN- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Nor Fajeri, mendorong masyarakat memperkuat kesadaran terhadap kesehatan keluarga, terutama dalam mencegah stunting dan mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu disampaikan Nor Fajeri saat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kesehatan di Desa Batu Mandi, Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan, Jum'at (18/9/2026).

Menurut Nor Fajeri, sosialisasi perda menjadi bagian dari upaya DPRD memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya penyelenggaraan kesehatan sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan.

Ia menekankan, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, termasuk sejak masa kehamilan. Karena itu, kesehatan ibu dan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga serta masyarakat.

"Kesehatan ibu dan anak harus kita jaga sejak awal. Jangan menunggu ada masalah baru kita bertindak. Pemeriksaan kehamilan, pemenuhan gizi, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan anak harus menjadi perhatian bersama,” ujar Nor Fajeri.

Ia mengatakan, lingkungan desa memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Keluarga, kata dia, menjadi garda terdepan dalam memastikan ibu hamil memperoleh pemeriksaan dan asupan gizi yang cukup, sementara anak mendapatkan makanan bergizi serta pemantauan tumbuh kembang secara berkala.

Nor Fajeri juga mendorong bidan, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan di desa untuk terus memberikan edukasi serta pendampingan kepada masyarakat. Edukasi mengenai pola makan bergizi, kebersihan lingkungan, pola hidup sehat, pemeriksaan kehamilan, imunisasi, serta pemantauan tumbuh kembang balita dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Selain pencegahan stunting, Nor Fajeri mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla yang dapat menurunkan kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan.

Menurut dia, paparan asap karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Masyarakat harus bersama-sama mencegah karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara dipenuhi asap dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan. Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia.

"Kalau sudah muncul asap, kita harus waspada. Kurangi aktivitas di luar rumah dan gunakan masker. Apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.

Nor Fajeri menegaskan, upaya menjaga kesehatan masyarakat membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, dan masyarakat.

Menurutnya, pencegahan stunting, peningkatan kualitas lingkungan, pencegahan karhutla, serta perlindungan masyarakat dari dampak asap perlu menjadi perhatian bersama.

"Pemerintah, tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa dan masyarakat harus saling mendukung. Dengan kesadaran dan kepedulian bersama, kita dapat menciptakan lingkungan yang sehat, menjaga tumbuh kembang anak secara optimal dan mencegah berbagai penyakit yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (sar/ali/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes