KUALA PEMBUANG- Tuntutan masyarakat terdampak terkait hak kebun plasma yang dikaitkan dengan PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) kembali memanas. Sebanyak 3.410 warga dari 10 desa di Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dijadwalkan menggelar aksi penyampaian aspirasi secara masif pada Sabtu (5/9/2026).
Rencana aksi tersebut dipastikan setelah pertemuan antara perwakilan warga dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan di Kantor Bupati Seruyan, Kamis (3/9/2026) sore, belum menghasilkan solusi yang dinilai dapat memberikan kepastian bagi masyarakat.
Ketua Pengawas Koperasi Bangkal, Sapriadi, mengatakan aksi turun ke jalan merupakan langkah terakhir setelah berbagai upaya komunikasi dan mediasi yang ditempuh sebelumnya belum membuahkan hasil.
"Yang pasti kami tetap turun ke lokasi untuk menyampaikan aspirasi kami pada tanggal 5,” ujar Sapriadi seusai menghadiri pertemuan di Kantor Bupati Seruyan, Kamis (3/9/2026) sore.
Aksi tersebut melibatkan aliansi masyarakat dari 10 desa yang berada di dua kabupaten. Rinciannya, delapan desa berada di wilayah Kabupaten Seruyan dan dua desa lainnya berada di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Berdasarkan rencana, massa dari 10 desa akan berkumpul terlebih dahulu di Desa Bangkal. Selanjutnya, massa akan melakukan konvoi menuju Selunuk, kemudian bergerak ke Simpang Sebabi sebelum berkonsolidasi di titik utama aksi di Portal 115.
Masyarakat menyatakan aksi tersebut digelar untuk menyampaikan tuntutan sekaligus mendesak adanya kepastian penyelesaian persoalan hak kebun plasma yang selama ini mereka perjuangkan. (gan/jp).
