PURUK CAHU- Ketua Panitia Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-11 Tingkat Kabupaten Murung Raya Tahun 2026, Rumiadi, menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan seni membaca Al-Qur’an, melainkan bagian dari upaya membangun karakter sekaligus membentengi generasi muda dengan nilai-nilai Qur’ani.
Hal itu disampaikan Rumiadi saat menyampaikan laporan panitia pada pembukaan MTQ ke-11 di Kecamatan Laung Tuhup, Kamis (24/9/2026) malam.
Menurut Rumiadi, pelaksanaan MTQ memiliki peran strategis dalam memperkuat pembinaan umat sekaligus mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Kabupaten Murung Raya.
"Melalui MTQ ini kita membangun kebersamaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menghadirkan semangat persaudaraan di tengah masyarakat,” katanya.
Rumiadi yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Murung Raya berharap MTQ tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, semangat yang dibangun melalui MTQ harus dilanjutkan menjadi gerakan bersama untuk menumbuhkan budaya membaca dan mempelajari Al-Qur’an di lingkungan keluarga, sekolah, madrasah, masjid, maupun masyarakat.
"Kita ingin semangat MTQ ini terus hidup setelah perlombaan selesai. Al-Qur’an harus hadir dalam rumah tangga, di lembaga pendidikan, di masjid, dan dalam kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.
Sebagai ketua panitia, Rumiadi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kementerian Agama, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), dewan hakim, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan MTQ ke-11.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan mampu melahirkan qari-qariah serta hafizh-hafizhah terbaik yang tidak hanya berprestasi dalam arena musabaqah, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
"Harapan terbesar kita bukan hanya melahirkan juara MTQ, tetapi melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan membawa manfaat bagi daerah serta umat,” pungkasnya.
MTQ ke-11 Tingkat Kabupaten Murung Raya berlangsung pada 23–27 September 2026. Sebanyak tujuh cabang dengan 17 kategori diperlombakan dalam kegiatan tersebut. Peserta yang terdata mencapai 265 kafilah, didampingi official dan 30 pimpinan kafilah dari 10 kecamatan se-Kabupaten Murung Raya. (maya/jp).













