HSS- Derasnya arus informasi di media sosial dinilai tidak boleh membuat masyarakat kehilangan kepedulian terhadap persoalan nyata di lingkungan sekitar. Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, mengingatkan masyarakat agar lebih cermat memilah informasi sekaligus tetap menjaga kepedulian sosial.
Pesan tersebut disampaikan Desy saat Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (SOSREV) di Desa Jarau, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Jum'at (25/9/2026).
Perempuan yang akrab disapa Via itu mengatakan, Pancasila dapat menjadi pijakan masyarakat dalam menghadapi derasnya arus informasi di ruang digital. Menurutnya, masyarakat tidak hanya perlu membedakan informasi yang benar dan keliru, tetapi juga harus mampu menjaga perbedaan pandangan agar tidak berkembang menjadi konflik.
"Kita boleh mengikuti apa yang sedang ramai, tetapi jangan sampai perhatian kita habis di sana. Masih banyak persoalan di sekitar kita yang membutuhkan kepedulian dan kerja bersama,” kata Via.
Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan, kehidupan sosial, pendidikan, hingga kesejahteraan masyarakat merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Di Kabupaten HSS, persoalan lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menurut Via, menjadi salah satu contoh pentingnya kepedulian dan keterlibatan masyarakat. Semangat gotong royong tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
"Pancasila itu sebenarnya dekat dengan kehidupan kita. Ketika kita menjaga lingkungan, menghargai orang lain, membantu tetangga, dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas, itu juga bagian dari mengamalkan Pancasila,” ujarnya.
Via berharap masyarakat Desa Jarau dapat menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pegangan dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-hari, termasuk saat menerima dan menyikapi informasi di ruang digital.
Dengan sikap tersebut, masyarakat diharapkan tidak sekadar mengikuti isu yang berkembang di media sosial, tetapi tetap peka terhadap persoalan di lingkungan sekitar serta ikut menjaga kehidupan sosial yang harmonis. (sar/ali/jp).
